Gratis pengiriman tes Mandiri se-Indonesia
Pesan Home Care atau Kit Delivery, pilih cara yang paling sesuai dengan jadwal dan kondisimu
Booking layanan Bumame tanpa antri. Klik di sini.
Booking layanan Bumame tanpa antri. Klik di sini.
Booking layanan Bumame tanpa antri. Klik di sini.


Pemeriksaan dengan sampel swab serviks (leher rahim) untuk mendeteksi kanker serviks yang disebabkan oleh 21 tipe virus HPV (Human Papillomavirus).
GET IT FOR
1.600.000
Pemeriksaan kanker serviks dengan metode HPV DNA Swab 21 Tipe.
Pemeriksaan tidak dapat dilakukan saat menstruasi.
Beberapa hal yang perlu dihindari 24 jam sebelum melakukan pemeriksaan HPV DNA adalah sebagai berikut:
Melakukan hubungan seksual
Membersihkan vagina dengan produk perawatan kewanitaan yang disemprotkan ke vagina
Menggunakan obat-obatan vagina (krim atau sabun pembersih)
Memasukkan apa pun ke dalam vagina, seperti menggunakan tampon
Mengetahui apakah terdapat 21 tipe HPV risiko tinggi yang berpotensi menjadi kanker serviks dan kanker lainnya.
Berisiko tinggi memicu kanker serviks: Tipe 16 dan 18
Berpotensi memicu kanker serviks dan lainnya (vulva, vagina, anus, penis, dan orofaringeal): Tipe 26, 31, 33, 35, 39, 44, 45, 51, 52, 53, 56, 58, 59, 66, 68, 73 dan 82
Berpotensi memicu kutil kelamin: Tipe 6 dan 11
Siapa saja yang perlu melakukan pemeriksaan ini?
Pemeriksaan HPV DNA dianjurkan untuk wanita usia 30-65 tahun dan dilakukan 5 tahun sekali serta dikombinasikan dengan metode Pap Smear. Selain itu, pemeriksaan ini juga dianjurkan kepada seseorang dengan risiko tinggi terkena kanker serviks seperti:
Penderita HIV atau penyakit seksual menular lainnya
Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah
Kurang mengkonsumsi sayur dan buah
Perokok aktif atau pasif
Obesitas
Pernah hamil pada usia < 20 tahun
Sudah melahirkan sebanyak 3 kali atau lebih
Melakukan hubungan seksual sebelum usia 20 tahun
Sering berganti pasangan seksual
Berhubungan seksual dengan individu yang sering berganti pasangan
Memiliki riwayat kanker serviks dalam keluarga
Apa saja tipe virus HPV yang diperiksa?
Pemeriksaan ini dapat mendeteksi 14 tipe HPV (16, 18, 31, 33, 35, 39, 45, 51, 52, 56, 58, 59, 66, 68). HPV tipe 16 dan 18 berisiko tinggi dan menjadi penyebab >70% kasus kanker serviks.
Bagaimana cara melakukan tes HPV DNA?
Untuk melakukan pemeriksaan HPV DNA, dapat dilakukan dengan 2 prosedur pengambilan sampel, yaitu dengan swab serviks ataupun dengan menampung urin.
Berapa lama hasil HPV DNA keluar?
Untuk pemeriksaan dengan sampel swab serviks, hasil akan keluar dalam 3 hari kerja.
Berapa besar akurasi skrining HPV DNA?
HPV DNA metode swab serviks memiliki sensitivitas* 96% dan spesifisitas** 90% (lesi pra-kanker tahap 2), serta spesifisitas 89% (lesi pra-kanker tahap 3).
*Sensitivitas adalah kemampuan tes untuk mendeteksi kasus positif dengan benar.
**Spesifisitas adalah kemampuan tes untuk mendeteksi kasus negatif dengan benar.
Bagaimana jika terdeteksi HPV DNA?
Jika terdeteksi memiliki HPV yang berisiko menyebabkan kanker serviks, maka Anda akan dianjurkan untuk mengunjungi dokter Obgyn untuk mendapatkan rekomendasi tes lanjutan.
Perlu diingat bahwa pemeriksaan HPV DNA tidak menunjukkan bahwa Anda menderita kanker, tetapi sebagai peringatan bahwa kanker serviks berpotensi muncul di kemudian hari.
Cuci tangan dengan sabun hingga bersih, lalu keringkan tangan
Keluarkan tabung kemasan cotton swab, letakkan dengan posisi berdiri
Buka tabung kemasan cotton swab, pastikan hanya bagian tutup kemasan swab yang dipegang
Ambil posisi nyaman, lebarkan labia atau bibir vagina untuk memudahkan pengambilan sampel
Masukkan cotton swab dengan lembut ke dalam vagina dengan gerakan memutar, hingga cotton swab berada di ujung vagina bagian dalam atas
Putar cotton swab perlahan sebanyak 3-5 kali searah jarum jam
Keluarkan cotton swab dan masukkan kembali cotton swab ke dalam tabung kemasan
Masukkan tabung kemasan berisi cotton swab ke dalam biohazard ziplock, pastikan tutup hingga rapat dan masukkan biohazard ziplock tersebut ke dalam kotak kit HPV DNA
Tidak dalam periode menstruasi (minimal 3 hari setelah menstruasi)
Tidak berhubungan seksual dalam kurun waktu 24 jam sebelum pengambilan sampel
Tidak menggunakan cairan pembersih vagina (vaginal douche) dalam kurun waktu 48 jam sebelum pengambilan sampel
Tidak diperuntukkan bagi wanita yang telah menerima pengobatan radiasi panggul, memiliki riwayat pendarahan parah atau mengalami penyakit darah yang dapat menyebabkan pendarahan
Metode tes dengan swab serviks tidak diperuntukan untuk wanita hamil
Tidak disarankan untuk wanita yang sedang dalam masa nifas (pemulihan setelah persalinan)