Demam tinggi yang datang mendadak lalu disusul nyeri sendi hebat bisa membuat aktivitas sederhana terasa berat. Sebagian orang menceritakan pergelangan tangan, lutut, dan pergelangan kaki yang terasa ngilu sampai sulit menggenggam gelas. Ketika demam dan nyeri sendi muncul bersamaan seperti ini, chikungunya menjadi salah satu kemungkinan yang perlu Anda pertimbangkan.
Chikungunya sering dikira demam berdarah dengue atau DBD. Alasannya bisa dimengerti karena keduanya ditularkan oleh nyamuk yang sama, yaitu Aedes aegypti dan Aedes albopictus, dan keduanya sama-sama diawali demam tinggi yang muncul tiba-tiba. Padahal virus penyebabnya berbeda, perjalanan penyakitnya berbeda, dan hal yang perlu diperhatikan selama masa pemulihan juga berbeda.
Apa Itu Chikungunya?
Chikungunya adalah infeksi yang disebabkan oleh virus chikungunya dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Nyamuk ini sama dengan nyamuk penular DBD, sehingga kedua penyakit ini sering muncul di lingkungan dan musim yang sama. Seseorang bisa tertular chikungunya setelah digigit nyamuk yang sebelumnya mengisap darah orang yang sedang terinfeksi virus tersebut.
Nama chikungunya berasal dari bahasa Makonde yang berarti "menjadi bungkuk". Istilah itu menggambarkan postur tubuh penderita yang cenderung membungkuk karena nyeri sendi yang mereka rasakan.
Hal yang perlu Anda ketahui sejak awal, chikungunya umumnya sembuh dengan sendirinya dan jarang berakibat fatal. Yang sering mengganggu justru nyeri sendinya, karena pada sebagian orang keluhan ini bertahan lebih lama dibanding demamnya.
Gejala Chikungunya
Gejala chikungunya biasanya muncul serentak dan terasa cukup mengganggu di beberapa hari pertama. Berikut gejala yang umum dilaporkan.
1. Demam Tinggi Mendadak
Demam pada chikungunya umumnya muncul 3 sampai 7 hari setelah gigitan nyamuk yang terinfeksi. Suhu tubuh naik dengan cepat tanpa didahului keluhan ringan berhari-hari. Rentang waktu munculnya gejala ini bisa berbeda antarindividu, sehingga angka tersebut sifatnya perkiraan.
2. Nyeri Sendi Hebat
Nyeri sendi adalah ciri khas chikungunya. Dalam istilah medis, keluhan nyeri pada banyak sendi sekaligus disebut poliartralgia. Sendi yang sering terkena adalah pergelangan tangan, jari tangan, lutut, dan pergelangan kaki. Nyerinya sering muncul simetris di sisi kiri dan kanan tubuh. Pada sebagian orang, sendi juga tampak bengkak dan terasa kaku terutama di pagi hari.
3. Ruam Kemerahan
Ruam kemerahan biasanya muncul beberapa hari setelah demam dimulai. Ruam ini sering terlihat di wajah, badan, lengan, dan tungkai, kadang disertai rasa gatal ringan. Tidak semua penderita mengalaminya, sehingga tidak adanya ruam belum berarti chikungunya bisa dikesampingkan.
4. Nyeri Otot dan Sakit Kepala
Selain sendi, otot juga sering terasa pegal dan nyeri. Sakit kepala muncul bersamaan dengan demam dan bisa disertai nyeri di belakang mata. Kombinasi ini membuat tubuh terasa lemas meski Anda sudah beristirahat.
5. Mual dan Lelah
Sebagian penderita mengeluhkan mual, nafsu makan menurun, dan rasa lelah yang cukup berat. Rasa lelah ini bisa bertahan beberapa hari setelah demam turun, sehingga banyak orang merasa belum pulih sepenuhnya meski suhu tubuh sudah normal.
Perbedaan Chikungunya dan DBD
Karena ditularkan nyamuk yang sama dan sama-sama diawali demam, chikungunya dan DBD sering tertukar. Tabel berikut merangkum perbedaan utama keduanya.
Meski tabel di atas terlihat jelas, keduanya diawali demam yang serupa sehingga sulit dibedakan tanpa pemeriksaan darah. Pemeriksaan laboratorium membantu dokter melihat gambaran yang tidak bisa dinilai dari gejala saja.
Demam yang menetap juga bisa berasal dari penyebab lain di luar infeksi virus dari gigitan nyamuk. Salah satu yang umum di Indonesia adalah tipes, infeksi bakteri dengan pola demam yang khas. Mengenali gejala tipes dan cara mendeteksinya membantu Anda memberi keterangan yang lebih lengkap saat berkonsultasi ke dokter.
Cara Penularan dan Faktor Risiko
Chikungunya menular melalui gigitan nyamuk Aedes yang sudah terinfeksi virus. Nyamuk mendapatkan virus saat mengisap darah orang yang sedang sakit, lalu menularkannya ke orang lain pada gigitan berikutnya. Chikungunya tidak menular secara langsung antar manusia, sehingga bersentuhan, berbicara, atau merawat penderita di rumah tidak membuat Anda tertular.
Nyamuk Aedes aktif pada pagi hari dan sore menjelang petang, sehingga gigitan sering terjadi justru saat Anda sedang beraktivitas. Tempat berkembang biaknya adalah genangan air bersih, misalnya bak mandi, ember, vas bunga, tempat minum hewan peliharaan, dan talang air yang tersumbat.
Risiko penularan cenderung naik pada musim hujan karena genangan air lebih mudah terbentuk. Lingkungan padat penduduk dengan banyak wadah penampungan air juga memudahkan nyamuk berkembang biak dan berpindah antar rumah. Kalau ada tetangga atau anggota keluarga yang baru terkena chikungunya, kemungkinan nyamuk pembawa virus berada di sekitar tempat tinggal Anda menjadi lebih besar.
Berapa Lama Chikungunya Sembuh?
Fase akut chikungunya, yaitu masa saat demam dan gejala terasa berat, umumnya berlangsung sekitar satu sampai dua minggu. Demam biasanya turun lebih dulu, diikuti membaiknya nafsu makan dan berkurangnya rasa lelah. Banyak orang sudah bisa kembali beraktivitas ringan setelah fase ini lewat.
Nyeri sendinya punya cerita berbeda. Pada sebagian orang, keluhan sendi bisa bertahan berminggu-minggu hingga berbulan-bulan setelah demam hilang. Kelompok usia lanjut dan orang yang sebelumnya sudah memiliki masalah sendi umumnya membutuhkan waktu pemulihan lebih lama. Perlu diingat bahwa angka-angka ini sifatnya perkiraan, dan setiap orang bisa memiliki perjalanan pemulihan yang berbeda.
Pengobatan Chikungunya
Hingga saat ini belum ada obat antivirus khusus untuk chikungunya. Penanganan berfokus pada meredakan gejala sambil memberi tubuh kesempatan melawan infeksi. Istirahat yang cukup, asupan cairan yang memadai, dan pemantauan suhu tubuh menjadi bagian utama perawatan di rumah.
Untuk demam dan nyeri, dokter bisa menyarankan obat penurun demam serta pereda nyeri sesuai kondisi Anda. Sebaiknya konsultasikan jenis obat pereda nyeri ke dokter atau apoteker terlebih dahulu karena beberapa jenis tidak dianjurkan bila ada kemungkinan DBD. Selama masa pemulihan, perhatikan juga tanda-tanda yang tidak membaik atau justru memberat, karena itu menjadi alasan untuk memeriksakan diri kembali.
Pencegahan Chikungunya
Karena penularannya lewat nyamuk, pencegahan chikungunya berpusat pada pengendalian tempat berkembang biak nyamuk dan perlindungan diri dari gigitan. Program 3M Plus yang dianjurkan untuk DBD berlaku sama untuk chikungunya.
Menguras dan menyikat tempat penampungan air secara rutin
Menutup rapat wadah penyimpanan air
Mendaur ulang atau menyingkirkan barang bekas yang bisa menampung air hujan
Menggunakan kelambu saat tidur, terutama untuk bayi dan anak
Memakai losion antinyamuk pada kulit yang terbuka
Mengenakan pakaian lengan panjang dan celana panjang saat berada di area dengan banyak nyamuk
Hingga artikel ini ditulis, vaksin chikungunya belum tersedia untuk masyarakat umum di Indonesia. [VERIFIKASI] Karena itu, pengendalian lingkungan dan perlindungan dari gigitan nyamuk masih menjadi cara utama menurunkan risiko. Memeriksa halaman, kamar mandi, dan wadah penampungan air setiap pekan adalah kebiasaan sederhana yang berdampak untuk seluruh penghuni rumah.
Kapan Harus Konsultasi ke Dokter?
Sebagian besar kasus chikungunya bisa dirawat di rumah. Meski begitu, ada kondisi yang sebaiknya Anda bicarakan dengan tenaga medis.
Demam tidak turun setelah 3 hari
Muncul tanda perdarahan seperti mimisan, gusi berdarah, atau bintik merah di kulit, yang mengarah pada kemungkinan DBD dan perlu diperiksa segera
Nyeri sendi terasa sangat berat sampai Anda tidak bisa beraktivitas
Demam terjadi pada ibu hamil, bayi, atau lansia
Muncul muntah terus-menerus, sulit minum, atau kesadaran menurun
Pemeriksaan Darah Saat Demam di Bumame
Gejala awal chikungunya, DBD, dan tipes saling mirip, sementara penanganan ketiganya berbeda. Chikungunya berfokus pada meredakan nyeri sendi, DBD membutuhkan pemantauan trombosit dan tanda kebocoran plasma, sedangkan tipes memerlukan antibiotik sesuai resep dokter. Pemeriksaan darah membantu dokter membedakan ketiganya sejak awal, sehingga langkah perawatan bisa ditentukan lebih tepat.
Bumame menyediakan Paket Tes Demam Bumame untuk membantu memastikan penyebab demam yang Anda alami. Konsultasi gratis dengan CS Bumame tersedia untuk memilih pemeriksaan yang sesuai. Bila badan sedang lemah dan sulit keluar rumah, layanan home care Bumame memungkinkan pengambilan sampel dilakukan di rumah Anda.
Lindungi Rumah dari Nyamuk, Kenali Gejalanya Sejak Awal
Chikungunya adalah penyakit yang umumnya pulih dengan istirahat, cairan yang cukup, dan perawatan gejala. Yang membuatnya terasa berat adalah nyeri sendi, dan itu bisa dikelola dengan bantuan dokter. Mengenali polanya sejak awal membuat Anda lebih tenang dalam mengambil keputusan.
Langkah pencegahannya pun sederhana dan bisa dimulai hari ini, mulai dari menguras bak mandi sampai memastikan tidak ada genangan air di halaman. Kalau demam disertai nyeri sendi muncul di rumah Anda, pemeriksaan darah sejak awal membantu memastikan langkah berikutnya berjalan tepat.
Lokasi Klinik Bumame
1. Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310
2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550
3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610
4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160
Referensi
World Health Organization. Chikungunya. Retrieved 2 September 2026 from https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/chikungunya
Centers for Disease Control and Prevention. About Chikungunya. Retrieved 2 September 2026 from https://www.cdc.gov/chikungunya/about/index.html
Mayo Clinic. What is chikungunya fever, and should I be worried? Retrieved 2 September 2026 from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/infectious-diseases/expert-answers/what-is-chikungunya-fever/faq-20109686
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Gejala dan Pencegahan Chikungunya. Retrieved 2 September 2026 from https://ayosehat.kemkes.go.id/gejala-dan-pencegahan-chikungunya
Pan American Health Organization. Chikungunya. Retrieved 2 September 2026 from https://www.paho.org/en/topics/chikungunya
Ditinjau secara medis oleh dr. Talitha Amalia
