Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Makanan yang Dilarang untuk Penyakit Autoimun
Kembali ke Artikel & Berita

Makanan yang Dilarang untuk Penyakit Autoimun: Daftar dan Tips

SBATips Kesehatan

Penderita penyakit autoimun dapat mengalami keluhan yang berbeda-beda, tergantung jenis penyakit, tingkat aktivitas penyakit, pengobatan, dan kondisi kesehatan masing-masing. Beberapa orang dapat mengalami kaku sendi, kelelahan, atau badan terasa lemas, terutama pada pagi hari. Ada pula yang mengalami keluhan memburuk setelah mengonsumsi makanan tertentu, meskipun pemicunya tidak selalu sama pada setiap orang.

Karena kondisi tubuh mereka, penderita autoimun perlu sebisa mungkin menghindari makanan yang dilarang untuk penyakit autoimun. Namun, tidak ada satu daftar makanan yang wajib dihindari oleh semua penderita autoimun. Jenis makanan yang perlu dibatasi sebaiknya ditentukan berdasarkan penyakit autoimun yang dialami dan saran dokter atau ahli gizi.

Apa Itu Penyakit Autoimun?

Penyakit autoimun adalah sejenis penyakit yang membuat sistem kekebalan tubuh justru menyerang sel dan jaringan tubuh yang sehat. Ini sangat berbeda dari sistem imun yang normal, di mana sistem itu akan melindungi tubuh dari kuman, virus, dan zat asing berbahaya.

Tapi jika penyakit ini terjadi, sistem imun itu akan menjadi salah sasaran dan menyerang bagian tubuh yang sebenarnya dalam kondisi sehat. Dan sekarang ini, dunia medis telah menemukan lebih dari 80 penyakit autoimun yang terjadi di seluruh dunia.

Penyakit-penyakit itu mencakup beberapa jenis, seperti lupus, rheumatoid arthritis, psoriasis, dan penyakit tiroid tertentu. Setiap jenis punya gejala yang berbeda, mulai dari nyeri sendi, kelelahan hebat, sampai masalah kulit.

Gangguan kesehatan ini bisa kambuh sewaktu-waktu dalam kondisi yang disebut flare. Walau dunia medis masih terus menyelidiki penyebab pasti penyakit autoimun, para ahli percaya penyebab umumnya adalah faktor genetik dan lingkungan.

Kenapa Makanan Bisa Memicu Flare Autoimun?

Makanan pada umumnya tidak akan menyebabkan penyakit autoimun, tetapi jenis makanan tertentu bisa memicu radang tertentu pada tubuh. Radang ini biasa disebut flare, dan bisa terjadi apabila yang memakannya sensitif terhadap makanan tertentu.

Pola makan tinggi gula dan lemak jenuh bisa mendorong tubuh menghasilkan lebih banyak zat pemicu radang. Jika sampai itu terjadi, sebagian orang akan mengalami keluhan seperti nyeri dan rasa lelah yang cukup hebat.

Kesehatan usus juga berkaitan erat dengan sistem imun karena sebagian besar sel imun berada di sana. Saat usus mengalami gangguan, keseimbangan bakteri baik bisa berubah dan memengaruhi reaksi peradangan tubuh.

Setiap orang punya pemicu yang berbeda, sehingga reaksi mereka terhadap makanan tertentu juga bisa berbeda. Ada yang sensitif terhadap gluten dan ada juga yang sensitif terhadap produk susu atau makanan olahan.

Terlepas dari semua perbedaan itu, menjaga pola makan adalah sesuatu yang semua orang harus lakukan. Mencatat pola makan harian juga akan sangat membantu, apalagi jika sering mengalami kondisi ketika badan sakit semua.

Daftar Makanan yang Dilarang untuk Penyakit Autoimun

Penderita autoimun perlu menghindari beberapa jenis makanan yang dilarang untuk penyakit autoimun dan rentan membuat flare semakin parah. Gula tambahan adalah jenis makanan pertama di kategori ini, seperti permen, sirup, dan minuman manis kemasan yang tinggi kalori.

Gorengan seperti ayam goreng dan kentang goreng juga perlu dihindari karena mempunyai kadar lemak yang tinggi. Daging olahan seperti sosis dan nugget juga perlu dikurangi karena mengandung garam dan pengawet lebih banyak.

Margarin dan makanan kemasan tertentu yang punya banyak lemak trans juga bisa memperparah flare, jadi ada baiknya konsumsinya dikurangi. Kemudian, penderita autoimun juga perlu menghindari minuman beralkohol karena bisa memperberat kerja organ dan memicu radang.

Makanan yang bisa memicu retensi cairan, seperti makanan tinggi garam dan camilan kemasan, juga perlu dibatasi. Karena jika retensi itu terjadi, cairan akan menumpuk di jaringan tubuh dan tidak bisa keluar dengan semestinya lewat urine.

Satu hal yang unik dari daftar makanan yang dilarang untuk penyakit autoimun adalah bahwa setiap penderita autoimun tidak perlu mengikuti daftar itu seluruhnya. Ada penderita yang bisa merasa nyaman ketika mengurangi konsumsi susu, tapi yang lainnya tidak seperti itu.

Di sisi lain, ada yang masih bisa makan sayur tertentu seperti tomat dan terong, tapi ada juga yang harus menguranginya. Intinya adalah setiap orang memiliki pantangan makanan yang berbeda, sehingga setiap penderita perlu memilah pantangan yang sesuai kondisi kesehatannya.

Bisa dimulai dengan hanya mengurangi 1 atau 2 jenis makanan sambil memerhatikan reaksi tubuh. Dari situ, penderita bisa tahu makanan apa yang bisa dikonsumsi dengan aman.

Makanan yang Dianjurkan bagi Penderita Autoimun

Untungnya, penderita penyakit autoimun dapat memilih beragam makanan bergizi sebagai bagian dari pola makan seimbang. Ikan berlemak, seperti salmon, sarden, dan makarel, dapat menjadi salah satu pilihan karena kaya akan asam lemak omega-3. Nutrisi ini berpotensi membantu mendukung pengendalian peradangan, terutama pada penyakit autoimun yang berkaitan dengan peradangan sendi.

Makanan lain yang cocok untuk penderita autoimun adalah sayuran berwarna seperti bayam, brokoli, dan wortel yang kaya akan vitamin dan antioksidan alami. Buah-buahan seperti beri dan jeruk yang kaya vitamin C juga akan sangat membantu karena bisa mendukung daya tahan tubuh.

Selain itu, kacang-kacangan, biji-bijian, dan minyak zaitun juga bisa menjadi sumber lemak sehat yang ramah bagi tubuh. Jika penasaran dengan contoh minuman yang bermanfaat, teh hijau dan ramuan rempah seperti kunyit dan jahe juga bisa membantu meredakan peradangan.

Cara memasak bahkan juga bisa berpengaruh besar pada para penderita autoimun. Metode memasak yang paling aman adalah mengukus, merebus, atau memanggang. Agar bisa lebih terbiasa dengan pola makan seperti ini, bisa memulainya dengan menambahkan lebih banyak sayur ke piring setiap kali makan.

Pilihan minuman juga berperan dalam menjaga kesehatan. Air putih dapat menjadi pilihan utama saat makan karena membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh tanpa tambahan gula atau kalori. Asupan cairan yang cukup mendukung berbagai fungsi tubuh, termasuk pencernaan dan pembuangan zat sisa melalui urine.

Dari sini, dapat dipahami bahwa memilih makanan segar dan minim proses merupakan salah satu cara sederhana untuk mendukung pola hidup sehat. Makanan sehat juga tidak selalu harus mahal karena pola makan sehat lebih ditentukan oleh keseimbangan, variasi, dan konsistensi dalam menerapkannya. 

Pola Diet Anti-Inflamasi

Tidak seperti diet instan, pola makan anti-inflamasi adalah sesuatu yang perlu Anda bangun secara perlahan dalam jangka panjang. Salah satu pola makan yang banyak diteliti adalah diet Mediterania yang kaya akan sayur, buah, ikan, dan minyak zaitun.

Pola makan ini menekankan konsumsi makanan utuh dan membatasi gula serta makanan olahan yang tinggi lemak jenuh.

Diet eliminasi dapat menjadi salah satu pendekatan yang dipertimbangkan untuk membantu mengenali makanan yang mungkin memicu atau memperburuk keluhan pada sebagian penderita penyakit autoimun. Caranya adalah dengan menghentikan sementara konsumsi makanan tertentu, kemudian mengenalkannya kembali satu per satu secara bertahap sambil mengamati respons tubuh dan mencatat gejala yang muncul.

Meski metode eliminasi ini terlihat mudah, perlu melakukannya dengan pendampingan tenaga medis agar tetap bisa memenuhi kebutuhan gizi. Apabila dilakukan secara sembarangan, metode ini hanya akan mendatangkan risiko malnutrisi dan membuat kondisi semakin parah.

Selain menerapkan pola makan antiinflamasi, penderita penyakit autoimun juga perlu menjaga kualitas tidur, mengelola stres, dan mengikuti pengobatan sesuai arahan dokter. Aktivitas fisik ringan dan berdampak rendah, seperti berjalan kaki secara rutin, juga dapat membantu menjaga kelenturan dan fungsi sendi, serta mendukung suasana hati. Intensitas dan durasi olahraga sebaiknya disesuaikan dengan kondisi tubuh, terutama saat gejala sedang kambuh.

Kapan Perlu Skrining Metabolisme Tubuh?

Saat mengalami penyakit autoimun, selain menghindari makanan yang dilarang untuk penyakit autoimun, perlu juga melakukan pemeriksaan berkala. Pemeriksaan ini biasanya meliputi cek kondisi gula darah, kolesterol, dan fungsi organ penting lainnya.

Selama menempuh pemeriksaan, dokter juga akan memantau pemakaian obat autoimun, karena obat tersebut bisa memengaruhi berat badan dan kadar gula. Setelah mempertimbangkan riwayat kesehatan, hasil pemeriksaan, obat yang dikonsumsi, pola makan, dan respons tubuh, dokter atau ahli gizi dapat menyusun saran diet serta rencana pengobatan yang lebih sesuai dengan kebutuhan masing-masing pasien.

Jika punya riwayat autoimun atau sering merasa lelah tanpa sebab, segera periksakan, misal dengan layanan Medical Check Up Metabolisme Tubuh dari Bumame untuk membantu memantau kondisi kesehatan secara menyeluruh.

Hasil pemeriksaan yang keluar nanti juga bisa dimanfaatkan sebagai bahan diskusi dengan dokter untuk langkah perawatan yang tepat.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Referensi:

  1. National Institute of Arthritis and Musculoskeletal and Skin Diseases. (2023). Autoimmune Diseases.

  2. National Library of Medicine (PMC). (2025). Nutrition and Autoimmune Diseases.

  3. Johns Hopkins Medicine. Anti-Inflammatory Diet.

  4. Harvard Health Publishing. (2026). Foods that fight inflammation.

  5. Harvard T.H. Chan School of Public Health. (2021). Diet Review: Anti-Inflammatory Diet.

  6. National Library of Medicine (PMC). (2024). Autoimmune protocol diet: A personalized elimination diet for patients with autoimmune diseases.

Ditinjau secara medis oleh dr. Muhammad Reza Kurniawan

Frequently Asked Question

Apakah semua penderita autoimun harus menghindari makanan yang sama?
Tidak. Setiap penderita memiliki pemicu yang berbeda, sehingga makanan yang perlu dihindari atau dibatasi juga dapat berbeda sesuai kondisi tubuh.
Apa saja makanan yang perlu dihindari oleh penderita autoimun?
Makanan yang perlu dibatasi antara lain makanan tinggi gula, gorengan, daging olahan, makanan tinggi lemak trans, alkohol, makanan tinggi garam, dan camilan kemasan.
Apakah penderita autoimun boleh mengonsumsi gluten?
Tidak selalu harus dihindari. Hanya sebagian penderita autoimun yang sensitif terhadap gluten, sehingga konsumsinya perlu disesuaikan dengan respons tubuh.
Apa makanan yang dianjurkan untuk penderita autoimun?
Penderita autoimun dapat memilih ikan berlemak, sayuran berwarna, buah, kacang-kacangan, biji-bijian, dan minyak zaitun sebagai bagian dari pola makan seimbang.
Apakah diet dapat menyembuhkan penyakit autoimun?
Diet tidak dapat menyembuhkan penyakit autoimun sepenuhnya, tetapi dapat membantu mengurangi peradangan dan membuat gejala terasa lebih ringan.