Layanan kesehatan fleksibel
Tersedia Home Care ke lokasimu, atau Walk-In ke klinik kami. Sehat jadi lebih mudah untukmu!
Booking layanan Bumame tanpa antri. Klik di sini.
Booking layanan Bumame tanpa antri. Klik di sini.
Booking layanan Bumame tanpa antri. Klik di sini.


Serangkaian tes kesehatan sebelum menikah bagi pria untuk memastikan kondisi kesehatan sehingga dapat mencegah terjadinya masalah kesehatan utamanya mendeteksi adanya penyakit menular, menahun, atau diturunkan yang dapat mempengaruhi kesuburan pasangan maupun kesehatan calon anak.
GET IT FOR
2.252.000
Gambaran darah tepi
Elektroforesis Hb
Golongan darah
HBsAg Kualitatif
VDRL (Venereal Disease Research Laboratory)
Anti HIV
Hematologi Rutin
Istirahat yang cukup untuk menghindari stres saat pemeriksaan
Menghindari olahraga berat atau aktivitas fisik yang berat
Gambaran darah tepi: Mengevaluasi sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit untuk mendeteksi penyakit dan/atau gangguan bawaan pada sel darah merah
Elektroforesis Hb: Mengetahui tipe-tipe hemoglobin dalam darah. Hemoglobin merupakan protein dalam sel darah merah dengan fungsi mengangkut oksigen ke organ dan jaringan tubuh. Panel ini mampu mendeteksi kelainan hemoglobin dapat mendiagnosis penyakit Thalasemia (kelainan sel darah merah) yang dapat diturunkan kepada anak.
Golongan darah: Mengetahui kemungkinan timbulnya komplikasi selama kehamilan calon istri dan kondisi calon anak apabila rhesus berbeda dengan rhesus calon istri.
HBsAg Kualitatif: Mengetahui kemungkinan adanya virus hepatitis B akut atau kronis, serta untuk mengetahui seberapa baik sistem imun melawan infeksi virus hepatitis B dalam tubuh yang dapat ditularkan melalui hubungan seksual.
VRDL: Mengetahui tanda awal penyakit sifilis oleh infeksi bakteri Treponema pallidum (penyakit menular seksual) serta membantu merencanakan perawatan dan mencegah terjadinya komplikasi penyakit tersebut.
Anti HIV: Mengetahui antibodi terhadap virus HIV untuk mendeteksi virus HIV di dalam tubuh.
Siapa yang dapat melakukan tes ini?
Pria yang berencana untuk menikah dan memiliki keturunan
Kapan waktu yang tepat untuk melakukan pemeriksaan ini?
Menurut BKKBN dan Kementerian Agama, pemeriksaan ini disarankan untuk dilakukan 3 bulan sebelum pernikahan, sehingga apabila ditemukan kelainan maka dapat dilakukan tindakan preventif untuk memperkecil kemungkinan risiko yang dapat muncul.
Mengapa pemeriksaan ini penting untuk dilakukan?
Untuk mengantisipasi adanya kelainan yang akan ditularkan ke pasangan atau calon anak (membatasi penyebaran penyakit menular seksual, hepatitis B, HIV/AIDS, dan lainnya)
Mencegah penyakit gangguan darah yang mungkin diturunkan pada anak
Berkaitan dengan pemeriksaan Elektroforesis Hb, penyakit apa yang dapat terjadi apabila tingkat hemoglobin tidak normal?
Hal tersebut memungkinkan adanya penyakit:
Hemoglobin C (penyakit turunan yang mengakibatkan anemia akut)
Hemoglobinopati jenis langka (penyakit turunan yang menyerang produksi dan struktur dari sel darah merah menjadi tidak normal)
Anemia sel sabit
Thalasemia
Apabila hal ini terjadi, segera konsultasikan dengan dokter untuk melakukan tindakan preventif dan/atau pengobatan sesuai diagnosis.
Mengapa penting untuk mengetahui rhesus pasangan dan apa dampak komplikasi yang dapat terjadi pada calon anak bila rhesus kedua pasangan berbeda?
Rhesus atau RhD merupakan antigen yang ada di sel darah merah manusia dan diklasifikasikan menjadi Rhesus negatif (Rh-negatif) dan Rhesus positif (Rh-positif) bergantung dari ada atau tidaknya antigen D dalam sel darah merah tersebut. Untuk kebutuhan transfusi, darah Rh-positif dapat diberikan hanya dengan Rh-positif. Sedangkan Rh-negatif dapat diberikan kepada Rh-positif dan Rh-negatif.
Bila Laki-laki Rh-positif memiliki pasangan Perempuan Rh-negatif, dapat melahirkan anak dengan Rh-positif, namun dapat menyebabkan penyakit hemolitik pada janin dan bayi baru lahir.
Bagaimana cara pengambilan sampel dari pemeriksaan pranikah pria ini?
Menggunakan sampel darah yang diambil melalui pembuluh darah vena di lengan.
Apa hasil yang didapatkan dari pemeriksaan VDRL?
Hasil positif menandakan pasien mengalami sifilis
Hasil negatif menandakan pasien tidak memiliki antibodi terhadap bakteri penyebab sifilis
Hasil negatif palsu menandakan pasien sedang berada di sifilis tahap awal atau lanjut, sehingga perlu pemeriksaan lain untuk memastikan hasil yang akurat
Hasil positif palsu dapat menandakan adanya antibodi terhadap infeksi lainnya seperti AIDS, pneumonia, malaria, atau lupus, sehingga perlu pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan hasil yang akurat.
Bila laki-laki menderita sifilis, bagaimana dampak terhadap pasangan dan anak?
Penyakit sifilis yang dibiarkan dapat berujung pada gangguan saraf. Sifilis tidak mengganggu produksi dan kualitas sperma, namun karena penyakit ini menular, sebaiknya dilakukan penyembuhan terhadap penyakit ini sebelum semakin menyebar ke pasangan sehingga dapat pula ditularkan pada janin. Salah satu penyakit yang dapat ditularkan oleh sifilis orang tua terhadap janinnya adalah penyakit sifilis kongenital.
Bagaimana bila hasil pemeriksaan anti HIV positif?
Apabila individu terjangkit virus HIV, tidak perlu panik, karena virus HIV dapat dikontrol melalui obat antiretroviral (ARV) secara rutin sehingga risiko penularannya rendah. Meskipun obat ARV tidak membunuh virus HIV, tetapi bisa menghambat perkembangbiakannya dalam tubuh dan jumlah virus HIV dalam darah bisa ditekan hingga tidak terdeteksi oleh tes (undetectable viral load). Apabila individu dengan HIV memiliki viral load yang tidak terdeteksi, risiko penularannya bisa menjadi sangat rendah, hampir mendekati nol.
Apabila HIV tidak diobati, maka virus tersebut bisa berkembang menjadi AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome). AIDS merupakan tahap akhir dari infeksi HIV. Pada tahap ini, sistem kekebalan tubuh pengidap akan semakin melemah serta berpotensi untuk terinfeksi berbagai penyakit, antara lain yang paling banyak terjadi adalah penyakit pneumonia, tuberkulosis, kanker, infeksi jamur, dan infeksi virus.