Desktop ImageDesktop Image
  • corporate
  • medical check up

Medical Check Up
Calon Karyawan

  • Home Care
  • Walk In

Pemeriksaan kesehatan calon karyawan secara umum sebelum proses rekrutmen. Paket meliputi deteksi dini risiko penyakit pada karyawan yang berpotensi mengganggu produktivitas karyawan, seperti gangguan metabolisme lemak dan gula, gangguan fungsi hati dan ginjal, risiko penyakit berbahaya seperti kelainan darah, infeksi hepatitis, serta penggunaan narkoba.

GET IT FOR

600.000

Detail Pemeriksaan
Tentang Medical Check Up Calon Karyawan

Proses rekrutmen yang matang tidak hanya mempertimbangkan kompetensi — kesehatan calon karyawan pun menjadi faktor krusial untuk menjaga produktivitas tim jangka panjang. Paket medical check up calon karyawan dari Bumame hadir untuk membantu perusahaan membuat keputusan rekrutmen yang lebih informed dan bertanggung jawab.

Apa yang Diperiksa?

Paket Medical Check Up Calon Karyawan ini mencakup pemeriksaan kesehatan menyeluruh yang dirancang khusus untuk kebutuhan pra-rekrutmen. Pemeriksaan meliputi glukosa puasa, hematologi lengkap, NAPZA, dan urine lengkap. Semua ini dikemas dalam satu paket praktis dengan harga terjangkau.

Manfaat bagi Perusahaan dan Karyawan
  • Keputusan rekrutmen yang lebih tepat. Informasi kesehatan yang komprehensif membantu tim HR menilai kesiapan fisik calon karyawan.

  • Cegah risiko sebelum terlambat. Deteksi dini kondisi kesehatan yang berpotensi mengganggu produktivitas di masa mendatang.

  • Proses cepat dan efisien. Tersedia layanan Home Care maupun Walk-In, menyesuaikan jadwal perusahaan dan calon karyawan.

  • Hasil terpercaya. Pemeriksaan dilakukan oleh tenaga laboratorium profesional dengan standar klinik yang terverifikasi.

Siapa yang Membutuhkan Paket Ini?

Paket ini cocok untuk perusahaan yang hendak melakukan proses rekrutmen dan membutuhkan data kesehatan calon karyawan secara objektif. Layanan ini juga tersedia untuk individu yang ingin mempersiapkan diri sebelum melamar kerja dan memastikan kondisi kesehatannya dalam kondisi prima.

Mengapa Pilih Bumame?

Bumame melayani kebutuhan medical check up korporat maupun perorangan dengan proses yang mudah, cepat, dan tanpa antre. Untuk kebutuhan MCU calon karyawan dalam jumlah besar, Bumame juga menyediakan layanan korporat yang dapat disesuaikan. Hubungi tim kami untuk mengetahui solusi terbaik bagi perusahaan Anda.


Isi Pemeriksaan
  1. Hematologi lengkap

  2. Urin rutin

  3. Glukosa puasa

  4. NAPZA

Persiapan Pemeriksaan

Berpuasa 8-12 jam sebelum melakukan tes. Diperbolehkan untuk minum air mineral selama berpuasa.

Manfaat Pemeriksaan
  1. Hematologi lengkap: Mengetahui kondisi dari sel darah merah, sel darah putih, keping darah/ trombosit, dan komponen darah lainnya.

  2. Urin rutin: Mengetahui volume, warna, kekeruhan, dan berat jenis dari urine untuk mendeteksi permasalahan pada ginjal, saluran kemih, dan kerusakan otot.

  3. Glukosa puasa: Mengetahui kadar glukosa dalam darah yang dapat dikaitkan dengan penyakit diabetes

  4. NAPZA: Mendeteksi zat NAPZA (Narkotika, Alkohol, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya) pada tubuh

Tentang Pemeriksaan

Apa fungsi pemeriksaan hematologi lengkap?

Pemeriksaan hematologi lengkap dilakukan untuk mengetahui kadar masing-masing komponen darah dalam tubuh sebagai penunjang untuk mendiagnosis penyakit atau memantau hasil pengobatan.

Kapan tes hematologi lengkap perlu dilakukan?

Tes dapat dilakukan dalam kondisi sehat maupun sakit. Ketika terindikasi memiliki kelainan pada darah, disarankan untuk melakukan tes hematologi.

Berapa lama hasil tes hematologi lengkap keluar?

Hasil pemeriksaan hematologi lengkap dapat selesai tergantung jumlah rangkaian tes yang dilakukan. Umumnya, pemeriksaan darah di Bumame rilis dalam rentang waktu 1x24 jam, setelah melewati prosedur interpretasi hasil dan saran kesehatan dari dokter dan tenaga ahli kesehatan Bumame.

Apa saja yang diperiksa dalam pemeriksaan hematologi lengkap?

  • Sel darah merah/ eritrosit: Mengukur kadar sel darah merah untuk mengetahui kelainan anemia, perdarahan, hingga dehidrasi

  • Sel darah putih/ leukosit: Mengetahui kadar sel darah putih yang berkorelasi dengan kondisi sistem imun tubuh

  • Keping darah/ trombosit: Mengetahui kadar trombosit yang berkaitan dengan kemampuan menyembuhkan luka dan menghentikan perdarahan. Pemeriksaan trombosit berkaitan dengan kemampuan pembekuan darah.

  • Hemoglobin (Hb): Mengukur kadar hemoglobin yang membawa oksigen dalam darah ke seluruh tubuh

  • Hematokrit (Hc): Mengetahui konsentrasi atau persentase sel darah merah dalam seluruh volume darah. Bila angka tinggi maka berkaitan dengan dehidrasi, dan bila angka rendah maka berkaitan dengan anemia

  • MCV (Mean corpuscular volume): Mengetahui ukuran atau volume sel darah merah

  • MCH (Mean Corpuscular Hemoglobin): Mengetahui kadar/ jumlah hemoglobin di tiap sel darah merah

  • MCHC (Mean Corpuscular Hemoglobin Concentration): Mengukur seberapa padat hemoglobin dalam sel darah merah

Apa saja penyakit yang dapat dideteksi dari tes hematologi lengkap?

  • Anemia: Kondisi ketika hasil tes hematologi menunjukkan sel darah merah yang rendah. Tubuh kekurangan sel darah merah yang mengandung hemoglobin. Penderita mudah terasa lelah, letih, tidak dapat beraktivitas dengan baik. Pengobatan yang dapat dilakukan adalah konsumsi suplemen penambah darah secara rutin

  • Leukemia: Kondisi ketika hasil tes hematologi menunjukkan sel darah merah yang rendah. Penyakit ini merupakan kanker sel darah putih, sel yang melindungi tubuh dari penyakit. Bila mengalami leukimia, penderita akan mudah terserang infeksi.

  • Sepsis: Kondisi ketika mengalami infeksi pada darah oleh karena senyawa kimia atau hal lainnya. Kondisi ini dapat mengurangi aliran darah ke anggota tubuh maupun organ internal.

  • Hemofilia: Kondisi gangguan pembekuan darah

Urin Rutin

Berapa jumlah urin rata-rata orang dewasa?

800-1300 ml/ 24 Jam

Bila kondisi lebih tinggi atau lebih rendah dari nilai normal tersebut, maka disebut:

  • Poliuri: > 2000 ml/ 24 jam

  • Oliguri: < 500 ml/ 24 jam

  • Anuri: Tidak ada produksi urin

Bagaimana warna urin yang tidak normal?

Urin yang normal adalah urin yang berwarna kuning muda hingga tua. Berikut adalah berbagai macam warna urin dan tandanya:

  • Kuning pekat: Kemungkinan kurangnya asupan cairan dalam tubuh yang disebabkan oleh berbagai faktor seperti kurang minum air putih, kehilangan cairan tubuh berlebihan, diare, muntah, sehingga mengakibatkan dehidrasi.

  • Cokelat tua: Kemungkinan adanya masalah pada organ hati dan ginjal yang diakibatkan oleh terganggunya proses penyaringan dan pembuangan zat limbah pada tubuh. Biasanya disebabkan oleh infeksi, obat malaria, atau gangguan sistem kekebalan tubuh.

  • Oranye: Kemungkinan adanya masalah pada organ hati atau saluran empedu, seperti hepatitis atau sirosis. Bisa juga disebabkan oleh obat-obatan yang biasa digunakan dalam kemoterapi, obat tuberkulosis, atau suplemen vitamin B2 dalam dosis tinggi.

  • Putih keruh: Kemungkinan adanya masalah infeksi saluran kemih seperti infeksi bakteri, jamur, atau virus sehingga terjadi penumpukan lendir, sel darah putih, dan zat lain yang menyebabkan peradangan. Keberadaan nanah dalam urine yang disebut piuria juga dapat menyebabkan urine menjadi keruh. Bila ini terjadi, segera konsultasikan dengan dokter.

  • Merah atau merah muda: Kemungkinan adanya masalah serius seperti infeksi saluran kemih atau batu ginjal. Biasanya ini terjadi karena urin tercampur dengan darah atau biasa disebut sebagai hematuria. Bila ini terjadi, segera konsultasikan dengan dokter.

Glukosa Puasa

Mengapa perlu dilakukan pemeriksaan glukosa puasa pada calon karyawan?

Untuk mengetahui sejak dini atau untuk mendiagnosis kondisi prediabetes, diabetes atau diabetes gestasional yang ditakutkan mengganggu produktivitas dari karyawan. Gejala dari penyakit diabetes ini antara lain:

  • Mudah terasa lapar

  • Mudah terasa haus

  • Sering kesemutan

  • Sering buang air kecil

  • Pandangan kabur

Berapa kadar glukosa puasa yang normal?

  • Normal: < 100 mg/ dL

  • Prediabetes: 100-125 mg/dL

  • Diabetes: > 126 mg/dL

NAPZA

Mengapa perlu dilakukan tes NAPZA?

  • Untuk mengetahui bila individu mengonsumsi NAPZA

  • Mengetahui kemungkinan overdosis terhadap obat tertentu yang membahayakan nyawa dan kehilangan kesadaran

Sampel apa yang digunakan untuk tes NAPZA?

Umumnya menggunakan sampel urine. Sampel lain seperti darah, rambut, keringat, air liur juga dpat digunakan.

Bagaimana hasil dari tes NAPZA?

  1. Negatif atau normal: menandakan tidak adanya NAPZA dalam tubuh, atau kadar obatnya di bawah nilai yang dapat dideteksi

  2. Positif: menandakan ada satu atau lebih jenis obat terlarang dalam tubuh pasien

  3. Positif palsu: terjadi karena pengaruh obat yang dikonsumsi pasien, seperti:

  • Positif palsu amfetamin dan methamphetamine dapat terjadi akibat mengonsumsi obat flu dengan kandungan dextromethorphan, pseudoephedrine, phenylpropanolamine, dan ephedrine atau obat penurun asam lambung

  • Positif palsu barbiturate dan methadone dapat terjadi akibat mengonsumsi obat pereda nyeri atau demam seperti ibuprofen.

  • Positif palsu opiate dapat terjadi akibat mengonsumsi antibiotik golongan fluorokuinolon, antibiotik untuk TBC dan obat malaria

  • Positif palsu kokain dapat terjadi akibat mengonsumsi antibiotik golongan amoxicillin

Untuk menghindari hasil positif palsu, pasien direkomendasikan untuk melaporkan terlebih dahulu obat yang sedang dikonsumsi.

Artikel Kesehatan

CTA Banner FullCTA Banner Full
Layanan kesehatan fleksibel
Tersedia Home Care ke lokasimu, atau Walk-In ke klinik kami. Sehat jadi lebih mudah untukmu!