Bayangkan Anda sedang menyikat gigi atau tersenyum, lalu tiba-tiba wajah Anda terasa seperti tersengat listrik. Rasanya nyerinya pun terasa sangat kuat dan hanya sebentar. Apa Anda akan membiarkannya? Jangan, karena bisa jadi itu adalah trigeminal neuralgia? Mari mengenal TN dengan lebih dekat!
Definisi dan Gambaran Umum
Trigeminal neuralgia adalah gangguan nyeri saraf di wajah yang muncul secara berulang, mendadak, dan singkat. Menurut penderita, rasanya seperti tersengat listrik, tertusuk, atau tertembak. Kejadiannya hanya terjadi sepersekian detik atau hingga dua menit saja, lalu tiba-tiba menghilang.
Ada beberapa cabang saraf yang patut menjadi perhatian dalam gangguan ini. Saraf trigeminal adalah saraf yang bertugas membawa sensasi dari sebagian besar wajah ke otak. Saraf ini pun bercabang tiga, berikut di antaranya.
Cabang oftalmik (V1): ranahnya dahi, kulit kepala bagian depan, dan area sekitar mata.
Cabang maksilaris (V2): ranahnya pipi, sisi hidung, bibir atas, gigi atas, dan gusi atas.
Cabang mandibularis (V3): melayani rahang bawah, bibir bawah, gigi bawah, dan sebagian otot untuk mengunyah.
Karena setiap cabang saraf memiliki ranahnya masing-masing, identifikasinya bisa menurut keluhan. Selain itu, gangguan ini dapat menyerang satu atau beberapa cabang sekaligus.
Jenis-Jenis Trigeminal Neuralgia
Secara klinis, TN pun dibagi berdasarkan ada atau tidaknya penyebab yang bisa dikenali, berikut pembagiannya.
TN Klasik: Ketika pembuluh darah menekan saraf trigeminal sehingga bentuknya berubah. Bisa terdesak atau menipis.
TN idiopatik: Idiopatik sendiri maknanya “tidak diketahui”, namun gejalanya sesuai dengan TN.
TN sekunder: Nyeri berkaitan dengan penyakit atau kelainan lain yang memengaruhi saraf trigeminal, seperti multiple sclerosis atau lesi yang menekan saraf.
Gejala dan Tanda-Tanda Peringatan
Kita sudah sedikit menyinggung apa yang terjadi bila kambuh. Mari dalami lebih lanjut sambil mengenal tanda-tanda yang perlu perhatian lebih.
Gejal yang Khas
Beberapa ciri yang sering:
Nyeri wajah pada satu sisi yang mendadak, rasanya sangat tajam, menusuk, atau seperti sengatan listrik.
Serangannya singkat.
Nyeri mengikuti wilayah satu atau lebih cabang saraf trigeminal.
Sentuhan ringan atau kegiatan sehari-hari dapat memicu rasa sakit.
Setelah serangan, ada jeda singkat ketika rangsangan yang sama belum langsung memicu serangan berikutnya (periode refrakter).
Pada sebagian orang, ada nyeri tumpul, terbakar, atau berdenyut di antara serangan.
Tanda yang Perlu Evaluasi Lebih Lanjut
TN yang khas biasanya berupa serangan nyeri tanpa kehilangan sensasi yang jelas. Karena itu, gejala-gejala berikut sebaiknya Anda sampaikan kepada dokter juga, sebab bisa mendorong pemeriksaan lebih lanjut untuk mencari penyebab lain atau TN sekunder.
Mati rasa, berkurangnya rasa, kesemutan lama, atau rasa aneh di wajah.
Kelemahan otot wajah atau kesulitan mengunyah.
Nyeri di kedua sisi wajah (bersamaan atau bergantian).
Muncul pada usia relatif muda.
Nyeri yang menetap. Berbeda dari serangan singkat biasanya.
Nyeri yang disertai ruam atau riwayat herpes zoster, riwayat cedera wajah, operasi, atau gejala neurologis lain.
Tanda-tanda di atas bukan berarti penyakit serius. Namun, pemeriksaan akan menduga TN sekunder yang bisa berkaitan dengan berbagai gangguan saraf atau lesi di jalur saraf. [4]
Penyebab dan Faktor Risiko
Sekarang kita merambah ke titik awalnya. Kenapa ini bisa terjadi? Jawabannya sedikit complicated, tergantung jelas-tidaknya penyebab.
Penyebab dan Mekanisme yang Memungkinkan
Pada TN klasik, penyebabnya adalah pembuluh darah di dekat pangkal otak yang menekan saraf trigeminal. Kalau tertekan berulang-ulang, bisa merusak pelindung saraf. Akibatnya, sinyal sentuhan yang biasa saja rasanya seperti nyeri yang tajam.
Di sisi lain, ada juga yang penyebabnya tidak sejelas skenario di atas. Meski gejalanya sama persis, kadang penyebabnya tidak ditemukan. Kondisi ini tergolong idiopatik. Pada TN sekunder, terdapat kondisi lain yang mengganggu saraf trigeminal dan jalurnya, contoh penyebabnya adalah sebagai berikut.
Multiple sclerosis (MS): penyakit yang dapat merusak selubung pelindung saraf dan menimbulkan gejala nyeri saraf.
Tumor atau lesi lain: dapat menekan saraf atau struktur di sekitarnya.
Kelainan lain di sekitar jalur saraf: misalnya kelainan pembuluh darah atau gangguan neurologis tertentu.
Cedera saraf: trauma pada wajah atau kerusakan saraf setelah prosedur tertentu. [3]
Faktor Risiko
Pertimbangan tentang faktor risiko juga penting untuk mengerucutkan diagnosis. Faktor yang mungkin berkaitan dengan TN antara lain.
Usia: Kondisi ini sering terjadi pada paruh baya atau lebih tua. Jarang pada orang usia 40 tahun.
Jenis kelamin: Sejumlah kejadian melaporkan bahwa lebih sering terjadi pada perempuan.
Multiple sclerosis: Lebih sering pada orang dengan riwayat MS.
Penyebab struktural atau neurologis lain: Kondisi yang dapat merusak atau menekan saraf berhubungan dengan TN sekunder.
Diagnosis dan Tes
Jika Anda mengalami gejala-gejala di atas, kekhawatiran bisa menjadi panik. Lalu, apa yang akan dokter lakukan? Pengobatan seperti apa? Apa bisa sembuh? Maka dari itu, berikut adalah beberapa penanganan yang mungkin terjadi.
Riwayat Kejadian
Diagnosis trigeminal neuralgia bersifat klinis. Jadi, dokter akan menanyakan semua yang Anda rasakan. Identifikasi dokter termasuk deskripsi nyerinya, lamanya & frekuensi, sisi yang sensitif, biasanya saat apa, rasanya ketika mereda, serta dampak di kehidupan.
Dokter juga bisa menanyakan riwayat kesehatan, obat yang masih berjalan, serta riwayat keluarga dan kondisi neurologis. Lalu, pemeriksaan wajah, mulut, rahang, dan fungsi saraf untuk mencari area yang sensitif, gangguan sensasi, atau tanda yang khas.
MRI dan Pemeriksaan Pencitraan
EAN (European Academy of Neurology) merekomendasikan MRI sebagai bagian dari evaluasi. Tujuannya untuk memastikan ada atau tidaknya penyebab sekunder. Alternatif untuk MRI bisa juga lewat pemeriksaan refleks trigeminal.
Pemeriksaan Tambahan
Tes tambahan sebenarnya tidak selalu perlu. Namun, dokter bisa menyarankannya berdasarkan gejala dan dugaan penyebab. Tes penyerta yang mungkin adalah pemeriksaan gigi, neurologis yang lebih rinci, atau pencitraan lain.
Tujuannya ada dua, yaitu memastikan gejala memang sesuai trigeminal neuralgia, dan mencari kondisi lain yang memerlukan penanganan tersendiri.
Pilihan Pengobatan dan Opsi Perawatan
Tujuan pengobatan adalah untuk mengurangi serangan, mengembalikan kemampuan hidup sehari-hari dan menyeimbangkan manfaat obat dengan efek sampingnya. Rencana pengobatannya bisa berubah-ubah seiring waktu, tergantung gejala, respons obat, kondisi kesehatan lain, dan hasil MRI.
Obat-obatan
Sebagai obat lini pertama, rekomendasinya adalah karbamazepin atau okskarbazepin untuk pengendalian jangka panjang. Dokter juga dapat mempertimbangkan obat lain, baik sendiri maupun sebagai tambahan, seperti.
Lamotrigin
Gabapentin
Pregabalin
Baklofen
Toksin botulinum tipe A
Fenitoin (pada keadaan tertentu)
Pemilihan obat harus mengikuti rekomendasi dokter dan jangan menggantinya sendiri. Beberapa obat juga perlu dosis rendah dulu lalu naik bertahap, beberapa memiliki efek samping, dan harus ada pantauan respons tubuh terhadap obat.
Pada trigeminal neuralgia yang berat, penderita bisa saja kesulitan makan atau minum karena mengganggu rahang juga. Jadi, perawatan di rumah sakit menggunakan infus patut dipertimbangkan.
Operasi
Bila obat saja tak sanggup mengendalikan nyeri atau efek sampingnya terlalu berat, dokter spesialis bisa mempertimbangkan operasi. Berikut beberapa ekspektasi prosedurnya.
1. Dekompresi Mikrovaskular (MVD)
Operasi ini untuk memindahkan atau memisahkan pembuluh darah yang menekan saraf. Karena termasuk operasi besar, pertimbangkan risiko dan masa penyembuhan bersama ahli bedah saraf.
2. Prosedur Perkutaneus
Jarum atau instrumen tipis diarahkan ke bagian saraf melalui pipi untuk mengubah penghantaran nyeri. Beberapa prosedur menyebabkan mati rasa atau perubahan sensasi di wajah.
3. Bedah Radiostereotatik
Ini radiasi terfokus yang mengarah ke bagian saraf. Tidak ada sayatan, tetapi efeknya butuh waktu. Efek samping yang terasa bisa saja mati rasa atau kesemutan.
Strategi Pencegahan
Soal pencegahan, situasinya lebih unik. Karena ini hubungannya dengan saraf dan pembuluh darah yang saling berkaitan, belum ada cara pencegahan yang pasti. Pengaturan pola makan, suplemen, atau penghindaran pemicu pun belum bisa disebut sebagai cara mencegah trigeminal neuralgia.
Baca Juga: Vitamin B12: Manfaat, Sumber Makanan, dan Risiko Kekurangannya
Kapan Harus ke Dokter?
Pertanyaan yang sering muncul juga mengenai waktu yang tepat untuk periksa ke dokter. Biasanya pasien juga menduga kalau bisa reda, maka akan sembuh sendiri.
Namun, sebenarnya, Anda harus segera ke dokter bila mengalami nyeri di wajah yang berulang atau terus-menerus, terutama bila terasa gejala khas trigeminal neuralgia yang nyerinya sangat tajam. Seharusnya, kehilangan kontrol pada wajah Anda sendiri sudah cukup sebagai alasan untuk ke dokter.
Sudah Paham Trigeminal Neuralgia? Saatnya Ambil Tindakan!
Kondisi ini menyakitkan dan mengganggu kualitas hidup, namun dengan artikel ini, Anda sudah mengetahui alur penanganannya. Kabar baiknya, tidak ada pantangan trigeminal neuralgia khusus yang terbukti. Hal yang perlu Anda hindari adalah pemicu pribadi atau menghentikan obat tidak pada waktunya.
Selain itu, Anda sangat disarankan untuk melakukan pemeriksaan rutin, terutama jika memang mengalami beberapa keluhan tertentu. Anda pun bisa mencoba medical check up di Bumame untuk pemeriksaan menyeluruh. Meski tidak bisa mendeteksi TN secara langsung, tenaga kesehatan bisa memberikan arahan untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Lokasi Klinik Bumame
1. Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310
2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550
3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610
4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160
5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240
Referensi:
International Headache Society (Headache Classification Committee of the IHS) — 13.1 Pain Attributed to a Lesion or Disease of the Trigeminal Nerve. ICHD-3
NHS (National Health Service) — Trigeminal Neuralgia
Bendtsen, L., et al. — European Academy of Neurology Guideline on Trigeminal Neuralgia
Veerapaneni, K. D., et al. — Trigeminal Neuropathy. StatPearls
Lambru, G., Zakrzewska, J., & Matharu, M. — Trigeminal Neuralgia: A Practical Guide
MedlinePlus (National Library of Medicine) — Trigeminal Neuralgia
Ditinjau secara medis oleh dr. Arina Dyga Putri
Frequently Asked Question
Apa itu trigeminal neuralgia?
Trigeminal neuralgia adalah gangguan saraf trigeminal yang menyebabkan serangan nyeri wajah mendadak, tajam, dan singkat, sering kali terasa seperti tersengat listrik. Nyeri dapat berlangsung selama sepersekian detik hingga sekitar dua menit.
Apa saja gejala trigeminal neuralgia?
Gejala khasnya berupa nyeri tajam pada satu sisi wajah yang dapat dipicu oleh sentuhan ringan, menyikat gigi, tersenyum, atau mengunyah. Mati rasa berkepanjangan, kelemahan otot wajah, atau nyeri menetap perlu dievaluasi dokter lebih lanjut.
Apa penyebab trigeminal neuralgia?
Penyebabnya dapat berupa tekanan pembuluh darah pada saraf trigeminal, kondisi neurologis seperti multiple sclerosis, tumor atau lesi yang menekan saraf, maupun cedera saraf. Pada sebagian kasus, penyebab spesifiknya tidak dapat ditemukan.
Bagaimana trigeminal neuralgia ditangani?
Penanganan dapat mencakup obat seperti karbamazepin atau okskarbazepin sesuai resep dokter. Jika obat tidak efektif atau menimbulkan efek samping yang berat, dokter spesialis dapat mempertimbangkan prosedur seperti dekompresi mikrovaskular, prosedur perkutan, atau bedah radiostereotatik.
Apakah ada pantangan trigeminal neuralgia?
Tidak ada pantangan makanan khusus yang terbukti dapat mencegah trigeminal neuralgia. Sebaiknya kenali pemicu nyeri pribadi, hindari aktivitas yang memicu serangan jika memungkinkan, dan jangan menghentikan atau mengubah penggunaan obat tanpa berkonsultasi dengan dokter.
