Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Sindrom Sjögren: Gejala dan Pengobatan
Kembali ke Artikel & Berita

Penyakit Autoimun? Kenali Gejala Sindrom Sjögren

SBAOthers

Mata sering terasa kelilipan padahal tidak ada kotoran, atau mulut kering sampai sulit menelan? Ini bisa jadi tanda sindrom Sjögren, penyakit autoimun kronis yang menyerang kelenjar air mata dan air liur. Sayangnya, sindrom ini sering tidak disadari penderitanya. Yuk, kenali gejala, penyebab, hingga pengobatannya di bawah ini!

Apa itu Sindrom Sjögren?

Sindrom Sjögren adalah penyakit autoimun kronis, di mana sistem imun tubuh yang seharusnya melindungi dari kuman dan virus malah menyerang jaringan tubuh sendiri. 

Targetnya adalah kelenjar eksokrin, terutama kelenjar lakrimal (penghasil air mata) dan kelenjar saliva (penghasil air liur). Akibatnya, penderita akan merasakan mata kering dan mulut kering. Sjögren sendiri dibagi menjadi dua jenis berdasarkan kondisi penyertanya.

  • Primary Sjögren syndrome (pSS): muncul sendiri, tidak berbarengan dengan penyakit autoimun lain.

  • Secondary Sjögren syndrome (sSS): muncul berbarengan dengan penyakit imun lain. Misalnya: rheumatoid arthritis, lupus/systemic lupus erythematosus, atau systemic sclerosis.

Jika bicara soal yang terjadi di tubuh, mekanismenya melibatkan sel limfosit T dan B yang menyusup ke jaringan kelenjar eksokrin dan memicu peradangan kronis. Salah satu “dalang” masalahnya adalah interferon tipe I, sejenis protein sinyal imun yang kadarnya meningkat pada pasien Sjögren.

Gejala Sindrom Sjögren

Spektrum gejalanya sangat bervariasi, beberapa kasus ada yang ringan, sekaligus ada kasus yang cukup berat hingga melibatkan banyak sistem organ. Namun, secara garis besar terbagi menjadi dua, yaitu gejala glandular (berhubungan langsung dengan kelenjar) dan extraglandular (gejala sistemik di luar kelenjar).

Gejala Glandular 

Gejala ini menyerang kelenjar air mata dan air liur. Beberapa gejala yang mungkin pasien rasakan adalah sebagai berikut.

Mata Kering

Pasien akan merasakan sensasi tidak mengenakkan di area mata, seperti:

  • merasa ada pasir atau kerikil yang mengganjal,

  • mata terasa terbakar atau perih,

  • mata memerah,

  • sensitif pada cahaya (fotofobia), dan

  • penglihatan kabur karena lapisan air mata tidak stabil. 

Mulut Kering

Keluhan biasanya meliputi gangguan di area mulut, seperti:

  • kesulitan bicara lama tanpa minum,

  • sulit mengunyah atau menelan makanan kering, dan

  • lidah terasa halus licin atau justru pecah-pecah.

Selain kedua area tersebut, kekeringan juga bisa merambah ke kulit atau muncul dermatitis di kelopak mata. Di saluran napas, bisa terasa batuk kering dan hidung terasa kering. Sedangkan di saluran cerna, pasien dapat sulit menelan dan refluks asam lambung. Bahkan, sampai masalah di area kemih dan reproduksi.

Gejala Extragrandular

Ini adalah gejala sistemik yang dirasakan pasien di luar gejala utama di kelenjar. Di area musculoskeletal, nyeri sendi (artralgia) dialami hampir semua pasien (sekitar 96%). 

Selain itu, pasien dapat mengalami radang sendi non-erosif dan nyeri otot (mialgia). Kelelahan ekstrem mungkin yang paling menjengkelkan karena benar-benar mengganggu produktivitas dan kualitas hidup sehari-hari.

Di kulit, bisa muncul bintik merah keunguan yang tidak hilang saat ditekan, biasanya di tungkai bawah. Selain itu, bisa juga muncul ruam berbentuk cincin (eritema anular) atau fenomena Raynaud (pucat kebiruan di ujung jari). Di sistem saraf sendiri, beberapa pasien mengeluhkan hal berikut:

  • neuropati perifer (10-25%) atau kesemutan atau nyeri,

  • gangguan saraf otonom, dan

  • komplikasi sistem saraf pusat (5%).

Hal ini dapat memicu brain fog atau kondisi mirip multiple sclerosis. Selain gejala-gejala di atas, paru-paru bisa terkena interstisial, ginjal bisa mengalami nefritis tubulointerstitial dan asidosis tubular renal. Sementara di darah mungkin muncul sitopenia (penurunan sel darah) dan hipergammaglobulinemia (kadar antibodi terlalu tinggi).

Penyebab dan Faktor Risiko Autoimun

Sampai sekarang, penyebab pasti Sjögren belum terpecahkan, seperti skleroderma, penyakit autoimun yang dapat tumpang tindih dengan Sjögren. Namun, menurut para ahli, interaksi genetik, hormon, epigenetik, dan lingkungan dapat bersama-sama membuat sistem imun kehilangan arah dan mulai merusak jaringan tubuh sehat.

Genetik

Variasi gen HLA-DQB1 dan HLA-DRB1 adalah faktor risiko genetik terkuat. Keduanya yang menentukan antara diri sendiri atau benda asing. [1] [3] [4]

Hormonal 

Pemicu utamanya mungkin kadar estrogen yang menurun. Terlihat jelas dari dominasi kasus pada perempuan, terutama saat memasuki masa perimenopause. 

Epigenetik

Bagian yang mengatur “nyala-mati”-nya gen di DNA tanpa mengubah urutannya. Jadi, ketika menyala, bisa jadi muncul Sjögren juga. Termasuk memengaruhi jalur interferon tipe I yang hiperaktif. 

Lingkungan 

Faktor lingkungan hanya berfungsi sebagai pemicu pada genetik yang sudah rentan. Infeksi virus adalah salah satu tersangkanya, khususnya virus Epstein-Barr (EBV) dan coxsackievirus. Jadi, virus akan menginfeksi kelenjar agar mengeluarkan antigen Ro/SSA dan La/SSb ke sistem imun, yang direspons berlebihan.

Selain infeksi, paparan pelarut organik dan bahan kimia anorganik dalam jangka panjang, kebiasaan merokok, serta paparan sinar UV juga masuk ke faktor risiko lingkungan. Apabila ada stres, kekurangan vitamin D, dan (masih kontroversial) implan payudara silikon juga menambah risiko.

Apakah Berbahaya dan Bisa Sembuh?

Kabar baiknya, penyakit ini secara umum tidak mengancam nyawa. Harapan hidup pasien primary pun masih sebanding dengan populasi biasa. Namun, derita kekeringan kelenjar itu yang akan sangat mengurangi kualitas hidup.

Seberapa Berbahaya?

Evaluasi lebih lanjut sangat penting, terutama saat terjadi komplikasi. Contohnya, kerusakan mata permanen, mulai dari peradangan kornea sampai kehilangan penglihatan. Bisa juga percepatan kerusakan gigi, penyakit paru interstisial (menjadi fibrosis paru), gangguan ginjal, dan neuropati.

Selain itu, kemungkinan risiko limfoma non-Hodgkin (NHL). Pasien pSS memiliki risiko 5% akan mengalaminya, khususnya jenis MALT lymphoma. Tanda yang perlu Anda perhatikan adalah pembesaran kelenjar parotis, pembesaran kelenjar getah bening, krioglobulinemia, kadak komplemen C4 rendah, dan purpura palpable.

Apakah Bisa Sembuh?

Jawaban singkatnya, belum ada obat untuk menyembuhkan secara tuntas. Sjögren adalah penyakit kronis yang butuh pengelolaan jangka panjang. Jadi, tujuan pengobatan adalah mengontrol gejala, mencegah kerusakan organ, dan memantau risiko limfoma. 

Diagnosis dan Pemeriksaan

Mendiagnosis Sjögren sebenarnya membutuhkan waktu, karena gejala kering di mata dan mulut sangat umum di kalangan lansia, padahal hanya sebagian kecil dari mereka yang mengalami Sjögren. Karena itu, dokter membutuhkan bahan pertimbangan lain.

Anda bisa menggunakan paket MCU General Premium untuk menggabungkan riwayat kesehatan, pemeriksaan fisik, tes fungsi kelenjar, tes darah, dan kadang biopsi. Syarat wajibnya adalah gejala kering mata dan/atau mulut yang sudah berlangsung minimal 3 bulan dan bukan dampak dari hal lain, seperti efek samping obat atau infeksi.

Standar yang dipakai adalah Kriteria Klasifikasi ACR/EULAR 2016 yang isinya sebagai berikut.

  • Biopsi kelenjar saliva labial yang menunjukkan kumpulan sel limfosit di kelenjar (focus score 1–3 poin).

  • Autoantibodi anti-Ro/SSA positif – 3 poin.

  • Ocular staining score 5 atau van Bijsterveld score 4–1 poin.

  • Schirmer’s test 5 mm/5 menit – 1 poin.

  • Aliran saliva tanpa stimulasi 0,1 mL/menit – 1 poin.

Diagnosis hanya bisa ditegakkan apabila total skornya mencapai atau melebihi 4 poin. Dengan catatan harus sudah menyingkirkan kondisi lain yang mirip, seperti riwayat radiasi kepala-leher, hepatitis C aktif, HIV/AIDS, dan lainnya.

Pengobatan Sindrom Sjögren

Seperti yang telah diketahui di atas, sindrom Sjogren belum ada obat penyembuhnya. Maka dari itu, pengobatan akan bersifat individual dan biasanya melibatkan tim dokter spesialis.

Mata Kering

Langkah pertama biasanya tetes mata, plus gel atau salep di malam hari untuk menambah kelembapan. Kortikosteroid topikal jangka pendek cocok saat peradangan sedang parah-parahnya (jangan rutin). Untuk yang lebih parah, tetes mata spesial lain juga ada, sampai scleral lenses (lensa kontak besar yang menyimpan cairan). 

Mulut Kering

Minum air teratur adalah senjata utama. Untuk merangsang air liur, mengunyah permen karet bebas gula juga boleh atau memakai saliva substitute. Hindari rokok, alkohol, dan kafein, karena itu memperparah kekeringan. Untuk obat, pilih obat golongan secretagogue yang merangsang sekresi kelenjar. 

Hati-hati muncul efek samping seperti keringat berlebih dan mual. Perawatan gigi rutin dengan fluoride serta rutin periksa setiap 3-6 bulan penting untuk mencegah karies dan kehilangan gigi dini. Penanganan kekeringan di area lain, seperti hidung, vagina, atau saluran napas juga berbeda. 

Kelelahan

Obatnya adalah olahraga aerobik ringan, seperti jalan cepat atau berenang selama 30 menit, 3-5 kali seminggu. Mungkin juga diresepkan hydroxychloroquine, meski lebih ampuh berolahraga.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika mata terasa sangat nyeri, penglihatan tiba-tiba kabur, atau muncul tanda mata infeksi seperti sangat merah dan keluar nanah. Maka, tidak ada salahnya untuk memeriksakan diri ke dokter.

Perhatikan juga pembesaran kelenjar parotis, letaknya di depan dan sedikit di bawah telinga. Serta pembesaran kelenjar getah bening yang tak kunjung mengecil, ini bisa jadi tanda untuk limfoma non-Hodgkin. 

Hadapi Sindrom Sjögren dengan Langkah Tepat!

Sindrom Sjögren memang penyakit kronis yang belum ada obat definitifnya, tapi bukan berarti mengancam nyawa. Dengan pengenalan gejala sejak dini, pengelolaan yang tepat, pemeriksaan rutin, dan komunikasi terbuka dengan dokter, kualitas hidup penderita tetap bisa terjaga dengan baik.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Referensis:

  1. Carsons, Steven E., & Marissa A. Blum. (2025). Sjogren Disease. 

  2. Stefanski, Ana-Luisa, Christian Tomiak, Uwe Pleyer, Thomas Dietrich, Gerd Rüdiger Burmester, & Thomas Dörner. (2017). The Diagnosis and Treatment of Sjögren's Syndrome. 

  3. Sarmiento-Monroy, Juan Carlos, Ricardo D. Mantilla, Andrés Rojas-Villarraga, et al. (2013). Sjögren’s syndrome. 

  4. Nezos, Adrianos, & Clio P. Mavragani. (2015). Contribution of Genetic Factors to Sjögren's Syndrome and Sjögren's Syndrome Related Lymphomagenesis. 

  5. Jonsson, Roland. (2022). Disease mechanisms in Sjögren’s syndrome: What do we know?  

  6. Baldini, Chiara, Giovanni Fulvio, Gaetano La Rocca, & Francesco Ferro. (2024). Update on the pathophysiology and treatment of primary Sjögren syndrome. 

  7. Thorlacius, Gudny Ella, Albin Björk, & Marie Wahren-Herlenius. (2023). Genetics and epigenetics of primary Sjögren syndrome: implications for future therapies.

Ditinjau secara medis oleh dr. Febe Rangga Saba Pong Tambing

Frequently Asked Question

Apakah sindrom Sjögren menular?
Tidak. Sindrom Sjögren adalah penyakit autoimun, bukan infeksi, sehingga tidak dapat menular.
Apakah sindrom Sjögren hanya dialami perempuan?
Sebagian besar kasus terjadi pada perempuan, namun pria dan anak-anak juga dapat mengalami sindrom Sjögren meski lebih jarang.
Apa perbedaan mata kering biasa dan sindrom Sjögren?
Mata kering biasa dapat membaik dengan penggunaan tetes mata, sedangkan sindrom Sjögren bersifat kronis dan membutuhkan penanganan rutin.
Apakah pola makan bisa membantu meredakan gejala sindrom Sjögren?
Pola makan dan kebiasaan minum dapat membantu meredakan gejala kekeringan mulut. Minum air secara teratur serta menghindari kafein dan alkohol dapat membantu.
Apakah penderita sindrom Sjögren boleh vaksinasi?
Umumnya boleh, tetapi vaksinasi sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter, terutama jika sedang menjalani terapi imunosupresan.