Bersin, gatal, atau ruam yang sering muncul bisa jadi dipicu oleh alergi. Cari tahu penyebabnya di sini
Tidak semua keluhan kesehatan disebabkan oleh infeksi atau penyakit tertentu. Pada sebagian orang, bersin yang muncul setiap pagi, kulit yang mudah gatal, atau mata yang sering berair justru terjadi karena tubuh bereaksi terhadap sesuatu yang sebenarnya tidak berbahaya.
Menariknya, pemicu tersebut bisa berbeda pada setiap orang. Ada yang sensitif terhadap debu rumah, ada yang mengalami keluhan setelah mengonsumsi makanan tertentu, sementara yang lain baru menyadari pemicunya setelah bertahun-tahun mengalami gejala yang berulang.
Karena itulah alergi sering menjadi kondisi yang membingungkan. Gejalanya dapat muncul tiba-tiba, hilang sendiri, lalu kembali lagi tanpa pola yang jelas. Memahami bagaimana alergi terjadi dan apa yang memicunya menjadi langkah penting untuk membantu mengurangi keluhan yang terus berulang.
Ketika Sistem Imun Menjadi Terlalu Sensitif
Sistem kekebalan tubuh dirancang untuk melindungi tubuh dari berbagai ancaman seperti bakteri, virus, dan zat berbahaya lainnya.
Namun pada orang yang memiliki alergi, sistem imun dapat bereaksi secara berlebihan terhadap zat yang sebenarnya tidak berbahaya. Zat pemicu tersebut dikenal sebagai alergen.
Menurut American Academy of Allergy, Asthma & Immunology (AAAAI), reaksi alergi terjadi ketika sistem imun secara keliru mengidentifikasi zat yang umumnya tidak berbahaya sebagai ancaman sehingga memicu pelepasan berbagai mediator inflamasi, termasuk histamin.¹
Ketika tubuh menganggap alergen sebagai ancaman, sistem imun akan melepaskan berbagai zat kimia yang memicu munculnya reaksi alergi.
Yang menarik, zat yang memicu alergi pada satu orang belum tentu menimbulkan reaksi yang sama pada orang lain. Inilah alasan mengapa pengalaman alergi setiap individu bisa sangat berbeda.
Mengapa Gejala Alergi Tidak Selalu Sama?
Banyak orang mengaitkan alergi dengan bersin atau hidung berair. Padahal, gejala alergi dapat muncul pada berbagai bagian tubuh.
Sebagian orang lebih sering mengalami gangguan pada saluran pernapasan. Keluhannya dapat berupa bersin berulang, hidung tersumbat, atau hidung berair yang berkaitan dengan rhinitis alergi.
Pada orang lain, reaksi alergi lebih sering muncul pada kulit berupa ruam, kemerahan, atau rasa gatal yang berulang.
Mata juga dapat menjadi area yang terdampak. Reaksi alergi pada mata sering ditandai dengan mata berair, terasa gatal, atau tidak nyaman.
Dalam beberapa kondisi, alergi juga dapat memengaruhi saluran napas bagian bawah dan berkaitan dengan asma.
Karena gejalanya sangat beragam, mengenali pola kemunculannya dapat membantu memberikan petunjuk mengenai kemungkinan pemicunya.
Pemicu Alergi Ada di Sekitar Kita
Alergen dapat ditemukan hampir di mana saja.
Debu rumah menjadi salah satu penyebab yang paling sering ditemukan. Tungau debu yang hidup di kasur, sofa, karpet, atau benda berbahan kain dapat memicu reaksi alergi pada sebagian orang.
Selain itu, bulu dan serpihan kulit hewan peliharaan juga sering dikaitkan dengan munculnya gejala alergi.
Makanan tertentu seperti susu, telur, makanan laut, atau kacang-kacangan juga dapat memicu reaksi pada individu yang sensitif.
Di luar itu, obat-obatan, serbuk sari tanaman, gigitan serangga, hingga bahan tertentu dalam produk perawatan tubuh dapat menjadi penyebab alergi yang tidak selalu mudah dikenali.
Karena pemicunya sangat beragam, banyak orang kesulitan menentukan faktor mana yang sebenarnya berperan dalam munculnya gejala.
Mengapa Alergi Bisa Diturunkan dalam Keluarga?
Pernahkah Anda mendengar seseorang berkata bahwa alergi "turun dari orang tua"?
Pernyataan tersebut memang memiliki dasar ilmiah. Faktor genetik diketahui berperan dalam meningkatkan kecenderungan seseorang mengalami alergi.
Jika terdapat anggota keluarga yang memiliki riwayat alergi, kemungkinan mengalami kondisi serupa dapat menjadi lebih tinggi dibandingkan populasi umum.
National Health Service (NHS) menyebutkan bahwa riwayat alergi dalam keluarga merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami kondisi alergi seperti rhinitis alergi, asma, maupun dermatitis atopik.²
Meski demikian, faktor keturunan bukan satu-satunya penyebab. Lingkungan, pola paparan terhadap alergen, dan kondisi kesehatan seseorang juga dapat memengaruhi bagaimana tubuh merespons zat tertentu.
Pada beberapa kasus, alergi bahkan dapat berkaitan dengan kondisi kulit seperti dermatitis atopik yang ditandai dengan kulit kering, gatal, dan mudah mengalami peradangan.
Mengapa Banyak Orang Kesulitan Menemukan Penyebab Alerginya?
Salah satu tantangan terbesar dalam mengelola alergi adalah menemukan pemicu yang sebenarnya.
Seseorang mungkin mengira makanan tertentu menjadi penyebab keluhan yang dialami. Namun setelah dihindari, gejalanya tetap muncul. Pada kondisi lain, pemicunya justru berasal dari lingkungan yang tidak disadari.
Karena itu, menebak-nebak penyebab alergi sering kali tidak memberikan jawaban yang pasti.
Evaluasi yang lebih sistematis dapat membantu mengidentifikasi faktor yang benar-benar berperan sehingga langkah pencegahan dapat dilakukan dengan lebih tepat.
Salah satu pemeriksaan yang sering digunakan untuk membantu proses identifikasi tersebut adalah tes alergi.
Keluhan Alergi Si Kecil Sering Muncul Kembali?
Banyak orang tua sudah berusaha menghindari berbagai makanan atau faktor yang dicurigai sebagai penyebab alergi. Namun tanpa mengetahui pemicu yang sebenarnya, gejala sering kali tetap muncul berulang.
Karena alergen dapat berasal dari berbagai sumber, mulai dari makanan hingga lingkungan sekitar, identifikasi yang lebih spesifik sering kali diperlukan untuk membantu menentukan langkah pencegahan yang tepat.
Medical Check Up Panel Alergi Anak di Bumame
Untuk membantu mengenali berbagai alergen yang umum ditemukan pada anak, Bumame menyediakan layanan medical check up panel alergi anak.
Pemeriksaan ini dirancang untuk membantu mengidentifikasi berbagai zat yang berpotensi memicu reaksi alergi sehingga orang tua dapat memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai faktor yang mungkin berperan dalam munculnya keluhan.
Harga mulai dari Rp2.845.000.
Pemeriksaan ini dapat dipertimbangkan untuk anak yang mengalami:
Bersin berulang tanpa penyebab yang jelas.
Hidung tersumbat atau pilek yang sering kambuh.
Gatal-gatal atau ruam kulit yang berulang.
Keluhan yang dicurigai berkaitan dengan makanan tertentu.
Riwayat alergi dalam keluarga.
Mengenali Pemicu Alergi Bersama Bumame
Bagi sebagian orang, alergi mungkin hanya menimbulkan keluhan ringan yang muncul sesekali. Namun ketika gejalanya mulai sering kambuh atau mengganggu aktivitas sehari-hari, mengetahui pemicunya dapat membantu mengelola kondisi tersebut dengan lebih baik.
Melalui pemeriksaan yang tepat, faktor yang berperan dalam munculnya reaksi alergi dapat dievaluasi sehingga langkah pencegahan dapat dilakukan secara lebih terarah.
Memahami pemicu alergi bukan hanya membantu mengurangi keluhan yang berulang, tetapi juga mendukung kenyamanan dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
FAQ
Q: Apa itu alergi?
A: Alergi adalah reaksi sistem kekebalan tubuh terhadap zat tertentu yang sebenarnya tidak berbahaya bagi sebagian besar orang.
Q: Apa gejala alergi yang paling umum?
A: Gejala alergi dapat berupa bersin, hidung berair, gatal-gatal, ruam kulit, mata berair, hingga gangguan pernapasan pada kondisi tertentu.
Q: Apakah alergi bisa muncul saat dewasa?
A: Ya. Meskipun banyak kasus muncul sejak masa kanak-kanak, alergi juga dapat berkembang atau baru disadari saat seseorang berusia dewasa.
Q: Apa penyebab alergi yang paling sering ditemukan?
A: Debu, bulu hewan, makanan tertentu, serbuk sari, obat-obatan, dan gigitan serangga termasuk pemicu yang cukup sering ditemukan.
Q: Bagaimana cara mengetahui penyebab alergi?
A: Evaluasi medis dan pemeriksaan alergi dapat membantu mengidentifikasi alergen yang berpotensi memicu gejala pada tubuh.
Konsultasikan Keluhan Alergi Bersama Bumame
Jika gejala alergi sering muncul berulang atau Anda ingin mengetahui pemeriksaan yang sesuai untuk kondisi yang dialami, konsultasikan kebutuhan kesehatan Anda melalui WhatsApp Bumame.
Tim Bumame siap membantu memberikan informasi mengenai layanan pemeriksaan yang sesuai dengan kebutuhan Anda dan keluarga.
Cari Tahu Pemicu Alergi, Tentukan Penanganan yang Tepat
Alergi bukan sekadar bersin atau gatal-gatal yang muncul sesekali. Pada sebagian orang, kondisi ini dapat memengaruhi kenyamanan beraktivitas dan terus berulang apabila pemicunya tidak diketahui.
Karena setiap individu dapat memiliki alergen yang berbeda, mengetahui penyebab yang lebih spesifik menjadi langkah penting untuk membantu mengurangi risiko munculnya keluhan di kemudian hari.
Dengan pemahaman yang lebih baik mengenai faktor pemicunya, pengelolaan alergi dapat dilakukan secara lebih terarah dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing individu.
Artikel ini telah ditinjau oleh dr.Febe Rangga Saba Pong Tambing yang berpraktik di Klinik Bumame.
Sumber:
American Academy of Allergy, Asthma & Immunology. Allergy Overview. Milwaukee: American Academy of Allergy, Asthma & Immunology. Tersedia di: https://www.aaaai.org
National Health Service. Allergies. London: National Health Service. Tersedia di: https://www.nhs.uk/conditions/allergies
Lokasi Klinik Bumame
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10160
1, Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12550
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kec. Serpong, Tangerang, Banten 15310
