Pelari & Pesepeda

Rp 1.000.000 Pesan Tes

Deskripsi

Medical Check Up untuk pelari dan pesepeda untuk mengetahui status kesehatan seseorang dari aktivitas berlari dan bersepeda seperti penyakit diabetes, kelainan lemak darah dan penyakit ginjal.

Tersedia layanan:

Walk-in
Service
Home
Care
Detail Pemeriksaan
  • Isi pemeriksaan
  1. Natrium
  2. Kalium 
  3. Chorida
  4. Ureum
  5. Kreatinin
  6. Cholesterol HDL
  7. Cholesterol LDL Direk
  8. Trigliserida
  9. Cholesterol  Total

 

  • Persiapan pemeriksaan
    Diperlukan puasa 8-12 jam sebelum pemeriksaan dilakukan. Namun, masih diperbolehkan untuk minum air putih selama puasa.
  1. Natrium: Mengukur kadar elektrolit utama tubuh yang membantu mengontrol jumlah cairan dalam tubuh
  2. Kalium: Mengukur tingkat kalium yang merupakan elektrolit penting untuk fungsi saraf dan otot
  3. Klorida: Mengukur konsentrasi Klorida (Cl) dalam tubuh yang berperan penting dalam:
    – Menjaga keseimbangan cairan di dalam dan di luar sel tubuh
    – Mempertahankan volume darah
    – Menjaga keseimbangan tekanan darah
    – Menjaga keseimbangan pH cairan tubuh
  4. Ureum: Mengetahui  komponen  hasil buangan ginjal terhadap kadar ureum darah seperti asam amino, albumin, bilirubin, dan darah.
  5. Kreatinin: Mengetahui kondisi dan fungsi ginjal dalam menyaring darah dan urine
  6. Cholesterol HDL: Mengetahui jumlah zat lemak baik dalam darah
  7. Cholesterol LDL Direk: Mengetahui jumlah zat lemak jahat yang dapat menempel di dinding pembuluh darah dan mempersempit ruang pembuluh darah.
  8. Trigliserida: Mengukur kadar trigliserida untuk menentukan tingkat risiko terjadinya penyakit jantung
  9. Cholesterol Total: Bermanfaat untuk mengukur jumlah cholesterol dan trigliserida dalam darah yang dapat membantu tentukan risiko penumpukan timbunan lemak di pembuluh darah.
  • Bagaimana cara menjaga agar kadar kalium dalam darah tetap normal?
    Kalium dapat diperoleh dengan mengonsumsi kacang merah, ubi jalar, kentang, bayam, pepaya, dan pisang
  • Bagaimana gejala yang dirasakan bila kadar kalium dalam tubuh rendah?
  1. Detak jantung tidak teratur
  2. Kram otot
  3. Mudah lelah
  4. Mual
  5. Sembelit
  • Berapa kadar kalium normal?
    Kisaran 3,6-5,2 milimol/ meter
  • Bagaimana bila kadar kalium tinggi?
    Kondisi ini disebut hiperkalemia yang merupakan indikasi bahwa individu tersebut mungkin mengalami:
  1. Penyakit ginjal
  2. Penyakit Addison
  3. Diabetes tipe 1
  4. Merupakan efek konsumsi obat antibiotik atau diuretik
  • Bagaimana bila kadar kalium lebih rendah dari angka normal?
    Anda kemungkinan memiliki gejala penyakit seperti:
  1. Ginjal kronis
  2. Gangguan gastrointestinal seperti diare dan muntah
  3. Sindrom cushing yang terjadi karena produksi hormon kortisol dalam tubuh yang berlebihan
  4. Ketoasidosis diabetik
  5. Kekurangan asam folat
  6. Hiperaldosteronisme
  • Apa itu Klorida?
    Merupakan salah satu jenis elektrolit dalam tubuh yang larut dalam cairan tubuh dan berperan dalam:
  1. Menjaga keseimbangan cairan tubuh dan juga keseimbangan asam dan basa
  2. Mempertahankan volume darah dan tekanan darah tetap stabil
  3. Menjaga jaringan saraf dan otot untuk tetap berfungsi normal
  • Mengapa diperlukan tes Klorida?
    Sebagai skrining kesehatan secara keseluruhan, khususnya, tes klorida diperlukan bagi individu yang memiliki kondisi:
  1. Riwayat kadar gula darah dan kolesterol yang tinggi
  2. Memiliki gejala ketidakseimbangan asam basa atau dehidrasi seperti: Diare sedang- berat, Muntah dalam jangka waktu lama, Mudah lelah dan lemas, Memiliki rasa haus berlebihan, Sesak napas
  • Bagaimana interpretasi dari pemeriksaan Klorida?
    Nilai normal dari pemeriksaan Klorida sebagai berikut:
  • Dewasa: 97-106 mEq/L
  • Anak: 97-106 mEq/L
  • Bayi (0-30 hari) 98-113 mEq/L

Kondisi bila kadar klorida lebih tinggi dari nilai normal disebut hiperkloremia, sedangkan bila lebih rendah disebut hipokloremia. Bila tinggi, kemungkinan penyebabnya antara lain:

  1. Dehidrasi berat
  2. Diare berat
  3. Penyakit ginjal dan asidosis metabolik (kondisi pH tubuh yang rendah)

Bila rendah, kemungkinan penyebabnya antara lain:

  1. Penyakit jantung
  2. Penyakit paru
  3. Rendahnya asupan garam harian
  4. Gangguan kelenjar adrenal pada ginjal (kemungkinan penyakit Addison)
  5. Alkalosis metabolik (adanya peningkatan pH dalam tubuh)

 

  • Berapa kadar normal dari ureum?
  1. Pria dewasa: 8-24 mg/dL
  2. Wanita dewasa: 6-21 mg/dL
  3. Anak usia 1-17 tahun: 7-20 mg/dL
  • Bagaimana bila kadar ureum dalam darah tinggi dan apa yang menyebabkannya?

Kondisi kadar ureum yang tinggi disebut uremia. Hal ini menyebabkan pusing, mual, muntah, mudah lelah, dan kram pada kaki. Kondisi ini disebabkan oleh: 

    1. Konsumsi protein berlebih
    2. Dehidrasi
    3. Indikasi penyakit ginjal seperti sumbatan pada saluran kemih
    4. Luka bakar yang berat
    5. Mengonsumsi antibiotik tertentu
    6. Mengalami pendarahan pada saluran cerna
    7. Kehamilan
  • Bagaimana cara menurunkan kadar ureum?
  1. Membatasi asupan protein
  2. Memenuhi asupan cairan tubuh dengan konsumsi air putih
  3. Mengonsumsi makanan berserat (buah dan sayur)

 

  • Apa itu kreatinin?
    Merupakan limbah dari keratin yang merupakan asam amino dibuat oleh jaringan otot, diolah ginjal lalu dikeluarkan melalui urin.
  • Siapa yang memerlukan pemeriksaan kreatinin?
    Setiap individu dapat melakukan pemeriksaan kreatinin untuk mencegah atau mendeteksi dini suatu kelainan. Namun, pemeriksaan ini sangat diperlukan bagi seseorang yang memiliki kondisi:
  1. Nyeri pada pinggang
  2. Ketika frekuensi buang air kecil berkurang
  3. Mengalami pembengkakan pada lengan dan kaki
  4. Memiliki tekanan darah tinggi
  5. Mendapati darah pada urin
  • Apa yang terjadi bila kreatinin tidak normal?
  1. Kreatinin normal pada pria sekitar 0,7-1,3 mg/dL dan pada wanita sekitar 0,6-1,1 mg/dL
  2. Kreatinin yang tinggi menandakan kerusakan ginjal
  3. Kreatinin yang rendah (<0,7 mg/dL pada pria dan <0,6 pada wanita)  menandakan otot tidak bekerja dengan baik. 
  • Apa yang menyebabkan kadar kreatinin rendah?
  1. Massa otot rendah
  2. Penurunan berat badan ekstrim
  3. Kehilangan banyak cairan
  4. Pola makan pada vegetarian 
  • Apa yang menyebabkan kreatinin tinggi?
    Kreatinin meningkat pada dewasa muda atau yang memiliki banyak jaringan otot seperti pada atlet (termasuk pelari dan pesepeda). Selain itu, kreatinin tinggi juga disebabkan oleh:
  1. Gangguan ginjal
  2. Dehidrasi
  3. Hipertensi
  4. Diabetes
  5. Efek samping obat seperti antibiotik, penurun asam lambung, dan diuretik
  6. Memiliki kebiasaan konsumsi daging berjumlah banyak
  • Apa saja kondisi yang dirasakan oleh individu dengan kreatinin yang tinggi?
  1. Mudah lelah
  2. Sesak napas dan nyeri di dada
  3. Penurunan atau peningkatan frekuensi berkemih
  4. Pembengkakan pada bagian tubuh tertentu. Contohnya pada kaki, lengan, atau wajah.
  5. Mengalami kram otot
  6. Mengalami mual dan muntah
  • Bagaimana cara menurunkan kadar kreatinin?
  1. Tidak olahraga berlebihan
  2. Menghindari konsumsi protein berlebih
  3. Minum air putih yang cukup
  4. Mengonsumsi makanan berserat (sayur dan buah)
  5. Mengurangi asupan natrium
  • Apa itu Trigliserida dan mengapa perlu dilakukan pemeriksaan ini?
  1. Merupakan lemak darah yang dibutuhkan oleh tubuh sebagai cadangan energi. Kadar yang tinggi dapat dikaitkan dengan obesitas, terlalu banyak konsumsi makanan manis, alkohol, merokok. Hal ini ditandai dengan peradangan pada pankreas. 
  2. Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui risiko penyakit terutama penyakit jantung yang dipicu oleh penumpukan lemak di pembuluh darah (Aterosklerosis)
  • Apa itu Cholesterol HDL dan LDL?
    Cholesterol HDL (High Density Lipoprotein) atau yang disebut juga kolesterol baik berfungsi untuk mencegah terjadinya penyempitan pembuluh darah akibat penumpukan lemak. Sebaliknya, Cholesterol LDL (Low Density Lipoprotein) atau kolesterol jahat merupakan salah satu penyebab utama penumpukan lemak tersebut.
  • Mengapa perlu dilakukan pemeriksaan Cholesterol LDL Direk?
    Salah satu jenis lemak ini dapat menyebabkan penimbunan plak di pembuluh darah. Hal ini dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui risiko tersebut dengan cara mengetahui konsentrasi Cholesterol LDL Direk.
  • Apa faktor yang meningkatkan kadar Trigliserida?
  1. Merokok
  2. Kurang berolahraga
  3. Obesitas
  4. Mengonsumsi alkohol
  5. Mengonsumsi makanan rendah protein dan tinggi karbohidrat
  • Apa perbedaan Trigliserida dan Cholesterol LDL direk?
  1. Trigliserida atau lemak darah memiliki peran sebagai cadangan energi. Trigliserida disimpan di dalam sel lemak yang disebut sel adiposa. 
  2. Cholesterol adalah zat hasil metabolisme lemak dalam tubuh untuk menumbuhkan jaringan dan sel membentuk hormon dan memiliki peran di sistem pencernaan. Terdapat 2 jenis Cholesterol yaitu:
    1. Kolesterol baik atau high density lipoprotein (HDL): untuk bersihkan kolesterol dari berbagai organ dan membawanya kembali ke hati
    2. Kolesterol jahat atau low density lipoprotein (LDL): untuk membawa kolesterol dari hati ke berbagai organ. LDL menjadi lemak jahat bila jumlahnya terlalu banyak sehingga membuat lemak menimbun di pembuluh darah.

 

  • Bagaimana cara menurunkan kadar Trigliserida dan Cholesterol LDL direk?
    Melalui kegiatan olahraga teratur, makan dengan gizi seimbang (Membatasi konsumsi manis, olahan, memilih konsumsi lemak yang sehat), dan tidak merokok
  • Berapa hasil Trigliserida digolongkan tinggi?

Rentang nilai Trigliserida adalah:

  1. Normal: < 150 mg/dL
  2. Batas normal: 150-199 mg/dL
  3. Tinggi: 200-499 mg/dL
  • Apa dampak dari Trigliserida yang tinggi?

Trigliserida yang tinggi kadang tidak bergejala, namun salah satu gejalanya yang diakibatkan oleh aktivitas penyumbatan suplai darah ke jantung atau otak karena penumpukan lemak pada pembuluh darah. Hal ini mengakibatkan mati rasa, pusing, kebingungan, penglihatan kabur, dan sakit kepala. 

  • Apa penyakit yang ditimbulkan akibat Trigliserida tinggi:
  1. Kondisi xanthoma atau adanya timbunan lemak di bawah kulit
  2. Pembengkakan dan nyeri hati atau limpa
  3. Mengalami pankreatitis/ radang pankreas
  • Siapa yang memerlukan pemeriksaan Kolesterol Lengkap?

Pemeriksaan ini perlu dilakukan oleh seseorang yang memiliki kondisi:

  1. Riwayat kolesterol tinggi atau serangan jantung
  2. Obesitas
  3. Tidak aktif secara fisik atau kurang berolahraga.
  4. Mengidap diabetes atau kadar gula darah tinggi.
  5. Sering mengonsumsi makanan tidak sehat.
  6. Memiliki pola hidup tidak sehat contohnya merokok.
  • Kapan harus melakukan pemeriksaan kolesterol lengkap?

Bila individu telah berusia di atas 20 tahun, disarankan untuk melakukan tes kolesterol lengkap setiap 4 hingga 6 tahun sekali.  Khususnya individu yang memiliki kondisi-kondisi tertentu seperti riwayat penyakit jantung, obesitas, diabetes, dan pola hidup yang tidak sehat.

Kamu masih punya pertanyaan?

Temukan jawaban yang kamu butuhkan di sini
atau kontak kami untuk informasi lebih lanjut.

Medical Check Up Bumame tersedia di 21 cabang Jabodetabek, Surabaya, dan Bandung.

Medical Check Up Jadetabek beroperasi Senin–Jumat (08.00–16.00) dan Sabtu–Minggu (08.00–12.00). Bogor, Bandung, dan Surabaya beroperasi Senin–Jumat (08.00–16.00) dan Sabtu (08.00–12.00). Minggu dan tanggal merah tutup.

Tentu, Bumame menyediakan layanan Medical Check Up Home Care tanpa minimum transaksi.
Proses pengambilan darah membutuhkan waktu selama 5-10 menit saja.

Saat ini, Bumame Medical Check Up melayani jenis pemeriksaan darah. Kami menawarkan 100+ tes pemeriksaan darah sesuai dengan keluhan maupun kebutuhan kamu. Silakan lihat detail pilihan paket melalui link berikut.