Booking layanan Bumame tanpa antri. Klik disini.

Booking layanan Bumame tanpa antri. Klik disini.

Gejala Pankreatitis: Penyebab dan Pengobatan | Bumame
Kembali ke Artikel & Berita

Gejala Pankreatitis: Cari Tahu Penyebab dan Cara Mengobatinya

Bumame Health Team

Pernah merasa nyeri hebat di bagian atas perut yang muncul tiba-tiba setelah makan atau menjalar hingga ke punggung? Masyarakat kerap menganggap keluhan seperti ini sebagai masuk angin atau gangguan lambung biasa, padahal pada sebagian orang kondisi tersebut termasuk gejala pankreatitis.

Mengenali masalah pankreatitis sejak dini sangatlah penting agar dokter dapat mengetahui penyebab pastinya serta cara menangani yang tepat sebelum memicu komplikasi kesehatan yang lebih serius.

Apa Itu Pankreatitis?

Pankreatitis adalah kondisi ketika organ pankreas mengalami peradangan. Secara alami, fungsi pankreas sangat vital bagi tubuh karena bertugas menghasilkan enzim pencernaan serta hormon penting seperti insulin untuk membantu mengatur kadar gula darah.

Namun, ketika peradangan terjadi, enzim pencernaan yang seharusnya baru aktif di dalam usus justru aktif lebih awal di dalam pankreas. Akibatnya, enzim tersebut dapat berbalik menyerang dan merusak jaringan pankreas itu sendiri.

Secara umum, pankreatitis terbagi menjadi dua jenis:

  • Pankreatitis akut, yaitu peradangan yang muncul secara tiba-tiba dan biasanya berlangsung selama beberapa hari. Kondisi ini dapat membaik dengan penanganan yang tepat, tetapi pada kasus berat dapat memerlukan perawatan intensif.

  • Pankreatitis kronis, yaitu peradangan yang berlangsung dalam waktu lama atau berulang sehingga menyebabkan kerusakan permanen pada pankreas. Akibatnya, kemampuan organ dalam menghasilkan enzim pencernaan maupun hormon dapat menurun secara bertahap.

Penyebab Pankreatitis

Pankreatitis dapat dipicu oleh berbagai kondisi. Pada sebagian orang, penyebabnya mudah dikenali, sementara pada sebagian lainnya diperlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk menemukan faktor pemicunya. Berikut beberapa penyebabnya.

  • Batu empedu sebagai pemicu pankreatitis karena menyumbat saluran pankreas sehingga memicu peradangan.

  • Konsumsi alkohol berlebihan dalam jangka panjang.

  • Kadar trigliserida yang sangat tinggi.

  • Cedera pada perut atau pankreas.

  • Efek samping obat-obatan tertentu.

  • Infeksi virus tertentu.

  • Kelainan genetik maupun gangguan autoimun.

  • Tindakan medis tertentu, seperti ERCP (Endoscopic Retrograde Cholangiopancreatography), meski kasusnya relatif jarang.

Tidak semua penderita memiliki faktor penyebab yang sama. Oleh karena itu, dokter biasanya akan mengevaluasi riwayat kesehatan, gaya hidup, hingga hasil pemeriksaan laboratorium untuk menentukan penyebab yang paling mungkin.

Gejala Pankreatitis

Gejala pankreatitis dapat muncul secara mendadak pada pankreatitis akut atau berkembang perlahan pada pankreatitis kronis. Tingkat keparahannya pun dapat berbeda pada setiap orang. Beberapa gejala yang sering dikeluhkan antara lain:

  • nyeri hebat pada bagian atas perut;

  • nyeri menjalar ke punggung;

  • mual dan muntah;

  • demam;

  • perut terasa nyeri saat disentuh;

  • jantung berdebar lebih cepat;

  • nafsu makan menurun;

  • perut terasa kembung;

  • diare atau tinja berminyak pada pankreatitis kronis;

  • berat badan menurun tanpa sebab yang jelas.

Pada pankreatitis akut, nyeri biasanya muncul secara tiba-tiba dan dapat terasa semakin berat setelah makan. Sementara pada pankreatitis kronis, keluhan dapat berlangsung berulang dan perlahan memengaruhi kemampuan tubuh dalam mencerna makanan.

Faktor Risiko Pankreatitis

Meskipun dapat dialami siapa saja, beberapa kondisi berikut diketahui meningkatkan risiko seseorang mengalami pankreatitis.

  • Riwayat batu empedu.

  • Konsumsi alkohol berlebihan.

  • Kebiasaan merokok.

  • Obesitas.

  • Kadar trigliserida tinggi.

  • Riwayat keluarga dengan penyakit pankreas.

  • Gangguan autoimun tertentu.

  • Memiliki penyakit liver atau gangguan saluran empedu tertentu.

Memiliki faktor risiko bukan berarti seseorang pasti mengalami pankreatitis. Namun, pemeriksaan kesehatan secara berkala dapat membantu mendeteksi gangguan sejak dini, terutama bila mulai muncul gejala pankreatitis yang mengganggu aktivitas sehari-hari.

Cara Mendiagnosis Pankreatitis

Dokter akan menegakkan diagnosis berdasarkan keluhan, pemeriksaan fisik, serta hasil pemeriksaan penunjang. Tujuannya adalah memastikan penyebab keluhan sekaligus menilai tingkat keparahan peradangan pada pankreas. Berikut beberapa pemeriksaan yang dapat dilakukan.

1. Tes Darah

Dokter akan melakukan tes darah guna mengukur kadar enzim pankreas, khususnya amilase dan lipase, yang biasanya meningkat drastis saat terjadi peradangan. Selain itu, pemeriksaan ini juga mencakup fungsi hati serta kadar trigliserida untuk membantu mengidentifikasi pemicu utama dari masalah pankreas tersebut.

2. USG Abdomen

Pemeriksaan USG perut (abdomen) memanfaatkan gelombang suara untuk memvisualisasikan kondisi organ di dalam rongga perut. Prosedur ini sangat efektif untuk mendeteksi keberadaan batu empedu yang sering kali menjadi penyebab utama pankreatitis, sekaligus melihat apakah terjadi pembengkakan pada pankreas.

3. CT Scan atau MRI

Apabila hasil USG belum cukup jelas atau dibutuhkan gambaran yang lebih mendalam, dokter dapat menyarankan pemindaian menggunakan CT scan atau MRI. Kedua pemeriksaan ini mampu memberikan visualisasi tingkat lanjut yang sangat rinci mengenai kondisi pankreas serta jaringan di sekitarnya.

4. Tes Tambahan

Dalam situasi tertentu di mana dokter mencurigai adanya kemungkinan kondisi yang lebih serius, pemeriksaan penunjang lanjutan seperti tes CA 19-9 untuk kanker pankreas dapat dilakukan. Tes ini membantu memperjelas diagnosis apabila gejala yang muncul memerlukan investigasi yang lebih spesifik.

Pemeriksaan Pankreas untuk Deteksi Dini

Mengenali gejala pankreatitis merupakan langkah awal yang penting, tetapi memastikan penyebabnya tetap memerlukan pemeriksaan medis. Evaluasi sejak dini membantu dokter menilai kondisi pankreas sekaligus mendeteksi gangguan lain yang mungkin berkaitan dengan keluhan yang dialami.

Bila Anda memiliki faktor risiko atau mulai merasakan gejalanya, pertimbangkan untuk menjalani Medical Check Up Plus Cek Pankreas di Bumame. Tes ini mencakup analisis enzim pankreas melalui tes lipase dan amilase pankreatik, fungsi hati (SGOT/AST dan SGPT/ALT), fungsi ginjal (ureum, kreatinin, dan eGFR), serta profil metabolik. 

Selain itu, pemeriksaan juga meliputi profil lipid yang terdiri dari kolesterol total, HDL, LDL, dan trigliserida, serta evaluasi kadar gula darah melalui HbA1c dan glukosa puasa. Pemeriksaan vitamin D dan urine lengkap turut membantu dokter menilai kondisi organ vital yang saling berkaitan dengan kesehatan pankreas.

Pemeriksaan ini sangat direkomendasikan bagi individu berusia di atas 40 tahun atau mereka yang memiliki risiko diabetes. Selain itu, individu yang sering mengalami nyeri perut bagian atas berulang maupun gangguan pencernaan yang menetap juga bisa melakukan pemeriksaan ini karena mencegah lebih baik daripada mengobati.

Komplikasi Pankreatitis Jika Tidak Diobati

Tanpa penanganan yang tepat, gejala pankreatitis dapat menyebabkan berbagai komplikasi. Namun, bukan berarti setiap penderita pasti mengalaminya. Beberapa komplikasi yang dapat terjadi di antaranya sebagai berikut.

1. Infeksi pada Pankreas

Pankreatitis yang meradang parah dapat membuat jaringan pankreas menjadi sangat rentan terhadap infeksi bakteri. Kondisi ini sering kali memicu terbentuknya abses atau kantong nanah yang memerlukan tindakan medis intensif, seperti pemberian antibiotik dosis tinggi atau prosedur drainase khusus untuk membersihkan area yang terinfeksi.

2. Terbentuknya Pseudokista

Kondisi peradangan pada pankreas dapat memicu penumpukan cairan dan sisa jaringan yang dikelilingi oleh dinding jaringan parut, membentuk kantong yang disebut pseudokista.

Meskipun kantong cairan tersebut terkadang bisa hilang dengan sendirinya, ukurannya yang terus membesar dapat menekan organ sekitar, menimbulkan nyeri hebat, atau berisiko pecah dan menyebabkan perdarahan internal.

3. Gangguan Penyerapan Nutrisi

Kerusakan pada sel-sel pankreas akibat peradangan kronis atau berulang dapat menurunkan produksi enzim pencernaan secara drastis. Akibatnya, tubuh kesulitan memecah dan menyerap nutrisi penting dari makanan yang dikonsumsi, yang sering kali berujung pada penurunan berat badan drastis, kekurangan vitamin, dan malnutrisi.

4. Diabetes

Pankreas memiliki peran ganda, yaitu menghasilkan enzim pencernaan sekaligus hormon pengatur gula darah, termasuk insulin. Ketika jaringan pankreas mengalami kerusakan atau parut akibat peradangan, produksi insulin dapat terganggu secara permanen sehingga memicu timbulnya penyakit diabetes mellitus atau kencing manis pada pasien.

5. Gagal Ginjal

Pada kasus pankreatitis berat, peradangan hebat yang terjadi di dalam tubuh dapat memicu respons sistemik yang luas yang dapat menurunkan tekanan darah secara drastis. 

Penurunan aliran darah yang signifikan ini membuat organ vital seperti ginjal tidak dapat berfungsi dengan normal, sehingga berisiko memicu kondisi gagal ginjal akut yang membutuhkan cuci darah (hemodialisis).

6. Meningkatnya Risiko Kanker Pankreas

Pankreatitis kronis yang berlangsung menahun dan dibiarkan tanpa penanganan yang tepat akan menyebabkan kerusakan jaringan pankreas secara terus-menerus. Kondisi peradangan jangka panjang ini dapat memicu mutasi seluler, sehingga meningkatkan risiko penderita untuk mengalami kanker pankreas di kemudian hari.

Kapan Darurat dan Harus Segera ke Dokter?

Tidak semua nyeri perut merupakan keadaan darurat. Namun, Anda sebaiknya segera mencari pertolongan medis apabila mengalami gejala pankreatitis disertai kondisi berikut:

  • nyeri perut hebat yang muncul mendadak atau terus memburuk;

  • nyeri menjalar hingga ke punggung dan tidak membaik setelah beristirahat;

  • mual dan muntah terus-menerus hingga sulit makan atau minum;

  • demam tinggi disertai menggigil;

  • kulit atau bagian putih mata menguning;

  • sesak napas, pusing berat, atau penurunan kesadaran.

Pemeriksaan lebih cepat dapat membantu dokter mengetahui penyebab keluhan sekaligus memberikan penanganan yang sesuai sebelum kondisi berkembang menjadi lebih serius.

Periksa Kondisi Pankreas Sebelum Gejalanya Semakin Berat

Mengenali gejala pankreatitis melalui pemeriksaan kesehatan sejak dini dapat membantu dokter menemukan penyebab keluhan dan menentukan penanganan yang tepat. Oleh karena itu, jangan menunggu hingga nyeri perut semakin berat atau mengganggu aktivitas sehari-hari.

Selain itu, pemeriksaan kesehatan juga bermanfaat untuk menilai fungsi pankreas serta mendeteksi gangguan lain yang mungkin berkaitan. Dengan begitu, akan didapatkan langkah penanganan yang tepat sebelum kondisi berkembang menjadi lebih serius.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

References:

  1. National Library of Medicine. (2026). Biochemistry, Insulin Metabolic Effects.

  2. European Journal of Internal Medicine. (2025). Practical management of severe acute pancreatitis.

  3. National Pancreas Foundation. Chronic Pancreatitis.

  4. Johns Hopkins Medicine. (2024). Preventing Pancreatitis After ERCP.

  5. Archive of Pediatrics Gastroenterology, Hepatology and Nutrition. (2024). Diagnostic and Management Approach of Pancreatic Pseudocyst in Children.

  6. Diabetes and Metabolism Journal. (2025). Effects of Pancreatitis and Type 2 Diabetes Mellitus on the Development of Pancreatic Cancer.

  7. EuropePMC. (2026). Analysis of patients with acute pancreatitis in chronic renal failure under haemodialysis.

Ditinjau secara medis oleh dr. Talitha Amalia

Frequently Asked Question

Apa itu pankreatitis?

Pankreatitis adalah peradangan pada pankreas yang dapat terjadi secara akut maupun kronis

Apa penyebab pankreatitis?
Penyebab yang paling umum meliputi batu empedu, konsumsi alkohol berlebihan, kadar trigliserida tinggi, serta efek samping obat tertentu.
Apa gejala pankreatitis?
Gejalanya berupa nyeri hebat di perut bagian atas, nyeri menjalar ke punggung, mual, muntah, demam, dan nafsu makan menurun.
Bagaimana pankreatitis didiagnosis?

Dokter dapat melakukan tes darah, USG abdomen, CT scan atau MRI untuk memastikan diagnosis dan penyebabnya.

Bagaimana cara mengobati pankreatitis?

Pengobatan disesuaikan dengan penyebabnya, mulai dari pemberian cairan infus, obat pereda nyeri, pengaturan pola makan, hingga tindakan untuk mengatasi penyebab utama.