Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Basofil: Fungsi, Kadar Normal, dan Penyebab Tinggi
Kembali ke Artikel & Berita

Basofil: Nilai Normal serta Penyebab Kadarnya Tinggi dan Rendah

SBAOthers

Pernah melihat hasil pemeriksaan darah dengan istilah basofil dan bingung apa artinya? Dibandingkan hemoglobin, leukosit, atau trombosit, istilah ini memang tidak terlalu sering dibicarakan. Padahal, sel ini merupakan salah satu jenis sel darah putih yang ikut bekerja dalam sistem kekebalan tubuh.

Jumlahnya di dalam darah sangat sedikit, bahkan termasuk jenis leukosit yang paling jarang ditemukan. Namun, bukan berarti perannya tidak penting. Komponen ini dapat terlibat dalam reaksi alergi, peradangan, serta komunikasi antara berbagai bagian sistem imun. Lalu, apa sebenarnya fungsi sel tersebut? Mari membahasnya bersama!

Apa Itu Basofil?

Basofil merupakan salah satu dari lima jenis sel darah putih atau leukosit. Sel ini diproduksi di sumsum tulang dan kemudian beredar di dalam darah. Jumlahnya sangat sedikit, yaitu kurang dari sekitar 1% dari seluruh sel darah putih yang beredar di dalam tubuh.

Meski jumlahnya kecil, komponen ini memiliki berbagai zat yang dapat dilepaskan ketika sel tersebut teraktivasi, termasuk histamin dan mediator lipid. Zat-zat tersebut berperan dalam respons tubuh terhadap rangsangan tertentu, terutama pada reaksi hipersensitivitas atau alergi.

Sel tersebut juga memiliki reseptor dengan afinitas tinggi atau kemampuan mengikat yang sangat kuat terhadap imunoglobulin E (IgE), yang dikenal sebagai FcεRI. Ketika jalur ini teraktivasi oleh pemicu tertentu, leukosit jenis ini dapat melepaskan mediator yang kemudian memengaruhi jaringan dan sel imun lainnya.

Menariknya, saat ini, peran komponen tersebut tidak lagi dipandang hanya terbatas pada reaksi alergi. Sel ini juga diketahui ikut terlibat dalam respons imun bawaan dan adaptif serta berbagai kondisi peradangan.

Fungsi Basofil dalam Sistem Imun

Secara sederhana, basofil dapat dianggap sebagai salah satu bagian kecil dari sistem pertahanan tubuh yang membantu mengatur respons imun. Fungsinya pun cukup beragam, yakni sebagai berikut.

1. Berperan dalam Reaksi Alergi

Salah satu fungsi basofil mirip dengan eosinofil, yaitu sama-sama sel darah putih yang paling dikenal karena keterlibatannya dalam reaksi alergi. Ketika sel tersebut teraktivasi melalui jalur IgE, basofil dapat melepaskan histamin dan mediator lainnya.

Lebih jauh, histamin kemudian berkontribusi terhadap berbagai gejala alergi, seperti rasa gatal, kemerahan, pembengkakan, atau perubahan pada saluran napas, tergantung jenis dan tingkat respons yang terjadi.

2. Membantu Mengatur Respons Imun

Basofil juga dapat menghasilkan sejumlah sitokin, termasuk interleukin-4 (IL-4) dan interleukin-13 (IL-13). Zat tersebut membantu mengatur komunikasi antar sel imun dan dapat mendukung respons imun tipe 2 atau Th2.

Artinya, peran sel tersebut tidak sebatas menyebabkan alergi. Sel ini juga bekerja sama dengan sel imun lain untuk membantu tubuh merespons berbagai rangsangan.

3. Berinteraksi dengan Sistem Imun Bawaan dan Adaptif

Leukosit jenis ini dapat merespons berbagai sinyal dari lingkungan sekitarnya, termasuk beberapa jalur yang berkaitan dengan respons imun bawaan. Pada saat yang sama, sel ini juga dapat berkomunikasi dengan komponen imunitas adaptif.

Karena itu, penelitian modern melihat unsur tersebut sebagai salah satu penghubung antara berbagai mekanisme pertahanan tubuh. Namun, banyak aspek mengenai fungsinya yang masih terus diteliti.

Kadar Basofil Normal

Kadar basofil biasanya dilaporkan sebagai persentase dari seluruh sel darah putih dan/atau sebagai jumlah absolut. Karena memang merupakan sel yang jumlahnya sangat sedikit, perubahan kecil pada angka tersebut dapat terlihat cukup mencolok jika hanya dilihat dalam bentuk persentase.

Sebagai gambaran umum, basofil biasanya menyusun sekitar 0,4–1% dari leukosit, sementara beberapa referensi laboratorium menggunakan rentang jumlah absolut hingga sekitar 0–200 atau 0–300 sel/mikroliter darah. Rentang dapat berbeda antar-laboratorium berdasarkan metode pemeriksaan dan populasi yang digunakan.

Karena itu, jangan langsung menyimpulkan kondisi kesehatan hanya berdasarkan satu angka. Hasil sebaiknya dibaca bersama jumlah leukosit total, jenis leukosit lainnya, keluhan yang dialami, riwayat kesehatan, obat yang dikonsumsi, serta rentang rujukan yang tercantum pada hasil laboratorium.

Penyebab Basofil Tinggi

Kondisi ketika jumlah basofil meningkat disebut basofilia. Basofilia bukanlah penyakit tersendiri, melainkan temuan laboratorium yang dapat memiliki berbagai penyebab, di antaranya sebagai berikut.

1. Reaksi Alergi

Alergi terhadap debu atau lingkungan, makanan, dan obat-obatan dapat memengaruhi aktivitas sel imun, termasuk basofil. Hal itu karena memang sel ini berperan dalam respons hipersensitivitas yang dimediasi IgE.

2. Infeksi atau Peradangan

Infeksi tertentu maupun kondisi peradangan dapat disertai perubahan jumlah sel darah putih. Namun, angka saja tidak dapat menentukan jenis infeksi atau lokasi peradangannya.

3. Hipotiroidisme

Kadar basofil yang meningkat dapat ditemukan pada kondisi tertentu yang berkaitan dengan fungsi tiroid yang rendah. Temuan ini tetap perlu dilihat bersama gejala dan pemeriksaan lain yang relevan.

4. Penyakit Autoimun atau Inflamasi Kronis

Beberapa penyakit autoimun dan inflamasi, seperti rheumatoid arthritis atau inflammatory bowel disease juga dapat berhubungan dengan perubahan jumlahnya dalam darah.

5. Gangguan pada Sumsum Tulang

Basofilia yang tinggi dan menetap dapat terjadi akibat gangguan pada sumsum tulang, yaitu kondisi ketika produksi sel darah berlangsung secara tidak normal. Contohnya adalah polisitemia vera, mielofibrosis, dan leukemia mieloid. Gangguan tersebut dapat menyebabkan peningkatan jumlah basofil dan sel darah lainnya.

Penyebab Basofil Rendah

Basopenia adalah kondisi rendahnya jumlah basofil dalam darah. Karena sel ini secara alami sudah sangat sedikit, kadarnya yang rendah belum tentu menandakan masalah kesehatan. Hal tersebut berlaku jika tidak ada keluhan atau perubahan pada parameter darah lain. Berikut kondisi dapat memicu penurunan kadar sel tersebut.

1. Infeksi Tertentu

Pada beberapa jenis infeksi, jumlah dan distribusi sel darah putih dapat mengalami perubahan sebagai bagian dari respons tubuh terhadap infeksi. Perubahan tersebut dapat memengaruhi jumlah sel darah putih yang terdeteksi dalam sirkulasi darah.

2. Reaksi Hipersensitivitas Akut

Saat terjadi respons hipersensitivitas atau alergi yang berlangsung akut, basofil dapat teraktivasi dan berpindah dari sirkulasi darah ke jaringan. Kondisi ini dapat membuat jumlah basofil yang terukur dalam darah menjadi lebih rendah.

3. Tirotoksikosis

Tirotoksikosis merupakan kondisi ketika tubuh memiliki kadar hormon tiroid yang terlalu tinggi. Kondisi ini dapat disertai perubahan pada jumlah beberapa jenis sel darah, termasuk sel darah putih.

4. Perpindahan Basofil dari Darah ke Jaringan

Basofil tidak selalu berada di dalam aliran darah. Ketika terdapat sinyal peradangan atau respons imun tertentu, sel ini dapat bermigrasi menuju jaringan yang membutuhkan respons imun. Akibatnya, jumlah yang terlihat pada pemeriksaan darah dapat menurun.

5. Kondisi Peradangan Tertentu

Pada beberapa kondisi inflamasi, perubahan jumlah dapat berkaitan dengan aktivitas dan perpindahan sel imun ke jaringan. Misalnya, pada chronic spontaneous urticaria (biduran yang muncul berulang tanpa pemicu yang jelas), basofil dapat mengalami perubahan distribusi antara darah dan jaringan yang meradang.

Kapan Perlu Tes Darah Lengkap?

Pemeriksaan darah lengkap dapat dilakukan sebagai bagian dari medical check-up rutin maupun ketika seseorang mengalami keluhan tertentu. Pemeriksaan ini membantu melihat berbagai komponen darah secara bersamaan, termasuk sel darah merah, sel darah putih, trombosit, hemoglobin, hematokrit, dan indeks sel darah merah.

Jika tujuan pemeriksaan adalah melihat jumlah berbagai jenis leukosit, termasuk basofil, dokter atau laboratorium dapat menggunakan pemeriksaan hitung jenis leukosit atau CBC dengan differential. Pemeriksaan differential memberikan informasi mengenai jumlah atau persentase masing-masing jenis sel darah putih.

Tes darah lengkap dapat dipertimbangkan ketika terdapat keluhan seperti mudah lelah, pucat, sering mengalami infeksi, atau ketika dokter ingin mengevaluasi kondisi darah dan respons imun. Pemeriksaan juga dapat digunakan untuk memantau kondisi kesehatan yang sudah diketahui sebelumnya.

Hal yang perlu diingat, hasil pemeriksaan darah bukan diagnosis dengan sendirinya. Misalnya, basofil tinggi tidak otomatis berarti seseorang memiliki alergi atau penyakit tertentu. 

Begitu pula basofil rendah tidak otomatis menunjukkan adanya gangguan kekebalan tubuh. Hasil perlu dibaca berdasarkan nilai rujukan laboratorium dan kondisi klinis secara keseluruhan.

Cek Kondisi Darah dengan Hematologi Lengkap

Basofil merupakan salah satu jenis sel darah putih yang jumlahnya memang sedikit, tetapi memiliki peran dalam respons imun, terutama pada reaksi alergi dan proses peradangan. Kadar yang terlalu tinggi maupun rendah dapat ditemukan pada berbagai kondisi, sehingga hasilnya tidak sebaiknya diartikan secara terpisah.

Jika hasil pemeriksaan menunjukkan perubahan kadar basofil, penting untuk melihatnya bersama jumlah leukosit, jenis sel darah putih lainnya, parameter darah lain, dan kondisi kesehatan secara keseluruhan. Dengan begitu, hasil pemeriksaan dapat memberikan informasi yang lebih utuh.

Bagi Anda yang ingin mengetahui kondisi darah secara lebih menyeluruh, pemeriksaan Hematologi Lengkap dari Bumame dengan harga mulai dari Rp125.000,00, dapat menjadi salah satu pemeriksaan dasar yang informatif.

Pemeriksaan ini tidak hanya melihat leukosit dan jenisnya, tetapi juga mencakup beberapa parameter seperti sel darah merah, hemoglobin, hematokrit, dan trombosit. Sementara untuk layanannya tersedia dalam bentuk home care maupun walk in, yang dapat Anda pilih sesuai dengan kebutuhan.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

References:

  1. King's College London. (2026). Basophils in Immunity: Activation Pathways, Roles in Allergy and AllergoOncology, and Application of the Basophil Activation Test.

  2. International Journal of Molecular Science. (2023). Basophil Characteristics as a Marker of the Pathogenesis of Chronic Spontaneous Urticaria in Relation to the Coagulation and Complement Systems.

  3. National Library of Medicine. (2022). Role of Basophils in a Broad Spectrum of Disorders.

  4. Frontiers. (2023). Editorial: The fundamental biology of basophils in health and disease.

  5. Allergic Journal. (2015). The role of basophils in allergic inflammation.

Ditinjau secara medis oleh dr. Reycha Nabila

Frequently Asked Question

Apa itu basofil?
Basofil adalah salah satu jenis sel darah putih atau leukosit yang berperan dalam sistem kekebalan tubuh, terutama pada reaksi alergi dan peradangan.
Berapa kadar basofil yang normal?
Basofil umumnya menyusun sekitar 0,4-1% dari seluruh sel darah putih. Jumlah absolutnya dapat berada hingga sekitar 0-200 atau 0-300 sel per mikroliter darah, tergantung nilai rujukan laboratorium.
Apa penyebab basofil tinggi?
Basofil tinggi atau basofilia dapat disebabkan oleh alergi, infeksi atau peradangan, hipotiroidisme, penyakit autoimun, serta gangguan pada sumsum tulang.
Apa penyebab basofil rendah?
Basofil rendah atau basopenia dapat terjadi akibat infeksi tertentu, reaksi hipersensitivitas akut, tirotoksikosis, perpindahan basofil dari darah ke jaringan, atau kondisi peradangan tertentu.
Apakah basofil tinggi pasti berarti alergi?
Tidak. Selain alergi, basofilia dapat disebabkan oleh infeksi, kondisi inflamasi, gangguan tiroid tertentu, penyakit autoimun, dan gangguan mieloproliferatif.