Desktop ImageDesktop Image
  • mother & child
  • cancer screening

HPV DNA Urine
14 Tipe

  • Home Care
  • Walk In

Tes HPV DNA adalah prosedur medis untuk mendeteksi kanker serviks yang diakibatkan Human papillomavirus (HPV) dan memiliki akurasi hingga 95%. WHO merekomendasikan pemeriksaan berbasis DNA HPV sebagai metode skrining utama untuk mendeteksi risiko kanker serviks.

GET IT FOR

500.000

Detail Pemeriksaan
Manfaat Pemeriksaan

Dari tiga jenis pemeriksaan kanker serviks yang paling umum di Indonesia, HPV DNA menjadi satu-satunya tes yang dapat mendeteksi risiko kanker serviks sebelum terjadinya lesi prakanker (jaringan abnormal yang berpotensi menjadi tumor) sehingga dapat mencegah kondisi kesehatan yang lebih berbahaya.

Tentang Pemeriksaan

Apa itu HPV?

Human papillomavirus, atau lebih dikenal sebagai virus HPV, merupakan salah satu penyebab terbesar kanker serviks di Indonesia. Faktanya:

  • Lebih dari 95% kasus kanker serviks disebabkan oleh virus HPV

  • Infeksi HPV tidak hanya menular melalui hubungan seksual

  • HPV tipe 16 dan 18 berisiko tinggi dan menjadi penyebab >70% kasus kanker serviks

  • Kanker serviks adalah jenis kanker mematikan terbesar kedua bagi wanita, setelah kanker payudara

Siapa saja yang memiliki risiko kanker serviks?

Berikut adalah kategori wanita yang memiliki risiko tinggi terhadap kanker serviks:

  • Kurang mengkonsumsi sayur dan buah

  • Perokok aktif atau pasif

  • Memiliki berat badan berlebih

  • Pernah hamil di bawah usia 20 tahun

  • Sudah melahirkan sebanyak 3 kali atau lebih

  • Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah

  • Pernah atau sedang mengidap penyakit seksual menular

  • Melakukan hubungan seksual sebelum usia 20 tahun

  • Sering bergonta-ganti pasangan seksual

  • Berhubungan seksual dengan individu yang sering bergonta-ganti pasangan seksual

  • Memiliki riwayat kanker, khususnya kanker serviks dalam keluarga

Apa saja jenis tes HPV DNA yang ada di Bumame?

Bumame memiliki 2 prosedur pengambilan sampel pada tes HPV DNA, yaitu melalui urin dan swab serviks mandiri. Swab serviks mandiri umumnya memiliki tingkat akurasi yang lebih tinggi (95%), sementara itu, sampel urin lebih praktis namun memiliki tingkat akurasi yang sedikit lebih rendah (78%). Baik swab serviks mandiri maupun sampel urin sama-sama diakui oleh WHO dan Kemenkes RI sebagai metode yang efektif untuk mendeteksi HPV. Pemilihan metode dapat disesuaikan dengan preferensi dan kondisi masing-masing individu, dengan mempertimbangkan faktor kenyamanan dan tingkat akurasi yang diinginkan.

Tes HPV DNA swab serviks mandiri memiliki 3 tipe, yaitu tipe HPV DNA 14, HPV DNA 18, dan HPV DNA 21. Setiap tipe mengidentifikasi sejumlah serotipe virus HPV yang berbeda, sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan pemeriksaan. Berikut adalah perbandingannya:

HPV DNA 14

HPV DNA 18

HPV DNA 21

Metode

  • Urin

  • Swab Serviks

Swab Serviks

Swab Serviks

Akurasi

  • Urin 78%

  • Swab Serviks 95%

Swab Serviks 95%

Swab Serviks 95%

Hasil selesai

3 hari kerja

3 hari kerja

3 hari kerja

Tipe HPV yang diperiksa

14 tipe HPV

Berisiko tinggi memicu kanker serviks: 16, 18

Berpotensi memicu kanker serviks dan lainnya (vulva, vagina, anus, penis, dan orofaringeal): 31, 33, 35, 39, 45, 51, 52, 56, 58, 59, 66, 68

18 tipe HPV

Berisiko tinggi memicu kanker serviks: 16, 18

Berpotensi memicu kanker serviks dan lainnya (vulva, vagina, anus, penis, dan orofaringeal): 26, 31, 33, 35, 39, 45, 51, 52, 53, 56, 58, 59, 66, 68, 73, 82

21 tipe HPV

Berisiko tinggi memicu kanker serviks: 16, 18

Berpotensi memicu kanker serviks dan lainnya (vulva, vagina, anus, penis, dan orofaringeal): 26, 31, 33, 35, 39, 44, 45, 51, 52, 53, 56, 58, 59, 66, 68, 73, 82 Berpotensi memicu kutil kelamin: 6, 11

Harga

  • Urin Rp500.000

  • Swab Serviks Rp800.000

Rp1.200.000

Rp1.600.000

Apa yang harus saya lakukan jika hasil tes HPV DNA saya positif?

Jika hasil tes HPV DNA positif, jangan khawatir. Langkah selanjutnya adalah berkonsultasi dengan dokter spesialis kandungan. Dokter akan merekomendasikan tes lanjutan seperti pap smear atau IVA test untuk melihat lebih dekat kondisi leher rahim Anda. Tes-tes ini dilakukan untuk mendeteksi adanya perubahan sel yang dapat menjadi tanda awal kanker serviks.

Hasil tes HPV DNA negatif menunjukkan bahwa saat ini tidak terdeteksi adanya virus HPV. Namun, penting untuk tetap melakukan pemeriksaan rutin karena infeksi HPV dapat terjadi kapan saja. Deteksi dini melalui pemeriksaan HPV DNA dan pap smear sangat penting untuk mencegah perkembangan kanker serviks.

Syarat dan Ketentuan Tes
  • Tidak dalam periode menstruasi (minimal 3 hari setelah menstruasi selesai)

  • Tidak menggunakan cairan pembersih vagina (vaginal douche) dalam kurun waktu 48 jam sebelum pengambilan sampel

  • Tidak diperuntukkan bagi wanita yang telah menerima pengobatan radiasi panggul, memiliki riwayat pendarahan parah, atau mengalami penyakit darah yang dapat menyebabkan pendarahan

  • Tidak berhubungan seksual dalam kurun waktu 24 jam sebelum pengambilan sampel

  • Tidak disarankan untuk wanita yang sedang dalam masa nifas (pemulihan setelah persalinan)

Artikel Kesehatan

News

CTA Banner FullCTA Banner Full
Sehat dengan Nyaman
Pesan Home Care atau ke Cabang, pilih cara yang paling sesuai dengan jadwal dan kondisimu