Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Myositis
Kembali ke Artikel & Berita

Myositis: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobatinya

SBAOthers

Otot sering nyeri tanpa sebab yang jelas? Bahkan membuat kesulitan untuk hanya menggenggam atau mengangkat tangan? Keluhan ini bisa jadi tanda Anda mengalami myositis. Apa itu?

Myositis/miositis adalah peradangan pada otot yang bisa membuat otot melemah dan terasa nyeri, sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari. Untuk lebih jelasnya, berikut pembahasan tentang miositis, mulai dari gejala, penyebab, hingga cara penanganannya. 

Apa Itu Myositis (Miositis)?

Miositis adalah radang yang terjadi pada otot sehingga bisa membuat otot menjadi lemah, mudah lelah, dan terasa nyeri. Peradangan ini umumnya bisa memengaruhi otot di sekitar bahu, pinggul, dan paha, bahkan pada jenis miositis tertentu, peradangan juga bisa meluas ke organ lain, seperti kulit, sendi, paru-paru, hingga saluran pencernaan.

Gejala Myositis

Gejala yang ditimbulkan dari gangguan ini akan berbeda-beda tergantung dari penyebab dan bagian tubuh yang terkena. Tapi, gejala myositis yang biasanya akan dirasakan meliputi:

  • Otot melemah secara perlahan.

  • Nyeri otot, terutama saat ditekan.

  • Merasa lelah padahal sudah cukup istirahat dan berlangsung terus-menerus.

  • Kesulitan melakukan aktivitas ringan seperti bangun dari posisi duduk, naik tangga, berjalan, bahkan untuk hanya berdiri. 

  • Sering tersandung, terjatuh, atau hilang keseimbangan.

  • Sulit mengangkat dan menggenggam benda atau menggunakan tangan dan jari untuk melakukan aktivitas sehari-hari.

  • Sulit mendongakkan kepala terutama jika radang berada di otot leher belakang.

  • Sering tersedak atau batuk saat makan karena kesulitan menelan makanan dan minuman, terutama jika peradangan terjadi di otot kerongkongan. 

  • Suara menjadi serak dan sengau, terutama jika yang terkena adalah otot tenggorokan.

  • Sesak napas dan batuk kering, terutama jika berhubungan dengan paru-paru.

  • Bengkak pada sendi.

  • Ruam pada kulit, terutama bagian wajah, leher, dada, siku, hingga lutut.

  • Warna kelopak mata berubah. 

  • Jari kaki dan tangan berubah menjadi putih hingga kebiruan saat terpapar dingin atau stres.

Penyebab dan Jenis Myositis

Penyebab miositis bisa beragam, bergantung pada jenisnya. Kondisi ini dapat terjadi akibat infeksi, cedera otot, efek obat tertentu, atau gangguan sistem imun. Pada sebagian kasus, terutama miositis yang berkaitan dengan gangguan imun, penyebab pastinya belum diketahui dan diduga melibatkan kombinasi faktor genetik serta lingkungan. 

  • Gangguan autoimun, yaitu kondisi dimana sistem imun malah menyerang jaringan tubuh otot sendiri sehingga menimbulkan peradangan atau kerusakan pada otot. 

  • Faktor genetik, yang mana seseorang dengan orang tua miositis memiliki risiko tinggi terkena penyakit yang sama. 

  • Mengalami infeksi, terutama karena virus sehingga menyebabkan peradangan otot. 

  • Konsumsi obat-obatan tertentu, seperti statin, yang pada sebagian kasus bisa menyebabkan kerusakan atau peradangan otot.

  • Terpapar sinar UV dan rokok, karena keduanya diduga bisa berefek pada sistem kekebalan tubuh dan meningkatkan risiko atau memperburuk kondisi miositis.

  • Mengalami vaskulitis, yaitu radang pada pembuluh darah yang pada beberapa kondisi autoimun bisa berkaitan dengan radang atau kerusakan jaringan otot. 

  • Menderita autoimun lain, seperti lupus, systemic sclerosis (skleroderma), atau rheumatoid arthritis, karena miositis bisa muncul bersamaan dengan penyakit autoimun atau penyakit jaringan ikat lainnya.

Beberapa faktor tersebut bisa berkontribusi menyebabkan berbagai jenis miositis. Beberapa jenis miositis tersebut yaitu:

  • Dermatomiositis (DM), yaitu jenis miositis yang ditandai dengan radang dan melemahnya otot yang disertai dengan kelainan pada kulit yang berupa ruam khas, terutama pada kelopak mata, wajah, dada, dan buku-buku jari.

  • Dermatomiositis Juvenil (JDM), yaitu bentuk dermatomiositis yang terjadi pada anak-anak. Selain menyebabkan kelemahan otot dan ruam kulit, kondisi ini juga bisa disertai nyeri sendi dan penumpukan kalsium pada jaringan lunak.

  • Inclusion Body Myositis (IBM), yaitu jenis miositis yang berkembang secara perlahan dan lebih sering terjadi pada orang usia lanjut serta biasanya menyerang bagian paha, tangan, dan lengan bawah.

  • Polimiositis (PM), yaitu jenis miositis yang menyebabkan radang otot di area dekat dengan pusat tubuh, seperti otot bahu, pinggul, paha, dan leher.

  • Immune-Mediated Necrotizing Myopathy (IMNM), yaitu tipe miositis yang menimbulkan kerusakan atau kematian serat otot yang cukup berat, serta disertai dengan peningkatan kadar kreatin kinase (CK) dalam darah.

  • Overlap Myositis, yaitu jenis miositis yang muncul bersamaan dengan penyakit autoimun atau penyakit jaringan ikat lainnya, seperti lupus atau rheumatoid arthritis.

Apakah Myositis Bisa Sembuh?

Bisa sembuh atau tidak tergantung dari jenis miositis, tingkat keparahan, penyebab, dan kondisi tubuh penderitanya. Jika miositis disebabkan karena penyakit autoimun kronis seperti dermatomiositis atau polimiositis, umumnya tidak bisa disembuhkan secara total, tapi gejalanya bisa dikendalikan dengan menekan aktivitas penyakitnya hingga di titik terendah.

Akan tetapi, ada beberapa jenis miositis yang bisa sembuh total jika penyebabnya bisa diatasi. Misalnya, miositis yang disebabkan karena infeksi dan obat-obatan tertentu yang bisa diatasi dengan mengobati infeksi atau menghentikan penggunaan obat yang menjadi pemicunya.

Diagnosis Lewat Tes Kreatinin dan Biopsi

Diagnosis gangguan ini umumnya dilakukan melalui beberapa tahapan pengecekan, mulai dari wawancara medis untuk tahu gejala dan riwayat kesehatan, cek fisik untuk menilai kondisi serta kekuatan otot, hingga pengecekan lanjutan seperti tes kreatinin dan biopsi. Berikut penjelasannya.

  • Tes kreatinin umumnya dilakukan dengan mengambil sampel darah untuk diukur kadar kreatininnya. Kadar kreatinin yang tinggi bisa jadi tanda gangguan fungsi ginjal, yang bisa terjadi sebagai komplikasi kerusakan otot termasuk pada kondisi seperti miositis hingga rabdomiolisis. 

  • Cek kadar creatine kinase (CK), yang dilakukan dengan mengambil sampel darah untuk diukur kadar enzim CK yang banyak ada di dalam sel otot. Peningkatan kadar CK dalam darah bisa jadi tanda adanya kerusakan otot yang biasanya ada di miositis.

  • Biopsi otot, yaitu pengecekan dengan mengambil sedikit sampel jaringan otot untuk kemudian diamati di bawah mikroskop untuk melihat apakah ada peradangan, kerusakan, hingga perubahan lainnya yang bisa membantu menentukan jenis miositis.  

Namun, selain pemeriksaan tersebut, dokter biasanya juga akan melakukan pengecekan dengan elektromiografi (EMG) untuk mengukur aktivitas listrik pada otot sehingga bisa melihat apakah ada gangguan di otot atau saraf.

Ada pula pemeriksaan MRI otot untuk melihat area otot yang mengalami peradangan atau kerusakan, serta cek organ lain seperti paru-paru, ginjal hingga jantung, untuk tahu apakah miositis berefek ke organ lain dan mengetahui tingkat keparahannya.

Pengobatan Myositis

Pengobatan pada gangguan ini akan berbeda tergantung dari jenis miositis, tingkat keparahan, organ yang terlibat, dan kondisi pasien. Namun, pengobatan yang umumnya dipakai yaitu:

  • Pemberian obat-obatan tertentu seperti obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) untuk mengurangi nyeri dan peradangan.  

  • Fisioterapi dan rehabilitasi, yaitu terapi dengan latihan fisik yang umumnya untuk membantu mempertahankan dan meningkatkan kekuatan, kelenturan, serta fungsi otot.  

  • Terapi okupasi, yaitu terapi yang dilakukan untuk melatih aktivitas sehari-hari seperti makan, berpakaian, hingga mandi. 

  • Mengatur pola makan agar seimbang seperti meningkatkan asupan protein, vitamin, serta mineral, karena semua gizi tersebut bisa mendukung pemeliharaan dan perbaikan jaringan otot serta membantu memenuhi kebutuhan nutrisi selama proses pemulihan.

  • Menangani organ yang terdampak jika miositis mengganggu organ lain.

  • Operasi atau pembedahan jika kondisi tidak kunjung membaik dengan perawatan konservatif. Selain itu, tindakan ini juga biasanya digunakan untuk menghilangkan pembentukan tulang abnormal.

  • Pemantauan atau cek kesehatan secara rutin untuk mengetahui perkembangan penyakit dan apakah tindakan pengobatan sudah berhasil.

Kapan Harus ke Dokter?

Umumnya, pengecekan ke dokter perlu dilakukan jika Anda sudah mengalami gejala yang mengarah pada miositis. Tapi, pengecekan ini menjadi harus jika sudah mengalami gejala seperti:

  • Nyeri otot semakin berat.

  • Tidak bisa menggerakkan tubuh sama sekali.

  • Sesak napas.

  • Kesulitan menelan sehingga membuat susah makan dan kehilangan berat badan secara drastis.

Pasalnya, ini bisa jadi tanda myositis serius dan perlu penanganan segera agar komplikasi lebih berat bisa dihindari. Adapun saat tahap awal, dokter biasanya akan melakukan pengecekan fisik dan beberapa tes laboratorium, salah satunya cek kreatinin untuk membantu menilai kondisi otot dan fungsi ginjal. 

Deteksi Myositis Lebih Dini dengan Pemeriksaan yang Tepat!

Miositis merupakan kondisi yang menyebabkan peradangan dan kerusakan pada otot, dengan gejala yang bisa berupa kelemahan otot, nyeri, kelelahan, dan kesulitan melakukan aktivitas sehari-hari. Penyebab gangguan ini belum diketahui secara pasti, tetapi umumnya terjadi karena kombinasi dari faktor genetik, gangguan sistem imun, infeksi tertentu, obat-obatan, dan faktor lingkungan.

Umumnya, myositis bisa dikendalikan dengan pengobatan yang tepat, meskipun tingkat pemulihan dan respons terhadap terapi dapat berbeda pada setiap orang. Karena itu, pengecekan kesehatan secara rutin sangat diperlukan untuk mengendalikan gangguan ini, terutama cek kreatinin.

Melalui pemeriksaan ini, Anda bisa tahu kadar kreatinin dalam darah untuk menilai fungsi ginjal, yang merupakan salah satu indikator adanya gangguan miositis.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Referensi:

  1. Mandaya Hospital Group. (2018). Myositis. 

  2. Yashoda Hospitals. (2025). Apakah Ini Miositis? Mengenali Tanda-Tanda Peradangan Otot. 

  3. Apollo Hospitals. (2025). Miositis: Jenis, Gejala, Penyebab, Diagnosis, dan Pengobatan. 

  4. Mandjur. (2026). Myositis: Penyebab, Gejala, Pengobatan, dan Pencegahannya. 

  5. Care Hospitals. Myositis Gejala, Penyebab, Diagnosis dan Pengobatan.  

  6. Pace Hospital. (2026). Penyakit Miositis - Jenis, Gejala, Penyebab, Diagnosis & Pengobatan. 

  7. Apollo Hospitals. (2025). Polimiositis - Diagnosis, Pengobatan dan Gejala. 

  8. Mandaya Hospital Group. (2024). Memahami Miositis: Gejala, Diagnosis, dan Penanganan. 

  9. Apollo Hospitals. (2025). Myositis Ossificans - Penyebab, Gejala, Diagnosis, Pengobatan, dan Pencegahan. 

  10. Mandaya Hospital Group. (2026). Otot Melemah Tanpa Sebab? Hati-hati Myositis! Kenali Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya.

Ditinjau secara medis oleh dr. Denizha Irfani

Frequently Asked Question

Apa itu myositis?
Myositis atau miositis adalah peradangan pada otot yang dapat menyebabkan otot melemah, mudah lelah, dan terasa nyeri.
Apa saja gejala myositis?
Gejalanya dapat berupa kelemahan dan nyeri otot, kelelahan, kesulitan bergerak, sering tersandung atau jatuh, kesulitan menelan, sesak napas, serta ruam pada kulit.
Apa penyebab myositis?
Myositis dapat disebabkan oleh gangguan autoimun, faktor genetik, infeksi, obat-obatan tertentu, serta faktor lingkungan seperti paparan sinar UV dan rokok.
Bagaimana cara mendiagnosis myositis?
Bagaimana cara mendiagnosis myositis?
Apakah myositis bisa sembuh?
Kemampuan untuk sembuh bergantung pada jenis, penyebab, tingkat keparahan, dan kondisi penderita. Miositis akibat penyakit autoimun umumnya tidak sembuh total, tetapi gejalanya dapat dikendalikan.