Layanan kesehatan fleksibel
Tersedia Home Care ke lokasimu, atau Walk-In ke klinik kami. Sehat jadi lebih mudah untukmu!
Booking layanan Bumame tanpa antri. Klik di sini.
Booking layanan Bumame tanpa antri. Klik di sini.
Booking layanan Bumame tanpa antri. Klik di sini.


Merupakan pemeriksaan untuk mendeteksi kesuburan wanita dan mengetahui penyebab terjadinya ketidaksuburan (infertilitas) pada wanita.
GET IT FOR
2.900.000
LH
FSH
Estradiol
Progresteron
Prolactin
TSHs
Tidak diperlukan persiapan khusus
LH (Luteinizing Hormone):
Hormon LH berperan penting dalam proses ovulasi (pelepasan sel telur). Hormon ini merangsang ovarium untuk melepaskan sel telur yang matang.
FSH (Follicle-Stimulating Hormone):
Hormon FSH bekerja sama dengan LH dalam mengatur siklus menstruasi. Hormon ini merangsang pertumbuhan folikel dalam ovarium yang berisi sel telur.
Estradiol:
Hormon estrogen, termasuk estradiol, berperan dalam perkembangan ciri-ciri seksual sekunder pada wanita, mengatur siklus menstruasi, dan menjaga kesehatan tulang.
Progresteron:
Hormon progesteron berperan dalam mempersiapkan dinding rahim untuk menerima telur yang telah dibuahi. Hormon ini juga membantu menjaga kehamilan.
Prolactin:
Hormon prolaktin terutama berperan dalam produksi ASI. Namun, kadar prolaktin yang tinggi juga dapat mengganggu ovulasi serta kerap menjadi penyebab ketidaksuburan pada beberapa wanita.
TSHs (Thyroid Stimulating Hormone):
Hormon TSH mengatur fungsi kelenjar tiroid. Kelenjar tiroid menghasilkan hormon yang mengatur metabolisme tubuh. Gangguan fungsi tiroid dapat mempengaruhi siklus menstruasi dan kesuburan. Oleh karena itu, pemeriksaan TSH dilakukan untuk memastikan fungsi tiroid dalam kondisi normal.
Kapan dilakukan pemeriksaan kesuburan wanita?
Bila terdapat masalah reproduksi yang menghambat terjadinya kehamilan
Sebelum membuat rencana program hamil
Bagaimana penjelasan dari masing-masing pemeriksaan kesuburan wanita?
LH (Luteinizing Hormone) merupakan tes untuk mengetahui apakah wanita sedang berovulasi atau sudah mencapai masa menopause
FSH (Follicle-Stimulating Hormone) merupakan tes untuk mengukur jumlah hormon FSH yang berperan dalam mengendalikan siklus menstruasi dan produksi sel telur pada wanita
Estradiol merupakan tes untuk memeriksa kinerja ovarium, plasenta, dan kelenjar adrenal guna mengetahui adanya tanda-tanda tumor ovarium, kelainan pada organ reproduksi, atau untuk mengevaluasi keberhasilan terapi hormon
Progesteron adalah tes untuk menilai apakah seorang wanita berada pada masa subur, mendeteksi terjadinya kehamilan ektopik serta keguguran.
Prolactin yaitu tes untuk mengukur konsentrasi prolaktin dalam darah.
TSHs yaitu tes untuk mengukur jumlah hormon TSH dalam darah, karena rendahnya kadar hormon tiroid dalam tubuh dapat mengganggu pelepasan telur dari ovarium (ovulasi)
Mengapa perlu dilakukan pemeriksaan LH (Luteinizing Hormone)?
Karena hormon ini berperan untuk membantu tubuh mengatur siklus menstruasi dan ovulasi. Selain itu hormon ini dapat membantu menentukan apakah Sudah mencapai masa menopause
Bagaimana pemeriksaan LH dan interpretasi hasilnya?
Pemeriksaan menggunakan sampel darah yang diambil dari pembuluh darah vena di lengan untuk mengukur konsentrasi LH dalam darah.
Hasil :
Terjadi peningkatan : saat menstruasi dan setelah menopause. Kadar LH yang terlalu tinggi berisiko dapat mengakibatkan masalah reproduksi.
Terjadi penurunan : mengakibatkan penurunan respon stimulasi ovarium
Mengapa perlu dilakukan pemeriksaan FSH (Follicle-Stimulating Hormone)?
Karena hormon ini berperan dalam produksi sel telur pada Wanita. Selain itu, berperan mengendalikan siklus menstruasi. Ketika produksi FSH berhenti menandakan akhir dari siklus menstruasi. Sebaliknya, produksi FSH yang Kembali meningkat menunjukan persiapan siklus menstruasi berikutnya.
Bagaimana pemeriksaan FSH dan interpretasi hasilnya?
Dilakukan pengambilan sampel darah dari pembuluh darah vena untuk mengukur konsentrasi FSH dalam darah.
Hasil :
Rendah : wanita tidak mengalami ovulasi, adanya gangguan pada kelenjar hipofisis, atau bisa juga menandakan kehamilan.
Tinggi : wanita memasuki masa menopause, adanya tumor di kelenjar hipofisis, atau gejala dari sindrom Turner.
Mengapa perlu dilakukan pemeriksaan estradiol?
Karena hormon ini dapat menunjukkan kinerja ovarium, plasenta, dan kelenjar adrenal. Selain itu dapat menunjukkan adanya tanda-tanda tumor ovarium, kelainan pada organ reproduksi, atau untuk mengevaluasi keberhasilan terapi hormon.
Bagaimana pemeriksaan estradiol dan interpretasi hasilnya?
Diperlukan sampel darah untuk mengukur konsentrasi estradiol. Petugas medis akan mengambil sampel darah secukupnya dan dianalisis di laboratorium
Hasil :
Pada wanita premenopause, kadar estradiol normal adalah 30-400 pg/ml
Pada wanita pasca menopause, kadar estradiol normal adalah 0-30 pg/ml
Kadar estradiol lebih rendah menandakan kondisi berikut ini: Gangguan ovarium, menopause, penurunan berat badan yang cepat, kadar hormon hipofisis yang rendah, keguguran, Turner syndrome
Kadar estradiol lebih tinggi menandakan kondisi berikut ini: hipertiroidisme, kerusakan hati, ginekomastia, tumor di ovarium, testis, atau kelenjar adrenal
Mengapa perlu dilakukan pemeriksaan progesteron?
Karena hormon ini merupakan salah satu hormon reproduksi yang penting fungsinya dalam meregulasi menstruasi, perkembangan organ seksual sekunder, kesuburan, dan juga kehamilan.
Bagaimana pemeriksaan progesteron dan interpretasi hasilnya?
Diperlukan sampel darah untuk mengukur konsentrasi progesteron. Petugas medis akan mengambil sampel darah secukupnya dengan jarum steril
Secara umum, berikut kadar normal hormon progesteron dalam darah:
Pada perempuan yang belum mengalami pubertas: 0,1 - 0,3 ng/mL
Pada wanita di fase folikuler siklus menstruasi: 0,1 - 0,7 ng/mL
Pada wanita di fase luteal siklus menstruasi: 2 - 25 ng/mL
Pada wanita hamil di trimester pertama: 10 - 44 ng/mL
Pada wanita hamil di trimester kedua: 19,5 - 82,5 ng/mL
Pada wanita hamil di trimester ketiga: 65 - 290 ng/mL
Hasil :
Pemeriksaan bisa normal jika dilakukannya pada fase luteal siklus menstruasi.
Bila pemeriksaan saat fase folikuler, bisa jadi peningkatan kadar hormon progesteron menandakan adanya tumor pada ovarium
Bila pemeriksaan dilakukan saat hamil, maka penurunan kadar hormon progesteron mengindikasikan berisiko mengalami keguguran
Mengapa perlu dilakukan pemeriksaan prolaktin?
Karena fungsi hormon prolaktin pada Wanita cukup penting yaitu untuk merangsang produksi ASI dan pertumbuhan payudara, serta membantu pengaturan siklus haid.
Bagaimana pemeriksaan prolaktin dan interpretasi hasilnya?
Petugas medis akan mengambil sampel darah dari pembuluh darah vena secukupnya dengan jarum steril.
Normal : kadar hormon prolaktin dalam tubuh wanita akan meningkat selama masa kehamilan hingga menyusui, dan akan kembali normal setelah beberapa bulan menyusui.
Kelainan :
Hormon prolaktin berlebihan di luar masa kehamilan dan menyusui bisa menjadi tanda adanya tumor jinak prolaktinoma, kekurangan hormon tiroid (hipotiroidisme), cedera pada dinding dada, menstruasi yang tidak teratur atau bahkan terhenti sama sekali
Hormon prolaktin rendah merupakan keadaan yang jarang ditemui. Namun dapat disebabkan kurang aktifnya kelenjar hipofisis (hipopituitarisme). Namun jika terdeteksi setelah melahirkan, maka penderita tidak dapat memproduksi ASI dalam jumlah yang cukup.
Mengapa perlu dilakukan pemeriksaan TSHs (Thyroid Stimulating Hormone)?
Pemeriksaan TSHs sangat penting dilakukan dalam evaluasi kesuburan wanita karena beberapa alasan berikut:
Kelenjar tiroid dan kesuburan saling berkaitan: Kelenjar tiroid menghasilkan hormon yang mengatur metabolisme tubuh, termasuk metabolisme hormon reproduksi.
Gangguan fungsi tiroid dapat mempengaruhi siklus menstruasi: Baik hipotiroidisme (kelenjar tiroid kurang aktif) maupun hipertiroidisme (kelenjar tiroid terlalu aktif) dapat menyebabkan siklus menstruasi menjadi tidak teratur, bahkan berhenti sama sekali.
Gangguan ovulasi: Baik kadar TSH yang terlalu tinggi maupun terlalu rendah dapat mengganggu proses ovulasi, sehingga sulit untuk hamil.
Keguguran: Wanita dengan gangguan tiroid memiliki risiko keguguran yang lebih tinggi.
Bagaimana pemeriksaan TSHs dan interpretasi hasilnya?
Dilakukan pengambilan sampel darah untuk analisis di laboratorium
Hasil :
Rendah : berisiko terjadi gangguan pelepasan telur dari ovarium (ovulasi)
Tinggi : terjadi gangguan siklus menstruasi dan kesuburan