pantangan-makanan-penderita-asam-urat

Anda Penderita Asam Urat? Ini Makanan yang Sebaiknya Dihindari

28/07/2026Bumame

Masih Bingung Memilih Makanan? Ketahui Pantangan Asam Urat agar Nyeri Sendi Tidak Mudah Kambuh.

Serangan asam urat sering datang tanpa diduga. Hari ini tubuh terasa baik-baik saja, tetapi keesokan paginya jempol kaki terasa nyeri, bengkak, bahkan sulit digerakkan. Setelah keluhan mereda, banyak orang mulai bertanya-tanya, penderita asam urat tidak boleh makan apa agar kondisi tersebut tidak terulang kembali.

Sayangnya, masih banyak anggapan bahwa semua makanan tinggi protein harus dihindari oleh penderita asam urat. Ada pula yang memilih berhenti mengonsumsi seafood atau daging sama sekali karena khawatir kadar asam urat kembali naik. Padahal, tidak semua makanan perlu dipantang sepenuhnya. Yang lebih penting adalah mengetahui jenis makanan yang mengandung purin tinggi dan mengonsumsinya dengan bijak.

Menurut Mayo Clinic, asam urat terjadi ketika kadar uric acid di dalam darah terlalu tinggi hingga membentuk kristal pada persendian. Kristal tersebut kemudian memicu peradangan yang menyebabkan nyeri, bengkak, kemerahan, dan rasa panas pada sendi.[1]

Karena itu, mengatur pola makan menjadi salah satu langkah penting untuk membantu menjaga kadar asam urat tetap stabil sekaligus mengurangi risiko serangan berulang.

Mengapa Makanan Berpengaruh terhadap Asam Urat?

Asam urat merupakan hasil akhir dari proses pemecahan purin di dalam tubuh. Purin sebenarnya merupakan zat yang diproduksi secara alami, tetapi juga banyak ditemukan pada berbagai jenis makanan.

Dalam kondisi normal, asam urat akan dibuang melalui ginjal bersama urine. Namun, jika tubuh memproduksi terlalu banyak asam urat atau ginjal tidak mampu membuangnya secara optimal, kadarnya akan meningkat di dalam darah.

Ketika kondisi ini berlangsung terus-menerus, kristal asam urat dapat terbentuk di sekitar sendi dan memicu serangan nyeri yang dikenal sebagai gout atau penyakit asam urat.

Meski makanan bukan satu-satunya penyebab, memilih makanan yang tepat dapat membantu mengurangi risiko meningkatnya kadar asam urat.

Berikut Jenis Makanan yang Tidak Boleh Dikonsumsi oleh Penderita Asam Urat

Tidak semua makanan harus dihindari. Namun, beberapa jenis makanan tinggi asam urat atau purin tinggi sehingga sebaiknya dibatasi atau dihindari, terutama jika Anda sering mengalami serangan asam urat.

1. Jeroan

Hati, paru, usus, limpa, otak, dan ampela termasuk makanan dengan kandungan purin yang sangat tinggi.

Konsumsi jeroan secara berlebihan dapat meningkatkan produksi asam urat sehingga risiko kekambuhan menjadi lebih besar. Jika Anda memiliki riwayat asam urat, sebaiknya konsumsi jeroan dihindari atau dibatasi sebanyak mungkin.

2. Daging Merah dalam Jumlah Berlebihan

Daging sapi, kambing, dan domba tetap mengandung protein yang dibutuhkan tubuh. Namun, konsumsi yang berlebihan dapat meningkatkan kadar purin.

Bukan berarti Anda tidak boleh mengonsumsinya sama sekali, tetapi sebaiknya batasi porsinya dan imbangi dengan makanan tinggi serat.

3. Seafood Tertentu

Beberapa jenis makanan laut memiliki kandungan purin yang cukup tinggi, seperti:

  • Sarden

  • Teri

  • Makarel

  • Kerang

  • Tuna

Jika kadar asam urat sedang tinggi atau Anda sering mengalami serangan nyeri sendi, konsumsi makanan tersebut sebaiknya dikurangi.

4. Minuman Beralkohol

Alkohol diketahui dapat meningkatkan produksi asam urat sekaligus menghambat proses pembuangannya melalui ginjal.

Inilah sebabnya konsumsi alkohol sering dikaitkan dengan meningkatnya risiko serangan asam urat, terutama pada orang yang sudah memiliki riwayat penyakit ini.

5. Minuman Tinggi Gula

Minuman bersoda, minuman kemasan, maupun minuman dengan tambahan sirup mengandung fruktosa yang cukup tinggi.

Fruktosa dapat merangsang tubuh memproduksi lebih banyak asam urat sehingga konsumsinya perlu dibatasi.

Sebagai gantinya, perbanyak konsumsi air putih agar proses pembuangan asam urat melalui ginjal dapat berlangsung lebih optimal.

6. Makanan Cepat Saji

Fast food umumnya mengandung lemak jenuh, garam, dan kalori yang tinggi.

Meski tidak semuanya tinggi purin, konsumsi makanan cepat saji secara berlebihan dapat meningkatkan risiko obesitas yang merupakan salah satu faktor risiko meningkatnya kadar asam urat.

7. Makanan Olahan

Sosis, nugget, kornet, maupun daging olahan lainnya sebaiknya tidak dikonsumsi terlalu sering.

Selain kandungan garam dan lemaknya yang tinggi, makanan olahan juga umumnya memiliki nilai gizi yang lebih rendah dibandingkan makanan segar sehingga kurang baik untuk kesehatan secara keseluruhan.

Apakah Penderita Asam Urat Masih Boleh Mengonsumsi Protein?

Salah satu kesalahpahaman yang paling sering ditemui adalah anggapan bahwa penderita asam urat tidak boleh makan daging atau makanan berprotein sama sekali. Padahal, protein tetap dibutuhkan tubuh untuk menjaga massa otot, memperbaiki jaringan, dan mendukung berbagai fungsi organ.

Yang perlu diperhatikan bukanlah menghindari semua sumber protein, melainkan memilih jenis protein yang lebih baik dan mengatur jumlah konsumsinya.

Misalnya, daging ayam tanpa kulit, telur, susu rendah lemak, atau tahu dan tempe umumnya dapat menjadi pilihan yang lebih baik dibandingkan jeroan atau daging olahan. Konsumsi tetap perlu disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing dan dianjurkan tidak berlebihan.

Makanan yang Masih Aman Dikonsumsi Penderita Asam Urat

Selain mengetahui makanan yang perlu dihindari, penting juga memahami makanan yang relatif aman dikonsumsi agar pola makan tetap seimbang.

Beberapa pilihan makanan yang umumnya baik untuk penderita asam urat antara lain:

  • Sayuran hijau, seperti bayam, brokoli, dan sawi.

  • Buah-buahan, terutama yang kaya vitamin C, seperti jeruk, stroberi, dan kiwi.

  • Karbohidrat kompleks, seperti nasi merah, oatmeal, dan kentang.

  • Susu dan produk olahan rendah lemak.

  • Tahu dan tempe sebagai sumber protein nabati.

  • Air putih yang cukup setiap hari.

Mengonsumsi makanan yang bervariasi tetap penting untuk memenuhi kebutuhan nutrisi harian tanpa meningkatkan risiko kadar asam urat.

Selain Makanan, Apa yang Membuat Asam Urat Mudah Kambuh?

Pola makan memang memiliki peran penting, tetapi bukan satu-satunya penyebab meningkatnya kadar asam urat.

Beberapa faktor lain juga dapat meningkatkan risiko serangan asam urat, di antaranya:

  • Berat badan berlebih atau obesitas.

  • Kurang minum air putih.

  • Konsumsi alkohol.

  • Riwayat keluarga dengan penyakit asam urat.

  • Gangguan fungsi ginjal.

  • Penyakit tertentu, seperti diabetes atau tekanan darah tinggi.

  • Penggunaan beberapa jenis obat, misalnya obat diuretik.

Jika faktor-faktor tersebut tidak dikendalikan, kadar asam urat tetap dapat meningkat meskipun sudah mengurangi konsumsi makanan tinggi purin.

Kapan Kadar Asam Urat Perlu Diperiksa?

Banyak orang baru memeriksakan kadar asam urat setelah mengalami nyeri sendi yang cukup berat. Padahal, pemeriksaan dapat dilakukan lebih awal, terutama jika Anda memiliki faktor risiko atau pernah mengalami serangan asam urat sebelumnya.

Pemeriksaan juga dianjurkan apabila Anda mengalami:

  • Nyeri sendi yang muncul tiba-tiba, terutama pada malam atau dini hari.

  • Sendi terasa bengkak, kemerahan, dan hangat saat disentuh.

  • Serangan nyeri yang terjadi berulang.

  • Riwayat keluarga dengan penyakit asam urat.

  • Riwayat kadar asam urat yang tinggi pada pemeriksaan sebelumnya.

Periksakan Kadar Asam Urat di Bumame

Mengatur pola makan merupakan langkah penting untuk membantu mengendalikan kadar asam urat. Namun, mengetahui kadar asam urat melalui pemeriksaan juga tidak kalah penting, terutama jika Anda sering mengalami nyeri sendi atau memiliki riwayat penyakit ini.

Melalui pemeriksaan laboratorium di Bumame, Anda dapat mengetahui kadar asam urat dalam darah sehingga dokter dapat memberikan rekomendasi yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda.

Masih bingung apakah nyeri sendi yang Anda alami disebabkan oleh asam urat? Konsultasikan keluhan Anda dengan tim medis Bumame melalui WhatsApp untuk mendapatkan informasi mengenai layanan pemeriksaan yang sesuai. Klik di sini untuk chat WhatsApp Bumame.

Mengatur Pola Makan Menjadi Langkah Awal Mengendalikan Asam Urat

Pola makan memiliki peran penting dalam membantu menjaga kadar asam urat tetap terkendali. Meski tidak semua makanan harus dihindari, memilih jenis makanan yang tepat dan membatasi makanan tinggi purin dapat membantu mengurangi risiko serangan asam urat di kemudian hari.

Jika Anda sering mengalami nyeri sendi, bengkak, atau memiliki riwayat kadar asam urat tinggi, jangan ragu untuk melakukan pemeriksaan. Dengan mengetahui kondisi kesehatan lebih awal, langkah pencegahan maupun penanganan dapat dilakukan dengan lebih tepat.

Sumber

1. Mayo Clinic. Gout - Symptoms and causes. Rochester: Mayo Foundation for Medical Education and Research.

Lokasi Klinik Bumame

  • Klinik Bumame Cideng
    JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10160

  • Klinik Bumame TB Simatupang
    1, Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12550

  • Klinik Bumame BSD
    Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kec. Serpong, Tangerang, Banten 15310

  • Klinik Bumame Puri Indah
    Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23, Kembangan, Jakarta Barat 11610

Ditinjau oleh: dr. Febe Rangga Saba Pong Tambing

FAQ

Penderita asam urat tidak boleh makan apa?

Penderita asam urat sebaiknya membatasi makanan yang mengandung purin tinggi, seperti jeroan, beberapa jenis seafood, daging merah dalam jumlah berlebihan, minuman beralkohol, dan minuman tinggi gula.

Apakah penderita asam urat tidak boleh makan ayam?

Ayam umumnya masih dapat dikonsumsi dalam jumlah yang wajar. Yang perlu dihindari adalah konsumsi berlebihan serta memilih cara pengolahan yang kurang sehat, seperti digoreng dengan banyak minyak.

Apakah sayuran bisa menyebabkan asam urat?

Sebagian sayuran memang mengandung purin, tetapi umumnya tidak meningkatkan risiko serangan asam urat seperti makanan tinggi purin dari sumber hewani. Sayuran tetap dianjurkan sebagai bagian dari pola makan sehat.

Berapa banyak air putih yang sebaiknya diminum penderita asam urat?

Kebutuhan cairan setiap orang berbeda-beda. Namun, memenuhi kebutuhan air putih setiap hari dapat membantu proses pembuangan asam urat melalui ginjal dan mengurangi risiko terbentuknya kristal pada sendi.

Kapan saya perlu memeriksakan kadar asam urat?

Pemeriksaan sebaiknya dilakukan jika Anda sering mengalami nyeri sendi yang datang tiba-tiba, memiliki riwayat kadar asam urat tinggi, atau memiliki faktor risiko seperti obesitas, hipertensi, dan riwayat keluarga dengan penyakit asam urat.