Hematologi lengkap
IgM Anti Salmonella Typhi
Dengue NS-1 Rapid
Layanan kesehatan fleksibel
Tersedia Home Care ke lokasimu, atau Walk-In ke klinik kami. Sehat jadi lebih mudah untukmu!
Booking layanan Bumame tanpa antri. Klik di sini.
Booking layanan Bumame tanpa antri. Klik di sini.
Booking layanan Bumame tanpa antri. Klik di sini.


Paket pemeriksaan skrining demam yang dirancang untuk membantu dokter mendiagnosis penyebab demam yang berkelanjutan serta tubuh yang semakin melemah.
GET IT FOR
1.100.000
Hematologi lengkap
IgM Anti Salmonella Typhi
Dengue NS-1 Rapid
Tidak diperlukan persiapan khusus
Hematologi lengkap: Mengetahui kondisi dari sel darah merah, sel darah putih, keping darah/ trombosit, dan komponen darah lainnya. Pemeriksaan ini dibutuhkan untuk mendeteksi berbagai kondisi medis, seperti infeksi (virus atau bakteri), gangguan perdarahan, dan dehidrasi.
IgM Anti Salmonella Typhi: Mengetahui antibodi IgM Salmonella typhi sebagai bakteri penyebab demam dan tifus secara selektif.
Dengue NS-1 Rapid: Untuk mendeteksi protein non struktural 1 (NS-1) yaitu protein yang dimiliki oleh virus dengue. Pemeriksaan ini dibutuhkan untuk mendeteksi infeksi virus dengue lebih awal.
Bagaimana pengambilan sampel dari tiga pemeriksaan di atas?
Pengambilan sampel dari darah yang diambil dari pembuluh darah vena.
Apakah itu Pemeriksaan Antigen NS-1/ Dengue NS-1 Rapid?
Pemeriksaan Antigen NS-1 Rapid adalah tes untuk mendeteksi keberadaan protein NS-1 dalam darah. Protein NS-1 ini merupakan salah satu komponen penyusun virus dengue dan diproduksi saat virus tersebut aktif bereplikasi di dalam tubuh. Dengan kata lain, tes ini digunakan untuk mendiagnosis infeksi virus dengue secara cepat.
Antigen NS-1 adalah sebuah protein yang secara khusus diproduksi oleh virus dengue selama proses replikasi. Keberadaan protein ini dalam darah mengindikasikan adanya infeksi virus dengue yang aktif.
Pemeriksaan Dengue NS-1 Rapid dilakukan untuk menilai konsentrasi NS-1 dalam darah.
Antigen NS1 dapat terdeteksi sehari setelah gejala dengue muncul, sehingga pemeriksaan ini tidak dianjurkan dilakukan di atas hari ke-7. Bila gejala muncul lebih dari 3 hingga 5 hari, disarankan untuk melakukan pemeriksaan antibodi IgM dan IgG.
Apakah ada pemeriksaan lain selain Dengue NS-1 Rapid?
Selain pemeriksaan Antigen NS-1 Rapid, pemeriksaan antibodi dengue IgM dan IgG juga sering dilakukan untuk mendiagnosis demam berdarah dengue. Kedua jenis pemeriksaan ini menggunakan sampel darah, namun memiliki tujuan dan waktu yang berbeda dalam mendeteksi infeksi. Pemeriksaan NS-1 lebih sensitif untuk mendeteksi infeksi dengue pada fase awal, sedangkan pemeriksaan IgM dan IgG lebih berguna untuk mengkonfirmasi diagnosis dan mengetahui tahap infeksi.
Apa yang membedakan pasien dicurigai demam berdarah atau dicurigai tifus?
Pasien dicurigai Demam Berdarah bila memiliki tanda-tanda berikut ini:
Memiliki leukosit/ sel darah putih rendah < 000/UI
Memiliki trombosit/ keping darah rendah < 150.000/UI
Hemokonsentrasi/ Ht/ Hematokrit meningkat 5-10%
IgM atau IgG Anti dengue bernilai positif (+)
Pasien dicurigai Tifus bila memiliki tanda-tanda berikut ini:
Bila demam terus meningkat setiap hari dengan suhu 39-40 derajat celcius
Pasien nyeri otot, tidak enak badan, lemas, dan berkeringat
Mengalami batuk kering, tidak nafsu makan, dan berat badan menurun
Apa fungsi IgM anti-salmonella dalam tubuh?
Pemeriksaan IgM Anti-Salmonella typhi merupakan tes yang lebih spesifik untuk mendiagnosis infeksi demam tifoid akut, terutama jika hasil pemeriksaan darah rutin (hematologi lengkap) menunjukkan adanya kelainan. Pemeriksaan ini secara khusus mendeteksi keberadaan antibodi IgM yang terbentuk sebagai respons tubuh terhadap infeksi bakteri Salmonella typhi.
Mengapa perlu dilakukan pemeriksaan Dengue NS-1 Rapid?
Pemeriksaan Dengue NS-1 Rapid bertujuan untuk mendeteksi infeksi virus dengue secara cepat dan akurat. Tes ini sangat berguna untuk diagnosis dini penyakit demam berdarah, terutama pada tahap awal ketika gejala baru muncul. Dengan deteksi dini, penanganan medis dapat segera diberikan untuk mencegah terjadinya komplikasi yang serius.