Kenali Apa Saja Jenis Tes Tipes dan Kegunaannya

08 Mar 2023 Tips Kesehatan Ditinjau oleh: Bumame Farmasi
Bagikan:
jenis tes tipes

Tipes merupakan penyakit yang sering tertukar dengan demam berdarah dikarenakan gejala yang hampir mirip. Untuk memastikan apakah gejala yang dialami seseorang adalah tipes atau bukan, diperlukan pemeriksaan tipes sebagai acuan diagnosis.

Kali ini Bumame akan membahas tentang serba-serbi tes tipes, mulai dari jenis pemeriksaannya sampai kapan kamu perlu menjalani tes tipes.

Apa Itu Tipes?

Tipes atau demam tifoid merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi. Bakteri penyebab tipes dapat menyebar melalui konsumsi air atau makanan yang terkontaminasi dengan bakteri tersebut.

World Health Organization (WHO) memperkirakan terdapat 11 – 20 juta kasus tipes setiap tahun di seluruh dunia. Penyakit ini biasa muncul di berbagai negara berkembang seperti wilayah India, Bangladesh, termasuk Indonesia.

Fungsi Tes Tipes

Fungsi dari tes Tipes adalah untuk memastikan diagnosis penyakit tipes dan memulai pengobatan yang tepat. Pemeriksaan tipes juga dapat digunakan untuk menentukan tingkat keparahan penyakit dan memantau perkembangan setelah pengobatan dimulai serta membantu mencegah penyebaran infeksi.

Kapan Perlu Menjalani Tes Tipes?

Walau gejalanya hampir mirip dengan demam berdarah, tipes mempunyai gejala tersendiri yang bisa kamu kenali. Berikut adalah beberapa kondisi ketika seseorang perlu menjalani tes tipes:

  1. Mengalami gejala infeksi saluran pencernaan. Orang yang mengalami demam, mual, muntah, diare, dan sakit perut mungkin memiliki infeksi saluran pencernaan dan perlu menjalani tes tipes untuk memastikan diagnosis.
  2. Riwayat kontak dengan penderita. Jika seseorang memiliki riwayat kontak dengan penderita tipes, kemungkinan besar orang tersebut tertular dari penderita dan perlu menjalani tes.

Jenis Tes Tipes

Ada dua jenis pemeriksaan tipes yang dapat dilakukan oleh dokter untuk mendiagnosis tipes, antara lain:

1. Tubex

Cara kerja tes Tubex cukup sederhana. Dalam tes ini, sejumlah kecil serum (cairan di dalam darah) dari pasien yang dicurigai mengalami infeksi tifus diambil untuk mencari IgM anti-O9. Jika dalam sampel serum terdapat IgM anti-O9, maka tandanya orang tersebut memang mengidap tipes.

Hasil tes Tubex dapat diperoleh dalam waktu kurang lebih 10 menit dan memiliki sensitivitas yang cukup tinggi, yaitu sekitar 95% hingga 80%. Tes ini relatif mudah dilakukan dan cocok untuk digunakan di laboratorium lapangan atau di fasilitas kesehatan yang terbatas.

2. Widal Test

Widal test adalah sebuah tes darah yang digunakan untuk membantu mendiagnosis infeksi tipes atau demam tifoid. Tes ini mencari adanya antibodi yang dihasilkan oleh tubuh sebagai respons terhadap bakteri Salmonella typhi, yang menyebabkan penyakit tipes.

Dalam tes Widal, sampel darah dari pasien diuji terhadap Salmonella typhi. Jika pasien memiliki infeksi aktif, maka dalam sampel darah akan terdapat antibodi khusus. Suspek dapat dinyatakan menderita tipes apabila antibodi tetap ditemukan pada sampel darah walau sudah diencerkan beberapa kali.

Hasil Tes Tipes

Banyak yang berpikir jika cara membaca hasil tes darah tipes cukup rumit. Padahal tidak demikian.

Tes widal ditunjukkan dalam bentuk titer, yaitu ukuran pengenceran di mana respon aglutinasi terjadi. Tingginya ukuran titer menunjukkan banyaknya antibodi di dalam darah. Titer nyatakan sebagai rasio, seperti 1:20 atau 1:80, yang mencerminkan pengenceran saat reaksi terjadi.

Nilai normal uji widal adalah titer yang kurang dari 1:20 untuk antigen O dan H dari Salmonella typhi dan Salmonella paratyphi. Jika hasil menunjukkan titer 1:20 atau lebih, berarti ada antibodi yang melawan terhadap serangan bakteri. Hal tersebut dapat mengindikasikan adanya infeksi yang sedang berlangsung atau sebelumnya telah terjadi infeksi.

Sedangkan untuk tubex test, hasilnya ditunjukkan dalam bentuk skala: 

  • ≤2 = tidak ada infeksi tifus aktif
  • 3 = borderline (tidak bisa disimpulkan)
  • 4 – 5 = ada infeksi tifus aktif
  • >6 = indikasi kuat infeksi tifus aktif

Supaya lekas sembuh, orang yang terkena tipes harus istirahat dan minum banyak cairan untuk mencegah dehidrasi. Dokter biasanya meresepkan antibiotik untuk membantu membunuh bakteri yang menyebabkan tipes. Pasien dapat menjalani rawat inap di rumah sakit jika dibutuhkan. 

Itulah ulasan mengenai pemeriksaan tipes dan jenis-jenisnya. Yuk, lakukan medical check up di Bumame untuk memastikan kondisi kesehatanmu! Kamu dapat menikmati layanan konsultasi gratis bersama dokter sebelum melakukan pemeriksaan. Tak hanya itu, kamu juga bisa mendapatkan layanan Home Care apabila tidak bisa keluar rumah untuk sementara waktu. 

Bagikan artikel ini ke orang-orang terdekatmu: