Gatal-gatal pada kulit sering dianggap sebagai masalah sepele. Namun, di balik keluhan tersebut, ada berbagai penyebab eksim yang perlu dikenali sejak dini. Jika Anda atau anggota keluarga sering merasakan gatal hebat yang disertai ruam kemerahan, kulit kering, hingga bersisik, kondisi tersebut bisa jadi merujuk pada gejala eksim, salah satu masalah kulit kronis yang bisa dialami oleh siapa saja, mulai dari bayi hingga orang dewasa.
Penyebab eksim dapat berkaitan dengan faktor genetik, sistem imun, dan lingkungan. Kondisi ini bersifat tidak menular dan pada banyak kasus gejalanya dapat membaik seiring bertambahnya usia. Meski demikian, eksim tetap berpotensi kambuh jika pemicunya tidak dikenali dengan baik. Oleh karena itu, penting untuk mengenal lebih jauh kondisi ini agar Anda dan keluarga dapat mengambil langkah penanganan yang tepat.
Memahami Apa Itu Eksim
Eksim merupakan peradangan kulit yang dapat memicu rasa gatal, ruam, kulit kering, bercak bersisik, hingga infeksi kulit. Rasa gatal yang muncul sering kali mendorong penderitanya untuk terus menggaruk area yang terdampak. Sayangnya, kebiasaan tersebut dapat merusak lapisan kulit dan meningkatkan risiko infeksi.
Penyakit yang juga dikenal sebagai dermatitis ini memiliki beberapa variasi. Berikut beberapa jenis eksim kulit yang paling umum:
Dermatitis atopik, merupakan jenis yang paling sering terjadi. Kondisi ini biasanya menyebabkan kulit kering, gatal, dan munculnya ruam. Dalam banyak kasus, istilah eksim sering merujuk pada dermatitis atopik.
Eksim dishidrotik, ditandai dengan lepuhan kecil berisi cairan yang terasa sangat gatal. Gejala umumnya adalah muncul pada telapak tangan, telapak kaki, atau sela-sela jari. Jenis ini lebih sering menyerang remaja dan orang dewasa.
Dermatitis kontak, terjadi ketika kulit bersentuhan dengan zat tertentu yang memicu iritasi atau reaksi alergi.
Dermatitis seboroik, yang ditandai bercak kemerahan, kulit mengelupas, dan sisik berminyak menyerupai ketombe parah. Jenis eksim ini umumnya menyerang area yang memproduksi lebih banyak minyak, seperti kulit kepala dan wajah.
Eksim bukan penyakit kulit menular. Namun, kondisi ini cukup umum dan dapat menyerang sekitar 10-20% anak-anak serta 1-10% orang dewasa. Tidak mengherankan jika penelitian dari RSUD Jagakarsa, Jakarta, menemukan bahwa dermatitis menjadi salah satu kasus yang paling sering dijumpai di poliklinik kulit.
Penyebab Eksim yang Perlu Diketahui
Hingga saat ini, para ahli belum mengetahui penyebab pasti eksim. Namun, penelitian menunjukkan bahwa kondisi ini biasanya muncul akibat kombinasi faktor genetik, sistem imun, serta lingkungan.
Berikut beberapa faktor yang diketahui dapat meningkatkan risiko eksim atau memicu kekambuhannya.
1. Genetik dan Turunan
Faktor genetik merupakan salah satu penyebab eksim yang paling kuat. Anak yang memiliki orang tua atau anggota keluarga dengan riwayat eksim, asma, atau alergi cenderung memiliki risiko mengalami kondisi serupa.
Penelitian juga menemukan bahwa pada pasangan kembar identik, kemungkinan keduanya mengalami eksim dapat mencapai sekitar 75%. Sebaliknya, angka tersebut turun menjadi sekitar 20-30% pada kembar tidak identik. Temuan ini menunjukkan bahwa faktor keturunan memiliki peran penting dalam perkembangan eksim.
2. Sistem Imun Tubuh
Pada sebagian penderita eksim, sistem imun bereaksi lebih kuat terhadap zat yang sebenarnya tidak berbahaya. Kondisi ini dikenal sebagai atopi.
Ketika tubuh terpapar debu, serbuk sari, bulu hewan, atau polusi udara, sistem imun dapat menganggapnya sebagai ancaman. Akibatnya, tubuh memicu respons peradangan yang menyebabkan kulit menjadi merah, gatal, dan iritasi.
Karena berkaitan dengan reaksi atopi, penderita eksim juga lebih rentan mengalami kondisi alergi lainnya, seperti asma dan rinitis alergi.
3. Gangguan Fungsi Pelindung Kulit
Kulit berfungsi sebagai pelindung alami yang menjaga kelembapan sekaligus mencegah masuknya iritan dari luar. Pada penderita dermatitis atopik, lapisan pelindung ini sering kali tidak bekerja secara optimal.
Salah satu penyebabnya adalah perubahan pada gen FLG yang berperan dalam produksi filaggrin, yaitu protein yang membantu menjaga kekuatan dan kelembapan kulit. Ketika jumlah filaggrin berkurang, kulit lebih mudah kehilangan air sehingga menjadi kering, sensitif, dan rentan mengalami peradangan.
Inilah alasan mengapa banyak penderita eksim memiliki kulit yang terasa sangat kering bahkan sebelum ruam muncul.
Baca Juga: Immune Booster, Vitamin Kulit dengan Daya Serap Tinggi
4. Reaksi Alergi dan Iritasi
Bagi sebagian orang, paparan alergen atau zat iritan tertentu dapat menjadi penyebab eksim atau bahkan memperparah gejala yang sudah ada.
Beberapa pemicu yang cukup umum meliputi:
Makanan tertentu, seperti susu sapi, telur, kedelai, kacang-kacangan, dan gandum. Namun, tidak semua penderita eksim memiliki alergi makanan.
Bahan yang bersentuhan langsung dengan kulit, seperti deterjen, sabun keras, pewangi, alkohol, kosmetik tertentu, atau logam seperti nikel.
Hewan peliharaan, terutama bulu, air liur, dan serpihan kulit hewan, dapat memicu reaksi alergi pada sebagian orang.
Karena pemicunya dapat berbeda pada setiap individu, pemeriksaan alergi sering kali membantu mengidentifikasi faktor yang berkontribusi terhadap kekambuhan eksim.
5. Faktor Lingkungan
Lingkungan sekitar juga dapat memengaruhi kondisi kulit dan menjadi pemicu eksim kambuh. Beberapa faktor yang sering berperan antara lain:
Polusi udara, termasuk debu, asap kendaraan, asap rokok, dan serbuk sari.
Perubahan cuaca, terutama saat udara menjadi lebih dingin atau kelembapan udara menurun drastis.
Udara yang terlalu kering, yang dapat mempercepat hilangnya kelembapan alami kulit.
Keringat berlebih, terutama setelah aktivitas fisik atau saat cuaca panas.
6. Perubahan Emosi dan Stres
Stres tidak secara langsung menyebabkan eksim, tetapi dapat memperburuk peradangan dan memicu kekambuhan. Banyak penderita mengalami gejala yang lebih parah saat menghadapi tekanan emosional, kecemasan, atau kurang tidur.
Karena itu, mengelola stres menjadi salah satu langkah penting untuk membantu mengendalikan eksim.
Gejala atau Tanda-Tanda Eksim
Gejala eksim umumnya berpusat pada kulit yang kering dan terasa sangat gatal. Selain itu, penderita juga dapat mengalami ruam, kulit tebal, bersisik, pecah-pecah, atau bengkak akibat sering digaruk. Pada beberapa orang, warna kulit yang terdampak dapat berubah menjadi kemerahan, keunguan, atau lebih gelap dibandingkan dengan area sekitarnya.
Bagian tubuh yang sering terdampak eksim adalah area lipatan, seperti siku bagian dalam, lutut, leher, dan pergelangan tangan. Pada bayi dan anak-anak, gejala biasanya muncul di pipi, kulit kepala, tangan, atau kaki, bahkan sebelum usia lima tahun.
Kapan Harus ke Dokter?
Memahami penyebab eksim dapat membantu mengurangi risiko kekambuhan. Namun, ada kalanya Anda atau anak memerlukan penanganan medis untuk mengendalikan gejalanya.
Segera konsultasikan ke dokter jika mengalami:
Demam.
Gejala yang mengganggu tidur atau aktivitas sehari-hari.
Tanda infeksi kulit, seperti luka bernanah atau nyeri yang semakin memburuk.
Gejala yang tidak membaik meski sudah melakukan perawatan mandiri.
Sebagian besar kasus eksim dapat terkontrol dengan baik jika ditangani sejak dini dan pemicunya diketahui.
Bagaimana Dokter Mendiagnosis Eksim?
Untuk mengetahui penyebab eksim, dokter biasanya akan menanyakan gejala yang dialami, riwayat kesehatan pasien, serta riwayat alergi atau eksim dalam keluarga. Setelah itu, dokter akan memeriksa kondisi kulit dan menilai tingkat keparahan gejala.
Jika diperlukan, dokter juga dapat menyarankan pemeriksaan tambahan, seperti tes alergi atau tes dermatologi, untuk membantu mengidentifikasi pemicu gejala.
Tes Alergi Minim Stres untuk Anak Bersama Bumame
Eksim pada anak sering kali dipicu atau diperparah oleh paparan zat pemicu alergi (alergen) tertentu yang masuk ke dalam tubuh. Oleh karena itu, mengidentifikasi faktor pencetus tersebut sangat diperlukan agar dapat meredakan gejalanya.
Namun bagi banyak orang tua, proses mendampingi anak kecil menjalani pemeriksaan medis sering kali mendatangkan kekhawatiran tersendiri karena anak cenderung merasa cemas saat berada di lingkungan medis yang asing.
Guna menjawab kebutuhan tersebut, Bumame menghadirkan layanan tes alergi anak yang dirancang khusus untuk membantu mengidentifikasi pemicu alergi yang umum pada anak-anak di Indonesia. Perlu dipahami, tes alergi bertujuan mengenali faktor yang dapat memperburuk eksim, bukan menentukan penyebab tunggal eksim itu sendiri. Interpretasi hasilnya sebaiknya selalu didampingi dokter agar tidak terjadi pantangan yang tidak perlu. .
Dalam pemeriksaannya, Bumame hanya menggunakan panel alergen khusus yang telah disesuaikan dengan kondisi lingkungan, makanan, dan udara di Indonesia, sehingga mampu mengidentifikasi pemicu spesifik yang memicu reaksi eksim secara lebih akurat.
Layanan ini dilengkapi juga dengan pilihan Home Care di mana tim medis profesional akan datang langsung ke tempat tinggal Anda untuk melakukan pengambilan sampel dalam suasana rumah yang familier dan menenangkan bagi anak.
Untuk membantu mengenali pemicu secara lebih spesifik, Bumame juga menyediakan layanan Tes IgE Atopy yang dapat membantu mengidentifikasi respons alergi terhadap berbagai alergen.
Cara Mengatasi Eksim dan Mencegah Kekambuhannya
Penanganan eksim bertujuan untuk meredakan gejala sekaligus mengurangi paparan faktor pemicunya. Pada kasus ringan, perawatan mandiri sudah cukup membantu. Namun, gejala yang lebih berat mungkin memerlukan penanganan medis.
1. Perawatan Mandiri
Berikut beberapa langkah yang dapat membantu mengurangi gejala sekaligus mencegah eksim kambuh.
a. Mandi dengan Air Hangat
Mandi air hangat dapat membantu mengurangi rasa gatal dan menjaga kelembapan kulit. Namun, hindari air yang terlalu panas karena dapat membuat kulit semakin kering dan iritasi.
b. Kompres Dingin pada Area yang Gatal
Saat rasa gatal muncul, usahakan untuk tidak menggaruk kulit. Sebagai gantinya, gunakan kompres dingin selama beberapa menit untuk membantu meredakan rasa tidak nyaman.
c. Gunakan Sabun yang Lembut
Beberapa produk pembersih mengandung bahan yang dapat mengiritasi kulit sensitif. Pilih sabun yang lembut atau berlabel hypoallergenic untuk membantu menjaga kesehatan lapisan pelindung kulit.
Selain itu, gunakan pelembap atau moisturizer secara rutin untuk menjaga kelembapan kulit dan menghindari kulit kering.
d. Kenakan Pakaian yang Nyaman
Pakaian yang terlalu ketat atau sulit menyerap keringat dapat memperparah iritasi. Karena itu, pilih bahan yang lembut dan nyaman, seperti katun, terutama untuk anak-anak yang aktif bergerak.
e. Hindari Alergen dan Iritan
Jika eksim dipicu oleh alergi atau iritasi tertentu, menghindari pemicunya merupakan langkah yang sangat penting. Pemeriksaan alergi dapat membantu Anda mengenali faktor pemicu sehingga pencegahan menjadi lebih terarah.
f. Kelola Stres dengan Baik
Stres dapat memperburuk gejala eksim. Karena itu, penting untuk mengelola stres dengan baik, termasuk melalui istirahat yang cukup dan dukungan dari keluarga atau orang terdekat.
2. Penanganan Medis
Jika gejala tidak membaik dengan perawatan mandiri, dokter dapat merekomendasikan beberapa pilihan terapi berikut.
a. Obat Antihistamin
Dokter dapat meresepkan antihistamin untuk membantu mengurangi rasa gatal, terutama jika gejala mengganggu kualitas tidur. Beberapa jenis antihistamin dapat menimbulkan kantuk, sehingga penggunaannya perlu mengikuti anjuran dokter.
b. Obat Oles
Krim atau salep kortikosteroid dapat membantu mengurangi peradangan dan kemerahan. Gunakan sesuai anjuran dokter agar aman dan efektif.
c. Phototherapy
Pada kasus tertentu, dokter dapat merekomendasikan fototerapi atau terapi cahaya menggunakan sinar ultraviolet terkontrol untuk membantu mengurangi peradangan dan gatal.
Kenali Penyebab Eksim untuk Mengurangi Risiko Kekambuhan
Eksim memang belum memiliki penyebab tunggal yang pasti. Namun, berbagai faktor seperti genetik, alergi, dan lingkungan dapat meningkatkan risiko munculnya gejala. Karena itu, memahami pemicu yang paling relevan merupakan langkah penting untuk mengendalikan kondisi ini dalam jangka panjang.
Pada kenyataannya, sebagian besar kasus eksim dapat dikelola dengan baik melalui perawatan yang tepat. Daripada menduga penyebabnya sendiri, Anda dapat mengambil langkah yang lebih terarah dengan melakukan pemeriksaan oleh tenaga medis profesional.
Untuk mengetahui pemicu eksim secara lebih spesifik, tes alergi di Bumame tersedia untuk anak maupun dewasa. Dengan opsi Home Care langsung ke rumah, pemeriksaan bisa dilakukan dalam suasana yang lebih familiar dan nyaman bagi anak.
FAQ Seputar Penyebab Eksim
Q: Apa penyebab utama eksim?
A: Hingga saat ini, penyebab pasti eksim belum diketahui. Namun, kondisi ini umumnya berkaitan dengan kombinasi faktor genetik, sistem imun, dan lingkungan yang memengaruhi kesehatan kulit.
Q: Apakah eksim bisa diturunkan dalam keluarga?
A: Ya. Risiko eksim cenderung lebih tinggi pada seseorang yang memiliki orang tua atau anggota keluarga dengan riwayat eksim, asma, atau alergi. Hal ini menunjukkan bahwa faktor genetik berperan penting dalam perkembangan eksim.
Q: Apakah eksim merupakan penyakit menular?
A: Tidak. Eksim bukan penyakit menular sehingga tidak dapat berpindah dari satu orang ke orang lain melalui kontak fisik atau penggunaan barang yang sama.
Q: Apa saja faktor yang dapat memicu eksim kambuh?
A: Kekambuhan eksim dapat dipicu oleh berbagai faktor, seperti paparan alergen, bahan iritan tertentu, polusi udara, perubahan cuaca, udara yang terlalu kering, keringat berlebih, serta stres emosional.
Q: Apa gejala eksim yang paling sering muncul?
A: Gejala yang umum meliputi kulit kering, gatal hebat, ruam, kulit bersisik, pecah-pecah, menebal, atau bengkak akibat sering digaruk. Pada beberapa orang, warna kulit yang terdampak juga dapat berubah.
Q: Bagian tubuh mana yang paling sering terkena eksim?
A: Eksim sering muncul pada area lipatan tubuh seperti siku bagian dalam, lutut, leher, dan pergelangan tangan. Pada bayi dan anak-anak, gejala juga dapat muncul di pipi, kulit kepala, tangan, atau kaki.
Q: Kapan harus ke dokter jika mengalami eksim?
A: Segera konsultasikan ke dokter jika eksim disertai demam, mengganggu tidur atau aktivitas sehari-hari, menunjukkan tanda infeksi seperti luka bernanah, atau tidak membaik meski sudah dilakukan perawatan mandiri.
Q: Bagaimana dokter mendiagnosis eksim?
A: Dokter biasanya akan menanyakan gejala, riwayat kesehatan, serta riwayat alergi atau eksim dalam keluarga. Selain pemeriksaan kulit, dokter juga dapat merekomendasikan tes alergi atau pemeriksaan dermatologi bila diperlukan.
Q: Bagaimana cara membantu mencegah eksim kambuh?
A: Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain menjaga kelembaban kulit dengan pelembab, menggunakan sabun yang lembut, menghindari alergen dan iritan yang diketahui menjadi pemicu, memakai pakaian yang nyaman, serta mengelola stres dengan baik.
Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Muhammad Reza K.
Lokasi Klinik Bumame
1. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160
2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550
3. Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310
Referensi:
National Eczema Association. Eczema Facts.
Jurnal Kedokteran Meditek. (2024). Prevalensi Penyakit Kulit Infeksi dan Non-infeksi di Poliklinik Kulit dan Kelamin RSUD Jagakarsa Periode Februari 2023 - Januari 2024.
Siloam. (2025). Apa itu Eksim? Simak Penyebab, Ciri-ciri, dan Cara Mengobatinya.
Mitra Keluarga. (2026). Eksim pada Bayi: Penyebab, Gejala, Pengobatan, dan Cara Mencegahnya.
National Eczema Association. What is Eczema?
MedlinePlus. (2025). Eczema.
National Institute of Arthritis and Musculoskeletal and Skin Diseases. Atopic Dermatitis.
Nemours KidsHealth. (2023). Eczema (Atopic Dermatitis).
Cleveland Clinic. (2022). Eczema.
Allergy & Asthma Network. What is Eczema?.
National Center for Biotechnology Information. (2024). StatPearls: Eczema.
Mayo Clinic. (2024). Atopic Dermatitis (Eczema).
National Center for Biotechnology Information. (2014). Atopic Dermatitis: Natural History, Diagnosis, and Treatment.
Dexeryl. Causes of Eczema: Why Does It Occur and How Can You Prevent It?
Illinois Dermatology Institute. (2025). What Triggers Eczema Flare-Ups: Common Causes You Should Know.
