Siapa yang dapat melakukan tes ini?
Wanita yang berencana untuk menikah dan memiliki keturunan
Kapan waktu yang tepat untuk melakukan pemeriksaan ini?
Menurut BKKBN dan Kementerian Agama, pemeriksaan ini disarankan untuk dilakukan 3 bulan sebelum pernikahan, sehingga apabila ditemukan kelainan maka dapat dilakukan tindakan preventif untuk memperkecil kemungkinan risiko yang dapat muncul.
Mengapa pemeriksaan ini penting untuk dilakukan?
Untuk mengantisipasi adanya kelainan yang akan ditularkan ke pasangan atau calon anak (membatasi penyebaran penyakit menular seksual, hepatitis B, HIV/AIDS, dan lainnya)
Mencegah penyakit gangguan darah yang mungkin diturunkan pada anak
Berkaitan dengan pemeriksaan Elektroforesis Hb, penyakit apa yang dapat terjadi apabila tingkat hemoglobin tidak normal?
Hal tersebut memungkinkan adanya penyakit:
Apabila hal ini terjadi, segera konsultasikan dengan dokter untuk melakukan tindakan preventif dan/atau pengobatan sesuai diagnosis.
Mengapa penting untuk mengetahui rhesus pasangan dan apa dampak komplikasi yang dapat terjadi pada calon anak bila rhesus kedua pasangan berbeda?
Rhesus atau RhD merupakan antigen yang ada di sel darah merah manusia dan diklasifikasikan menjadi Rhesus negatif (Rh-negatif) dan Rhesus positif (Rh-positif) bergantung dari ada atau tidaknya antigen D dalam sel darah merah tersebut. Untuk kebutuhan transfusi, darah Rh-positif dapat diberikan hanya dengan Rh-positif. Sedangkan Rh-negatif dapat diberikan kepada Rh-positif dan Rh-negatif.
Perempuan Rh-negatif dan Laki-laki Rh-positif dapat melahirkan anak dengan Rh-positif, namun dapat menyebabkan penyakit hemolitik pada janin dan bayi baru lahir.
Bagaimana cara pengambilan sampel dari pemeriksaan pranikah perempuan ini?
Menggunakan sampel darah yang diambil melalui pembuluh darah vena di lengan.
Apa hasil yang didapatkan dari pemeriksaan VDRL?
Hasil positif menandakan pasien mengalami sifilis
Hasil negatif menandakan pasien tidak memiliki antibodi terhadap bakteri penyebab sifilis
Hasil negatif palsu menandakan pasien sedang berada di sifilis tahap awal atau lanjut, sehingga perlu pemeriksaan lain untuk memastikan hasil yang akurat
Hasil positif palsu dapat menandakan adanya antibodi terhadap infeksi lainnya seperti AIDS, pneumonia, malaria, atau lupus, sehingga perlu pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan hasil yang akurat.
Apa yang dapat terjadi pada calon bayi ibu yang menderita sifilis pada saat hamil?
Penularan sifilis dari ibu dan anak dapat terjadi. Menurut studi, hal ini menyebabkan berat badan lahir rendah, lahir mati, dan sifilis kongenital. Maka dari itu, penting untuk melakukan skrining antenatal atau pemeriksaan VDRL sebelum menikah.
Bagaimana bila hasil pemeriksaan anti HIV positif?
Apabila individu terjangkit virus HIV, tidak perlu panik, karena virus HIV dapat dikontrol melalui obat antiretroviral (ARV) secara rutin sehingga risiko penularannya rendah. Meskipun obat ARV tidak membunuh virus HIV, tetapi bisa menghambat perkembangbiakannya dalam tubuh dan jumlah virus HIV dalam darah bisa ditekan hingga tidak terdeteksi oleh tes (undetectable viral load). Apabila individu dengan HIV memiliki viral load yang tidak terdeteksi, risiko penularannya bisa menjadi sangat rendah, hampir mendekati nol.
Apabila HIV tidak diobati, maka virus tersebut bisa berkembang menjadi AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome). AIDS merupakan tahap akhir dari infeksi HIV. Pada tahap ini, sistem kekebalan tubuh pengidap akan semakin melemah serta berpotensi untuk terinfeksi berbagai penyakit, antara lain yang paling banyak terjadi adalah penyakit pneumonia, tuberkulosis, kanker, infeksi jamur, dan infeksi virus.