Layanan kesehatan fleksibel
Tersedia Home Care ke lokasimu, atau Walk-In ke klinik kami. Sehat jadi lebih mudah untukmu!
Booking layanan Bumame tanpa antri. Klik di sini.
Booking layanan Bumame tanpa antri. Klik di sini.
Booking layanan Bumame tanpa antri. Klik di sini.


Pemeriksaan ini bertujuan untuk mendeteksi anemia, yaitu kondisi di mana jumlah sel darah merah atau kadar hemoglobin dalam darah lebih rendah dari normal.
GET IT FOR
685.000
Hematologi lengkap
Retikulosit
Serum Iron (Fe)
TIBC (Total Iron Binding Capacity)
Tidak diperlukan persiapan khusus
Sebelum melakukan tindakan pemeriksaan, konsultasikan dengan dokter tentang obat-obatan yang sedang Anda konsumsi.
Hematologi lengkap: Mengetahui kondisi dari sel darah merah, sel darah putih, keping darah/ trombosit, dan komponen darah lainnya. Pemeriksaan ini sangat penting untuk mendiagnosis anemia, suatu kondisi di mana jumlah sel darah merah atau kadar hemoglobin lebih rendah dari normal.
Pemeriksaan retikulosit: Menghitung jumlah sel darah merah muda atau belum matang (retikulosit) dalam darah. Pemeriksaan ini memberikan gambaran tentang seberapa cepat sumsum tulang belakang memproduksi sel darah merah baru.
Serum Ion (Fe): Mengukur kadar zat besi yang beredar dalam darah. Zat besi merupakan mineral penting yang dibutuhkan tubuh untuk membentuk hemoglobin, protein dalam sel darah merah yang berfungsi mengangkut oksigen
TIBC (Total Iron Binding Capacity): Mengetahui kadar zat besi dalam darah dan seberapa baik protein transferin membawa zat besi
Kapan pemeriksaan anemia sebaiknya dilakukan?
Pemeriksaan ini sebaiknya dilakukan bila individu mengalami gejala sebagai berikut:
Sering merasa lelah
Kurang bertenaga
Kulit yang pucat
Pusing dan sakit kepala
Bagaimana pemeriksaan dan interpretasi pemeriksaan hematologi lengkap?
Berikut adalah interpretasi dari hasil pemeriksaan hematologi lengkap bagi penderita anemia.
Interpretasi Hasil dan Contoh Kasus
Contoh 1: Anemia Defisiensi Besi
Hb rendah
Hematokrit rendah
MCV rendah (mikrositer)
MCH rendah
RDW tinggi
Contoh 2: Anemia Megaloblastik
Hb rendah
Hematokrit rendah
MCV tinggi (makrositer)
MCH tinggi
RDW tinggi
Contoh 3: Anemia Aplastik
Hb rendah
Hematokrit rendah
MCV normal (normositer)
MCH normal
Sel darah putih dan platelet juga rendah
Apa itu tes retikulosit?
Tes untuk mengetahui jumlah sel darah merah yang belum matang namun sudah berada dalam darah.
Retikulosit biasanya berada di darah selama 24 jam sebelum menjadi eritrosit. Apabila retikulosit dilepaskan secara dini dari sumsum tulang, retikulosit imatur dapat berada di sirkulasi selama 2-3 hari.
Hal ini terjadi pada anemia berat yang menyebabkan peningkatan eritropoiesis (pembentukan sel darah merah.
Apa itu tes serum iron (Fe)?
Tes untuk mendeteksi kadar zat besi dalam serum darah. Tes ini dapat membantu diagnosis kelainan zat besi, misalnya anemia defisiensi besi. Zat besi penting bagi tubuh karena berperan dalam produksi hormon, proses pencernaan, sistem kekebalan, dan mengatur suhu tubuh.
Mengapa perlu dilakukan pemeriksaan retikulosit?
Pemeriksaan retikulosit sangat penting dilakukan karena jumlah retikulosit dapat memberikan petunjuk berharga mengenai penyebab anemia. Retikulosit adalah sel darah merah muda yang belum matang. Dengan memeriksa jumlah retikulosit, kita dapat mengetahui seberapa aktif sumsum tulang memproduksi sel darah merah baru.
Anemia karena depresi sumsum tulang: Jika jumlah retikulosit rendah, ini mengindikasikan bahwa sumsum tulang mengalami gangguan dalam memproduksi sel darah merah. Kondisi ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti infeksi, kekurangan nutrisi, atau penyakit sumsum tulang.
Anemia karena perdarahan atau hemolisis: Sebaliknya, jika jumlah retikulosit tinggi, ini menandakan bahwa tubuh sedang berusaha mengganti sel darah merah yang hilang akibat perdarahan atau kerusakan sel darah merah (hemolisis).
Dengan kata lain, pemeriksaan retikulosit dapat membantu membedakan antara anemia yang disebabkan oleh gangguan produksi sel darah merah dengan anemia yang disebabkan oleh kehilangan sel darah merah.
Bagaimana pemeriksaan dan interpretasi hasil pemeriksaan retikulosit?
Prosedur pemeriksaan retikulosit secara umum sama dengan tes darah lainnya. Perbedaannya terletak pada prosedur analisis laboratoriumnya yang spesifik untuk menghitung retikulosit. Setelah diperoleh hasil perhitungan retikulosit, selanjutnya dilakukan analisis dengan menggunakan Reticulocyte Production Index (RPI).
Kriteria RPI:
Meningkat (RPI > 2): Menunjukkan peningkatan produksi sel darah merah di sumsum tulang.
Menurun (RPI < 2): Menandakan penurunan fungsi sumsum tulang atau kondisi anemia aplastik.
Normal (RPI = 1): Produksi sel darah merah dalam kondisi normal.
Mengapa perlu dilakukan pemeriksaan serum iron (Fe)?
Karena kadar zat besi yang tidak normal dapat berpengaruh tubuh pasien. Pemeriksaan ini dapat digunakan sebagai pemeriksaan lanjutan dari hasil hematologi lengkap menunjukkan anemia atau kondisi medis lain yang melibatkan sel darah merah.
Bagaimana pemeriksaan dan interpretasi hasil serum iron (Fe)?
Prosedur pemeriksaan serum iron (Fe) hampir sama dengan tes darah lainnya, namun pasien perlu berpuasa 12 jam sebelum tes dan untuk menghindari minum obat lain selama waktu ini. Puasa ini akan dimulai pada malam hari. Tes serum iron (Fe) akan dilakukan di pagi hari karena kadar zat besi pada tubuh paling tinggi. Hasil normal pada tes besi serum berkisar dari 60 - 170 mcg/dL.
Bila hasil di bawah normal:
Potensi terjadinya anemia defisiensi besi dengan gejala antara lain rasa lelah kronis, pusing, sakit kepala, hingga lemah otot.
Bila hasil di atas normal:
Potensi terjadinya kelebihan zat besi dalam tubuh (hemokromatosis) yang disebabkan oleh transfusi darah berulang dan konsumsi makanan atau suplemen zat besi berlebih dalam jangka waktu lama.
Apa diagnosa yang mungkin didapatkan dari pemeriksaan anemia ini?
Anemia Normositik Normokrom
Hasil Pemeriksaan: Jumlah eritrosit menurun, namun ukuran dan kandungan hemoglobin dalam eritrosit masih normal (MCV dan MCH normal).
Penyebab: Perdarahan akut, hemolisis, dan penyakit yang menyerang sumsum tulang (seperti kanker yang menyebar ke sumsum tulang).
Anemia Makrositik Hiperkrom
Hasil Pemeriksaan: Eritrosit berukuran lebih besar dari normal dan mengandung hemoglobin lebih banyak (MCV dan MCH meningkat).
Penyebab: Anemia megaloblastik (kekurangan vitamin B12 atau asam folat), penyakit hati, dan kelainan sumsum tulang (myelodysplasia).
Anemia Mikrositik Hipokrom
Hasil Pemeriksaan: Eritrosit berukuran lebih kecil dari normal dan mengandung hemoglobin lebih sedikit (MCV dan MCH menurun).
Penyebab: Kekurangan zat besi, talasemia, dan gangguan pembentukan hemoglobin (anemia sideroblastik).