Oak Circle
Mual Saat Hamil Bisa Lebih dari Morning Sickness, Kenali Tanda Hiperemesis Gravidarum
Mual dan muntah cukup umum terjadi selama kehamilan, terutama pada awal kehamilan. Namun, sebagian ibu hamil dapat mengalami mual dan muntah yang jauh lebih berat hingga sulit makan dan minum. Kondisi ini dikenal sebagai hiperemesis gravidarum.
Hiperemesis gravidarum dapat menyebabkan dehidrasi, kekurangan nutrisi, dan penurunan berat badan. Kondisinya dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan pada kasus tertentu membutuhkan perawatan di rumah sakit.
Bagi ibu hamil yang ingin mengenal hiperemesis gravidarum lebih jauh, penting untuk memahami perbedaan kondisi ini dengan mual muntah kehamilan yang masih tergolong umum.
Penyebab dan Faktor Risiko Hiperemesis Gravidarum
Penyebab pasti hiperemesis gravidarum belum diketahui. Perubahan hormon selama kehamilan diduga berperan dalam munculnya kondisi ini. Faktor genetik juga dapat berpengaruh karena risiko dapat lebih tinggi jika ibu atau saudara perempuan pernah mengalami kondisi serupa saat hamil.
Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko antara lain:
- pernah mengalami hiperemesis gravidarum pada kehamilan sebelumnya
- memiliki riwayat keluarga dengan kondisi serupa
- mengalami kehamilan kembar atau lebih
- memiliki riwayat mual muntah berat pada kehamilan
- mengalami kondisi tertentu yang berkaitan dengan perubahan hormon kehamilan
Memiliki faktor risiko tidak berarti seseorang pasti mengalami hiperemesis gravidarum. Kondisi setiap ibu hamil dapat berbeda.
Gejala Hiperemesis Gravidarum yang Perlu Diperhatikan
Hiperemesis gravidarum ditandai dengan mual dan muntah yang lebih berat dibandingkan morning sickness biasa. Muntah dapat terjadi berkali-kali dan membuat ibu hamil kesulitan mempertahankan makanan maupun cairan di dalam tubuh.
Gejala yang dapat muncul meliputi:
- muntah berulang dan sulit dikendalikan
- tidak mampu mempertahankan makanan atau minuman
- tubuh terasa sangat lemas
- pusing atau berkunang-kunang
- merasa sangat haus
- frekuensi buang air kecil berkurang
- urine berwarna lebih gelap
- berat badan menurun
Dehidrasi menjadi salah satu masalah utama yang perlu diperhatikan. Kehilangan cairan akibat muntah terus-menerus dapat membuat tubuh semakin lemah dan membutuhkan penanganan medis.
Perbedaan Hiperemesis Gravidarum dan Morning Sickness Biasa
Morning sickness merupakan keluhan yang umum selama kehamilan. Mual dan muntah biasanya membaik seiring bertambahnya usia kehamilan, terutama sekitar minggu ke-16 hingga ke-20.
Sementara itu, hiperemesis gravidarum memiliki gejala yang lebih berat. Ibu hamil dapat muntah berkali-kali dalam sehari, tidak mampu makan atau minum dengan cukup, mengalami dehidrasi, dan kehilangan berat badan.
Perbedaan utamanya bukan hanya pada seberapa sering muntah, tetapi juga pada dampaknya terhadap kondisi tubuh. Jika muntah membuat ibu hamil tidak dapat memenuhi kebutuhan cairan dan nutrisi, pemeriksaan medis diperlukan.
Diagnosis Hiperemesis Gravidarum
Dokter akan menilai keluhan, frekuensi muntah, kemampuan mengonsumsi makanan dan cairan, serta perubahan berat badan. Pemeriksaan juga dapat dilakukan untuk mengetahui apakah sudah terjadi dehidrasi atau gangguan keseimbangan elektrolit.
Pemeriksaan urine dan darah dapat membantu menilai kondisi tubuh serta mencari kemungkinan penyebab lain dari mual dan muntah. Dokter juga dapat mengevaluasi kondisi kehamilan sesuai kebutuhan.
Diagnosis penting dilakukan karena mual dan muntah berat tidak selalu disebabkan oleh hiperemesis gravidarum. Kondisi lain juga dapat menimbulkan keluhan serupa sehingga penyebabnya perlu dipastikan.
Pengobatan Hiperemesis Gravidarum
Penanganan disesuaikan dengan tingkat keparahan gejala. Pada kondisi yang lebih ringan, dokter dapat memberikan obat antimual yang aman digunakan selama kehamilan serta menyarankan perubahan pola makan dan pola minum.
Jika terjadi dehidrasi atau ibu hamil tidak mampu mempertahankan cairan, dokter dapat memberikan cairan melalui infus. Pada kondisi yang berat, perawatan di rumah sakit mungkin diperlukan untuk membantu memenuhi kebutuhan cairan dan nutrisi serta mengendalikan muntah.
Bumame menyediakan Medical Check Up Ibu Hamil yang mencakup beberapa pemeriksaan untuk memantau kondisi kesehatan ibu selama kehamilan, termasuk hematologi lengkap, urine rutin, glukosa puasa, dan sejumlah pemeriksaan infeksi. Pemeriksaan ini mendukung pemantauan kesehatan kehamilan, tetapi bukan pemeriksaan khusus untuk mendiagnosis hiperemesis gravidarum.
Kapan Harus Segera ke Dokter Kandungan?
Ibu hamil sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter jika muntah terjadi berulang dan mulai menghambat aktivitas, terutama ketika makanan atau minuman sulit masuk dan bertahan di dalam tubuh.
Pemeriksaan juga diperlukan jika muncul tanda dehidrasi seperti sangat haus, pusing, tubuh lemas, urine berwarna gelap, atau jarang buang air kecil. NHS menyarankan ibu hamil mencari pertolongan medis jika muntah berat menyebabkan sulit mempertahankan makanan dan cairan.
Semakin cepat kondisi ditangani, semakin besar peluang untuk mencegah dehidrasi dan penurunan berat badan yang lebih berat.
Jika Anda mengalami mual dan muntah berat selama kehamilan dan masih ragu mengenai pemeriksaan atau penanganan yang diperlukan, konsultasikan kondisi Anda melalui WhatsApp Bumame.
Sumber:
National Health Service (NHS) – Severe vomiting in pregnancy.
Cambridge University Hospitals NHS – Hyperemesis gravidarum.
Lokasi Klinik Bumame
Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10160
Klinik Bumame TB Simatupang
1, Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12550
Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kec. Serpong, Tangerang, Banten 15310
Klinik Bumame Puri Indah
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23, Kembangan, Jakarta Barat 11610
Ditinjau secara medis oleh dr. Arina Dyga Putri
Frequently Asked Question
Apakah hiperemesis gravidarum sama dengan morning sickness?
Tidak. Hiperemesis gravidarum merupakan bentuk mual dan muntah yang jauh lebih berat dan dapat menyebabkan dehidrasi, penurunan berat badan, serta kesulitan memenuhi kebutuhan makanan dan cairan.
Apakah hiperemesis gravidarum berbahaya bagi ibu hamil?
Jika tidak ditangani, muntah berat dapat menyebabkan dehidrasi, gangguan nutrisi, dan masalah kesehatan lainnya. Karena itu, kondisi ini membutuhkan evaluasi dan penanganan medis.
Apakah hiperemesis gravidarum bisa sembuh?
Keluhan dapat membaik seiring perkembangan kehamilan, meskipun pada sebagian ibu hamil gejalanya dapat berlangsung lebih lama. Penanganan yang tepat membantu mengendalikan gejala dan mencegah komplikasi.
Apa ciri hiperemesis gravidarum yang paling mudah dikenali?
Muntah berulang yang membuat ibu hamil sulit mempertahankan makanan dan cairan, disertai tanda seperti urine sedikit dan gelap, pusing, dehidrasi, atau penurunan berat badan.
Apakah hiperemesis gravidarum harus dirawat di rumah sakit?
Tidak selalu. Namun, rawat inap dapat diperlukan jika terjadi dehidrasi, muntah berat, penurunan berat badan yang cepat, hasil pemeriksaan yang tidak normal, atau ibu tidak mampu mempertahankan cairan dan obat melalui mulut.
