Aktivitas harian yang padat kerap menyisakan rasa pegal dan nyeri di seluruh badan, terutama saat bangun tidur. Rasa tidak nyaman di sekujur tubuh tersebut sering kali dianggap sebagai kelelahan biasa. Padahal, apabila rasa nyeri dan pegal tak kunjung reda hingga berbulan-bulan tanpa sebab jelas, bisa jadi menandakan fibromyalgia.
Kondisi ini tentu dapat mengganggu kenyamanan produktivitas harian Anda. Karena itu, untuk menangani keluhan dengan tepat, penting bagi Anda memahami apa itu fibromyalgia beserta gejala dan penyebabnya. Sehingga Anda dapat membedakan nyeri otot biasa dengan gangguan lain, serta agar penanganannya bisa lebih optimal.
Apa Itu Fibromyalgia?
Fibromyalgia adalah suatu kondisi kronis yang menyebabkan nyeri otot yang meluas ke seluruh tubuh, akibat sistem saraf pusat menjadi lebih sensitif daripada biasanya. Sistem saraf pusat berupa otak dan sumsum tulang belakang yang sensitif ini, akan merespons sinyal sakit biasa menjadi sinyal rasa sakit yang lebih kuat.
Fibromyalgia dapat memengaruhi sekitar 2-4% orang dan sebagian besar yang mengalaminya adalah wanita. Keluhannya dapat berupa kelelahan, gangguan tidur, gangguan fungsi kognitif. Umumnya berlangsung minimal tiga bulan. Meski rasa sakit mengganggu aktivitas, tapi tidak ada kerusakan permanen pada organ, sendi, dan otot.
Gejala Fibromyalgia
Gejala pada setiap individu berbeda-beda, mulai dari gejala yang ringan hingga berat yang dapat membatasi gerak tubuh. Keluhan ini terkadang muncul secara tiba-tiba, lalu membaik, dan memburuk kembali. Beberapa gejala yang sering dialami oleh penderita fibromyalgia adalah sebagai berikut.
Nyeri menyeluruh: Rasa nyeri tumpul di seluruh tubuh, baik bagian pinggang ke atas maupun ke bawah. Susah untuk menentukan bagian spesifik tubuh mana yang nyeri, sebab rasa sakitnya meluas dan bertahan lama.
Kelelahan ekstrem: Terasa sangat lelah dan lemas hingga tidak memiliki tenaga untuk melakukan aktivitas. Rasa lelah tersebut tidak bisa hilang meski sudah beristirahat atau pun tidur.
Kekakuan otot: Otot-otot tubuh terasa kaku dan pegal, terutama saat bangun tidur di pagi hari.
Gangguan tidur: Rasa lelah ekstrem, nyeri, dan pegal di seluruh badan, menyebabkan susah untuk tidur nyenyak, sehingga kualitas tidur semakin memburuk.
Sensitivitas tinggi: Panca indra menjadi lebih sensitif. Mulai dari kulit sensitif terhadap suhu dingin dan panas, serta sakit jika ditekan, mata sensitif terhadap cahaya terang, hingga telinga sensitif pada suara bising.
Sakit kepala atau migrain: Disertai dengan rasa tegang dan kaku di bagian leher, pundak, dan bahu.
Kabut fibro (fibro fog): Gangguan pada fungsi kognitif. Misalnya, pikiran terasa kabur, lambat memproses informasi, sulit berkonsentrasi, sulit mengingat sesuatu, serta sulit menemukan kata-kata yang tepat untuk berbicara.
Nyeri rahang dan wajah: Sendi rahang yang berfungsi untuk membuka dan menutup mulut saat bicara dan mengunyah. Sehingga ketika makan atau bicara akan terasa sangat nyeri.
Gangguan pencernaan: Sembelit, diare, atau kram perut, karena gerakan makanan dan gas di dalam perut diterjemahkan oleh otak sebagai sakit berat.
Gangguan pada saluran kemih: Jaringan saraf yang mengatur organ kandung kemih menjadi sensitif, akibatnya muncul rasa ingin buang air kecil yang sulit tertahankan.
Perubahan suasana hati: Kelelahan mental akibat fibro fog, dapat memengaruhi suasana hati penderita, sehingga menimbulkan kecemasan berlebih dan stres berat.
Penyebab dan Faktor Risiko Fibromyalgia
Penyebab dari munculnya gejala fibromyalgia hingga saat ini belum diketahui secara pasti oleh para peneliti medis. Namun, kemungkinan ada kombinasi dari beberapa faktor yang dapat memicu terjadinya sensitivitas pada sistem saraf. Berikut faktor-faktor yang berperan dalam meningkatkan risiko terjadinya.
Faktor genetik: Jika memiliki anggota keluarga yang mengidap kondisi ini, kemungkinan besar Anda juga akan berisiko mengalami hal yang serupa.
Cedera fisik: Setelah mengalami kecelakaan atau operasi yang dapat memicu timbulnya gejala.
Emosional: Stres berat yang berkepanjangan.
Infeksi: Beberapa penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri tertentu dapat memicu munculnya rasa nyeri di tubuh.
Jenis kelamin: Lebih sering terdiagnosis pada wanita dibanding pria.
Penyakit penyerta: Memiliki penyakit sendi seperti osteoarthritis atau rheumatoid arthritis, serta lupus, dan obesitas, dapat meningkatkan risiko.
Ketidakseimbangan zat kimia otak: Secara alami tubuh memiliki jalur saraf alami yang berfungsi seperti rem untuk meredam rasa sakit yang berlebihan. Zat kimia otak yakni serotonin dan norepinefrin, bertugas sebagai bahan bakar rem tersebut. Jika kadarnya rendah, otak menjadi tidak mampu meredam sinyal sakit.
Apakah Fibromyalgia Termasuk Autoimun?
Banyak orang yang beranggapan bahwa gangguan nyeri otot dan sendi berkepanjangan disebabkan oleh gangguan respons pada sistem kekebalan tubuh (imun). Padahal, fibromyalgia bukan termasuk penyakit autoimun maupun penyakit peradangan tubuh atau inflamasi.
Pada penyakit autoimun, sistem kekebalan tubuh bereaksi berlebihan ketika ada infeksi yang masuk. Akhirnya sistem imun tersebut justru keliru menyerang jaringan tubuh yang sehat, sehingga timbul peradangan atau kerusakan organ tubuh. Sementara, penyakit ini tidak menunjukkan adanya peradangan atau kerusakan jaringan tubuh.
Kondisi ini dikategorikan sebagai masalah sensitisasi sistem saraf pusat. Otak dan sumsum tulang belakang menjadi lebih sensitif ketika memproses rangsangan. Sederhananya, sistem saraf pusat tersebut mengalami korsleting. Jadi, meski hanya mendapat rangsangan normal atau sakit kecil akan dianggap sebagai rasa sakit hebat.
Diagnosis Fibromyalgia
Diagnosis penyakit ini membutuhkan pemeriksaan secara menyeluruh, karena gejala yang dirasakan mirip dengan penyakit lainnya. Tidak ada analisis laboratorium atau pemindaian tubuh yang bisa langsung memastikan keberadaan penyebabnya secara spesifik.
Namun, tes darah dan rontgen mungkin akan berguna untuk memeriksa penyebab lain dan menyingkirkan kondisi medis lain, seperti rematik, kelainan pada kelenjar tiroid, atau masalah metabolisme lainnya. Oleh sebab itu, dokter umumnya dapat menetapkan kriteria diagnosis berdasarkan kondisi klinis pasien, seperti berikut.
Adanya rasa nyeri yang meluas di seluruh tubuh, setidaknya 4 dari 5 bagian tubuh yang terdampak secara bersamaan, yang berlangsung selama lebih dari 3 bulan.
Selain nyeri tubuh, terdapat gejala penyerta seperti, kelelahan ekstrem, bangun tidur terasa lemas dan tidak segar, dan masalah pada kognitif atau daya ingat (fibro fog).
Tidak ada kondisi medis lain yang menjadi penyebab utama munculnya rasa nyeri di sekujur tubuh. Dokter tidak menemukan adanya infeksi, peradangan, gangguan hormon, penyakit autoimun, dan kerusakan jaringan tubuh.
Pengobatan dan Penanganan
Belum ada obat khusus yang dapat menyembuhkan fibromyalgia. Namun ada beberapa jenis obat yang dapat meredakan gejalanya. Obat tersebut antara lain, duloxetine dan milnacipran untuk menyeimbangkan zat kimia otak agar nyeri berkurang, dan pregabalin untuk memblokir sel saraf yang terlalu aktif, serta obat antidepresan.
Selain itu, pencegahan juga tidak kalah penting untuk memperbaiki kualitas hidup penderita. Menerapkan pola hidup sehat terbukti dapat mengendalikan gejala-gejala yang dialami oleh penderita, sehingga tetap dapat beraktivitas dengan baik dan nyaman. Langkah penanganan yang biasanya dokter sarankan, meliputi:
Aktivitas fisik ringan: Melakukan olahraga secara teratur dan bertahap seperti, berjalan kaki, yoga, berenang, atau senam aerobik ringan, dapat membantu mengurangi rasa kaku di otot dan meningkatkan kebugaran tubuh.
Manajemen stres: Berlatih teknik relaksasi atau meditasi untuk menenangkan pikiran. Selain itu, mengikuti psikoterapi atau terapi perilaku kognitif agar emosi dapat terkendalikan dengan baik.
Memperbaiki kebiasaan tidur: Membuat jadwal waktu tidur yang teratur, membatasi penggunaan layar (ponsel, televisi, atau laptop) sebelum tidur, dan ciptakan suasana kamar yang tenang dan redup agar bisa tidur nyenyak.
Kapan Harus ke Dokter Spesialis?
Apabila rasa nyeri dan pegal pada otot yang Anda rasakan berlangsung lama dan mengganggu aktivitas sehari-hari, segera konsultasikan ke dokter spesialis. Anda dapat mengunjungi dokter spesialis penyakit dalam konsultan reumatologi atau dokter spesialis saraf untuk membantu mengevaluasi kondisi secara tepat.
Pemeriksaan awal sangat penting untuk membedakan nyeri yang Anda alami apakah karena kelainan saraf, radang sendi, atau gangguan lain. Untuk itu, Anda dapat melakukan medical check up basic di Bumame, guna memantau status kesehatan dan memastikan bahwa gejala yang Anda alami bukan kondisi medis yang serius.
Lokasi Klinik Bumame
1. Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310
2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550
3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610
4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160
5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240
Referensi
Mayo Clinic. (2025). Fibromyalgia - Symptoms & causes.
Cleveland Clinic. (2026). Fibromyalgia: What It Is, Symptoms & Treatment.
American College of Rheumatology. (n.d.). Fibromyalgia.
NHS. (2022). Overview Fibromyalgia.
Perhimpunan Reumatologi Indonesia. (2021). Fibromyalgia: Causes, Diagnosis, Symptoms & Treatment
Ditinjau secara medis oleh dr. Muhammad Reza Kurniawan
_(1).jpg&w=3840&q=75)