Hematologi lengkap
Anti-dengue IgM
Anti-dengue IgG
Layanan kesehatan fleksibel
Tersedia Home Care ke lokasimu, atau Walk-In ke klinik kami. Sehat jadi lebih mudah untukmu!
Booking layanan Bumame tanpa antri. Klik di sini.
Booking layanan Bumame tanpa antri. Klik di sini.
Booking layanan Bumame tanpa antri. Klik di sini.


Pemeriksaan pada tubuh pasien yang telah mengalami demam terus menerus hingga 3-4 hari disertai badan yang semakin melemah, serta untuk menegakkan diagnosis penyakit demam berdarah (DBD).
GET IT FOR
803.000
Hematologi lengkap
Anti-dengue IgM
Anti-dengue IgG
Tidak diperlukan persiapan khusus
Hematologi lengkap: Mengetahui kondisi dari sel darah merah, sel darah putih, keping darah/ trombosit, dan komponen darah lainnya. Pemeriksaan ini dibutuhkan untuk mendeteksi berbagai kondisi medis, seperti infeksi (virus atau bakteri), gangguan perdarahan, dan dehidrasi.
Anti-dengue IgM: Mendeteksi keberadaan antibodi IgM spesifik terhadap virus dengue. Antibodi IgM biasanya muncul pada tahap awal infeksi dengue.
Anti-dengue IgG: Tes anti-dengue IgG bertujuan untuk mendeteksi keberadaan antibodi IgG spesifik terhadap virus dengue. Antibodi IgG umumnya muncul setelah infeksi dengue akut dan dapat bertahan dalam tubuh dalam jangka waktu yang lebih lama. Tes ini berguna untuk membedakan antara infeksi dengue primer (infeksi pertama) dan sekunder (infeksi ulang).
Kapan pemeriksaan untuk DBD sebaiknya dilakukan?
Pemeriksaan ini sebaiknya dilakukan apabila individu mengalami gejala sebagai berikut:
Demam tinggi mendadak tanpa penyebab yang jelas dan berlangsung selama 2-7 hari.
Nyeri otot dan sendi yang terasa sangat sakit.
Ruam kulit berupa bintik-bintik merah atau kemerahan.
Perdarahan seperti mimisan, gusi berdarah, atau munculnya bintik-bintik merah pada kulit yang tidak hilang saat ditekan.
Kondisi umum memburuk seperti lemas, lesu, mual, muntah, dan nyeri perut.
Kapan pemeriksaan hematologi lengkap sebaiknya dilakukan?
Pemeriksaan hematologi lengkap sebaiknya dilakukan segera setelah muncul gejala yang mencurigakan demam berdarah dengue, seperti demam tinggi, nyeri otot dan sendi, ruam kulit, dan perdarahan. Pemeriksaan ini dapat membantu dokter untuk menilai kondisi sel darah, terutama jumlah trombosit, yang seringkali menurun pada penderita demam berdarah.
Bagaimana pemeriksaan dan interpretasi hasil hematologi lengkap?
Individu dicurigai mengidap demam berdarah dengue jika ditemukan tanda-tanda berikut pada pemeriksaan darah:
Leukopenia: Jumlah leukosit (sel darah putih) kurang dari 4.000 sel/μL.
Trombositopenia: Jumlah trombosit (keping darah) kurang dari 150.000/μL.
Hemokonsentrasi: Peningkatan nilai hematokrit sebesar 5-10%.
Apakah ada pemeriksaan lain untuk memastikan diagnosis DBD?
Pemeriksaan antibodi dengue IgM dan IgG juga sering dilakukan untuk mendiagnosis demam berdarah dengue. Kedua jenis pemeriksaan ini menggunakan sampel darah, namun memiliki tujuan dan waktu yang berbeda dalam mendeteksi infeksi, mengkonfirmasi diagnosis, dan mengetahui tahap infeksi.
Apakah itu pemeriksaan Anti-dengue IgM?
Pemeriksaan anti-dengue IgM adalah tes darah yang dilakukan untuk mendeteksi keberadaan antibodi IgM spesifik terhadap virus dengue dalam darah. Antibodi IgM ini biasanya muncul pada tahap awal infeksi dengue, sekitar 7-10 hari setelah seseorang terpapar virus. Kadar IgM akan meningkat selama beberapa minggu pertama setelah infeksi, kemudian secara bertahap akan menurun.
Selain Anti-dengue IgM, mengapa perlu dilakukan pemeriksaan anti-dengue IgG?
Pemeriksaan anti-dengue IgG dilakukan untuk membedakan antara infeksi dengue primer dan sekunder. Antibodi IgG muncul sebagai respons terhadap infeksi dengue dan biasanya tetap ada dalam tubuh dalam jangka waktu yang lebih lama dibandingkan IgM. Dengan demikian, deteksi IgG dapat membantu menentukan apakah seseorang sedang mengalami infeksi dengue untuk pertama kalinya (primer) atau telah terinfeksi sebelumnya (sekunder). Infeksi dengue sekunder umumnya memiliki risiko komplikasi yang lebih tinggi dibandingkan infeksi primer.
Apa perbedaan Anti-dengue IgG dan IgM?
IgM: Muncul pada awal infeksi, kadarnya meningkat cepat, dan menurun secara bertahap. Digunakan untuk mendiagnosis infeksi akut.
IgG: Muncul setelah IgM, kadarnya lebih stabil, dan dapat bertahan lama dalam tubuh. Digunakan untuk mendeteksi infeksi sebelumnya atau infeksi persisten.
Bagaimana interpretasi nilai Anti-dengue IgG dan IgM?
IgG positif, sedangkan IgM rendah atau negatif
Hasil ini menunjukkan bahwa Anda pernah mengalami infeksi virus dengue sebelumnya. Keberadaan antibodi IgG mengindikasikan bahwa tubuh Anda telah membentuk perlindungan terhadap virus dengue.
IgG meningkat 4 kali lipat atau lebih besar, misalnya pada pemeriksaan pertama 1:4. Namun, setelah 2-4 minggu dilakukan pemeriksaan kedua titer menjadi 1:64:
Peningkatan kadar IgG secara signifikan seperti ini menunjukkan bahwa Anda sedang mengalami infeksi virus dengue saat ini. Hal ini mengindikasikan adanya infeksi dengue primer atau sekunder yang baru-baru ini.
IgM maupun IgG negatif
Hasil negatif untuk kedua antibodi ini menunjukkan bahwa gejala yang Anda alami kemungkinan besar bukan disebabkan oleh infeksi virus dengue. Perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti gejala yang Anda rasakan.