Layanan kesehatan fleksibel
Di klinik atau di rumah - sesuai kebutuhanmu. Tersedia Home Care ke lokasimu, atau Walk-In ke klinik kami. Sehat jadi lebih mudah untukmu!
Booking layanan Bumame tanpa antri. Klik di sini.
Booking layanan Bumame tanpa antri. Klik di sini.
Booking layanan Bumame tanpa antri. Klik di sini.


Vaksin Polio IPV adalah vaksin yang berisikan virus polio yang sudah tidak aktif atau mati untuk memberikan pencegahan terhadap penyakit Poliomyelitis bagi anak-anak, dewasa, maupun lansia.
GET IT FOR
375.000
Tiap 1 dosis vaksin Polio IPV (0,5 ml) mengandung:
Virus poliomyelitis inaktif
Tipe 1 (Mahoney), 40 DU
Tipe 2 (MEF-1), 8 DU
Tipe 3 (Saukett), 32 DU
Pemberian vaksin polio
Tidak memerlukan puasa
Gunakan pakaian lengan pendek atau yang mudah digulung di bagian lengan
Kondisi kesehatan optimal dan cukup tidur
Beritahu staf medis riwayat kondisi kesehatan dengan jujur. Apabila mengalami kondisi tidak enak badan atau sedang sakit, sebaiknya tunda vaksinasi hingga kesehatan kembali optimal
Beritahu staf medis bila ada reaksi alergi atau tanda-tanda tidak normal lainnya
Bumame menyediakan layanan vaksinasi untuk anak usia 12 tahun ke atas. Bagi anak di bawah 12 tahun, kami rekomendasikan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter spesialis anak guna menentukan jenis dan jadwal vaksinasi yang sesuai.
Memberikan perlindungan terhadap penyakit Poliomyelitis
Penyakit Polio dapat mengakibatkan kelumpuhan kaki, demam, lelah, dan kaku pada leher. Kondisi fatal akibat infeksi polio ini menyebabkan kelumpuhan total pada pasien bahkan kematian
Ditujukan untuk siapa pemberian vaksin Polio IPV ini?
Vaksin Polio IPV merupakan vaksin yang dapat diberikan pada anak pada usia 2, 3, dan 4 bulan. Pemberian vaksinasi ini termasuk salah satu imunisasi wajib anak yang menjadi program nasional. Setelah dosis primer dituntaskan, pemberian dilanjutkan pada usia 18 bulan sebagai booster. Selain itu vaksinasi polio IPV juga dianjurkan diberikan kepada individu dewasa yang tidak diketahui riwayat vaksinasi polionya selama usia anak-anak.
Apa kontraindikasi pemberian vaksin Polio IPV?
Memiliki alergi terhadap salah satu komponen vaksin termasuk Neomisin, Streptomisin, atau Polimiksin B
Riwayat alergi terhadap vaksin Polio sebelumnya
Apa yang menjadi perhatian saat melakukan vaksinasi ini?
Bila sedang demam atau mengalami infeksi akut, pemberian vaksin sebaiknya ditunda
Vaksinasi ditunda pada individu dengan imunodefisiensi atau pengobatan imunosupresan hingga pengobatannya selesai
Vaksinasi pada bayi prematur dan memiliki riwayat saluran napas yang belum matang perlu dilakukan observasi potensi risiko gagal napas, sehingga perlu dilakukan pemantauan pernapasan hingga 72 jam pasca vaksinasi
Adakah efek samping pemberian vaksin ini?
Efek samping pasca pemberian vaksin merupakan hal yang umum terjadi, biasanya disebut dengan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). KIPI yang umum terjadi adalah nyeri otot, nyeri persendian, nyeri dan bengkak kemerahan pada lokasi penyuntikan hingga demam. Namun tidak perlu khawatir karena bila demam dapat diberikan obat penurun panas atau gejala lain diatas dapat mereda dengan sendirinya
Kapan jadwal pemberian vaksin Polio IPV?
Jadwal vaksinasi Polio IPV untuk Anak
Diberikan sebanyak 4 dosis
Dosis 1: saat lahir (OPV)
Dosis 2: usia 2 bulan
Dosis 3: usia 3 bulan
Dosis 4: usia 4 bulan
Booster: usia 18 bulan
Anak yang mendapat vaksin polio secara oral (OPV), sebaiknya diberikan 2 dosis vaksin Polio IPV sebelum berusia 12 bulan
Jadwal vaksinasi Polio IPV untuk Dewasa
Diberikan sebanyak 3 dosis
Dosis 1: saat ini
Dosis 2: 1-2 bulan dari dosis pertama
Dosis 3: 6-12 bulan dari dosis kedua
Jadwal vaksinasi Polio IPV untuk Lansia
Diberikan sebanyak 3 dosis
Dosis 1: saat ini
Dosis 2: 1-2 bulan dari dosis pertama
Dosis 3: 6-12 bulan dari dosis kedua
Bagaimana bila anak terlambat mendapat vaksinasi Polio IPV sesuai jadwal?
Imunisasi bermanfaat agar anak terlindungi dari sejumlah jenis penyakit menular lewat pembentukan zat antibodi yang berasal dari vaksin. Pemberian vaksin harus sesuai jadwal dan idealnya tidak boleh terlambat untuk mencapai efek perlindungan yang maksimal. Jadwal imunisasi dibuat sedemikian rupa dibuat berdasarkan rekomendasi WHO dan organisasi profesi yang berkecimpung dalam imunisasi setelah melalui uji klinis.
Jika seorang anak telat diimunisasi, ada peningkatan risiko tertular penyakit yang sebenarnya sudah bisa dicegah dengan vaksin. Namun tidak perlu khawatir, karena apabila anak terlambat mendapatkan vaksinasi Polio sesuai jadwal, masih bisa diberikan secepatnya melalui imunisasi kejaran. Segera kunjungi dokter agar anak dapat diberikan dosis vaksinasi Polio.
Apa perbedaan vaksinasi Polio IPV dan OPV?
Vaksin polio diberikan secara oral (OPV) maupun suntukan (IPV). OPV diberikan pada bayi sesaat setelah lahir. Sedangkan IPV dianjurkan untuk diberikan dua kali sebelum usia 12 bulan. Perbedaan keduanya adalah terletak pada kandungan vaksinnya. OPV mengandung virus polio hidup, namun sudah dilemahkan. Tujuannya adalah membentuk kekebalan pada usus dan darah. Sedangkan IPV mengandung virus polio yang sudah tidak aktif atau mati. Tujuannya hanya membentuk kekebalan pada darah, namun tidak di usus. Oleh karenanya pemberian vaksin Polio dilakukan secara oral maupun injeksi.
Bagaimana penyakit polio ditularkan?
Polio disebabkan oleh virus yang menyerang sistem saraf dan menyebabkan kelumpuhan, bahkan kematian. Virus polio ditularkan melalui tertelannya makanan atau air yang terkontaminasi virus polio tersebut. Penyebaran virus polio umumnya terjadi melalui sentuhan langsung atau melalui konsumsi air dan makanan yang tercemar feses yang mengandung polio. Penderita polio dapat menyebarkan virusnya kepada orang lain meskipun ia tidak menunjukan gejala.
Mengapa saya harus melakukan vaksin di Bumame?
Selain memenuhi rekomendasi imunisasi dari Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), vaksinasi di Bumame memberikan perlindungan ekstra. Bersama Prodigi, Bumame memberikan proteksi asuransi efek samping vaksinasi hingga 50 juta Rupiah untuk setiap pasien selama 1 bulan setelah vaksinasi.
Apa itu Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI)?
Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) adalah kejadian medik yang berhubungan dengan imunisasi, dapat berupa reaksi vaksin, reaksi suntikan, kesalahan prosedur, ataupun koinsidens, sampai ditentukan adanya hubungan kausal. Secara umum, vaksin tidak menimbulkan reaksi pada tubuh, atau apabila terjadi, hanya menimbulkan reaksi ringan. Vaksinasi memicu kekebalan tubuh dengan menyebabkan sistem kekebalan tubuh penerima bereaksi terhadap antigen yang terkandung dalam vaksin. Reaksi lokal dan sistemik seperti nyeri pada tempat suntikan atau demam dapat terjadi sebagai bagian dari respon imun. Frekuensi terjadinya reaksi ringan vaksinasi ditentukan oleh jenis vaksin.
Apa saja syarat dan ketentuan dalam melakukan vaksin di Bumame?
Harga sudah termasuk biaya layanan, transportasi, dan APD vaksinator
Tindakan Home Care untuk untuk vaksinasi disarankan untuk dilakukan di rumah atau di lokasi lain yang bersih dan mudah diakses oleh staf medis
Customer service Bumame akan menghubungi Anda melalui WhatsApp untuk mengkonfirmasi pesanan Anda
Jadwal dapat berubah menyesuaikan ketersediaan staf medis, cuaca, atau kendala force majeure lainnya
Pembatalan pesanan dan pengembalian dana (refund) tidak dapat dilakukan jika staf medis Bumame sudah dalam perjalanan menuju lokasi Anda
Pembatalan pesanan dapat dilakukan paling lambat 24 jam sebelum jadwal tindakan, dengan cara menghubungi Customer Service Bumame melalui WhatsApp
Perubahan jadwal dapat dilakukan paling lambat 3 jam sebelum jadwal tindakan
Jika butuh bantuan, hubungi Customer Service Bumame melalui WhatsApp di 0811-1908-8808 atau DM Instagram Bumame di @bumamehealth