Apa fungsi pemeriksaan hematologi lengkap?
Pemeriksaan hematologi lengkap dilakukan untuk mengetahui kadar masing-masing komponen darah dalam tubuh sebagai penunjang untuk mendiagnosis penyakit atau memantau hasil pengobatan.
Kapan tes hematologi lengkap perlu dilakukan?
Tes dapat dilakukan dalam kondisi sehat maupun sakit. Ketika terindikasi memiliki kelainan pada darah, disarankan untuk melakukan tes hematologi.
Berapa lama hasil tes hematologi lengkap keluar?
Hasil pemeriksaan hematologi lengkap dapat selesai tergantung jumlah rangkaian tes yang dilakukan. Umumnya, pemeriksaan darah di Bumame rilis dalam rentang waktu 1x24 jam, setelah melewati prosedur interpretasi hasil dan saran kesehatan dari dokter dan tenaga ahli kesehatan Bumame.
Apa saja yang diperiksa dalam pemeriksaan hematologi lengkap?
Sel darah merah/ eritrosit: Mengukur kadar sel darah merah untuk mengetahui kelainan anemia, perdarahan, hingga dehidrasi
Sel darah putih/ leukosit: Mengetahui kadar sel darah putih yang berkorelasi dengan kondisi sistem imun tubuh
Keping darah/ trombosit: Mengetahui kadar trombosit yang berkaitan dengan kemampuan menyembuhkan luka dan menghentikan perdarahan. Pemeriksaan trombosit berkaitan dengan kemampuan pembekuan darah.
Hemoglobin (Hb): Mengukur kadar hemoglobin yang membawa oksigen dalam darah ke seluruh tubuh
Hematokrit (Hc): Mengetahui konsentrasi atau persentase sel darah merah dalam seluruh volume darah. Bila angka tinggi maka berkaitan dengan dehidrasi, dan bila angka rendah maka berkaitan dengan anemia
MCV (Mean corpuscular volume): Mengetahui ukuran atau volume sel darah merah
MCH (Mean Corpuscular Hemoglobin): Mengetahui kadar/ jumlah hemoglobin di tiap sel darah merah
MCHC (Mean Corpuscular Hemoglobin Concentration): Mengukur seberapa padat hemoglobin dalam sel darah merah
Apa saja penyakit yang dapat dideteksi dari tes hematologi lengkap?
Anemia: Kondisi ketika hasil tes hematologi menunjukkan sel darah merah yang rendah. Tubuh kekurangan sel darah merah yang mengandung hemoglobin. Penderita mudah terasa lelah, letih, tidak dapat beraktivitas dengan baik. Pengobatan yang dapat dilakukan adalah konsumsi suplemen penambah darah secara rutin
Leukemia: Kondisi ketika hasil tes hematologi menunjukkan sel darah merah yang rendah. Penyakit ini merupakan kanker sel darah putih, sel yang melindungi tubuh dari penyakit. Bila mengalami leukimia, penderita akan mudah terserang infeksi.
Sepsis: Kondisi ketika mengalami infeksi pada darah oleh karena senyawa kimia atau hal lainnya. Kondisi ini dapat mengurangi aliran darah ke anggota tubuh maupun organ internal.
Hemofilia: Kondisi gangguan pembekuan darah
Urin Rutin
Berapa jumlah urin rata-rata orang dewasa?
800-1300 ml/ 24 Jam
Bila kondisi lebih tinggi atau lebih rendah dari nilai normal tersebut, maka disebut:
Poliuri: > 2000 ml/ 24 jam
Oliguri: < 500 ml/ 24 jam
Anuri: Tidak ada produksi urin
Bagaimana warna urin yang tidak normal?
Urin yang normal adalah urin yang berwarna kuning muda hingga tua. Berikut adalah berbagai macam warna urin dan tandanya:
Kuning pekat: Kemungkinan kurangnya asupan cairan dalam tubuh yang disebabkan oleh berbagai faktor seperti kurang minum air putih, kehilangan cairan tubuh berlebihan, diare, muntah, sehingga mengakibatkan dehidrasi.
Cokelat tua: Kemungkinan adanya masalah pada organ hati dan ginjal yang diakibatkan oleh terganggunya proses penyaringan dan pembuangan zat limbah pada tubuh. Biasanya disebabkan oleh infeksi, obat malaria, atau gangguan sistem kekebalan tubuh.
Oranye: Kemungkinan adanya masalah pada organ hati atau saluran empedu, seperti hepatitis atau sirosis. Bisa juga disebabkan oleh obat-obatan yang biasa digunakan dalam kemoterapi, obat tuberkulosis, atau suplemen vitamin B2 dalam dosis tinggi.
Putih keruh: Kemungkinan adanya masalah infeksi saluran kemih seperti infeksi bakteri, jamur, atau virus sehingga terjadi penumpukan lendir, sel darah putih, dan zat lain yang menyebabkan peradangan. Keberadaan nanah dalam urine yang disebut piuria juga dapat menyebabkan urine menjadi keruh. Bila ini terjadi, segera konsultasikan dengan dokter.
Merah atau merah muda: Kemungkinan adanya masalah serius seperti infeksi saluran kemih atau batu ginjal. Biasanya ini terjadi karena urin tercampur dengan darah atau biasa disebut sebagai hematuria. Bila ini terjadi, segera konsultasikan dengan dokter.
Glukosa Puasa
Mengapa perlu dilakukan pemeriksaan glukosa puasa pada calon karyawan?
Untuk mengetahui sejak dini atau untuk mendiagnosis kondisi prediabetes, diabetes atau diabetes gestasional yang ditakutkan mengganggu produktivitas dari karyawan. Gejala dari penyakit diabetes ini antara lain:
Mudah terasa lapar
Mudah terasa haus
Sering kesemutan
Sering buang air kecil
Pandangan kabur
Berapa kadar glukosa puasa yang normal?
NAPZA
Mengapa perlu dilakukan tes NAPZA?
Sampel apa yang digunakan untuk tes NAPZA?
Umumnya menggunakan sampel urine. Sampel lain seperti darah, rambut, keringat, air liur juga dpat digunakan.
Bagaimana hasil dari tes NAPZA?
Negatif atau normal: menandakan tidak adanya NAPZA dalam tubuh, atau kadar obatnya di bawah nilai yang dapat dideteksi
Positif: menandakan ada satu atau lebih jenis obat terlarang dalam tubuh pasien
Positif palsu: terjadi karena pengaruh obat yang dikonsumsi pasien, seperti:
Positif palsu amfetamin dan methamphetamine dapat terjadi akibat mengonsumsi obat flu dengan kandungan dextromethorphan, pseudoephedrine, phenylpropanolamine, dan ephedrine atau obat penurun asam lambung
Positif palsu barbiturate dan methadone dapat terjadi akibat mengonsumsi obat pereda nyeri atau demam seperti ibuprofen.
Positif palsu opiate dapat terjadi akibat mengonsumsi antibiotik golongan fluorokuinolon, antibiotik untuk TBC dan obat malaria
Positif palsu kokain dapat terjadi akibat mengonsumsi antibiotik golongan amoxicillin
Untuk menghindari hasil positif palsu, pasien direkomendasikan untuk melaporkan terlebih dahulu obat yang sedang dikonsumsi.