Pemeriksaan kesehatan di area kewanitaan kini telah menjadi sesuatu yang sangat penting bagi semua wanita. Seperti kesehatan di bagian tubuh yang lain, area kewanitaan juga butuh pemeriksaan yang sama telitinya. Pap smear adalah salah satu pemeriksaan kesehatan area kewanitaan yang paling umum.
Sayangnya, masih ada cukup banyak orang yang ragu melakukannya karena rasa malu atau tidak terbiasa melakukan pemeriksaan area kewanitaan. Padahal, dengan kemampuan deteksi yang semakin baik, pemeriksaan Pap smear bisa membantu menemukan masalah kesehatan sejak dini. Oleh karena itu, penting untuk memahami manfaat dan alasan mengapa pemeriksaan ini perlu dilakukan secara rutin.
Apa Itu Pap Smear?
Pap smear adalah pemeriksaan untuk mengambil sampel sel dari leher rahim (serviks) seorang perempuan. Leher rahim adalah bagian bawah rahim yang menghubungkan rahim dengan saluran vagina.
Sel yang diambil kemudian diperiksa di laboratorium untuk melihat apakah terdapat perubahan sel yang tidak normal. Pemeriksaan ini juga dikenal sebagai tes sitologi serviks.
Banyak tenaga kesehatan menganggap tes sitologi ini sebagai cara terbaik untuk mencegah dan mendeteksi kanker serviks secara dini. Melalui pemeriksaan ini, tenaga kesehatan dapat menemukan sel yang berpotensi berkembang menjadi kanker sebelum gejala muncul.
Selain itu, tes ini juga bermanfaat untuk mendeteksi infeksi atau peradangan ringan pada area leher rahim. Meski begitu, pemeriksaan ini tidak berfungsi untuk mendeteksi semua jenis infeksi menular seksual.
Untuk jenis infeksi menular seksual yang lainnya, dokter memerlukan pemeriksaan tersendiri untuk mendeteksi keberadaannya. Ditambah lagi, tes sitologi ini sifatnya hanya menyaring, jadi ini bukan alat untuk memastikan diagnosis kanker secara pasti.
Tujuan Pap Smear dan Kapan Dibutuhkan
Pap smear dilakukan untuk membantu mendeteksi perubahan sel leher rahim sedini mungkin. Perubahan sel leher rahim pada umumnya terjadi akibat human papillomavirus (HPV) yang menular lewat kontak seksual. Sebagian besar perubahan ringan bisa pulih sendiri, tapi sebagian lain berisiko berkembang menjadi kanker.
Kanker serviks sendiri pada tahap awal sering tidak menimbulkan gejala yang terasa oleh penderitanya. Oleh karena itu, kesehatan leher rahim tidak dapat hanya diandalkan pada munculnya keluhan atau gejala saja.
Manfaat yang paling besar dari tes sitologi ini adalah untuk membuka peluang penanganan sejak perubahan sel masih sangat awal. Menangani sel prakanker lebih awal terbukti bisa mencegah kanker serviks pada lebih dari 95% kasus.
Selain Pap smear, pencegahan kanker serviks bagi wanita juga dapat dilakukan dengan menggunakan vaksin HPV. Vaksin ini terdiri dari varian Cervarix, Gardasil-4, dan Gardasil-9, yang semuanya mampu mencegah berbagai jenis virus HPV yang bisa menyerang tubuh.
Pemeriksaan Pap smear pertama umumnya dianjurkan pada usia 21 tahun. Selama berusia 21 hingga 29 tahun, wanita umumnya cukup menjalani tes sitologi ini setiap 3 tahun sekali.
Sementara itu, wanita berusia 30–65 tahun dapat menjalani Pap smear setiap 3 tahun, atau menggabungkannya dengan tes HPV setiap 5 tahun. Penggabungan kedua tes itu bisa membantu setiap wanita melihat gambaran yang lebih lengkap tentang kesehatan area kewanitaan mereka.
Pada usia di atas 65 tahun, pemeriksaan mungkin tidak lagi diperlukan apabila hasil pemeriksaan sebelumnya selalu normal. Namun, keputusan untuk menghentikan atau melanjutkan pemeriksaan tetap perlu dikonsultasikan dengan dokter.
Siapa yang Perlu Lebih Sering Menjalani Pap Smear?
Sebagian perempuan perlu menjalani pemeriksaan lebih sering dibandingkan dengan anjuran umum karena kondisi tertentu di area kewanitaan mereka. Contohnya, mereka yang pernah mendapat hasil Pap smear tidak normal biasanya butuh pemantauan yang lebih ketat.
Perempuan dengan daya tahan tubuh lemah, misalnya karena HIV, juga termasuk kelompok yang perlu waspada. Selain itu, riwayat kanker serviks pada diri sendiri menjadi alasan penting untuk menjalani kontrol kesehatan secara lebih rutin.
Setiap wanita memiliki profil kesehatan yang berbeda-beda, sehingga mereka butuh jadwal pemeriksaan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Dalam hal ini, wanita yang pernah menjalani pengangkatan rahim juga sebaiknya berkonsultasi dengan dokter mengenai kebutuhan Pap smear selanjutnya. Sebagian wanita lain masih memerlukannya, tergantung pada alasan operasi dan kondisi leher rahim sebelumnya.
Persiapan Sebelum Pap Smear
Persiapannya sederhana. Hindari hubungan seksual selama 2 hari sebelum jadwal pemeriksaan. Dalam 2 hari itu, hindari juga pemakaian tampon, krim vagina, atau cairan pembersih vagina. Hal ini penting agar sampel sel dari leher rahim tidak terganggu, sehingga hasil pemeriksaan tetap akurat.
Usahakan menjadwalkan tes ini di luar masa menstruasi. Darah menstruasi yang cukup banyak kadang bisa memengaruhi kualitas sampel sel yang diambil.
Jika Anda khawatir merasa nyeri, Anda dapat meminum pereda nyeri ringan sekitar 1 jam sebelum pemeriksaan dan meminta tenaga kesehatan menggunakan spekulum berukuran lebih kecil.
Prosedur Pap Smear
Prosedur Pap smear biasanya berlangsung singkat dan hanya memakan waktu beberapa menit saja. Anda perlu berbaring selama pemeriksaan di meja periksa dengan lutut ditekuk dan kaki ditopang.
Dokter lalu memasukkan alat bernama spekulum untuk membuka dinding vagina secara perlahan. Proses ini mungkin terasa seperti ada tekanan ringan, tetapi umumnya tidak menyakitkan.
Setelah pemeriksaan selesai, dokter mengambil sampel sel memakai sikat lembut atau alat kecil seperti spatula. Dokter kemudian mengirim sampel itu ke laboratorium untuk pemeriksaan di bawah mikroskop.
Sebagian perempuan bisa mengalami bercak darah ringan setelah pemeriksaan, dan hal itu tergolong wajar. Bila merasa tegang, tarik napas perlahan dan panjang agar otot tubuh lebih rileks.
Selama prosedur berlangsung, Anda dapat memberi tahu dokter jika merasa tidak nyaman agar posisi atau teknik pemeriksaan dapat disesuaikan. Setelah selesai, Anda biasanya dapat langsung melanjutkan aktivitas seperti biasa.
Cara Membaca Hasil Pemeriksaan
Hasil Pap smear umumnya baru keluar dalam waktu sekitar 1 hingga 3 minggu. Bila hasilnya normal, itu berarti dokter tidak menemukan sel mencurigakan dan Anda cukup periksa lagi sesuai jadwal.
Jika hasilnya tidak jelas, laboratorium belum dapat memastikan apakah sel yang diperiksa normal atau tidak. Dokter biasanya menyarankan pengulangan pemeriksaan atau pemeriksaan tambahan.
Ada juga hasil abnormal, yaitu dokter menemukan sel yang berbeda dari biasanya pada leher rahim. Namun, perlu diingat bahwa hasil abnormal tidak langsung berarti mengidap kanker serviks.
Perubahan sel ringan sering pulih dengan sendirinya tanpa perlu tindakan khusus dari dokter. Sementara itu, perubahan yang lebih berat biasanya memerlukan tindakan lanjutan dengan pemeriksaan bernama kolposkopi.
Kolposkopi adalah pemeriksaan memakai alat pembesar untuk melihat leher rahim dengan lebih jelas. Dengan itu, dokter bisa mengambil sampel jaringan kecil bila menemukan area yang butuh pemeriksaan lanjut.
Biaya Pemeriksaan
Biaya Pap smear bisa berbeda-beda tergantung tempat layanan dan jenis pemeriksaan yang dipilih. Karena itu, sebaiknya tanyakan rincian biaya langsung kepada penyedia layanan kesehatan tepercaya yang menyediakan pemeriksaan ini.
Selain Pap smear, tersedia juga berbagai paket pemeriksaan kesehatan perempuan yang dapat membantu memantau kondisi reproduksi secara lebih menyeluruh. Di Bumame, Anda bisa memilih pemeriksaan kesuburan wanita yang berfokus pada kesehatan organ reproduksi.
Dalam paket ini, Anda bisa menggunakan beberapa tes seperti tes TSH untuk menilai fungsi kelenjar tiroid dan tes FSH untuk mengukur kadar hormon perangsang folikel.
Paket ini tersedia dengan harga mulai dari Rp2.175.000, dan hasil pemeriksaan dapat diterima dalam waktu 1x24 jam. Secara keseluruhan, layanan ini cocok untuk yang ingin melakukan tes kesehatan rutin atau sedang dalam pemantauan berdasarkan arahan medis.
Untuk kebutuhan terkait kehamilan, bisa mengikuti layanan tes NIPT NIFTY Core bagi ibu hamil. Tes ini memiliki tingkat akurasi lebih dari 99% dalam mendeteksi jenis kelamin dan risiko janin terkena penyakit seperti sindrom Down atau sindrom Edward. Tes ini umumnya dipertimbangkan bagi ibu hamil berusia di atas 35 tahun atau yang memiliki riwayat keluarga dengan kelainan kromosom.
Lokasi Klinik Bumame
1. Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310
2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550
3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610
4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160
5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240
Referensi
Cleveland Clinic — Pap Smear
Centers for Disease Control and Prevention — Cervical Cancer Screening
Office on Women’s Health — Pap and HPV Tests
Mayo Clinic — Pap Smear
American Cancer Society — The American Cancer Society Guidelines for the Prevention and Early Detection of Cervical Cancer
Ditinjau secara medis oleh dr. Talitha Amalia
Frequently Asked Question
Pap smear untuk apa sebenarnya?
Pap smear bertujuan mendeteksi perubahan sel pada leher rahim yang berpotensi berkembang menjadi kanker serviks. Pemeriksaan ini juga dapat membantu menemukan tanda peradangan atau infeksi tertentu pada leher rahim.
Apakah Pap smear terasa sakit?
Pap smear umumnya tidak terasa sakit, tetapi dapat menimbulkan tekanan ringan atau rasa tidak nyaman saat spekulum dimasukkan dan sampel sel diambil. Beri tahu tenaga kesehatan jika merasa nyeri atau tegang.
Apa manfaat Pap smear jika hasilnya normal?
Hasil normal menunjukkan tidak ditemukan perubahan sel leher rahim yang mencurigakan saat pemeriksaan. Namun, pemeriksaan tetap perlu diulang sesuai jadwal yang dianjurkan karena hasil normal tidak menghilangkan risiko di masa mendatang.
Siapa yang perlu menjalani Pap smear?
Kebutuhan skrining bergantung pada usia, riwayat kesehatan, dan pedoman yang berlaku. Artikel ini menyebutkan pemeriksaan umumnya dimulai pada usia 21 tahun. Konsultasikan jadwal yang sesuai dengan dokter.
Apakah Pap smear dapat mendeteksi kanker serviks secara pasti?
Tidak. Pap smear merupakan tes skrining untuk menemukan perubahan sel yang abnormal, bukan pemeriksaan yang memastikan diagnosis kanker. Jika hasilnya abnormal, dokter dapat menyarankan pemeriksaan lanjutan seperti kolposkopi atau biopsi.
