Banyak orang pernah mengalami tubuh mendadak panas saat aktivitas sedang padat, dan mungkin bertanya-tanya apa sebenarnya penyebab demam. Padahal, demam sering kali merupakan bagian dari respons alami sistem kekebalan tubuh saat menghadapi infeksi.
Sebagian besar kasus dapat membaik dalam beberapa hari, tetapi memahami penyebabnya tetap penting agar Anda dapat mengenali kapan kondisi tersebut cukup ditangani di rumah dan kapan memerlukan pemeriksaan medis lebih lanjut.
Apa Itu Demam?
Demam adalah kondisi ketika suhu tubuh meningkat di atas kisaran normal sebagai bagian dari respons sistem kekebalan tubuh. Dalam Harvard Health Publishing, suhu tubuh setiap orang dapat berbeda tergantung aktivitas dan waktu pengukuran. Secara umum, demam dapat diartikan sebagai suhu tubuh di atas 38°C.
Peningkatan suhu ini terjadi karena hipotalamus, bagian otak yang berperan sebagai pengatur suhu tubuh, menerima sinyal dari zat bernama pirogen. Ketika tubuh mendeteksi adanya gangguan, hipotalamus akan menaikkan suhu tubuh untuk membantu melawan penyebab penyakit.
Karena itu, penyebab demam sering kali berkaitan dengan proses pertahanan alami tubuh terhadap infeksi maupun kondisi medis tertentu. Suhu tubuh juga dapat menunjukkan hasil yang sedikit berbeda tergantung lokasi pengukuran, seperti mulut, ketiak, kulit, atau rektal.
Penyebab Demam yang Paling Sering Terjadi
Akibat terjadinya demam cukup beragam. Adapun beberapa penyebab terjadinya demam antara lain sebagai berikut.
1. Demam Akibat Infeksi Virus
Infeksi virus menjadi penyebab demam yang paling sering ditemukan. Saat virus masuk ke dalam tubuh, sistem imun segera bekerja dan memicu kenaikan suhu tubuh. Beberapa contoh infeksi virus yang sering disertai demam meliputi virus penyebab flu, pilek, COVID-19, hingga demam berdarah dengue.
Menurut Scientific American, demam membantu tubuh menciptakan lingkungan yang kurang ideal bagi virus untuk berkembang biak. Oleh karena itu, pada banyak kasus, demam merupakan tanda bahwa sistem imun sedang bekerja.
2. Demam karena Infeksi Bakteri
Selain virus, penyebab demam juga dapat berasal dari infeksi bakteri. Kondisi ini umumnya memicu suhu tubuh yang lebih tinggi dan berlangsung lebih lama. Beberapa penyakit yang sering menyebabkan demam akibat bakteri antara lain:
Tifus,
Pneumonia atau radang paru,
Infeksi saluran kemih,
Infeksi ginjal,
Infeksi darah.
Pada tifus, demam biasanya meningkat bertahap dari hari ke hari hingga mencapai suhu 39‒40°C. Penderitanya sering mengeluhkan nyeri otot, badan lemah, tidak nafsu makan, hingga berat badan menurun.
3. Demam dari Parasit dan Jamur
Infeksi parasit maupun jamur juga dapat menjadi penyebab demam. Salah satu contoh yang cukup dikenal adalah malaria yang ditularkan melalui gigitan nyamuk. Penderita malaria dapat mengalami suhu tubuh sangat tinggi hingga 40‒41°C yang disertai menggigil dan keringat berlebih.
4. Penyakit Autoimun
Tidak semua penyebab demam berasal dari infeksi. Pada penyakit autoimun, seperti lupus dan rheumatoid arthritis, sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan sehat sehingga memunculkan peradangan kronis. Demam akibat autoimun umumnya tidak terlalu tinggi, tetapi dapat muncul berulang dalam waktu yang lama. Beberapa penderita juga mengalami nyeri sendi atau ruam pada kulit.
5. Efek Samping Obat
Beberapa obat dapat memicu reaksi tubuh yang ditandai dengan kenaikan suhu. Antibiotik tertentu, obat antikejang, hingga obat jantung termasuk kelompok yang dilaporkan dapat menimbulkan demam pada sebagian orang.
Karena itu, ketika demam muncul setelah mengonsumsi obat baru, dokter biasanya akan menilai apakah kondisi tersebut berkaitan dengan reaksi obat atau penyebab lainnya.
6. Akibat Paparan Panas Berlebihan
Paparan suhu lingkungan yang terlalu tinggi dapat menjadi penyebab demam meskipun tidak terjadi infeksi. Kondisi ini dikenal sebagai heatstroke. Saat tubuh tidak mampu membuang panas secara optimal, suhu tubuh dapat meningkat drastis. Risiko ini lebih tinggi pada orang yang beraktivitas lama di bawah terik matahari tanpa asupan cairan yang cukup.
7. Demam karena Kanker Tertentu
Beberapa jenis kanker seperti limfoma, leukemia, kanker hati, dan kanker ginjal dapat menyebabkan demam berkepanjangan. Pada kondisi ini, sistem imun bereaksi terhadap pertumbuhan sel kanker atau zat tertentu yang dilepaskan sel kanker. Selain demam, penderita dapat mengalami keringat malam dan penurunan berat badan.
8. Demam pada Bayi Setelah Imunisasi atau Tumbuh Gigi
Pada bayi, penyebab demam tidak selalu menandakan penyakit serius. Setelah imunisasi, suhu tubuh dapat meningkat selama 1‒2 hari karena tubuh sedang membentuk perlindungan terhadap penyakit tertentu.
Sementara itu, tumbuh gigi dapat menyebabkan peningkatan suhu ringan akibat peradangan pada gusi. Namun bila suhu mencapai 38°C atau lebih, pemeriksaan lebih lanjut tetap diperlukan untuk menyingkirkan kemungkinan infeksi lain.
Gejala dan Tanda-Tanda Demam
Demam tidak hanya ditandai oleh kenaikan suhu tubuh. Justru, kelelahan menjadi gejala yang paling banyak ditemukan pada fase demam. Selain itu, beberapa tanda yang sering muncul meliputi:
Tubuh terasa hangat atau panas,
Sakit kepala,
Badan pegal,
Menggigil,
Berkeringat lebih banyak,
Nafsu makan menurun,
Mual,
Mudah marah atau rewel pada anak,
Napas lebih cepat, dan
Jantung berdebar.
Semakin tinggi suhu tubuh, jumlah gejala yang muncul biasanya semakin banyak. Pada beberapa kondisi, gejala tambahan dapat membantu mengarahkan dokter pada sumber penyakit.
Misalnya batuk dan pilek pada infeksi saluran napas, nyeri saat buang air kecil pada infeksi saluran kemih, atau warna kulit menguning pada kondisi yang berkaitan dengan demam kuning dan gangguan hati tertentu.
Selain itu, banyak orang mengaitkan makanan penyebab demam sebagai sumber utama panas tubuh. Padahal, infeksi tetap menjadi pemicu yang jauh lebih sering ditemukan dibanding makanan tertentu.
Kapan Harus Ke Dokter?
Sebagian besar demam dapat membaik dalam beberapa hari. Namun, Anda perlu mencari pertolongan medis bila mengalami kondisi berikut:
Demam lebih dari 3 hari atau demam sudah 3 hari tanpa perbaikan,
Suhu tubuh mencapai lebih dari 40°C,
Sesak napas,
Kejang,
Penurunan kesadaran,
Kebingungan,
Leher terasa kaku,
Nyeri berat di bagian tubuh tertentu, dan
Tanda dehidrasi berat.
Pada anak-anak, demam yang disertai kejang perlu mendapat perhatian segera, terutama bila kejang terjadi untuk pertama kalinya atau berlangsung cukup lama. Sebelum anak akhirnya mendapat penanganan medis, hal yang bisa dilakukan sementara adalah memberinya pertolongan pertama untuk memastikan si kecil tetap berada di situasi aman dan nyaman.
Jauhkan anak dari objek yang berpotensi melukai dirinya, posisikan tubuh miring ke samping untuk memperlancar jalan napasnya, hindari menghentikan kejang dengan paksa, tidak memasukkan apapun ke dalam mulutnya, serta pantau durasi dan kondisi penyerta selama kejang berlangsung.
Jenis Pemeriksaan untuk Mengetahui Penyebab Demam
Karena penyebab demam sangat beragam, dokter biasanya melakukan wawancara medis, pemeriksaan fisik, dan tes penunjang bila diperlukan. Pada pemeriksaan demam, beberapa tes yang sering digunakan meliputi:
Hematologi lengkap atau CBC,
Pemeriksaan dengue,
Pemeriksaan tifus,
Analisis urine,
Tes malaria, dan
Pemeriksaan penanda peradangan.
Diagnosis Akurat dengan Paket Skrining Demam Bumame
Ketika demam berlangsung lebih lama atau disertai kondisi tubuh yang semakin lemah, Anda dapat mempertimbangkan layanan Medical Check Up Skrining Demam dari Bumame. Paket ini dapat membantu dokter mencari sumber demam yang berlangsung terus-menerus melalui pemeriksaan:
Hematologi lengkap,
IgM Anti Salmonella Typhi,
Anti Dengue IgM, hingga
Anti Dengue IgG.
Pemeriksaan dilakukan melalui sampel darah vena tanpa persiapan khusus sebelumnya. Hasil hematologi lengkap dapat membantu melihat kondisi sel darah merah, sel darah putih, trombosit, serta mendeteksi tanda infeksi, gangguan perdarahan, maupun dehidrasi.
Pemeriksaan IgM Anti Salmonella Typhi membantu mendeteksi infeksi tifus akut. Sementara itu, pemeriksaan Anti Dengue IgM dan IgG membantu dokter membedakan infeksi dengue yang baru terjadi dengan infeksi yang pernah dialami sebelumnya.
Sebagai langkah pencegahan terhadap salah satu infeksi yang sering memicu demam, Anda juga dapat mempertimbangkan Vaksin Influenza di Bumame yang menyediakan layanan Home Care, sehingga perlindungan kesehatan dapat dilakukan dengan lebih nyaman di rumah Anda.
Bila memerlukan panduan tes yang tepat untuk gejala Anda, konsultasikan alternatif pemeriksaan lain yang paling sesuai melalui telekonsultasi gratis via WhatsApp Bumame selama jam operasional.
Cara Mencegah dan Mengobati Demam
Berikut adalah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah maupun mengobati demam yang terjadi.
1. Menjaga Asupan Cairan Tubuh
Saat demam, tubuh kehilangan lebih banyak cairan melalui keringat. Oleh karena itu, minum air putih secara teratur menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko dehidrasi. Selain air putih, Anda dapat mengonsumsi kaldu hangat, sup, atau minuman yang mengandung elektrolit.
2. Istirahat yang Cukup
Tubuh membutuhkan waktu untuk melawan sumber penyakit. Karena itu, tidur yang cukup dan mengurangi aktivitas berat menjadi langkah penting dalam proses pemulihan.
3. Menggunakan Obat Penurun Demam Bila Diperlukan
Apabila suhu tubuh menimbulkan rasa tidak nyaman, dokter dapat menyarankan obat penurun demam seperti parasetamol atau ibuprofen. Namun, tidak semua demam harus langsung diturunkan. Demam ringan terkadang membantu tubuh menghambat perkembangan mikroorganisme penyebab penyakit.
4. Mengatur Lingkungan Tetap Nyaman
Gunakan pakaian yang ringan dan jaga suhu ruangan tetap sejuk. Selain itu, kompres hangat pada dahi, leher, atau ketiak dapat membantu meningkatkan kenyamanan selama demam berlangsung.
5. Mengonsumsi Makanan yang Mudah Dicerna
Saat nafsu makan menurun, pilih makanan yang lebih mudah dikonsumsi seperti sup, bubur, buah, dan sayuran. Fokus utama saat demam adalah menjaga kebutuhan cairan dan nutrisi agar tubuh memiliki energi untuk pulih.
6. Menjaga Kebersihan Tangan dan Lingkungan
Karena banyak penyebab badan panas berkaitan dengan infeksi, kebiasaan mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir dapat membantu menurunkan risiko penularan penyakit. Selain itu, bersihkan permukaan benda yang sering disentuh dan hindari berbagi barang pribadi dengan orang lain.
7. Melengkapi Vaksinasi
Vaksinasi membantu tubuh membangun perlindungan terhadap berbagai penyakit infeksi yang dapat menyebabkan demam. Oleh karena itu, ikuti jadwal imunisasi dan vaksinasi sesuai anjuran tenaga kesehatan.
8. Konsultasi Bila Demam Tidak Kunjung Membaik
Bila penyebab demam belum diketahui atau keluhan berlangsung beberapa hari, konsultasi medis menjadi langkah yang lebih tepat dibanding menebak sumber penyakit sendiri.
Anda dapat berkonsultasi dengan dokter dan mempertimbangkan layanan Skrining Demam 1 dari Bumame untuk membantu mengidentifikasi kemungkinan penyebab yang mendasari sehingga penanganan dapat disesuaikan dengan kondisi yang ditemukan.
Kenali Kapan Demam Perlu Diperiksa Lebih Lanjut
Pemicu demam dapat berasal dari berbagai kondisi, mulai dari infeksi virus, bakteri, hingga gangguan kesehatan tertentu yang memerlukan penanganan lebih lanjut. Jika Anda paham tanda-tanda yang menyertainya dan mengetahui kapan perlu mencari bantuan medis, Anda dapat melakukan langkah yang tepat untuk menjaga kesehatan diri dan keluarga.
Apabila demam berlangsung beberapa hari, muncul berulang, atau disertai tubuh yang semakin lemah, pemeriksaan lanjutan dapat membantu menemukan penyebabnya secara lebih jelas.
FAQ Seputar Penyebab Demam
Q: Apa penyebab demam yang paling sering terjadi?
A: Penyebab demam yang paling umum adalah infeksi virus. Saat virus masuk ke dalam tubuh, sistem imun akan merespons dengan meningkatkan suhu tubuh sebagai bagian dari mekanisme pertahanan alami.
Q: Apakah demam selalu disebabkan oleh infeksi?
A: Tidak. Selain infeksi virus, bakteri, parasit, dan jamur, demam juga dapat disebabkan oleh penyakit autoimun, efek samping obat, paparan panas berlebihan (heatstroke), hingga beberapa jenis kanker tertentu.
Q: Apa perbedaan demam akibat virus dan bakteri?
A: Demam akibat virus merupakan penyebab yang paling sering ditemukan dan umumnya membaik seiring tubuh melawan infeksi. Sementara itu, infeksi bakteri sering menyebabkan suhu tubuh lebih tinggi dan dapat berlangsung lebih lama.
Q: Apakah demam merupakan hal yang berbahaya?
A: Tidak selalu. Demam sebenarnya merupakan respons alami tubuh saat sistem kekebalan sedang bekerja melawan gangguan kesehatan. Dalam beberapa kasus, demam ringan bahkan dapat membantu menghambat perkembangan mikroorganisme penyebab penyakit.
Q: Bisakah obat-obatan menyebabkan demam?
A: Ya. Beberapa obat, seperti antibiotik tertentu, obat antikejang, dan obat jantung, dilaporkan dapat memicu kenaikan suhu tubuh pada sebagian orang. Jika demam muncul setelah mengonsumsi obat baru, konsultasikan dengan dokter untuk evaluasi lebih lanjut.
Q: Mengapa seseorang bisa mengalami demam setelah imunisasi?
A: Setelah imunisasi, suhu tubuh dapat meningkat selama 1–2 hari karena tubuh sedang membentuk perlindungan terhadap penyakit tertentu. Kondisi ini umumnya merupakan bagian dari respons imun yang normal.
Q: Bagaimana cara membantu mengatasi demam di rumah?
A: Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain memperbanyak asupan cairan, beristirahat cukup, menggunakan obat penurun demam bila diperlukan sesuai anjuran dokter, menjaga suhu ruangan tetap nyaman, serta mengonsumsi makanan yang mudah dicerna.
Q: Kapan harus memeriksakan demam ke dokter?
A: Pemeriksaan medis sebaiknya dilakukan jika penyebab demam belum diketahui, demam berlangsung selama beberapa hari, muncul berulang, atau disertai kondisi tubuh yang semakin lemah sehingga memerlukan evaluasi lebih lanjut.
Artikel ini telah ditinjau oleh dr. Muhammad Reza K.
Lokasi Klinik Bumame
1. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160
2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550
3. Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310
Referensi:
Harvard Health Publishing. (2026). Fever.
Mayo Clinic. (2025). Fever.
Scientific American. (2005). What Causes a Fever?.
Rumah Sakit Pondok Indah. (2025). Kenali Penyebab Demam Tinggi yang Perlu Anda Waspadai!
Alodokter. (2025). Penyebab Demam.
Tzu Chi Hospital. (2026). Demam - Gejala, Penyebab, & Pengobatan yang Efektif.
Medical News Today. (2024). What can cause a fever?
Journal of Family Medicine and Primary Care. (2022). The symptomatology of fever: A step towards qualitative definition of fever.
Johns Hopkins Medicine. Fever. Retrieved from
Harvard Health Publishing. Fever in adults: When to worry.
OSF HealthCare. (2026). What’s Considered a Fever and When to See a Doctor.
Mayo Clinic. (2025). Fever.
Medical News Today. (2025). Fever: What you need to know.
Redcliffe Labs. (2025). Complete Guide to Fever Testing, Symptoms, Diagnosis, and Treatment.
BSW Health. (2025). How to break a fever: 6 tips to manage your symptoms and get relief.
Alodokter. (2025). Demam.
Siloam Hospitals. (2025). 11 Cara Menurunkan Demam pada Orang Dewasa & Anak-Anak.
