Vitamin D3

Vitamin D3: Manfaat, Gejala Kekurangan, dan Cara Memenuhi Kebutuhannya

30/07/2026Bumame

Apakah Anda pernah merasa nyeri otot, pegal-pegal, atau mood yang tiba-tiba menjadi kurang baik tanpa sebab yang jelas? Ini mungkin sering Anda alami dan merasa ini cuma karena capek setelah aktivitas yang banyak. Memang tidak sepenuhnya salah, tapi kondisi ini juga bisa jadi tanda Anda kekurangan Vitamin D3. Kenapa bisa begitu?

Ini karena fungsi dari vitamin D itu sendiri yaitu sebagai penjaga kinerja otot, tulang, dan sistem imun tubuh. Untuk lebih jelasnya tentang vitamin ini, mulai dari pengertian, manfaat, hingga cara menjaga kadarnya agar tepat optimal, akan dibahas di artikel ini. 

Apa Itu Vitamin D3?

Vitamin D3 adalah salah satu vitamin yang larut di lemak dan bisa diproduksi oleh kulit sendiri secara alami, bahkan hanya melalui paparan sinar matahari. Jumlah vitamin ini di dalam tubuh setiap orang berbeda-beda dan bisa dipengaruhi oleh berbagai hal seperti durasi dan waktu berjemur, warna kulit, hingga usia Anda.

Untuk itulah, selain berjemur, banyak orang akan mengonsumsi bahan makanan tinggi vitamin D serta berbagai suplemen untuk memenuhi jumlah vitamin D di tubuh mereka, sehingga terus bisa merasakan manfaatnya.

Manfaat Vitamin D3 untuk Kesehatan

Vitamin ini punya banyak manfaat untuk tubuh, terutama yang kaitannya dengan tulang, gigi, dan otot. Adapun manfaat-manfaat tersebut yaitu:

  • Menjaga kesehatan tulang dan gigi Anda, karena vitamin ini bisa membantu menyerap kandungan kalsium dan fosfor, yang baik untuk pertumbuhan dan kekokohan tulang dan gigi.

  • Meningkatkan kekuatan otot dan memaksimalkan keseimbangan tubuh, sehingga Anda pun tidak akan mudah jatuh.

  • Meningkatkan daya ingat otak, karena vitamin D3 bisa menjaga kesehatan otak dan fungsi saraf di otak Anda.

  • Menjaga mood tetap baik, karena vitamin ini bisa memengaruhi produksi serotonin, yang merupakan zat pengatur suasana hati di otak.

Bagaimana Jika Kekurangan Vitamin D3?

Perlu diperhatikan bahwa kebutuhan vitamin ini berbeda-beda pada setiap orang, tapi normalnya, tubuh Anda sebaiknya memiliki kadar vitamin D lebih dari 30 ng/mL, tepatnya 50-80 ng/mL vitamin di dalam tubuh. Jika kurang dari itu, Anda mungkin akan merasakan beberapa gejala kekurangan vitamin D.

Gejala pada bayi dan anak meliputi:

  • Tumbuh kembang menjadi lebih lambat;

  • Sering mengeluh nyeri pada tulang dan otot;

  • Anak menjadi kurang aktif karena ototnya melemah;

  • Lebih mudah sakit;

  • Pada kondisi yang lebih parah, bisa muncul kram hingga kejang otot;

  • Tulang terlihat lebih bengkok atau bentuk tulang anak tampak tidak normal.

Gejala pada orang dewasa:

  • Cepat sekali lelah, walaupun sudah cukup istirahat;

  • Sering nyeri di tulang dan punggung serta muncul pegal-pegal dan kram otot di bagian tubuh tertentu;

  • Sering jatuh tanpa sebab, karena otot dan keseimbangan tubuh Anda melemah;

  • Mudah sekali sakit, karena imun menurun;

  • Rambut menjadi rontok dan luka sembuh lebih lama;

  • Suasana hati mudah berubah, bahkan sampai muncul gejala depresi;

  • Gampang patah tulang, karena tulang yang mulai rapuh.

Namun, perlu di perhatikan juga bahwa semua gejala tersebut tidak selalu jadi tanda terjadi kekurangan vitamin D3. Untuk itulah, cek kesehatan sering dianjurkan untuk tahu penyebabnya, sehingga Anda pun bisa mendapatkan penanganan yang tepat. 

Penyebab Kekurangan Vitamin D3

Kekurangan vitamin ini bisa terjadi karena berbagai faktor, mulai dari kurangnya berjemur, faktor umur, hingga adanya penyakit tertentu. Berikut penjelasan lebih lengkapnya. 

  • Kurang berjemur, menggunakan tabir surya berlebihan, dan sebagian besar aktivitas dilakukan di dalam ruangan tertutup, sehingga menyebabkan paparan sinar matahari ke kulit menjadi berkurang;

  • Kurang asupan vitamin D3, baik dari makanan maupun suplemen;

  • Memasuki usia lanjut saat kemampuan kulit untuk memproduksi vitamin ini semakin menurun;

  • Ada faktor genetik dari keluarga, seperti gen yang sulit untuk menyerap vitamin D atau memproduksinya di kulit;

  • Punya kulit gelap, karena di kulit tipe ini, produksi melaninnya biasanya tinggi sehingga bisa menghambat produksi vitamin D3 dari kulit;

  • Sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu, seperti obat anti kejang, kortikosteroid, hingga obat penurun kolesterol. Semua obat-obatan ini bisa meningkatkan risiko menurunnya vitamin D;

  • Obesitas atau berat badan terlampau tinggi, karena seperti yang diketahui vitamin D adalah vitamin yang larut di lemak, sehingga jika terlalu banyak lemak bisa membuat vitamin ini banyak tersimpan di jaringan tubuh sedangkan  vitamin D yang seharusnya mengalir atau beredar di dalam darah menjadi lebih rendah;

  • Punya penyakit tertentu, seperti celiac, penyakit Crohn, fibrosis kistik, gangguan hati, hingga penyakit ginjal kronis, karena semua penyakit ini bisa mempersulit penyerapan vitamin D tubuh.

Kapan Harus Konsultasi ke Dokter?

Mudah lelah dan pegal-pegal memang tidak selalu sebagai tanda kekurangan vitamin D3. Akan tetapi, jika keluhan tersebut terjadi secara berkepanjangan dan diikuti nyeri tulang, mudah jatuh dan patah tulang, atau punya faktor risiko seperti usia lanjut dan penyakit ginjal, sebaiknya langsung konsultasi ke dokter. Ini penting sekali karena saat konsultasi, dokter akan mengecek penyebab utama keluhan Anda, untuk kemudian bisa memberikan tindakan pemulihan terbaik. 

Jenis-Jenis Pemeriksaan untuk Tahu Kadar Vitamin D3 

Saat periksa ke dokter, Anda mungkin akan menjalani beberapa pengecekan untuk tahu kandungan vitamin D di dalam tubuh. Pemeriksaannya meliputi:

  • Tes 25-hydroxyvitamin D (25(OH)D), yang merupakan pemeriksaan paling umum dan banyak dilakukan karena dianggap paling akurat untuk tahu kadar vitamin D dalam tubuh. Caranya pun cukup sederhana yaitu hanya melalui pengambilan sampel darah, selanjutnya sampel tersebut akan diuji di laboratorium untuk tahu apakah kadar vitamin D3 tergolong normal, kurang, atau mungkin sangat kurang.

  • Tes 1,25-dihydroxyvitamin D (1,25(OH)₂D), merupakan tes yang hanya dilakukan jika dokter mencurigai bahwa Anda mungkin mengalami gangguan pada ginjal atau kelainan metabolisme terkait vitamin D.

  • Tes penunjang lainnya, seperti cek kadar kalsium, fosfor, hormon paratiroid (PTH), atau fungsi ginjal, yang mana tes ini biasanya dilakukan untuk mencari penyebab sebenarnya jika hasil tes pertama menunjukkan bahwa Anda kekurangan vitamin D.

Cek Vitamin D3 Tubuh Anda di Bumame: Lebih Mudah, Cepat, dan Akurat 

Kekurangan vitamin D sering kali muncul tanpa gejala. Jika pun ada, gejalanya sering kali mirip dengan penyakit lainnya. Untuk itu, pengecekan kadar vitamin D3 sebaiknya dilakukan, khususnya dengan pemeriksaan Vitamin D (25 OH). 

Namun, pastikan bahwa tempat pengecekan Anda sudah profesional dan bisa menghasilkan hasil yang akurat. Salah satu yang direkomendasikan adalah Tes Vitamin D (25 OH) dari Bumame

Kenapa harus tes di sini?

Karena setiap dokter di Bumame sudah terverifikasi dan ahli di bidangnya, serta punya berbagai alat pengecekan yang canggih dan sudah tersertifikasi resmi, sehingga untuk keakuratannya tidak perlu diragukan lagi.

Semua kondisi, baik yang berkeluhan maupun yang sehat tapi ingin memantau kondisi tubuh secara mendalam, dapat melakukan tes kadar vitamin D ini. Namun akan lebih direkomendasikan pada golongan yang memiliki tanda-tanda defisiensi vitamin D, tidak mendapatkan paparan matahari rutin karena suatu kondisi tertentu, mempunyai genetik rentan mengalami masalah tulang, mengalami masalah penyerapan nutrisi, lansia, hingga ibu hamil.

Jika Anda adalah orang tua yang anaknya susah makan atau pilih-pilih menu makanan dan Anda ragu dengan kecukupan vitamin D dalam tubuhnya, tak ada salahnya untuk memeriksakan kadar vitaminnya apakah normal atau tidak. Konsultasikan dulu dengan ahli medis sebelum melakukan pemeriksaan ini, gratis, melalui WhatsApp resmi Bumame.

Selain itu, Bumame juga menyediakan opsi layanan pemeriksaan Walk-In maupun Home Care yang tanpa antre, sehingga cek kadar vitamin D ini tidak saja akan akurat tetapi juga cepat dan lebih mudah. 

Tidak hanya itu, jika Anda ingin cek kesehatan yang lebih menyeluruh, Bumame menyediakan produk Medical Check Up Premium Bumame. Dalam satu layanan ini, Anda tidak hanya akan cek vitamin D, tetapi juga cek fungsi hati dan ginjal, profil lemak darah, kadar gula darah, hingga CEA (Carcinoembryonic Antigen) untuk tahu apakah ada risiko kanker atau tidak. 

Cara Efektif Mencegah dan Mengatasi Kekurangan Vitamin D3

Karena efek dari kekurangan vitamin D ini cukup besar, maka aksi pencegahan dan pengobatan sebaiknya tidak Anda lewatkan. Adapun beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mencegah dan mengatasi kekurangan vitamin ini yaitu: 

  • Mulai rutinitas berjemur di pagi hari dengan intensitas yang pas dan aman, seperti berjemur sekitar 20-30 menit di pagi hari dan dilakukan setidaknya 2 kali per minggu. Ini penting, karena berjemur di bawah sinar matahari bisa membantu produksi vitamin D3 di tubuh Anda menjadi lebih lancar. Tapi, pastikan Anda tidak terlalu lama berjemur karena sinar matahari juga mengandung UV yang jika terpapar terlalu banyak bisa merusak kulit.

  • Perbanyak makan makanan yang mengandung vitamin D, seperti  ikan berlemak (contohnya salmon, tuna, dan sarden), kuning telur, dan hati sapi, terutama jika Anda jarang terpapar sinar matahari karena ini bisa membantu meningkatkan kadar vitamin D di tubuh.

  • Jika memang diperlukan, konsumsi suplemen vitamin D. Tapi sebaiknya, selalu pastikan dosis dan jenis suplemen yang Anda minum sudah sesuai dengan anjuran dokter.

  • Perbanyak olahraga, namun tetap sesuai dengan kapasitas tubuh Anda. Olahraga bisa membantu menjaga kekuatan tulang dan otot, sehingga manfaat dari vitamin D bisa Anda rasakan dengan maksimal.

  • Sebaiknya Anda cek kesehatan secara rutin di ahli profesional, terutama jika punya faktor risiko yang lebih tinggi seperti lansia, ibu hamil, dan menderita penyakit ginjal. Tujuannya agar bisa langsung tahu apakah keluhan yang sedang Anda rasakan adalah karena kekurangan vitamin D atau tidak, untuk kemudian memperoleh penanganan tepat.

Saatnya Cek Kadar Vitamin D Anda!

Vitamin D3 adalah nutrisi yang sangat penting untuk menjaga kesehatan tulang, gigi, otot, dan mendukung sistem imun tubuh, sehingga sebaiknya Anda selalu menjaga kadarnya tetap normal. Cara awal untuk menjaga kadar normalnya adalah dengan cek kesehatan secara rutin seperti dengan cek kadar Vitamin D (25-OH).

Tapi, akan lebih baik lagi jika Anda melakukan medical check up secara menyeluruh. Jadi, lakukan pengecekan sekarang agar bisa langsung mendapatkan penanganan terbaik untuk setiap keluhan Anda. Hubungi Bumame untuk konsultasi kebutuhan pemeriksaan yang paling sesuai dengan kondisi Anda saat ini!

Lokasi Klinik Bumame

1. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3. Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

4. Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

Referensi:

  1. Department Medical PT. Kalbe Farma Tbk. (2022). Penggunaan Vitamin D3 Oral Dosis Tinggi.

  2. Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia. (2018). Panduan Praktik Klinis Ikatan Dokter Anak Indonesia Ikatan Dokter Anak Indonesia Vitamin D.

  3. Kemenkes Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan. (2025). Manfaat Vitamin D bagi Kesehatan Tulang.

  4. Opini. (2017). Berbagai Manfaat Vitamin D. 

  5. Admisi Husada Borneo. (2024). Vitamin D3 Untuk Apa Saja Manfaatnya Bagi Tubuh?.

  6. PubMed. (1998). Vitamin D3 enhances mood in healthy subjects during winter.

  7. P3BMS Universitas Medan Area. (2025). Artikel Mengenai Kekurangan Vitamin D3 pada Anak Usia Dini. 

  8. Web MD. (2026). Vitamin D Deficiency.

  9. Kemenkes Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan. (2025). Bahaya Kekurangan Vitamin D. 

  10. PubMed Central. (2010). How I Treat Vitamin D Deficiency.   

  11. National Library of Medicine. (2025). Vitamin D Deficiency.  

  12. PubMed Central. (2010). Vitamin D Status: Measurement, Interpretation And Clinical Application.

Ditinjau oleh: dr. Talitha Amalia

FAQ Seputar Vitamin D3

Apa itu vitamin D3?

Vitamin D3 adalah vitamin yang larut dalam lemak dan dapat diproduksi secara alami oleh kulit saat terpapar sinar matahari. Selain dari paparan sinar matahari, vitamin D3 juga dapat diperoleh melalui makanan dan suplemen untuk membantu memenuhi kebutuhan tubuh.

Apa saja manfaat vitamin D3 bagi kesehatan?

Vitamin D3 berperan dalam menjaga kesehatan tulang dan gigi, meningkatkan kekuatan otot dan keseimbangan tubuh, mendukung sistem imun, membantu menjaga fungsi otak dan daya ingat, serta berperan dalam menjaga suasana hati.

Apa saja gejala kekurangan vitamin D3?

Pada anak, kekurangan vitamin D3 dapat menyebabkan pertumbuhan melambat, nyeri tulang dan otot, otot melemah, mudah sakit, hingga perubahan bentuk tulang pada kondisi yang lebih berat. Pada orang dewasa, gejalanya dapat berupa mudah lelah, nyeri tulang dan punggung, kram otot, mudah jatuh, mudah sakit, rambut rontok, perubahan suasana hati, hingga tulang menjadi lebih rapuh.

Apa penyebab kekurangan vitamin D3?

Kekurangan vitamin D3 dapat disebabkan oleh kurangnya paparan sinar matahari, asupan makanan yang rendah vitamin D, usia lanjut, faktor genetik, kulit berwarna lebih gelap, penggunaan obat-obatan tertentu, obesitas, maupun penyakit yang mengganggu penyerapan atau metabolisme vitamin D.

Kapan sebaiknya berkonsultasi ke dokter?

Konsultasi dengan dokter dianjurkan jika mudah lelah atau pegal berlangsung lama, terutama bila disertai nyeri tulang, mudah jatuh, patah tulang, atau memiliki faktor risiko seperti usia lanjut maupun penyakit ginjal. Pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui penyebab keluhan dan menentukan penanganan yang sesuai.

Bagaimana cara mengetahui kadar vitamin D3 dalam tubuh?

Pemeriksaan yang paling umum adalah tes 25-hydroxyvitamin D (25(OH)D) melalui sampel darah. Pada kondisi tertentu, dokter juga dapat menyarankan tes 1,25-dihydroxyvitamin D (1,25(OH)₂D) atau pemeriksaan penunjang seperti kadar kalsium, fosfor, hormon paratiroid (PTH), dan fungsi ginjal.

Bagaimana cara membantu mencegah atau mengatasi kekurangan vitamin D3?

Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain berjemur dengan durasi yang sesuai, mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin D, menggunakan suplemen sesuai anjuran dokter, rutin berolahraga, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala, terutama bagi orang yang memiliki faktor risiko lebih tinggi.

Siapa yang lebih berisiko mengalami kekurangan vitamin D3?

Risiko lebih tinggi dapat dialami oleh lansia, ibu hamil, orang yang jarang terpapar sinar matahari, individu dengan gangguan penyerapan nutrisi atau penyakit ginjal, orang dengan obesitas, serta mereka yang memiliki faktor genetik tertentu atau mengonsumsi obat-obatan yang dapat memengaruhi kadar vitamin D.