Layanan kesehatan fleksibel
Tersedia Home Care ke lokasimu, atau Walk-In ke klinik kami. Sehat jadi lebih mudah untukmu!
Booking layanan Bumame tanpa antri. Klik di sini.
Booking layanan Bumame tanpa antri. Klik di sini.
Booking layanan Bumame tanpa antri. Klik di sini.


Pemeriksaan untuk mendeteksi penyakit yang dapat mempengaruhi gaya hidup pelari dan pesepeda pada umumnya, seperti penyakit diabetes, kelainan lemak darah, dan penyakit ginjal.
GET IT FOR
1.000.000
Natrium
Kalium
Klorida
Ureum
Kreatinin
Kolesterol HDL
Kolesterol LDL
Trigliserida
Kolesterol Total
Glukosa Puasa
Berpuasa 8-12 jam sebelum melakukan tes. Diperbolehkan untuk minum air mineral selama berpuasa.
Natrium: Mengukur kadar elektrolit utama tubuh yang membantu mengontrol jumlah cairan dalam tubuh
Kalium: Mengukur tingkat kalium yang merupakan elektrolit penting untuk fungsi saraf dan otot
Klorida: Mengukur konsentrasi Klorida (Cl) dalam tubuh yang berperan penting dalam:
Menjaga keseimbangan cairan di dalam dan di luar sel tubuh
Mempertahankan volume darah
Menjaga keseimbangan tekanan darah
Menjaga keseimbangan pH cairan tubuh
Ureum: Mengetahui komponen yang terdapat pada urin seperti protein, albumin, bilirubin, gula, dan darah, serta untuk mengetahui tingkat keasaman (pH) dan pemeriksaan warna urin.
Kreatinin: Mengetahui kondisi organ ginjal melalui pengecekan kadar kreatinin dalam darah.
Kolesterol HDL: Mengetahui jumlah zat lemak dalam darah.
Kolesterol LDL: Mengetahui jumlah zat lemak yang dapat menempel di dinding pembuluh darah dan mempersempit ruang pembuluh darah.
Trigliserida: Mengukur kadar trigliserida untuk menentukan tingkat risiko terjadinya penyakit jantung
Kolesterol Total: Mengukur jumlah kolesterol dan trigliserida dalam darah yang dapat menentukan risiko penumpukan timbunan lemak di pembuluh darah.
Glukosa Puasa: Mengetahui kadar glukosa yang diproduksi hati setelah berpuasa 8-12 jam sebelum pemeriksaan.
Kalium
Bagaimana cara menjaga agar kadar kalium dalam darah tetap normal?
Kalium dapat diperoleh dengan mengonsumsi kacang merah, ubi jalar, kentang, bayam, pepaya, dan pisang.
Bagaimana gejala yang dirasakan bila kadar kalium dalam tubuh rendah?
Detak jantung tidak teratur
Kram otot
Mudah lelah
Mual
Sembelit
Berapa kadar kalium normal?
Kisaran 3,6-5,2 millimolar/ meter
Bagaimana bila kadar kalium tinggi?
Kondisi ini disebut hiperkalemia yang merupakan indikasi bahwa individu tersebut mungkin mengalami:
Penyakit ginjal
Penyakit Addison
Diabetes tipe 1
Merupakan efek konsumsi obat antibiotik atau diuretik
Bagaimana bila kadar kalium lebih rendah dari angka normal?
Kemungkinan penyakit yang dapat terjadi antara lain:
Ginjal kronis
Gangguan gastrointestinal, seperti diare dan muntah
Sindrom cushing yang terjadi karena produksi hormon kortisol dalam tubuh yang berlebihan
Ketoasidosis diabetik
Kekurangan asam folat
Hiperaldosteronisme
Klorida
Apa itu Klorida?
Merupakan salah satu jenis elektrolit dalam tubuh yang larut dalam cairan tubuh dan berperan dalam:
Menjaga keseimbangan cairan tubuh dan juga keseimbangan asam dan basa
Mempertahankan volume darah dan tekanan darah tetap stabil
Menjaga jaringan saraf dan otot untuk tetap berfungsi normal
Mengapa diperlukan tes klorida?
Tes klorida diperlukan bagi individu yang memiliki kondisi:
Riwayat kadar gula darah dan kolesterol yang tinggi
Memiliki gejala ketidakseimbangan asam basa atau dehidrasi seperti:
Diare sedang hingga berat
Muntah dalam jangka waktu lama
Mudah lelah dan lemas
Memiliki rasa haus berlebihan
Sesak nafas
Bagaimana interpretasi dari pemeriksaan Klorida?
Nilai normal dari pemeriksaan Klorida adalah sebagai berikut:
Dewasa: 97-106 mEq/L
Anak: 97-106 mEq/L
Bayi (0-30 hari) 98-113 mEq/L
Kondisi bila kadar klorida lebih tinggi dari nilai normal disebut hiperkloremia, sedangkan bila lebih rendah disebut hipokloremia.
Bila tinggi, kemungkinan penyebabnya antara lain:
Dehidrasi berat
Diare berat
Penyakit ginjal dan asidosis metabolik (kondisi pH tubuh yang rendah)
Bila rendah, kemungkinan penyebabnya antara lain:
Penyakit jantung
Penyakit paru
Rendahnya asupan garam harian
Gangguan kelenjar adrenal pada ginjal (kemungkinan penyakit Addison)
Alkalosis metabolik (adanya peningkatan pH dalam tubuh)
Ureum
Berapa kadar normal dari ureum?
Pria dewasa: 8-24 mg/dL
Wanita dewasa: 6-21 mg/dL
Anak usia 1-17 tahun: 7-20 mg/dL
Bagaimana bila kadar ureum dalam darah tinggi dan apa penyebabnya?
Kondisi kadar ureum yang tinggi disebut uremia. Hal ini menyebabkan pusing, mual, muntah, mudah lelah, dan kram pada kaki. Kondisi ini disebabkan oleh:
Konsumsi protein berlebih
Dehidrasi
Indikasi penyakit ginjal seperti sumbatan pada saluran kemih
Luka bakar yang berat
Mengonsumsi antibiotik tertentu
Mengalami pendarahan pada saluran cerna
Kehamilan
Bagaimana cara menurunkan kadar ureum?
Membatasi asupan protein
Memenuhi asupan cairan tubuh dengan konsumsi air putih
Mengonsumsi makanan berserat (buah dan sayur)
Kreatinin
Apa itu kreatinin?
Kreatinin merupakan produk limbah yang terbentuk dari pemecahan kreatin pada jaringan otot saat bergerak atau beraktivitas, lalu diolah oleh ginjal dan dikeluarkan melalui urin.
Siapa yang memerlukan pemeriksaan kreatinin?
Setiap individu dapat melakukan pemeriksaan kreatinin untuk mencegah atau mendeteksi dini suatu kelainan. Namun, pemeriksaan ini sangat direkomendasikan bagi seseorang yang memiliki kondisi:
Nyeri pada pinggang
Ketika frekuensi buang air kecil berkurang
Mengalami pembengkakan pada lengan dan kaki
Memiliki tekanan darah tinggi
Mendapati darah pada urin
Apa yang terjadi bila kreatinin tidak normal?
Kreatinin normal pada pria sekitar 0,7-1,3 mg/dL dan pada wanita sekitar 0,6-1,1 mg/dL
Kreatinin yang tinggi menandakan kerusakan ginjal
Kreatinin yang rendah (<0,7 mg/dL pada pria dan <0,6 pada wanita) menandakan otot tidak bekerja dengan baik.
Apa yang menyebabkan kadar kreatinin rendah?
Massa otot rendah
Penurunan berat badan ekstrim
Kehilangan banyak cairan
Pola makan pada vegetarian
Apa yang menyebabkan kreatinin tinggi?
Kreatinin meningkat pada individu usia dewasa muda atau yang memiliki banyak jaringan otot seperti pada atlet (termasuk pelari dan pesepeda). Selain itu, kreatinin tinggi juga disebabkan oleh:
Gangguan ginjal
Dehidrasi
Hipertensi
Diabetes
Efek samping obat seperti antibiotik, penurun asam lambung, dan diuretik
Memiliki kebiasaan konsumsi daging berjumlah banyak
Apa saja kondisi yang dirasakan oleh individu dengan kreatinin yang tinggi?
Mudah lelah
Sesak napas dan nyeri di dada
Penurunan atau peningkatan frekuensi berkemih
Pembengkakan pada bagian tubuh tertentu, seperti kaki, lengan, atau wajah.
Mengalami kram otot
Mengalami mual dan muntah
Bagaimana cara menurunkan kadar kreatinin?
Tidak olahraga berlebihan
Menghindari konsumsi protein berlebih
Minum air putih yang cukup
Mengonsumsi makanan berserat (sayur dan buah)
Mengurangi asupan natrium
Apa itu Trigliserida dan mengapa perlu dilakukan pemeriksaan ini?
Trigliserida merupakan lemak darah yang dibutuhkan oleh tubuh sebagai cadangan energi. Kadar yang tinggi dapat dikaitkan dengan obesitas, terlalu banyak konsumsi makanan manis, alkohol, merokok. Hal ini ditandai dengan peradangan pada pankreas. Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui risiko penyakit terutama penyakit jantung yang dipicu oleh penumpukan lemak di pembuluh darah (Aterosklerosis)
Apa itu Kolesterol HDL dan LDL?
Kolesterol merupakan turunan lemak yang beredar dalam darah. Kolesterol merupakan komponen yang dibutuhkan dalam tubuh, tetapi dalam jumlah terbatas. Ada dua jenis kolesterol, yaitu:
High Density Lipoprotein (HDL): Sering disebut sebagai kolesterol baik. Kolesterol HDL berfungsi untuk mencegah terjadinya penyempitan pembuluh darah akibat penumpukan lemak
Low Density Lipoprotein (LDL): Sering disebut sebagai kolesterol jahat. Kolesterol LDL merupakan salah satu penyebab utama penumpukan lemak tersebut, sehingga dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.
Mengapa perlu dilakukan pemeriksaan Kolesterol LDL?
Salah satu jenis lemak ini dapat menyebabkan penimbunan plak di pembuluh darah. Hal ini dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui risiko tersebut dengan cara mengetahui konsentrasi Kolesterol LDL
Apa perbedaan Trigliserida dan Kolesterol LDL?
Trigliserida atau lemak darah memiliki peran sebagai cadangan energi. Trigliserida disimpan di dalam sel lemak yang disebut sel adiposa.
Kolesterol adalah zat hasil metabolisme lemak dalam tubuh untuk menumbuhkan jaringan dan sel membentuk hormon dan memiliki peran di sistem pencernaan. Terdapat 2 jenis Kolesterol yaitu:
Kolesterol baik atau high density lipoprotein (HDL): untuk bersihkan kolesterol dari berbagai organ dan membawanya kembali ke hati
Kolesterol jahat atau low density lipoprotein (LDL): untuk membawa kolesterol dari hati ke berbagai organ. LDL menjadi lemak jahat bila jumlahnya terlalu banyak sehingga membuat lemak menimbun di pembuluh darah.
Bagaimana cara menurunkan kadar Trigliserida dan Kolesterol LDL?
Melalui kegiatan olahraga teratur, makan dengan gizi seimbang, membatasi konsumsi manis dan makanan olahan, memilih konsumsi lemak yang sehat, dan tidak merokok.
Berapa hasil Trigliserida yang tergolong tinggi?
Rentang Trigliserida yaitu:
Normal: < 150 mg/dL
Batas normal: 150-199 mg/dL
Tinggi: 200-499 mg/dL
Apa dampak dari Trigliserida yang tinggi?
Trigliserida yang tinggi kadang tidak bergejala, namun salah satu gejalanya yang diakibatkan oleh aktivitas penyumbatan suplai darah ke jantung atau otak karena penumpukan lemak pada pembuluh darah. Hal ini mengakibatkan mati rasa, pusing, kebingungan, penglihatan kabur, dan sakit kepala.
Penyakit yang ditimbulkan akibat Trigliserida tinggi:
Kondisi xanthoma atau adanya timbunan lemak di bawah kulit
Pembengkakan dan nyeri hati atau limpa
Mengalami pankreatitis/ radang pankreas
Siapa saja yang memerlukan pemeriksaan Kolesterol Lengkap?
Pemeriksaan ini perlu dilakukan oleh seseorang yang memiliki kondisi:
Riwayat kolesterol tinggi atau serangan jantung
Obesitas
Tidak aktif secara fisik atau kurang berolahraga
Mengidap diabetes atau kadar gula darah tinggi
Sering mengonsumsi makanan tidak sehat
Merokok dan menjalani pola hidup yang tidak sehat
Kapan harus melakukan pemeriksaan Kolesterol Lengkap?
Bila individu telah berusia di atas 20 tahun, disarankan untuk melakukan tes kolesterol lengkap setiap 4 hingga 6 tahun sekali. Pemeriksaan ini juga direkomendasikan khususnya pada individu yang memiliki kondisi tertentu seperti riwayat penyakit jantung, obesitas, diabetes, dan pola hidup yang tidak sehat.