Skrining Kanker Colotect
Colotect adalah tes skrining kanker kolorektal non-invasif yang mendeteksi status mentilasi gen SDC2, PPP2R5C, ADHFE1 sebagai risiko penyakit kanker kolorektal (usus besar dan rektum) melalui stool DNA atau dengan sampel feses.
Ingin mengenal produk ini lebih dalam?
Dikirim melalui WhatsApp
Ketersediaan Layanan
- HomecareSenin–Minggu, 06.00–20.00
- Bumame Health Clinic BSDRuko, Northridge B1 No.16, Rawa Mekar Jaya, Kec. Serpong, Kabupaten Tangerang, Banten 15310Senin–Minggu, 07.00–21.00Lihat di Google Maps
- Bumame Health Clinic CidengJAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28, RT.5/RW.1, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10160Senin–Minggu, 07.00–21.00Lihat di Google Maps
- Bumame Health Clinic Kelapa GadingRuko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240Senin–Minggu, 06.00–20.00Lihat di Google Maps
- Bumame Health Clinic PuriRuko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610Senin–Minggu, 06.00–20.00Lihat di Google Maps
- Bumame Health Clinic SimatupangJl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12550Senin–Minggu, 07.00–21.00Lihat di Google Maps
Manfaat Pemeriksaan
- Dapat mendeteksi kanker kolorektal sedini mungkin
- Tes skrining aman, mudah, dan tanpa risiko (non-invasif)
Artikel kesehatan terkait
Pelajari lebih lanjut tentang pemeriksaan dan pencegahan kesehatan dalam paket ini.
Lebih Lanjut tentang Skrining Kanker Colotect
Penjelasan lebih mendalam untuk membantumu memahami pemeriksaan dan konteks hasilnya.
Baca selengkapnyaTampilkan lebih sedikit
Isi Pemeriksaan
Pemeriksaan skrining kanker kolorektal
Tentang Pemeriksaan
Siapa yang perlu melakukan pemeriksaan skrining kanker kolorektal?
Tes ini dianjurkan untuk seseorang yang berisiko mengidap kanker kolorektal seperti:
• Berusia 40 tahun ke atas
- Pernah mengidap polip atau penyakit radang usus
- Mengonsumsi minuman beralkohol
- Memiliki kebiasaan merokok
- Pola hidup dan pola makan kurang sehat
- Obesitas
- Memiliki riwayat kanker kolorektal dalam keluarga
- Riwayat mengidap kanker sebelumnya
Apa yang diperiksa pada tes ini?
Colotect mendeteksi status metilasi gen SDC2, PPP2R5C, ADHFE1.
Mengapa skrining kanker kolorektal penting dilakukan?
Faktanya, 1.8 juta kasus kanker usus besar dan rektum terjadi setiap tahunnya dengan angka kematian hampir mencapai 861,000 per tahun. Kolonoskopi merupakan gold standard untuk pemeriksaan kanker usus besar dan rektum, tetapi kolonoskopi merupakan tindakan invasif dengan biaya yang relatif tinggi untuk skrining kanker kolorektal.
Jika terdeteksi dan ditangani sedini mungkin, 90% kasus kanker kolorektal dapat disembuhkan. Colotect dapat menjadi alternatif sebagai upaya deteksi dini, sebelum risiko menjadi lebih berbahaya.
Bagaimana prosedur tes Colotect?
Tes ini menggunakan sampel feses yang dapat dilakukan secara mandiri, didukung oleh kit Bumame yang memudahkan customer dalam pengambilan sampel feses sendiri. Sampel kemudian diserahkan ke laboratorium untuk pengelolaan lebih lanjut.
Bagaimana bentuk hasil skrining Colotect?
• Positif: Hasil positif menunjukkan kemungkinan tinggi adanya kanker kolorektal atau lesi pra-kanker.
- Negatif: Hasil negatif menunjukkan kemungkinan rendah adanya kanker kolorektal atau lesi pra-kanker. Dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin dan berkala.
Bagaimana jika hasil tes positif?
Dianjurkan untuk mengunjungi dokter spesialis gastroenterologi untuk mendapatkan rekomendasi pemeriksaan diagnosis kolonoskopi.
Berapa besar akurasi tes Colotect?
Tes ini memiliki tingkat sensitivitas hingga >90% untuk mendeteksi kanker usus besar.
Berapa lama hasil tes Colotect keluar?
Hasil akan diterima dalam kurun waktu 12 hari kerja.
