Hipertiroid: Pengertian, Ciri-ciri, Penyebab, dan Pengobatan

25 Mar 2023 Tips Kesehatan Ditinjau oleh: Bumame Farmasi
Bagikan:
Hipertiroid

Seperti yang kita ketahui, hormon tiroid memiliki peran yang sangat penting untuk tubuh, antara lain adalah mengontrol kecepatan tubuh saat mengolah makanan dalam sistem pencernaan, mengatur irama dan detak jantung, serta menaikkan atau menurunkan suhu tubuh. Tapi tahukah kamu bahwa hipertiroid menjadi salah satu penyakit yang dapat terjadi karena hormon tiroid yang tidak stabil? Apa itu sebenarnya penyakit hipertiroid? Simak penjelasan lebih detailnya bersama Bumame di sini! 

Apa itu hipertiroid? 

Hipertiroidisme atau dikenal dengan penyakit hipertiroid adalah sebuah kondisi di saat kadar hormon tiroid dalam tubuh terlalu tinggi. Kadar tiroid yang tinggi ini menyebabkan proses metabolisme menjadi lebih cepat dan memicu berbagai gejala. Umumnya, kelebihan hormon tiroid bisa menyebabkan gejala jantung berdebar, tangan bergetar, serta berat badan turun drastis. 

Ciri-ciri atau gejala hipertiroid 

Selain gejala yang disebutkan di atas, hipertiroid juga menimbulkan beberapa gejala umum berikut: 

  • Penurunan berat badan
  • Merasa cemas 
  • Detak jantung yang lebih cepat
  • Kulit merah dan terasa gatal 
  • Sering buang air besar 
  • Masalah tidur 
  • Perubahan periode menstruasi 
  • Otot lemah
  • Rambut rontok dan ada perubahan pada tekstur rambut 
  • Mata menonjol 

Baca Juga: Apa Itu Hormon Tiroid? Cari Tahu Masalah yang Sering Dihadapi

Beberapa penyebab hipertiroid 

Penyebab hipertiroid seringkali dikaitkan dengan beberapa kondisi, seperti: 

  1. Penyakit graves 

Penyakit graves adalah penyakit keturunan. Jika keluarga kamu mengidap penyakit ini, risiko menjadi lebih besar. Menurut penelitian, graves menjadi salah satu penyebab hipertiroid yang paling umum. Jumlah kasusnya diprediksi mencapai 85% dari seluruh pengidap hipertiroid. 

  1. Nodul tiroid 

Nodul tiroid adalah benjolan yang dapat muncul di bagian leher, teksturnya dapat terasa keras dan padat maupun lembek dan berisi cairan. Umumnya, pengidap nodul tiroid cenderung menghasilkan hormon yang berlebihan. 

  1. Tiroiditis 

Tiroiditis merupakan peradangan pada kelenjar tiroid yang bisa terasa sakit maupun tidak. Ciri-cirinya dapat dilihat dengan munculnya bengkak pada leher. Kondisi tiroiditis umum terjadi setelah ibu melahirkan dalam kurun waktu satu tahun. Kondisi seperti ini dikenal dengan nama tiroiditis postpartum. 

  1. Konsumsi yodium berlebih 

Yodium adalah unsur mineral yang umumnya terdapat di air laut atau daerah sekitar lautan. Beberapa makanan yang mengandung yodium tinggi seperti udang, tuna, hingga garam beryodium. Jika kamu mengonsumsi yodium dalam jumlah yang berlebihan, hal ini bisa meningkatan risiko hipertiroid. 

Pengobatan hipertiroid 

Pengobatan biasanya dilakukan untuk mengembalikan kadar hormon tiroid yang terlalu tinggi. Metode pengobatannya harus disesuaikan dengan kondisi kesehatan dan usia. Beberapa pengobatan hipertiroid yang bisa dilakukan, yaitu: 

  • Terapi obat-obatan 

Resep obat yang diberikan dokter ditujukan untuk menghambat atau menghentikan kelenjar tiroid dalam memproduksi hormon berlebih. 

  • Terapi iodium radioaktif 

Terapi ini adalah proses pemberian cairan atau kapsul yang mengandung zat radioaktif dan iodium dalam dosis rendah. Hal ini dilakukan untuk memperkecil kelenjar tiroid agar jumlah hormon tiroid yang dihasilkan berkurang. 

  • Operasi hipertiroid

Operasi hipertiroid dikenal dengan nama prosedur tiroidektomi. Biasanya operasi dilakukan jika lewat terapi obat-obatan dan iodium radioaktif kondisi kesehatan tidak kunjung membaik. 

Baca Juga: Berencana untuk Hamil? Tes Kesehatan Ini Perlu Kamu Lakukan

Biaya dan pemeriksaan hormon tiroid terdekat 

Lakukan pemeriksaan kadar hormon tiroid dalam tubuh di Bumame. Bisa dilakukan dari rumah dengan layanan Home Care dan gratis biaya transportasi serta dua kali sesi konsultasi dokter (termasuk pembacaan hasil Medical Check Up untuk mendapatkan saran dan penanganan yang lebih tepat dan cepat).

Medical Check Up Bumame tersedia di Jakarta, Tangerang, Bekasi, dan Bandung. Biaya pemeriksaan hormon tiroid berkisar 800 ribu rupiah. Hubungi Customer Care Bumame untuk informasi lebih lanjut.

Bagikan artikel ini ke orang-orang terdekatmu: