Desktop ImageDesktop Image
  • booster & vaccination

Vaksin Rabies
Verorab

  • Home Care
  • Walk In

Vaksin Verorab adalah vaksin yang berfungsi untuk mencegah penyakit rabies yang dapat terjadi melalui gigitan/cakaran dari hewan yang terinfeksi rabies

GET IT FOR

565.000

Detail Pemeriksaan
Komposisi Kandungan Vaksin

Tiap 1 dosis vaksin Verorab mengandung:

  • Serbuk: (≥ 2,5 IU virus rabies tidak aktif)

  • Pelarut: 0,5 ml natrium klorida 0,4% dalam pre-filled syringe

Isi Pemeriksaan

Pemberian vaksin rabies

Persiapan Pemeriksaan
  • Tidak memerlukan puasa

  • Gunakan pakaian lengan pendek atau yang mudah digulung di bagian lengan

  • Kondisi kesehatan optimal dan cukup tidur

  • Beritahu staf medis riwayat kondisi kesehatan dengan jujur. Apabila mengalami kondisi tidak enak badan atau sedang sakit, sebaiknya tunda vaksinasi hingga kesehatan kembali optimal

  • Beritahu staf medis bila ada reaksi alergi atau tanda-tanda tidak normal lainnya

Manfaat Vaksinasi
  • Memberikan perlindungan terhadap penyakit Rabies

  • Penyakit Rabies pada manusia ditandai dengan demam, mual, rasa nyeri di tenggorokan, nyeri pada bekas luka gigitan/cakaran, takut pada air (hydrophobia), takut cahaya, dan air liur yang berlebih (hipersaliva)

  • Kondisi fatal penyakit rabies dapat mengakibatkan gangguan sistem saraf pusat, halusinasi bahkan tingkat kematiannya apabila sudah menimbulkan gejala adalah 99,9%

Tentang Vaksinasi

Ditujukan untuk siapa pemberian vaksinasi Verorab ini?

Vaksin Verorab diindikasikan untuk diberikan sebagai profilaksis (pencegahan) rabies pra-pajanan dan pasca pajanan pada semua kelompok umur. Profilaksis pra-pajanan (pre-exposure) harus ditawarkan kepada subjek yang berisiko tinggi terkontaminasi oleh virus rabies.

Seseorang yang berisiko tinggi terhadap rabies harus divaksinasi misalnya:

  • Personal diagnostik, petugas peneliti atau produksi laboratorium yang bekerja dengan virus rabies

  • Seseorang yang memelihara hewan domestik (anjing, kucing, kelelawar, dsb)

  • Pekerja profesional yang terpapar (petugas veteriner, petugas laboratorium yang menangani peralatan yang terkontaminasi atau kemungkinan terkontaminasi, tukang jagal, petugas penimbun, penjaga hutan, petugas rumah jagal)

  • Orang dewasa atau anak yang bepergian ke daerah dengan kasus hewan rabies yang tinggi penularannya

Apa kontraindikasi pemberian vaksin Verorab?

Pra-pajanan:

  • Memiliki alergi terhadap salah satu komponen vaksin

  • Riwayat alergi terhadap vaksin Rabies sebelumnya

Pasca-pajanan:

Oleh karena infeksi rabies umumnya menyebabkan kematian, maka tidak ada kontraindikasi terhadap vaksinasi pasca-pajanan rabies

Apa yang menjadi perhatian saat melakukan vaksinasi ini?

  • Bila sedang demam atau mengalami infeksi akut, pemberian vaksin sebaiknya ditunda

  • Imunoglobulin dan vaksin rabies tidak boleh diberikan pada 1 lokasi suntik yang sama

  • Pemeriksaan serologi RFFIT (Rapid Flourescent Focus Inhibition Test) harus dilakukan pada individu yang terpapar terus menerus (setiap 6 bulan) dan mungkin dilakukan setiap 2-3 tahun setelah dosis booster dari setelah 1 dan 5 tahun terpapar.

Adakah efek samping pemberian vaksin ini?

Efek samping pasca pemberian vaksin merupakan hal yang umum terjadi, biasanya disebut dengan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). KIPI yang umum terjadi adalah nyeri otot, nyeri persendian, nyeri dan bengkak kemerahan pada lokasi penyuntikan hingga demam. Namun tidak perlu khawatir karena bila demam dapat diberikan obat penurun panas atau gejala lain diatas dapat mereda dengan sendirinya

Kapan jadwal pemberian vaksin Verorab?

Jadwal vaksinasi Verorab untuk seluruh kelompok umur

Sebelum tergigit hewan/pra-pajanan, vaksin rabies diberikan dengan 3 dosis primer dan 2 dosis booster.

  • Dosis I : sekarang

  • Dosis II : 7 hari setelah dosis I

  • Dosis III : 28 hari setelah dosis I

  • Dosis IV : 1 tahun setelah dosis I (booster)

  • Dosis V : 5 tahun setelah dosis I (booster)

Setelah tergigit hewan, vaksin Verorab dapat diberikan untuk mencegah penyakit Rabies:

Gigitan derajat I dan II mendapat 5 dosis

  • Dosis I : secepatnya setelah gigitan / cakaran

  • Dosis II : 3 hari setelah Dosis I

  • Dosis III : 7 hari setelah Dosis I

  • Dosis IV : 14 hari setelah Dosis I

  • Dosis V : 28 hari setelah Dosis I

Gigitan derajat III mendapat 5 dosis + Imunoglobulin

  • Dosis I : secepatnya setelah gigitan + Imunoglobulin

  • Dosis II : 3 hari setelah Dosis I

  • Dosis III : 7 hari setelah Dosis I

  • Dosis IV : 14 hari setelah Dosis I

  • Dosis V : 28 hari setelah Dosis I

Bagaimana penyakit Rabies ditularkan?

Rabies disebabkan oleh virus yang menyerang sistem saraf pusat. Pada manusia dan hewan penularannya melalui saliva (anjing, kucing, kera) yang terkena rabies melalui gigitan, cakaran, ataupun luka terbuka.

Seberapa mematikan penyakit Rabies?

Rabies dapat dicegah jika belum timbul gejala. Saat sudah menimbulkan gejala rabies, maka 99,9 persen pasien akan meninggal

Apa yang harus saya lakukan saat tergigit/tercakar hewan yang mengalami Rabies?

Apabila anda tergigit/tercakar atau terjilat pada bagian tubuh yang luka oleh hewan yang dicurigai mengalami rabies, anda harus mencuci area luka dengan mengalirkan air bersih yang mengandung sabun selama 10-15 menit, bawa ke fasilitas kesehatan terdekat, dan mendapatkan pencegahan berupa vaksin rabies dan serum anti rabies sesegera mungkin

Mengapa saya harus melakukan vaksin di Bumame?

Selain memenuhi rekomendasi imunisasi dari Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), vaksinasi di Bumame memberikan perlindungan ekstra. Bersama Prodigi, Bumame memberikan proteksi asuransi efek samping vaksinasi hingga 50 juta Rupiah untuk setiap pasien selama 1 bulan setelah vaksinasi.

Apa itu Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI)?

Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) adalah kejadian medik yang berhubungan dengan imunisasi, dapat berupa reaksi vaksin, reaksi suntikan, kesalahan prosedur, ataupun koinsidens, sampai ditentukan adanya hubungan kausal. Secara umum, vaksin tidak menimbulkan reaksi pada tubuh, atau apabila terjadi, hanya menimbulkan reaksi ringan. Vaksinasi memicu kekebalan tubuh dengan menyebabkan sistem kekebalan tubuh penerima bereaksi terhadap antigen yang terkandung dalam vaksin. Reaksi lokal dan sistemik seperti nyeri pada tempat suntikan atau demam dapat terjadi sebagai bagian dari respon imun. Frekuensi terjadinya reaksi ringan vaksinasi ditentukan oleh jenis vaksin.

Apa saja syarat dan ketentuan dalam melakukan vaksin di Bumame?

  • Harga sudah termasuk biaya layanan, transportasi, dan APD vaksinator

  • Tindakan Home Care untuk untuk vaksinasi disarankan untuk dilakukan di rumah atau di lokasi lain yang bersih dan mudah diakses oleh staf medis

  • Customer service Bumame akan menghubungi Anda melalui WhatsApp untuk mengkonfirmasi pesanan Anda

  • Jadwal dapat berubah menyesuaikan ketersediaan staf medis, cuaca, atau kendala force majeure lainnya

  • Pembatalan pesanan dan pengembalian dana (refund) tidak dapat dilakukan jika staf medis Bumame sudah dalam perjalanan menuju lokasi Anda

  • Pembatalan pesanan dapat dilakukan paling lambat 24 jam sebelum jadwal tindakan, dengan cara menghubungi Customer Service Bumame melalui WhatsApp

  • Perubahan jadwal dapat dilakukan paling lambat 3 jam sebelum jadwal tindakan

  • Jika butuh bantuan, hubungi Customer Service Bumame melalui WhatsApp di 0811-1908-8808 atau DM Instagram Bumame di @bumamehealth

Artikel Kesehatan

CTA Banner FullCTA Banner Full
Layanan kesehatan fleksibel
Di klinik atau di rumah - sesuai kebutuhanmu. Tersedia Home Care ke lokasimu, atau Walk-In ke klinik kami. Sehat jadi lebih mudah untukmu!