Mendengar kata kanker sering membuat banyak orang langsung merasa cemas dan takut. Padahal, memahami berbagai jenis kanker dengan tenang justru membantu kita mengambil langkah yang lebih tepat untuk mengatasinya.
Dari semua jenis kanker yang ada, adenokarsinoma adalah salah satu yang berasal dari kelenjar-kelenjar tubuh. Karena berasal dari kelenjar-kelenjar tersebut, kanker ini dapat terjadi di berbagai bagian tubuh. Tapi, seperti kanker lainnya, semakin cepat dideteksi, semakin cepat pula Anda mengatasinya.
Apa Itu Adenokarsinoma?
Adenokarsinoma adalah jenis kanker yang berasal dari sel kelenjar di dalam tubuh. Secara sederhana, istilah ini berasal dari kata adeno yang berarti kelenjar dan karsinoma yang berarti tumor kanker.
Sel kelenjar ini biasanya melapisi organ tubuh dan bertugas menghasilkan lendir atau cairan tertentu. Ketika sel-sel ini tumbuh tidak terkendali, kumpulannya bisa membentuk tumor pada organ tersebut.
Seiring perkembangannya, kanker ini dapat menyebar ke jaringan di sekitarnya maupun ke organ lain yang lebih jauh, seperti hati dan tulang. Penyebaran jauh semacam ini umumnya terjadi pada tahap yang lebih lanjut.
Dalam kelompok kanker yang disebut karsinoma, adenokarsinoma adalah salah satu subtipe yang paling umum. Jenis-jenis adenokarsinoma bisa muncul di berbagai organ, tergantung pada lokasi sel kelenjar yang terkena. Beberapa organ yang sering terkena adalah payudara, usus besar, paru-paru, prostat, pankreas, lambung, dan kerongkongan.
Karena bisa muncul di beberapa organ yang berbeda, tiap jenis adenokarsinoma juga membutuhkan pendekatan diagnosis dan penanganan yang berbeda.
Gejala Adenosarkoma
Gejala adenokarsinoma sangat bergantung pada organ tubuh mana yang terkena kanker tersebut. Pada umumnya, keluhan bisa berupa nyeri di sekitar organ, perubahan berat badan, atau perut kembung.
Perdarahan tidak normal, seperti darah pada urine atau tinja, juga dapat menjadi tanda yang perlu diwaspadai. Perubahan nafsu makan dan rasa lelah yang tidak biasa kadang juga ikut menyertai keluhan-keluhan utama tersebut. Karena gejalanya sering tidak spesifik, adenokarsinoma kadang baru disadari setelah berkembang lebih lanjut.
Saat muncul di paru-paru, gejalanya bisa berupa batuk terus-menerus, sesak napas, atau nyeri dada. Pada usus besar, sering tidak ada gejala di awal, tetapi bisa muncul perdarahan pada tinja. Kemudian, adenokarsinoma pada pankreas umumnya baru menimbulkan gejala saat kondisinya sudah cukup lanjut.
Pada payudara, kanker tersebut sering kali baru terdeteksi lewat pemeriksaan setelah penderitanya benar-benar merasakan gejalanya. Gejala di payudara yang sering terjadi adalah perubahan bentuk payudara atau keluarnya cairan dari puting.
Sedangkan pada adenokarsinoma pada prostat umumnya tidak menimbulkan gejala pada tahap awal. Namun, ketika sudah berkembang lebih lanjut, gejala yang bisa terjadi adalah darah pada urine atau kesulitan untuk kencing.
Penyebab dan Faktor Risikonya
Para ahli tidak selalu tahu pasti mengapa seseorang bisa mengalami adenokarsinoma. Namun, dunia kesehatan telah menentukan beberapa faktor risiko yang bisa meningkatkan peluang munculnya kanker ini.
Kebiasaan merokok, termasuk rokok elektrik, adalah salah satu pemicu yang cukup penting. Konsumsi alkohol dan paparan zat berbahaya di rumah atau tempat kerja yang terjadi secara konsisten juga berperan.
Riwayat keluarga dengan kanker juga bisa meningkatkan risiko pada sebagian orang. Selain itu, faktor risiko yang bisa menyebabkan munculnya kanker ini adalah berat badan yang berlebihan dan riwayat terapi radiasi yang pernah dilakukan.
Namun, perlu diingat bahwa memiliki faktor risiko bukan berarti seseorang pasti akan mengalami kanker jenis ini. Faktanya, adenokarsinoma adalah penyakit yang bisa terjadi bahkan pada orang yang tidak memiliki faktor risiko kanker tersebut.
Cara Diagnosis Adenokarsinoma
Ketika menangani penderita adenokarsinoma, dokter biasanya akan memulai diagnosis dengan tanya jawab tentang gejala serta kebiasaan sehari-hari yang mungkin berkaitan. Kemudian, dokter akan melakukan pemeriksaan penunjang seperti tes darah dan pencitraan untuk melihat kondisi organ.
CT scan dan MRI adalah beberapa cara yang terkenal untuk melihat ukuran serta letak tumor dengan lebih jelas. Namun, cara pasti untuk memastikan diagnosis adalah melalui biopsi jaringan organ di laboratorium.
Biopsi bisa membantu dokter memeriksa tumor tersebut dengan cara mengambil sampel jaringan organ untuk pemeriksaan di bawah mikroskop. Lewat biopsi, dokter bisa memastikan apakah adenokarsinoma adalah penyebab keluhan kesehatan yang yang dialami sekaligus menilai tingkat keparahannya.
Ketika menentukan tingkatan adenokarsinoma, dokter membaginya menjadi 3 kategori, yaitu adenokarsinoma berdiferensiasi baik, sedang, dan buruk.
Pada kategori baik, kanker itu hanya berkembang dengan lambat dan punya tingkat keganasan rendah. Begitu memasuki kategori sedang atau buruk, adenokarsinoma akan memiliki kecepatan perkembangan yang semakin cepat dan ganas. Semakin cepat dan ganas kanker itu, semakin besar pula kemungkinan kanker itu menyebar ke bagian tubuh yang lain.
Karena deteksi dini lewat pemeriksaan rutin bisa membantu Anda mendeteksi kanker tahap awal, Anda bisa melakukannya dengan layanan Medical Check Up Premium dari Bumame.
Sebagai layanan paling premium di antara layanan sejenis ini oleh Bumame, paket medical check-up ini juga menawarkan pilihan tes yang paling banyak. Dengan layanan ini, Anda bisa melakukan tes HbA1c dan gula darah puasa, vitamin D 25-OH total, profil kolesterol lengkap, dan banyak lagi.
Untuk membantu Anda melakukan skrining kanker, layanan ini bisa membantu Anda mengukur penanda tumor CEA. Penanda tersebut adalah protein tertentu dalam darah yang bisa menunjukkan potensi munculnya kanker dalam tubuh.
Berkat kelengkapan tes kesehatan yang ada dalamnya, layanan ini bisa bermanfaat bagi yang ingin cek kesehatan rutin. Begitu pemeriksaannya selesai, Anda akan menerima hasilnya dalam kurun 1x24 jam.
Pilihan Penanganan Adenokarsinoma
Dokter akan menyesuaikan penanganan adenokarsinoma berdasarkan lokasi, ukuran, jenis, dan penyebarannya. Operasi sering menjadi pilihan pertama, terutama pada kanker yang masih pada tahap awal.
Kemoterapi juga sering menjadi cara untuk membunuh sel kanker di dalam tubuh pasien. Kemudian, radioterapi juga merupakan cara populer lainnya yang dilakukan dokter bersama operasi atau kemoterapi sesuai kebutuhan.
Setiap pilihan penanganan selalu mempertimbangkan manfaat dan risikonya bagi tiap pasien. Untuk itu, dokter biasanya menyusun rencana penanganan bersama pasien sesuai kondisi dan harapan hidupnya.
Selama melakukan penanganan, dokter juga akan melakukan pengobatan sesuai dengan stadium dan kondisi tubuh tiap penderita. Namun, dukungan dari keluarga dan tenaga kesehatan juga tidak kalah penting untuk terus membantu pasien menjalani proses pengobatan.
Cara Mencegah Adenokarsinoma
Meskipun tidak selalu bisa mencegah adenokarsinoma, risikonya bisa diturunkan dengan pola hidup sehat. Caranya adalah dengan menghindari rokok dan membatasi alkohol untuk menurunkan risiko kanker.
Menjaga berat badan ideal dan aktif bergerak juga membantu tubuh tetap sehat. Selain itu, pola makan seimbang yang kaya sayur dan buah dapat mendukung kesehatan tubuh secara menyeluruh.
Pemeriksaan kesehatan secara rutin juga berperan penting dalam menurunkan dampak penyakit ini. Bagi perempuan, skrining kanker payudara bisa membantu mendeteksi risiko kanker sejak dini. Sementara itu, para pria juga bisa skrining untuk menilai risiko kanker prostat sedini mungkin.
Saat mempelajari tentang adenokarsinoma, perlu diingat bahwa tidak ada cara pencegahan yang dapat menjamin Anda bebas dari kanker. Namun, menjalani pola hidup sehat dan pemeriksaan rutin tetap bisa menurunkan risiko kanker secara nyata.
Kapan Harus ke Dokter?
Anda sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter apabila merasakan gejala adenokarsinoma. Gejala yang perlu Anda waspadai adalah penurunan berat badan tanpa sebab, nyeri yang terus-menerus, atau benjolan baru.
Perdarahan yang tidak biasa pada tubuh juga tidak boleh Anda abaikan. Walau perdarahan itu tidak selalu terjadi karena kanker, Anda tetap perlu memeriksakannya dengan dokter.
Anda juga sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter apabila memiliki riwayat keluarga penderita kanker. Semakin dini Anda melakukan skrining kanker, semakin tinggi pula kemungkinan Anda untuk menghilangkan kanker ini.
Lokasi Klinik Bumame
1. Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310
2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550
3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610
4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160
5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240
Referensi:
Cleveland Clinic — Adenocarcinoma
Cleveland Clinic — Carcinoma
National Cancer Institute — Risk Factors for Cancer
National Cancer Institute — Diagnosis and Staging
Centers for Disease Control and Prevention — How To Prevent Cancer or Find It Early
Ditinjau secara medis oleh dr. Talitha Amalia
Frequently Asked Question
Apa itu adenokarsinoma?
Adenokarsinoma adalah kanker yang berasal dari sel kelenjar pada berbagai organ tubuh. Sel kelenjar biasanya menghasilkan lendir atau cairan tertentu untuk membantu fungsi organ.
Apakah adenokarsinoma bisa sembuh?
Peluang kesembuhan adenokarsinoma bergantung pada jenis, lokasi, dan stadium kanker saat terdeteksi. Diagnosis dini dan penanganan yang sesuai dapat memberikan lebih banyak pilihan pengobatan.
Apa saja jenis adenokarsinoma?
Adenokarsinoma dapat muncul di berbagai organ, termasuk payudara, usus besar, paru-paru, prostat, pankreas, lambung, dan kerongkongan. Gejala serta penanganannya berbeda sesuai lokasi kanker.
Apakah adenokarsinoma selalu diturunkan dalam keluarga?
Tidak. Riwayat keluarga merupakan salah satu faktor risiko, tetapi bukan penyebab pasti adenokarsinoma. Kondisi ini juga dapat terjadi pada orang tanpa riwayat kanker dalam keluarga.
Apakah adenokarsinoma bisa menyebar ke organ lain?
Ya. Adenokarsinoma dapat menyebar ke jaringan di sekitarnya maupun organ lain yang lebih jauh, terutama pada tahap lanjut. Pemeriksaan dan penanganan medis membantu menentukan tingkat penyebaran serta pilihan terapi yang sesuai.
