Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Menganal Alopecia Areata: Penyebab dan Pengobatannya
Kembali ke Artikel & Berita

Alopecia Areata: Gejala dan Penyebabnya

SBAOthers

Rambut rontok mungkin menjadi hal yang biasa dialami sehari-hari. Namun, kerontokan yang membentuk area kebotakan tertentu pada kulit kepala atau bagian tubuh lainnya dapat berkaitan dengan kondisi yang disebut alopecia areata.

Kondisi ini dapat muncul secara tiba-tiba dan memiliki pola kerontokan yang khas. Lantas, apa saja gejalanya dan apa penyebabnya? Yuk, kenali lebih jauh kondisi ini melalui penjelasan berikut!

Apa Itu Alopecia Areata?

Alopecia areata adalah penyakit autoimun yang terjadi saat sistem kekebalan tubuh menyerang bagian folikel rambut, yakni struktur di kulit tempat tumbuhnya rambut. Kondisi ini dapat menyebabkan rambut rontok pada bagian tubuh mana pun, tetapi paling sering terjadi di kulit kepala dan wajah.

Kerontokan akibat alopecia areata umumnya muncul dalam bentuk bercak kecil dan bulat yang ukurannya dapat menyerupai koin. Pada sebagian orang, kerontokan bisa terjadi lebih luas. Istilah alopecia sendiri merujuk pada kerontokan atau kebotakan rambut, sedangkan areata berarti terjadi pada area tertentu secara tidak merata.

Gejala dan Ciri-Ciri Kerontokan 

Gejala alopecia areata dapat dikenali dari pola kerontokan rambut yang khas. Beberapa ciri umumnya meliputi.

  • Rambut rontok secara tiba-tiba dan membentuk bercak bulat atau oval, terutama di kulit kepala.

  • Kerontokan juga dapat terjadi pada janggut, alis, bulu mata, atau bagian tubuh lainnya.

  • Di sekitar area yang botak dapat terlihat rambut pendek yang patah atau rambut berbentuk seperti tanda seru.

  • Area yang mengalami kerontokan biasanya tidak disertai ruam, kemerahan, atau bekas luka.

  • Sebagian orang dapat merasakan gatal, kesemutan, atau rasa terbakar pada kulit sebelum rambut rontok.

  • Bercak kerontokan dapat bertambah atau menyatu menjadi area yang lebih luas.

  • Pada sebagian kasus, rambut dapat rontok dari seluruh kulit kepala (alopecia totalis) atau seluruh tubuh (alopecia universalis), meski kondisi ini jarang terjadi.

  • Rambut yang rontok dapat tumbuh kembali dalam beberapa bulan, tetapi kerontokan dapat kembali terjadi di kemudian hari.

Penyebab Alopecia Areata 

Sebenarnya, penyebab gangguan ini belum diketahui secara pasti. Kondisi ini diduga berkaitan dengan kombinasi faktor genetik dan lingkungan yang membuat sistem kekebalan tubuh menyerang folikel rambut. Selain itu, alopecia areata lebih sering ditemukan pada orang dengan kondisi kesehatan tertentu. Berikut di antaranya.

  • Dermatitis atopik, yaitu kondisi kulit yang ditandai dengan peradangan.

  • Penyakit tiroid, yang memengaruhi fungsi kelenjar tiroid.

  • Anemia pernisiosa, yaitu kondisi ketika tubuh tidak dapat menyerap vitamin B12 dengan baik.

  • Sindrom Down, yang berkaitan dengan peningkatan risiko beberapa kondisi autoimun.

  • Vitiligo, yaitu kondisi yang menyebabkan munculnya bercak putih pada kulit.

Meski begitu, memiliki salah satu kondisi tersebut tidak berarti seseorang pasti mengalami alopecia. Faktor yang berperan dapat berbeda pada setiap orang.

Apakah Menular atau Autoimun?

Alopecia areata bukanlah jenis penyakit yang menular, melainkan termasuk penyakit autoimun. Kondisi ini terjadi ketika sistem kekebalan tubuh keliru menyerang folikel rambut, yaitu bagian kulit tempat rambut tumbuh. Akibatnya, rambut dapat rontok dan membentuk bercak pada area tertentu.

Karena bukan disebabkan oleh infeksi, alopecia areata tidak dapat menular dari satu orang ke orang lain. Jadi, berada dekat dengan seseorang yang mengalami penyakit ini, bersentuhan, atau menggunakan barang yang sama tidak akan menyebabkan kondisi ini berpindah.

Meski sudah diketahui berkaitan dengan gangguan sistem kekebalan tubuh, penyebab pastinya masih belum sepenuhnya dipahami. Para ahli menduga kondisi ini melibatkan kombinasi faktor genetik dan lingkungan yang dapat memicu respons imun terhadap folikel rambut.

Pantangan Makanan Alopecia Areata 

Dalam dunia medis, belum ada jenis makanan tertentu yang terbukti menjadi pantangan mutlak bagi penderita. Namun, beberapa makanan ini sebaiknya dibatasi karena dapat berkaitan dengan peradangan. Berikut beberapa jenis pantangannya.

1. Makanan yang Digoreng

Makanan yang digoreng sebaiknya tidak dikonsumsi terlalu sering oleh penderita alopecia areata. Konsumsi makanan yang digoreng secara rutin dapat berkaitan dengan peningkatan senyawa proinflamasi, yaitu senyawa yang berperan dalam proses peradangan di dalam tubuh. Beberapa contoh makanan yang sebaiknya dibatasi antara lain:

  • kentang goreng,

  • cincin bawang,

  • ayam goreng,

  • stik mozzarella,

  • donat, dan

  • ikan goreng tepung.

2. Camilan Instan

Camilan instan atau makanan ultra-olahan juga sebaiknya penderita konsumsi dalam jumlah terbatas. Jenis makanan ini umumnya mengandung cukup banyak gula, garam, atau lemak, dan konsumsi berlebih dapat berkaitan dengan proses peradangan dalam tubuh yang berpotensi memengaruhi kesehatan rambut. Contohnya sebagai berikut:

  • keripik kentang,

  • minuman ringan,

  • makanan beku,

  • sereal sarapan manis, dan

  • sup instan.

3. Daging Olahan

Makanan berikutnya adalah daging olahan seperti daging asap, hot dog, dan salami juga sebaiknya tidak terlalu sering dikonsumsi. Selama proses produksinya, daging olahan dapat menggunakan nitrat dan senyawa lainnya, jadi penderita alopecia areata disarankan tidak terlalu sering mengonsumsinya. Contohnya antara lain:

  • daging asap,

  • hot dog,

  • peperoni,

  • bologna, dan

  • salami.

4. Camilan Manis

Camilan dengan kandungan gula tinggi juga sebaiknya Anda batasi. Asupan gula yang berlebihan berpotensi menyebabkan peningkatan kadar gula darah. Para peneliti menduga perubahan tersebut dapat memengaruhi folikel rambut. Beberapa contoh makanan manis yang sebaiknya tidak dikonsumsi terlalu sering meliputi:

  • permen,

  • cookie,

  • kue dan produk roti manis,

  • pai, dan

  • es krim.

Pengobatan dan Perawatan 

Belum ada obat yang bisa menyembuhkan alopecia areata secara permanen. Namun, beberapa perawatan dapat membantu mengurangi kerontokan dan merangsang rambut untuk tumbuh kembali. Pilihannya disesuaikan dengan kondisi dan tingkat kerontokan.

1. Perawatan Topikal

Perawatan topikal berarti obat dioleskan langsung pada kulit yang mengalami kerontokan. Beberapa pilihan yang dapat digunakan meliputi.

  • Kortikosteroid: Berupa krim, salep, losion, atau busa yang membantu mengurangi peradangan dan menekan aktivitas sistem kekebalan tubuh di area yang mengalami kerontokan.

  • Minoksidil: Dioleskan pada kulit kepala untuk membantu merangsang pertumbuhan rambut. Penggunaannya dapat dikombinasikan dengan perawatan lain.

  • Imunoterapi topikal: Pemberian zat tertentu pada kulit yang mengalami kebotakan untuk memicu reaksi pada kulit dan membantu merangsang pertumbuhan rambut.

2. Suntikan Kortikosteroid

Pada metode ini, dokter menyuntikkan kortikosteroid langsung ke area yang mengalami kebotakan. Perawatan ini cukup sering digunakan pada penderita alopecia areata  yang mengalami kebotakan berukuran kecil untuk dapat membantu rambut tumbuh kembali.

3. Obat Minum

Jika kerontokan cukup luas atau parah, dokter mungkin memberikan obat minum untuk membantu mengendalikan aktivitas sistem kekebalan tubuh. Contohnya adalah kortikosteroid oral dan obat penekan sistem imun seperti metotreksat atau siklosporin.

Karena obat-obatan ini dapat menimbulkan efek samping, penggunaannya perlu mengikuti anjuran dan pengawasan dokter.

4. Fototerapi

Fototerapi merupakan perawatan menggunakan jenis dan dosis cahaya tertentu untuk membantu memengaruhi respons sistem kekebalan tubuh pada kulit. Pada kondisi tertentu, terapi ini dapat menjadi salah satu pilihan untuk membantu menangani alopecia areata.

Kapan Harus ke Dokter Kulit?

Jika mengalami kerontokan rambut yang muncul tiba-tiba, terutama jika membentuk bercak bulat atau oval, sebaiknya konsultasikan dengan dokter spesialis kulit dan kelamin (dermatolog). 

Pemeriksaan diperlukan untuk memastikan penyebab kerontokan dan menentukan apakah kondisi tersebut berkaitan dengan alopecia areata atau penyebab lainnya.

Selain itu, pemeriksaan juga dapat membantu menentukan perawatan yang sesuai dengan kondisi Anda. Selain kondisi fisik, alopecia areata juga dapat memengaruhi kepercayaan diri dan kondisi psikologis, sehingga penanganan yang tepat dapat membantu menjaga kualitas hidup.

Kenali Alopecia Areata dan Jaga Kesehatan Rambut!

Alopecia areata merupakan kondisi autoimun yang dapat menyebabkan rambut rontok dan membentuk bercak pada area tertentu. Jika mengalami kerontokan yang muncul tiba-tiba atau tidak biasa, konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui penyebabnya dan mendapatkan penanganan yang sesuai. 

Selain pemeriksaan oleh dokter, MCU Hair Panel (Core) Bumame menggabungkan lima pemeriksaan untuk membantu mengevaluasi beberapa faktor yang berkaitan dengan kesehatan rambut, seperti kondisi darah, cadangan zat besi, fungsi tiroid, vitamin D, dan kadar zinc. 

Hasil pemeriksaan dapat menjadi bagian dari gambaran kesehatan yang lebih menyeluruh. Mari kenali kondisi tubuh dan kesehatan rambut sejak dini! Lakukan pemeriksaan sesuai kebutuhan dan anjuran tenaga kesehatan agar langkah perawatan dapat dilakukan dengan lebih tepat.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Referensi:

  1. Cleveland Clinic. (2023). Alopecia Areata.  

  2. National Institute of Arthritis and Muscoloskeletal and Skin Diseases. (2024). Alopecia Areata.  

  3. Primaya Hospital. (2022). Penyakit Alopecia Areata: Gejala, Mencegah dan Mengobati.  

  4. Everyday Health. (2025). 4 Jenis Makanan yang Harus Dihindari atau Dibatasi Jika Anda Mengalami Alopecia.  

  5. Pantai Hospitals. (2024). Alopecia Areata: Gejala, Diagnosis, dan Pengobatan.

Ditinjau secara medis oleh dr. Muhammad Reza Kurniawan

Frequently Asked Question

Apa itu alopecia areata?
Alopecia areata adalah penyakit autoimun ketika sistem kekebalan tubuh menyerang folikel rambut, sehingga rambut rontok dan membentuk bercak bulat atau oval.
Apa penyebab alopecia areata?
Penyebab pastinya belum diketahui. Kondisi ini diduga berkaitan dengan kombinasi faktor genetik dan lingkungan yang memicu sistem kekebalan tubuh menyerang folikel rambut.
Apakah alopecia areata bisa menular?
Tidak. Alopecia areata merupakan penyakit autoimun, bukan penyakit menular, sehingga tidak berpindah melalui sentuhan atau penggunaan barang secara bersama-sama.
Apakah rambut yang rontok akibat alopecia areata bisa tumbuh kembali?
Ya, rambut dapat tumbuh kembali dalam beberapa bulan, terutama pada kasus dengan kerontokan ringan. Namun, kerontokan bisa kembali terjadi di kemudian hari.
Kapan kerontokan rambut perlu diperiksakan ke dokter?
Konsultasikan dengan dokter spesialis kulit jika rambut rontok secara tiba-tiba, membentuk bercak bulat atau oval, semakin meluas, atau terjadi berulang. Pemeriksaan membantu memastikan penyebab dan menentukan perawatan yang sesuai.