Sering Batuk atau Sesak Napas? Kenali Ciri-Ciri Asma Sebelum Gejalanya Semakin Berat
Batuk yang tidak kunjung sembuh sering kali dianggap sebagai sisa flu atau masuk angin. Sebagian orang memilih membeli obat batuk di apotek dan berharap keluhannya membaik dalam beberapa hari. Namun, ketika batuk terus berulang, terutama pada malam hari atau setelah berolahraga, kondisi tersebut bisa menjadi tanda adanya gangguan saluran pernapasan.
Salah satu penyebab yang cukup sering tidak disadari adalah asma. Penyakit ini tidak selalu ditandai dengan sesak napas yang berat. Pada sebagian orang, gejala awalnya justru berupa batuk berkepanjangan, dada terasa berat, atau napas yang berbunyi mengi ketika mengembuskan napas.
Menurut World Health Organization (WHO), asma merupakan salah satu penyakit tidak menular (noncommunicable disease) yang menyerang saluran pernapasan dan dialami oleh sekitar 262 juta orang di seluruh dunia. Peradangan kronis pada saluran napas menyebabkan penderita mengalami gejala yang dapat kambuh sewaktu-waktu, seperti batuk, sesak napas, dada terasa berat, dan napas berbunyi mengi.[1]
Karena gejalanya dapat muncul dan menghilang, tidak sedikit penderita yang baru mengetahui dirinya mengalami asma setelah keluhan semakin sering kambuh atau mulai mengganggu aktivitas sehari-hari.
Mengapa Gejala Asma Sering Tidak Disadari?
Asma memiliki gejala yang berbeda pada setiap orang. Ada yang hanya mengalami batuk pada malam hari, ada yang mudah sesak ketika berolahraga, dan ada pula yang hanya mengalami keluhan ketika cuaca sedang dingin.
Karena gejalanya datang dan pergi, banyak orang menganggap kondisi tersebut bukan masalah yang serius. Padahal, peradangan pada saluran napas tetap dapat berlangsung meskipun saat itu penderita merasa baik-baik saja.
Jika tidak ditangani dengan baik, gejala asma dapat semakin sering muncul dan mengganggu aktivitas sehari-hari.
9 Ciri-Ciri Asma yang Perlu Diwaspadai
Mengenali gejala sejak dini dapat membantu penderita mendapatkan penanganan yang tepat sebelum kondisi berkembang menjadi lebih berat.
1. Batuk yang Tidak Kunjung Sembuh
Batuk merupakan salah satu gejala asma yang paling sering disalahartikan.
Batuk biasanya berlangsung lebih dari beberapa minggu, sering muncul pada malam hari atau dini hari, dan tidak selalu disertai dahak.
2. Sesak Napas
Penderita asma sering merasa kesulitan menarik napas, terutama setelah melakukan aktivitas fisik, tertawa, atau terpapar udara dingin.
Keluhan dapat berlangsung beberapa menit hingga beberapa jam tergantung tingkat keparahan serangan.
3. Napas Berbunyi Mengi
Mengi merupakan suara siulan halus saat bernapas yang muncul akibat saluran napas menyempit.
Gejala ini menjadi salah satu tanda khas asma meskipun tidak selalu dialami oleh semua penderita.
4. Dada Terasa Berat atau Tertekan
Sebagian penderita menggambarkan keluhan ini seperti ada beban yang menekan dada sehingga sulit bernapas dengan lega.
Rasa tidak nyaman biasanya membaik setelah mendapatkan pengobatan atau ketika serangan mereda.
5. Mudah Lelah Saat Beraktivitas
Karena saluran napas menyempit, tubuh menjadi lebih sulit mendapatkan oksigen secara optimal.
Akibatnya, penderita lebih cepat merasa lelah dibandingkan biasanya.
6. Gejala Memburuk pada Malam Hari
Asma sering kambuh ketika malam atau menjelang pagi.
Jika Anda sering terbangun karena batuk atau sesak napas pada waktu tersebut, kondisi ini perlu mendapatkan perhatian.
7. Sesak Setelah Terpapar Debu atau Asap
Debu rumah, asap rokok, bulu hewan, maupun polusi udara merupakan beberapa pemicu asma yang paling sering ditemukan.
Apabila keluhan selalu muncul setelah terpapar faktor-faktor tersebut, pemeriksaan lebih lanjut sebaiknya dilakukan.
8. Napas Pendek Setelah Berolahraga
Tidak semua orang yang mudah lelah saat olahraga mengalami asma. Namun, jika setiap kali berlari atau beraktivitas berat Anda mengalami batuk, mengi, atau sesak napas, kondisi tersebut dapat menjadi salah satu tanda asma.
9. Gejala Datang dan Pergi
Berbeda dengan infeksi saluran napas yang biasanya berlangsung terus-menerus hingga sembuh, gejala asma cenderung muncul secara berulang sesuai dengan paparan pemicunya.
Inilah yang membuat banyak orang menganggap dirinya sudah sembuh, padahal peradangan pada saluran napas masih tetap ada.
Apakah Semua Orang Bisa Mengalami Asma?
Asma dapat dialami oleh siapa saja, baik anak-anak maupun orang dewasa. Pada sebagian orang, penyakit ini sudah muncul sejak masa kanak-kanak. Namun, tidak sedikit pula yang baru mengalami gejala ketika memasuki usia dewasa.
Hingga saat ini, penyebab pasti asma belum diketahui. Namun, beberapa faktor diketahui dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami penyakit ini, seperti memiliki riwayat keluarga dengan asma, alergi, eksim, atau sering terpapar asap rokok dan polusi udara.
Selain itu, beberapa orang memiliki saluran napas yang lebih sensitif terhadap pemicu tertentu, misalnya debu, bulu hewan, udara dingin, parfum yang menyengat, hingga infeksi virus. Ketika terpapar pemicu tersebut, saluran napas dapat mengalami peradangan dan penyempitan sehingga memicu gejala asma.
Apa yang Bisa Memicu Serangan Asma?
Setiap penderita asma dapat memiliki pemicu yang berbeda-beda. Mengenali pemicu ini menjadi salah satu langkah penting untuk membantu mengurangi risiko kekambuhan.
Beberapa pemicu yang paling sering ditemukan antara lain:
Debu dan tungau.
Asap rokok.
Polusi udara.
Udara dingin.
Bulu hewan peliharaan.
Infeksi saluran pernapasan.
Aktivitas fisik yang berat.
Stres atau emosi yang berlebihan.
Serbuk sari bunga pada orang yang memiliki alergi.
Menghindari pemicu bukan berarti asma akan sembuh. Namun, langkah ini dapat membantu mengurangi frekuensi maupun tingkat keparahan serangan.
Kapan Harus Memeriksakan Diri?
Banyak orang baru memeriksakan diri ketika mengalami sesak napas yang berat. Padahal, pemeriksaan sebaiknya dilakukan lebih awal agar kondisi dapat dikendalikan sebelum gejala semakin sering kambuh.
Segera berkonsultasi dengan dokter apabila Anda mengalami:
Batuk yang berlangsung lebih dari tiga minggu.
Sesak napas yang sering kambuh.
Napas berbunyi mengi.
Dada terasa berat berulang kali.
Gejala muncul setiap kali berolahraga atau terpapar debu.
Batuk atau sesak napas yang sering membangunkan Anda pada malam hari.
Menurut Global Initiative for Asthma (GINA), diagnosis dan penanganan sejak dini membantu mengontrol gejala sekaligus menurunkan risiko serangan asma yang lebih berat di kemudian hari.[2]
Bagaimana Dokter Mendiagnosis Asma?
Diagnosis asma tidak hanya dilakukan berdasarkan gejala yang dirasakan. Dokter akan menanyakan riwayat keluhan, frekuensi munculnya gejala, faktor yang memicu serangan, hingga riwayat alergi atau asma dalam keluarga.
Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan apabila diperlukan menyarankan pemeriksaan fungsi paru, seperti spirometri. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat penyempitan saluran napas yang menjadi ciri khas asma.
Pada beberapa kasus, dokter juga dapat menyarankan pemeriksaan tambahan apabila gejala yang dialami mengarah pada penyakit lain yang memiliki keluhan serupa.
Apakah Asma Bisa Disembuhkan?
Asma merupakan penyakit kronis yang hingga saat ini belum dapat disembuhkan sepenuhnya. Namun, dengan penanganan yang tepat, sebagian besar penderita tetap dapat menjalani aktivitas sehari-hari secara normal.
Pengobatan bertujuan untuk mengendalikan peradangan pada saluran napas, mengurangi frekuensi serangan, serta mencegah komplikasi yang dapat mengganggu kualitas hidup.
Selain menggunakan obat sesuai anjuran dokter, penderita asma juga dianjurkan untuk menghindari faktor pemicu, menjaga kebugaran tubuh, serta melakukan kontrol secara berkala apabila gejala sering kambuh.
Periksakan Gejala Asma Lebih Awal di Bumame
Batuk yang tidak kunjung sembuh atau sesak napas yang sering berulang sebaiknya tidak dianggap sebagai kondisi yang biasa. Pemeriksaan sejak dini dapat membantu mengetahui penyebab keluhan sekaligus menentukan penanganan yang sesuai.
Di Bumame, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter mengenai keluhan yang dialami. Jika diperlukan, dokter akan merekomendasikan pemeriksaan penunjang sesuai kondisi kesehatan Anda agar diagnosis dapat ditegakkan secara lebih akurat.
Masih sering mengalami batuk, sesak napas, atau dada terasa berat? Konsultasikan keluhan Anda dengan tim medis Bumame melalui WhatsApp untuk mendapatkan informasi mengenai layanan pemeriksaan yang sesuai. Klik di sini untuk chat WhatsApp Bumame.
Jangan Abaikan Gejala Asma yang Sering Berulang
Asma tidak selalu diawali dengan sesak napas yang berat. Pada banyak kasus, gejalanya justru berupa batuk berkepanjangan, dada terasa berat, atau napas berbunyi mengi yang sering dianggap sebagai flu biasa.
Semakin cepat gejala dikenali, semakin besar peluang untuk mengendalikan asma sehingga aktivitas sehari-hari tetap dapat berjalan dengan baik. Jika Anda mengalami keluhan yang mengarah pada asma, jangan ragu untuk berkonsultasi dan melakukan pemeriksaan agar penyebabnya dapat dipastikan.
Sumber
World Health Organization. Asthma. Geneva: World Health Organization.
Global Initiative for Asthma (GINA). Global Strategy for Asthma Management and Prevention.
Lokasi Klinik Bumame
Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10160Klinik Bumame TB Simatupang
1, Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12550Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kec. Serpong, Tangerang, Banten 15310Klinik Bumame Puri Indah
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23, Kembangan, Jakarta Barat 11610
Ditinjau oleh: dr. Febe Rangga Saba Pong Tambing
FAQ
Apakah batuk terus-menerus pasti merupakan tanda asma?
Apakah batuk terus-menerus pasti merupakan tanda asma?
Tidak. Batuk berkepanjangan dapat disebabkan oleh berbagai kondisi, seperti infeksi saluran pernapasan, GERD, alergi, maupun asma. Pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui penyebabnya secara pasti.
Apakah asma hanya dialami oleh anak-anak?
Apakah asma hanya dialami oleh anak-anak?
Tidak. Asma dapat terjadi pada semua kelompok usia, termasuk orang dewasa. Bahkan, sebagian orang baru mengalami gejala pertama kali ketika sudah dewasa.
Apakah olahraga aman untuk penderita asma?
Apakah olahraga aman untuk penderita asma?
Ya, selama kondisi asma terkontrol dengan baik. Beberapa jenis olahraga ringan hingga sedang justru dapat membantu menjaga kebugaran paru-paru. Namun, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter jika gejala sering muncul saat berolahraga.
Apa yang harus dilakukan saat gejala asma kambuh?
Apa yang harus dilakukan saat gejala asma kambuh?
Segera gunakan obat sesuai anjuran dokter dan jauhi faktor yang diduga menjadi pemicu. Jika sesak napas tidak membaik atau semakin berat, segera cari pertolongan medis.
Kapan saya perlu memeriksakan diri ke dokter?
Kapan saya perlu memeriksakan diri ke dokter?
Jika Anda sering mengalami batuk yang tidak kunjung sembuh, sesak napas berulang, napas berbunyi mengi, atau dada terasa berat terutama pada malam hari, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan.
