Ureum
Kreatinin
Serologi Antibodi Kuantitatif
SGOT
SGPT
Layanan kesehatan fleksibel
Di klinik atau di rumah - sesuai kebutuhanmu. Tersedia Home Care ke lokasimu, atau Walk-In ke klinik kami. Sehat jadi lebih mudah untukmu!
Booking layanan Bumame tanpa antri. Klik di sini.
Booking layanan Bumame tanpa antri. Klik di sini.
Booking layanan Bumame tanpa antri. Klik di sini.


Rangkaian pemeriksaan bagi individu yang telah sembuh dari COVID-19 untuk mengetahui efek samping dari virus yang berdampak pada organ ginjal, hati, dan sistem kekebalan tubuh melalui 5 rangkaian pemeriksaan yaitu ureum, kreatinin, serologi antibodi kuantitatif, SGOT, dan SGPT.
GET IT FOR
585.000
Ureum
Kreatinin
Serologi Antibodi Kuantitatif
SGOT
SGPT
Tidak diperlukan persiapan khusus untuk pemeriksaan pasca COVID-19.
Mengetahui tingkat kekebalan tubuh terhadap virus/infeksi lainnya melalui tes serologi antibodi kuantitatif.
Mengetahui tingkat nilai ureum dan kreatinin dalam darah untuk menggambarkan kondisi fungsi ginjal.
Mengetahui tingkat kadar SGOT dan SGPT yang menggambarkan kondisi fungsi hati.
Siapa yang dapat melakukan tes ini?
Individu pasca pengidap COVID-19 untuk memantau dan mendeteksi secara dini kondisi tubuh akibat dari infeksi virus SARS-CoV-2.
Pemeriksaan sebaiknya dilakukan pada individu yang memiliki risiko penyakit ginjal, hati, dan/atau kardiovaskular untuk menghindari dampak lebih lanjut pasca mengidap COVID-19.
Kapan waktu yang tepat untuk melakukan tes pasca COVID-19?
Setelah pulih dari COVID-19. Tidak ada waktu spesifik kapan harus dilakukan tes ini.
Apa yang harus dilakukan setelah sembuh dari COVID-19?
Setidaknya, seseorang yang baru pulih dari COVID-19 perlu menjaga kesehatan, melakukan vaksinasi COVID-19 setelah dinyatakan negatif selama 3 bulan, dan melakukan tes kesehatan ini.
Bagaimana cara pengambilan sampel dalam pemeriksaan pasca COVID-19?
Menggunakan sampel darah yang diambil melalui pembuluh darah vena di lengan.
Berapa lama hasil pemeriksaan pasca COVID-19 keluar?
Umumnya, pemeriksaan pasca COVID-19 di Bumame rilis dalam rentang waktu 1x24 jam, setelah melewati prosedur interpretasi hasil dan saran kesehatan dari dokter dan tenaga ahli kesehatan Bumame.
Mengapa perlu tes untuk cek fungsi ginjal dan hati pasca COVID-19?
Seseorang yang telah terinfeksi COVID-19 berpotensi mengalami penyakit ginjal akibat efek dari virus yang menurunkan fungsi penyaringan ginjal, terutama bagi individu dengan riwayat penyakit ginjal.
Penelitian menunjukkan adanya peningkatan gangguan fungsi hati pasca terinfeksi virus COVID-19. Hal ini dikarenakan terdapat temuan virus SARS-CoV-2 menginfeksi saluran empedu yang dapat menyebabkan gangguan fungsi hati. Dengan demikian, risiko penyakit ini dapat diketahui melalui pemeriksaan ureum, kreatinin, SGOT, dan SGPT.