Pranikah Wanita

Rp 1.850.000 Pesan Tes

Deskripsi

Serangkaian tes kesehatan sebelum menikah untuk memastikan kondisi kesehatan sehingga dapat mencegah terjadinya masalah kesehatan utamanya mendeteksi adanya penyakit menular, menahun, atau diturunkan yang dapat mempengaruhi kehamilan hingga mempengaruhi kesehatan calon anak.

Tersedia layanan:

Walk-in
Service
Home
Care
Detail Pemeriksaan
  • Isi pemeriksaan 
  1. Gambaran darah tepi
  2. Elektroforesis Hb
  3. Golongan darah
  4. HBsAg Kualitatif
  5. VDRL (Venereal Disease Research Laboratory)
  6. Anti HIV

 

  • Persiapan pemeriksaan 
  1. Memiliki istirahat yang cukup untuk menghindari stress saat pemeriksaan
  2. Menghindari olahraga berat atau aktivitas fisik yang berat
  3. Tidak mengonsumsi alkohol dan minuman berkafein 2-5 hari sebelum pemeriksan karena dapat memengaruhi produksi sperma
  4. Tidak merokok beberapa hari sebelum pemeriksaan
  1. Gambaran darah tepi: Mengevaluasi sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit untuk mendeteksi penyakit dan pada pemeriksaan pranikah, digunakan untuk mengetahui gangguan bawaan pada sel darah merah
  2. Elektroforesis Hb: Mengetahui tipe-tipe hemoglobin dalam darah. Hemoglobin merupakan protein dalam sel darah merah dengan fungsi mengangkut oksigen ke organ dan jaringan tubuh. Mendeteksi kelainan hemoglobin dapat mendiagnosis penyakit Thalasemia (kelainan sel darah merah)  yang dapat diturunkan kepada anak.
  3. Golongan darah: Mengetahui kemungkinan timbulnya komplikasi selama kehamilan dan kondisi calon anak bila rhesus berbeda dengan rhesus calon suami.
  4. HBsAg Kualitatif: Mengetahui kemungkinan adanya virus hepatitis B akut atau kronis dan mengetahui seberapa baik sistem imun melawan infeksi virus hepatitis B dalam tubuh yang dapat ditularkan melalui hubungan seksual.
  5. VDRL: Mengetahui tanda awal penyakit sifilis oleh infeksi bakteri Treponema pallidum (penyakit menular seksual) serta membantu merencanakan perawatan dan mencegah terjadinya komplikasi penyakit tersebut.
  6. Anti HIV: Mengetahui antibodi terhadap virus HIV untuk mendeteksi virus HIV di dalam tubuh.
  • Ditujukan untuk siapa pemeriksaan ini?

Perempuan yang akan menikah

 

  • Kapan waktu yang tepat untuk melakukan pemeriksaan ini?

Menurut BKKBN dan Kementerian Agama, diwajibkan pemeriksaan ini 3 bulan sebelum pernikahan sehingga bila ditemukan kelainan dapat dilakukan tindakan terlebih dahulu untuk memperkecil kemungkinan risiko yang akan muncul. 

  • Mengapa pemeriksaan ini penting untuk dilakukan?
  1. Untuk mengantisipasi adanya kelainan yang akan ditularkan ke pasangan atau calon anak (membatasi penyebaran penyakit menular seksual, hepatitis B, HIV, AIDS)
  2. Mencegah penyakit gangguan darah yang mungkin diturunkan pada anak

 

  • Berkaitan dengan pemeriksaan Elektroforesis Hb, apa penyakit yang memungkinkan bila tingkat hemoglobin tidak normal atau berada di luar rentang normal?

Hal tersebut memungkinkan adanya penyakit:

  1. Hemoglobin C (penyakit turunan yang mengakibatkan anemia akut)
  2. Hemoglobinopati jenis langka (penyakit turunan yang menyerang produksi dan struktur dari sel darah merah menjadi tidak normal)
  3. Anemia sel sabit
  4. Thalasemia

Mengetahui hal ini, sebaiknya segera melakukan perawatan sesuai dengan diagnosis yang diberikan oleh dokter. 

 

  • Apa kemungkinan komplikasi yang dihasilkan bila rhesus kedua orang tua berbeda?

Rhesus atau RhD merupakan antigen yang ada di sel darah merah manusia dan diklasifikasikan menjadi Rhesus negatif (Rh-negatif) dan Rhesus positif (Rh-positif) bergantung dari ada atau tidaknya antigen D dalam sel darah merah tersebut. Untuk kebutuhan transfusi, darah Rh-positif dapat diberikan hanya dengan Rh-positif. Sedangkan Rh-negatif dapat diberikan kepada Rh-positif dan Rh-negatif. 

Perempuan Rh-negatif dan Laki-laki Rh-positif dapat melahirkan anak dengan Rh-positif, namun dapat menyebabkan penyakit hemolitik pada janin dan bayi baru lahir.

  • Bagaimana pengambilan sampel dari pemeriksaan pranikah perempuan ini?

Pada pemeriksaan gambaran darah tepi, elektroforesis Hb, golongan darah, HBsAg Kualitatif, VDRL, hingga anti HIV, sampel diambil melalui prosedur pengambilan darah. 

  • Apa hasil yang didapatkan dari pemeriksaan VDRL?
  1. Hasil positif menandakan  pasien mengalami sifilis
  2. Hasil negatif menandakan pasien tidak memiliki antibodi terhadap bakteri penyebab sifilis
  3. Hasil negatif palsu menandakan pasien sedang berada di sifilis tahap awal atau lanjut. Sehingga perlu pemeriksaan lain untuk memastikan hasil
  4. Hasil positif palsu menandakan adanya antibodi terhadap infeksi lainnya seperti AIDS, pneumonia, malaria, atau lupus. Sehingga perlu pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan hasil. 
  • Bila perempuan ketika hamil dan menderita sifilis, bagaimana kondisi calon bayinya?

Penularan sifilis dari ibu dan anak dapat terjadi. Menurut studi, hal ini menyebabkan berat badan lahir rendah, lahir mati, dan sifilis kongenital. Maka dari itu, penting untuk melakukan skrining antenatal atau  pemeriksaan VDRL sebelum menikah.

  • Bagaimana bila hasil pemeriksaan anti HIV positif?

Tidak perlu panik, penyakit AIDS karena virus HIV dapat dikontrol melalui obat antiretroviral (ARV) rutin kurang lebih selama 6 bulan sehingga risiko penularannya rendah. Terdapat kasus orang tua dengan HIV namun melahirkan anak bebas dari HIV.

Kamu masih punya pertanyaan?

Temukan jawaban yang kamu butuhkan
di sini atau kontak kami untuk informasi
lebih lanjut.

Medical Check Up Bumame tersedia di TB Simatupang, Cideng, dan layanan Home Care.

Jam Operasional:
TB Simatupang & Cideng
Senin-Minggu
08.00-17.00

Home Care
Senin-Minggu
08.00-17.00*

*tergantung jenis layanan

Tentu, Bumame menyediakan layanan Medical Check Up Home Care tanpa minimum transaksi.
Proses pengambilan darah membutuhkan waktu selama 5-10 menit saja.

Saat ini, Bumame Medical Check Up melayani jenis pemeriksaan darah. Kami menawarkan 100+ tes pemeriksaan darah sesuai dengan keluhan maupun kebutuhan kamu. Silakan lihat detail pilihan paket melalui link berikut.