Anda pernah merasa lutut tiba-tiba nyeri saat naik tangga, jari tangan kaku saat baru bangun tidur, atau sendi terasa tidak nyaman setelah berkegiatan seharian? Keluhan ini bisa saja tanda Anda sedang mengalami radang sendi atau artritis.
Artritis adalah kondisi terjadinya peradangan pada bagian sendi sehingga membuat nyeri, bengkak, hingga kaku. Radang sendi ini biasanya dialami orang dewasa hingga lansia, namun bisa juga terjadi di anak-anak. Lebih lengkapnya mengenai kondisi ini mulai dari jenis-jenis, penyebab, hingga cara pengobatannya akan dibahas berikut ini.
Apa Itu Radang Sendi?
Radang sendi adalah salah satu jenis penyakit yang biasanya dialami orang dewasa yang ditandai dengan peradangan di bagian sendi sehingga memunculkan rasa nyeri, bengkak, hingga kaku di bagian tersebut. Kondisi ini bisa menyerang bagian tubuh manapun seperti lutut, tangan, pergelangan tangan, pinggul, hingga pergelangan kaki dan bisa mengganggu aktivitas sehari-hari Anda jika tidak ditangani dengan baik.
Jenis-Jenis Radang Sendi
Ada banyak jenis peradangan pada sendi ini. Berikut adalah beberapa jenisnya yang paling sering orang alami.
Osteoartritis, adalah jenis radang sendi yang paling umum dan terjadi karena ada kerusakan di bagian tulang rawan sehingga menyebabkan tulang-tulang tersebut saling bergesekan dan membuat sendi terasa nyeri dan kaku. Kondisi ini bisa terjadi di bagian tubuh manapun, namun biasanya menyerang lutut, pinggul, tangan, dan bagian tulang belakang.
Artritis reumatoid, adalah penyakit autoimun yang terjadi karena sistem imun tubuh menyerang lapisan sendi itu sendiri, sehingga membuatnya meradang. Artritis reumatoid dan penyakit autoimun lain biasanya menyerang sendi secara simetris, contohnya kedua tangan atau kedua lutut sekaligus.
Gout atau asam urat, yaitu masalah pada sendi karena ada kristal asam urat yang menumpuk di dalam sendi sehingga membuatnya terasa nyeri, bengkak, kemerahan, hingga terasa panas. Penyebab asam urat ini bisa bermacam-macam, tapi biasanya risikonya akan meningkat pada orang dengan masalah obesitas, gangguan ginjal, atau sering makan makanan tinggi purin.
Artritis psoriatik, adalah radang sendi yang biasanya terjadi pada penderita psoriasis dan bisa menimbulkan nyeri, bengkak, serta kekakuan pada sendi.
Penyebab dan Faktor Risiko Radang Sendi
Sebab gangguan sendi artritis sebenarnya tergantung dari jenisnya. Namun secara umum, ada beberapa kondisi yang dapat meningkatkan risiko terjadinya radang sendi. Adapun sebab atau faktor risikonya adalah sebagai berikut.
Usia yang semakin bertambah, terutama karena risiko osteoarthritis (OA) meningkat seiring perubahan pada fungsi dan struktur sendi;
Sering melakukan aktivitas yang memberikan tekanan berulang pada sendi atau menggunakan sendi secara berlebihan (overuse);
Obesitas atau berat badan berlebihan, sehingga memberikan beban lebih besar pada sendi;
Pernah mengalami cedera pada sendi, yang dapat meningkatkan risiko terjadinya osteoarthritis (OA);
Punya riwayat keluarga dengan penyakit artritis tertentu;
Punya riwayat penyakit autoimun, yang dapat meningkatkan risiko rheumatoid arthritis (RA);
Mengalami penumpukan kristal asam urat di sendi, yang dapat menyebabkan gout;
Mengalami infeksi tertentu, yang pada kondisi tertentu dapat menyebabkan radang pada sendi.
Gejala Radang Sendi
Gejala radang ini bisa berkembang secara perlahan atau muncul tiba-tiba, tergantung dari jenis penyakit yang Anda alami. Namun, umumnya gejala yang dirasakan ialah sebagai berikut.
Nyeri dan muncul bengkak pada bagian persendian;
Ada benjolan pada sendi;
Sendi kaku, terutama saat bangun tidur;
Gerakan sendi terbatas dan sulit digerakkan;
Muncul kemerahan atau terasa hangat di sendi;
Sendi bunyi “krek” saat digerakkan;
Mudah lelah;
Demam ringan hingga berat badan turun.
Diagnosis Radang Sendi
Diagnosis radang persendian ini dilakukan untuk tahu sebab peradangan, jenis radang yang dialami, serta tingkat keparahannya. Umumnya, dalam mendiagnosis kondisi ini, dokter akan mulai dengan wawancara medis tentang gejala yang Anda rasakan, riwayat penyakit, riwayat cedera, hingga riwayat radang sendi di keluarga, kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan yang meliputi:
Cek fisik, yang mana dokter akan memeriksa bagian sendi yang mengalami keluhan untuk melihat apakah sendi Anda ada pembengkakan, kemerahan, rasa hangat, nyeri saat ditekan, hingga kesulitan gerak.
Tes darah di laboratorium, yang dilakukan untuk mencari penyebab radang sendi seperti karena infeksi, asam urat, penyakit autoimun, atau mungkin karena gangguan metabolisme. Adapun jika dokter mencurigai asam urat, pemeriksaan laboratorium ini dilakukan untuk membantu menentukan kapan perlu tes asam urat serta mengevaluasi apakah ada kadar asam urat tidak normal yang perlu penanganan lebih lanjut.
Pemeriksaan pencitraan, yang bertujuan untuk melihat kondisi tulang dan jaringan di persendian dengan lebih detail. Jenis pemeriksaan ini biasanya berupa Rontgen (X-ray), USG sendi, CT scan, hingga MRI.
Analisis cairan sendi (arthrocentesis), yang biasanya dilakukan pada kondisi tertentu seperti sendi yang bengkak tiba-tiba dan dicurigai ada infeksi. Caranya yaitu dengan mengambil sedikit cairan dalam sendi menggunakan jarum, kemudian diperiksa di laboratorium untuk tahu apakah ada infeksi bakteri, kristal asam urat penyebab gout, atau tanda-tanda peradangan lainnya.
Cara Mengurangi Nyeri Radang Sendi di Rumah
Umumnya, tips menjaga kesehatan tulang dan sendi dari rumah adalah dengan menjaga pola makan dan hidup sehat. Lebih lengkapnya, berikut ini beberapa cara menjaga kesehatan sendi di rumah yang bisa Anda terapkan.
Langsung istirahatkan sendi yang nyeri, terutama jika gejala sedang kambuh, agar peradangannya tidak semakin parah;
Gunakan kompres hangat atau dingin jika diperlukan, karena kompres hangat bisa membantu mengurangi kekakuan dan melemaskan otot, sedangkan kompres dingin bisa meredakan nyeri dan pembengkakan pada sendi yang meradang;
Jaga berat badan tetap ideal, karena berat badan berlebihan bisa meningkatkan tekanan pada sendi, terutama di bagian lutut, pinggul, dan pergelangan kaki;
Jalani olahraga ringan secara berkala, seperti berjalan kaki, berenang, bersepeda statis, atau yoga, karena ini bisa menjaga fleksibilitas sendi dan menguatkan otot di sekitarnya;
Hindari aktivitas yang terlalu berat untuk sendi, seperti angkat beban berat, jongkok terlalu lama, naik turun tangga berkali kali, atau melakukan pekerjaan rumah yang berat tanpa istirahat;
Gunakan alat bantu mobilitas bila perlu, misalnya dengan tongkat atau kruk saat berjalan, karena ini bisa kurangi beban di sendi dan permudah aktivitas sehari-hari Anda;
Makan makanan bergizi seimbang yang kaya vitamin, mineral, dan protein karena ini bisa membantu menjaga kesehatan tulang dan sendi Anda;
Batasi makanan tinggi purin atau berbagai pantangan makanan penderita asam urat jika radang sendi disebabkan karena asam urat.
Cek Asam Urat Bumame: Solusi Mencegah Radang Sendi
Asam urat menjadi salah satu faktor utama terjadinya peradangan ini. Jadi, pastikan Anda melakukan pengecekan kadar asam urat secara teratur sebagai tindak pencegahannya. Salah satu satunya melalui Medical Check Up Asam Urat Bumame.
Melalui pemeriksaan ini, Anda bisa deteksi kadar asam urat dengan lebih akurat dan memantau efektifitas pengobatan asam urat yang sedang Anda lakukan. Jenis pemeriksaan ini juga menyediakan konsultasi dokter yang bisa membantu Anda memahami kondisi persendian Anda dengan lebih baik.
Harganya pun sangat terjangkau, yaitu mulai dari Rp80.000, dan dapat dilakukan melalui layanan walk-in di klinik maupun home care, sehingga akan sangat praktis dan bisa disesuaikan dengan kebutuhan Anda.
Kapan Harus ke Dokter?
Segera konsultasikan ke dokter jika Anda sudah mengalami salah satu atau beberapa kondisi ini.
Nyeri sendi yang Anda alami sudah berlangsung lebih dari dua minggu atau tidak kunjung membaik walaupun Anda sudah istirahat dan jalani perawatan di rumah;
Sendi menjadi bengkak, kemerahan, terasa hangat, atau nyeri hebat walaupun Anda tidak menyentuhnya, karena ini bisa menjadi tanda peradangan atau infeksi yang perlu penanganan medis;
Sendi menjadi sangat kaku atau sulit digerakkan hingga mengganggu aktivitas sehari-hari, seperti berjalan, menggenggam benda, atau naik turun tangga;
Mengalami demam yang disertai nyeri dan bengkak di sendi, karena ini bisa jadi tanda adanya infeksi persendian;
Perubahan bentuk sendi atau muncul bunyi gesekan yang disertai nyeri saat Anda gerakkan, karena ini adalah indikasi kerusakan pada tulang rawan atau struktur sendi;
Sulit menopang berat badan atau sendi terasa tidak stabil, sehingga membuat Anda sering jatuh.
Wujudkan Kesehatan Sendi Lebih Optimal
Radang sendi bisa menyebabkan nyeri, bengkak, dan kaku pada persendian yang bisa mengganggu aktivitas sehari-hari Anda. Oleh karena itu, pastikan Anda mengenali gejala, penyebab, dan cara penanganannya berdasarkan informasi di atas.
Namun, sebagai tindakan pencegahan, sebaiknya Anda melakukan medical check-up asam urat secara teratur guna mendeteksi kadar asam urat dalam darah sehingga risiko radang sendi akibat gout bisa ditangani dengan tepat. Untuk membantu memantau kondisi kesehatan secara lebih menyeluruh, Anda juga dapat melakukan Medical Check Up Plus Bumame.
Dalam satu paket ini, Anda tidak hanya akan tahu kadar asam tetapi juga bisa mengevaluasi berbagai faktor kesehatan lain yang dapat memengaruhi kondisi tulang dan sendi. Ingin melakukan pemeriksaan lebih lanjut? Hubungi Bumame untuk booking!
Lokasi Klinik Bumame
1. Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310
2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550
3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610
4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160
Referensi:
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (Pkm). (2023). Sosialisasi Pemanfaatan Tanaman Herbal Sebagai Obat Alternatif Penyakit Radang Sendi.
Primaya Hospital. (2021). Radang Sendi: Penyebab dan Cara Mengatasinya.
UC Davis Health. (2024). 6 Common Types of Arthritis and Related Conditions Symptoms Causes and Risk Factors.
Perhimpunan Reumatologi Indonesia. (2020). Osteoartritis.
Gleneagles Hospital. (2022). Arthritis.
Persada Hospital. (2026). Cara Mengobati Radang Sendi.
Illinois Bone & Joint Institute. (2017). Top 4 Treatments for Arthritis.
Central Florida Bone & Joint Institute. (2022). 7 Ways to Treat Arthritis.
HSS. (2020). 10 Tips for Managing Arthritis from Home.
Rumah Sakit JIH. (2025). Kenali Tanda-Tanda Kapan Harus ke Dokter Ortopedi.
Continental Hospital. (2025). Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter Ortopedi untuk Nyeri Sendi.
Ditinjau secara medis oleh dr. Aimee Wineyna
.jpg&w=3840&q=75)