Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Scabies adalah: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan
Kembali ke Artikel & Berita

Scabies adalah: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

SBATips Kesehatan

Ruam dan rasa gatal yang semakin parah saat malam bisa mengganggu tidur dan aktivitas sehari-hari. Jika Anda mengalaminya, scabies adalah salah satu kondisi yang melatarbelakanginya dan perlu diwaspadai. Pasalnya, jika tidak ditangani dengan tepat, keluhan-keluhannya bisa menyebar dan menular ke orang lain di sekitar Anda.

Apa Itu Scabies?

Scabies adalah penyakit kulit yang terjadi akibat infestasi tungau mikroskopis Sarcoptes scabiei var. Hominis. Pada kondisi ini, tungau betina bereproduksi dan membuat terowongan kecil di bagian terluar kulit untuk meletakkan telurnya.

Sensasi gatal pada kulit dan ruam yang muncul selama proses infestasi ini adalah reaksi sistem imun terhadap keberadaan tungau, telur, dan sisa-sisanya. Hingga hari ini, banyak yang menganggap bahwa scabies adalah penyakit kulit yang diakibatkan kurang menjaga kebersihan.

Padahal, anggapan ini kurang tepat. Scabies bisa terjadi pada siapapun, bahkan pada mereka yang rutin mandi dan merawat kulit. Selain itu, penyakit kulit yang umum di Indonesia ini bisa terjadi pada orang dewasa maupun anak-anak.

Penyebab Scabies dan Cara Penularannya

Penyebab scabies pada dasarnya adalah infeksi tungau Sarcoptes scabiei var. hominis yang hidup dan berkembang biak di permukaan kulit manusia. Penularan parasit ini terjadi melalui kontak kulit langsung dengan penderita dalam waktu cukup lama.

Selain itu, ada beberapa situasi lain yang bisa meningkatkan kemungkinan penyebaran, di antaranya adalah sebagai berikut.

  • Tinggal serumah dengan penderita: Kontak fisik berulang saat tidur, merawat penderita, atau saat melakukan aktivitas harian bisa mempermudah perpindahan tungau.

  • Menggunakan barang yang terkontaminasi: Penularan melalui pakaian, handuk, atau seprai juga bisa terjadi, meskipun kasusnya tercatat lebih jarang pada scabies biasa.

Seseorang juga bisa menularkan ektoparasit obligat ini sebelum menyadari adanya gejala. Pada infeksi pertama, rasa gatal bisa muncul beberapa minggu setelah tungau masuk ke kulit. Oleh karena itu, tidak adanya keluhan belum tentu terbebas dari infeksi tungau.

Faktor Risiko Scabies

Scabies adalah penyakit kulit menular yang bisa terjadi pada siapa saja. Namun, risiko penularannya lebih tinggi dalam kondisi yang memungkinkan kontak dekat berlangsung berulang kali dengan penderita. Berikut adalah beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko penyebarannya.

  • Tinggal bersama banyak orang dalam ruang terbatas (hunian padat).

  • Lingkungan dengan kontak intensif seperti asrama, fasilitas perawatan jangka panjang, dan tempat tinggal bersama.

  • Kontak sehari-hari dengan anggota rumah yang terinfeksi.

  • Sistem imun yang lemah bisa meningkatkan risiko mengalami scabies, khususnya scabies berkusta.

Perlu Anda pahami bahwa faktor-faktor tersebut berkaitan dengan kesempatan penularan atau tingkat keparahan, bukan berarti scabies hanya dialami orang yang tinggal di lingkungan tertentu. Menjaga kebersihan tetap penting, namun cara tersebut tidak sepenuhnya mencegah penularan melalui kontak dekat.

Gejala Scabies

Gejala scabies umumnya muncul saat tubuh bereaksi terhadap infestasi tungau di kulit. Pada infeksi pertama, gejalanya baru akan muncul setelah beberapa minggu. Namun, jika Anda sudah pernah mengalami scabies sebelumnya, maka gejala bisa muncul lebih cepat yaitu hanya dalam beberapa hari.

Pada kebanyakan kasus, gejala yang umumnya muncul sendiri adalah:

  • Gatal hebat, terutama pada malam hari;

  • Ruam berupa bintik kecil kemerahan yang bisa menyerupai bentuk jerawat, gigitan serangga, atau ruam akibat penyakit kulit lain;

  • Tungau terkadang membentuk garis kecil yang berkelok dan sedikit menonjol di permukaan kulit yang terlihat seperti terowongan;

  • Saat digaruk, kulit yang terinfeksi bisa lecet, berkerak, atau mengalami infeksi sekunder; serta

  • Pada orang dewasa, gejala juga bisa berupa lesi di sela-sela jari, pergelangan tangan, siku, ketiak, pinggang, dan bokong serta munculnya rasa gatal di selangkangan.

Diagnosis Scabies

Diagnosis scabies umumnya didasarkan pada pemeriksaan kulit dan evaluasi riwayat keluhan. Adapun proses diagnosis ini melibatkan beberapa tahapan, berikut ini detailnya,

1. Pemeriksaan Riwayat Medis dan Gejala

Pertama-tama, dokter akan menggali riwayat kesehatan penderita melalui beberapa pertanyaan, seperti:

  • Sejak kapan keluhan gatal muncul?

  • Apakah keluhan memburuk pada malam hari?

  • Adakah anggota keluarga atau orang terdekat yang memiliki gejala serupa?

  • Bagaimana kondisi tempat tinggal penderita dan apakah penderita pernah bepergian ke tempat hunian padat?

2. Pemeriksaan Fisik Kulit

Tahap selanjutnya, dokter melakukan pemeriksaan kulit menyeluruh. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengevaluasi ruam merah, memastikan adanya terowongan halus di lapisan bawah kulit, dan memastikan rasa gatal berasal dari alergi kulit terhadap keberadaan tungau.

3. Pemeriksaan Kerokan Kulit

Jika memerlukan verifikasi lanjutan, dokter bisa melakukan prosedur skin scraping (kerokan kulit). Sampel tersebut nantinya akan diperiksa untuk menegakkan diagnosis.

4. Diagnosis Banding

Karena gejala ruam pada skabies bisa menyerupai kondisi atau penyakit kulit lainnya, dokter perlu melakukan diagnosis banding dengan penyakit lain, seperti lichen planus, dermatitis atopik, atau eksim numularis.

Komplikasi Scabies

Scabies yang tidak mendapatkan penanganan bisa memicu masalah kulit lanjutan, terutama akibat garukan berulang dan infeksi kulit sekunder. Luka terbuka akibat garukan bisa memungkinkan bakteri masuk ke kulit dan menyebabkan infeksi seperti impetigo.

Bahkan pada beberapa kasus, scabies bisa menuntun pada infeksi bakteri yang lebih dalam. Selain itu, ada beberapa komplikasi lain yang juga bisa muncul, yaitu:

  • Gangguan tidur akibat rasa gatal terus-menerus;

  • Luka, kerak, dan perubahan kondisi kulit akibat garukan;

  • Penularan kepada anggota keluarga atau kontak dekat; dan

  • Investasi berat berupa scabies berkrusta, terutama pada orang dengan penderita gangguan sistem imun.

Komplikasi di atas tidak selalu terjadi. Penanganan yang tepat sejak awal umumnya bisa mengurangi risiko infeksi dan memutus rantai penularan.

Pengobatan Scabies

Fokus utama pengobatan scabies adalah membunuh tungau penyebabnya. Dokter bisa meresepkan beberapa jenis obat berdasarkan usia, kondisi kesehatan, tingkat keparahan, dan pertimbangan klinis lainnya. Berikut adalah beberapa jenis obat tersebut.

1. Krim Permethrin

Permethrin 5% termasuk obat krim yang paling banyak direkomendasikan untuk mengobati scabies. Anda hanya perlu mengoleskannya pada area tubuh yang mengalami ruam dan membiarkannya beberapa waktu (sesuai petunjuk obat/dokter), sebelum mencucinya.

2. Obat Ivermectin

Obat ivermectin adalah jenis obat keras yang digunakan untuk mengobati jenis infeksi parasit, termasuk tungau pada kulit. Obat ini bekerja dengan cara melumpuhkan dan membunuh larva tungau di dalam tubuh. Jenis obat antiparasit ini sendiri tersedia dalam versi oral dan krim.

3. Obat Pereda Gatal atau Infeksi

Rasa gatal karena scabies terkadang masih bertahan selama beberapa minggu setelah pengobatan berhasil. Oleh karena itu, dokter bisa menyarankan obat tambahan untuk mengurangi gatal atau menangani infeksi bakteri jika ditemukan.

Cara Mencegah Scabies

Meski bisa terjadi pada siapa saja, Anda bisa mengurangi risiko kemungkinan terjadinya penyakit menular melalui beberapa langkah sederhana berikut ini.

  • Hindari kontak kulit dengan penderita untuk sementara waktu.

  • Jangan berbagi penggunaan barang pribadi, seperti handuk, sprei, atau selimut.

  • Cuci pakaian dan seprai yang baru digunakan oleh penderita.

  • Simpan barang yang terkontaminasi dan tidak bisa dicuci, lalu masukkan ke kantong plastik tertutup selama satu minggu. Hal ini karena tungau tidak bisa hidup lebih dari dua hari tanpa berada di kulit manusia.

  • Jangan hanya mengobati penderita dengan gejala, tapi juga orang sekitar yang melakukan kontak dengannya untuk memutus rantai penularan.

Pemeriksaan Alergi untuk Pastikan Kesehatan Kulit

Gatal dan ruam tidak selalu terjadi karena scabies. Eksim, dermatitis kontak, dan alergi juga bisa menimbulkan keluhan serupa, sehingga penyebabnya perlu mendapatkan evaluasi berdasarkan pola gejala dan pemeriksaan klinis.

Pemeriksaan IgE Atopy Panel dari Bumame bisa menjadi cara mendapatkan evaluasi tersebut. Pemeriksaan ini memungkinkan deteksi respon antibodi terhadap alergen makanan atau lingkungan yang berkaitan dengan reaksi. Dengan kata lain, tes ini bisa menentukan alergen mana yang memicu respon sistem imun, sehingga langkah pengobatan bisa lebih terarah.

Khusus penderita ansk-anak, Bumame juga menyediakan opsi pemeriksaan khusus, yaitu Panel Alergi Anak. Pemeriksaan ini bisa mengukur antibodi IgE spesifik terhadap alergen umum, sehingga penyebab reaksi bisa teridentifikasi. Hasil pemeriksaan dari kedua tes ini bisa Anda terima dalam kurun waktu 1x24 jam.

Kapan Harus ke Dokter?

Periksakan diri ke dokter jika Anda mengalami gatal hebat, terutama intensitasnya memburuk pada malam hari, ruam di lokasi khas scabies, atau keluhan serupa pada orang yang tinggal serumah. Pemeriksaan juga sebaiknya Anda lakukan jika gejala tidak membaik setelah pengobatan atau muncul ruam baru.

Selain itu, segera cari pertolongan medis jika kulit menunjukkan tanda infeksi, seperti kemerahan yang meluas, terasa panas, nyeri bertambah, keluar nanah, atau terjadi demam.

Scabies Bisa Diobati dengan Penanganan Tepat!

Scabies adalah penyakit kulit yang terjadi akibat tungau Sarcoptes scabiei var. Hominis yang memicu munculnya ruam dan gatal hebat, terutama saat malam hari. Penyakit ini termasuk menular dan bisa menyebar melalui kontak dekat dengan penderita dalam jangka waktu cukup lama.

Scabies tidak berkaitan langsung dengan isu kebersihan dan bisa terjadi pada siapa saja. Oleh karena itu, mengenali gejala, faktor risiko, dan cara penularannya bisa meminimalisir risiko terkena penyakit menular ini. Jika Anda sudah terlanjur tertular, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Referensi:

  1. World Health Organization (WHO) — Scabies

  2. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) — Symptoms of Scabies

  3. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) — About Scabies

  4. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) — Treatment of Scabies

  5. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) — Preventing Scabies

  6. Bumame — IgE Atopy (Panel Indonesia)

  7. Bumame — Panel Alergi Anak

Ditinjau secara medis oleh dr. Febe Rangga Saba Pong Tambing

Frequently Asked Question

Apa penyebab utama penyakit scabies?

Scabies disebabkan oleh infestasi tungau Sarcoptes scabiei var. hominis yang hidup dan berkembang biak di lapisan terluar kulit manusia.

Apa saja gejala scabies yang perlu dikenali?

Gejala scabies meliputi gatal hebat terutama pada malam hari, ruam kemerahan, serta garis kecil berkelok pada kulit. Ruam sering muncul di sela-sela jari, pergelangan tangan, siku, ketiak, pinggang, dan bokong.

Bagaimana cara penularan scabies?

Scabies terutama menular melalui kontak kulit langsung dengan penderita dalam waktu cukup lama. Penularan juga dapat terjadi, meskipun lebih jarang, melalui barang terkontaminasi seperti pakaian, handuk, atau seprai.

Bagaimana cara mengobati scabies?

Pengobatan scabies bertujuan membasmi tungau dan dapat meliputi krim permethrin 5% atau obat ivermectin sesuai pertimbangan dokter. Dokter juga dapat memberikan obat pereda gatal atau menangani infeksi sekunder jika diperlukan. Ikuti petunjuk penggunaan obat dan anjuran medis.

Bagaimana cara mencegah penularan scabies?

Hindari kontak kulit dekat dengan penderita untuk sementara, jangan berbagi handuk atau seprai, dan cuci pakaian serta seprai yang baru digunakan. Orang yang melakukan kontak dekat juga mungkin memerlukan penanganan sesuai anjuran dokter untuk memutus rantai penularan.