Booking layanan Bumame tanpa antri. Klik disini.

Booking layanan Bumame tanpa antri. Klik disini.

Dermatitis
Kembali ke Artikel & Berita

Dermatitis: Jenis, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Bumame Editor

Kulit yang gatal, kemerahan, dan bersisik sering datang dan pergi tanpa pola yang jelas. Sebagian orang menyebutnya alergi, sebagian lagi menyebutnya eksim, dan keduanya dipakai tanpa kejelasan tentang apa yang sebenarnya terjadi pada kulit.

Dalam istilah medis, keluhan seperti ini masuk ke dalam kelompok dermatitis. Dermatitis adalah istilah payung untuk peradangan pada kulit, dan di bawah payung itu ada beberapa jenis dengan pemicu yang berbeda. Mengenali jenisnya menentukan cara menanganinya, karena perawatan yang cocok untuk satu jenis belum tentu membantu jenis yang lain.


Apa Itu Dermatitis?

Dermatitis adalah peradangan pada kulit yang menimbulkan gatal, kemerahan, dan perubahan tekstur kulit. Permukaan kulit bisa terasa kering dan kasar, bersisik, atau menebal pada area yang sering digaruk. Keluhannya umumnya berulang, membaik pada satu periode lalu muncul lagi ketika ada pemicu.

Dermatitis bukan nama satu penyakit tunggal. Kata ini menaungi beberapa kondisi peradangan kulit yang tampilannya mirip tetapi berbeda pemicu, lokasi, dan pola kemunculannya.

Satu hal yang sering membingungkan adalah hubungan antara kata eksim dan dermatitis. Dalam percakapan sehari-hari, keduanya dipakai bergantian untuk kondisi yang sama, terutama saat merujuk pada dermatitis atopik. Jadi ketika dokter menyebut dermatitis atopik dan keluarga di rumah menyebutnya eksim, keduanya sedang membicarakan hal yang sama.

Dermatitis bisa muncul pada segala usia. Sebagian orang mengalaminya sejak bayi lalu keluhannya berkurang seiring pertumbuhan, sebagian lain baru merasakannya saat dewasa setelah terpapar bahan tertentu di rumah atau di tempat kerja.

Dermatitis juga tidak menular. Kontak kulit dengan penderita, berbagi handuk, atau tinggal serumah tidak memindahkan kondisi ini ke orang lain.

Jenis-Jenis Dermatitis

Setiap jenis dermatitis punya ciri khas yang bisa dikenali dari lokasi, bentuk bercak, dan hal yang memicunya. Tabel berikut merangkum jenis yang umum ditemukan.

Jenis

Ciri khas

Pemicu umum

 

Dermatitis atopik

Kulit kering dan gatal, sering muncul di lipatan siku dan lutut, kambuh-kambuhan sejak masa kanak-kanak

Faktor genetik, alergi, udara kering, keringat

Dermatitis kontak

Kemerahan berbatas tegas di area yang bersentuhan dengan bahan tertentu

Deterjen, sabun, kosmetik, logam perhiasan, karet

Dermatitis seboroik

Kulit berminyak dengan sisik kekuningan di kulit kepala, alis, dan sisi hidung

Jamur Malassezia, stres, perubahan cuaca

Dermatitis numularis

Bercak bulat seperti koin, sering di tungkai

Kulit yang sangat kering, luka kecil pada kulit

Dermatitis stasis

Kemerahan dan bengkak di tungkai bawah

Gangguan aliran darah vena di tungkai

Satu orang bisa mengalami lebih dari satu jenis dermatitis pada waktu yang berbeda, dan tampilannya bisa berubah seiring bertambahnya usia. Kepastian jenisnya ditentukan oleh dokter kulit lewat pemeriksaan langsung dan penelusuran riwayat keluhan.

Perbedaan jenis ini berpengaruh pada cara penanganannya. Dermatitis kontak umumnya mereda ketika bahan pemicunya ditemukan dan dijauhkan, sedangkan dermatitis atopik membutuhkan perawatan kulit yang berjalan terus meski keluhannya sedang reda.

Gejala Dermatitis

Gejala berbeda antar jenis, tetapi ada pola keluhan yang muncul pada hampir semua bentuk dermatitis.

1. Gatal

Gatal adalah keluhan utama dan sering memberat pada malam hari. Rasa gatal yang mengganggu tidur termasuk alasan yang umum membawa seseorang ke dokter kulit.

2. Kemerahan dan bengkak ringan

Area yang meradang tampak lebih merah dari kulit sekitarnya dan terasa hangat saat disentuh. Pada warna kulit yang lebih gelap, perubahan ini bisa terlihat keunguan atau kecokelatan.

3. Kulit kering, bersisik, atau pecah-pecah

Kulit kehilangan kelembapan sehingga terasa kasar dan mengelupas halus. Pada keluhan yang lebih berat, kulit bisa pecah dan terasa perih.

4. Lenting berisi cairan

Pada fase akut, muncul lenting kecil berisi cairan yang bisa pecah lalu mengering menjadi kerak. Fase ini umumnya diikuti kulit yang mengelupas ketika peradangan mulai mereda.

5. Penebalan kulit

Area yang digaruk berulang lama-kelamaan menebal dan permukaannya bergaris. Kondisi ini disebut likenifikasi, yaitu kulit menebal dan bergaris karena digaruk berulang.


Dermatitis, Jamur, atau Psoriasis?

Ketiganya sama-sama menimbulkan bercak merah dan gatal, dan ketiganya sering tertukar ketika seseorang mencoba menilai sendiri kulitnya.

Pada dermatitis, batas bercak umumnya tidak tegas. Pengecualiannya adalah dermatitis kontak, yang mengikuti bentuk area yang bersentuhan dengan bahan pemicu. Keluhan dermatitis juga terkait pemicu tertentu dan cenderung kambuh berulang di lokasi yang sama.

Infeksi jamur kulit memberi gambaran yang berbeda. Bercaknya melingkar dengan tepi menonjol dan bagian tengah yang lebih bersih, menyebar perlahan ke arah pinggir, serta bisa menular lewat kontak langsung maupun barang pribadi yang dipakai bersama.

Psoriasis menunjukkan bercak tebal bersisik keperakan dengan batas yang tegas, umumnya di siku, lutut, dan kulit kepala. Kondisi ini berkaitan dengan sistem kekebalan tubuh yang bekerja berlebihan, dan gejala psoriasis cenderung bertahan lebih lama dibanding dermatitis.

Membedakan ketiganya penting karena krim untuk satu kondisi bisa memperburuk kondisi lain. Krim antiradang resep, misalnya, pada sebagian kasus justru membuat infeksi jamur menyebar lebih luas. Karena itu penilaian dokter kulit lebih diandalkan daripada mencocokkan foto di internet.

Penyebab dan Faktor Pemicu

Dermatitis muncul dari kombinasi faktor genetik dan lingkungan. Sebagian orang mewarisi sawar kulit yang lebih lemah, yaitu lapisan pelindung terluar kulit yang menahan kelembapan dan menghalangi zat asing masuk. Ketika lapisan ini tidak bekerja optimal, kulit lebih mudah kehilangan air, menjadi kering, lalu bereaksi berlebihan terhadap bahan yang sebenarnya tidak berbahaya.

Kondisi sehari-hari kemudian menentukan kapan keluhan muncul. Pemicu yang umum ditemukan antara lain sabun dan deterjen dengan bahan keras, udara kering di ruangan ber-AC, keringat yang lama menempel di kulit, stres, cuaca panas dan lembap, bahan pakaian tertentu seperti wol dan kain sintetis, serta air yang terlalu panas saat mandi.

Pemicu ini berbeda antar orang. Bahan yang membuat kulit satu orang meradang bisa sama sekali tidak berpengaruh pada orang lain. Pada dermatitis atopik, penyebab eksim umumnya berlapis, mulai dari faktor bawaan sampai kebiasaan perawatan kulit sehari-hari.

Cara Mengatasi dan Mencegah Kekambuhan

Perawatan dermatitis bertumpu pada dua hal, menjaga kelembapan kulit dan menjauhkan pemicu. Langkah berikut bisa dijalankan di rumah.

  • Oleskan pelembap dua kali sehari, terutama beberapa menit setelah mandi ketika kulit masih lembap. Langkah dasar ini sering diabaikan padahal pengaruhnya besar terhadap kekambuhan.

  • Mandi dengan air suam-suam kuku dan batasi waktunya tidak lebih dari 10 menit. Air panas mengangkat minyak alami yang menjaga kulit tetap lentur.

  • Pilih sabun lembut tanpa pewangi. Produk dengan wangi kuat sering menjadi pemicu tanpa disadari.

  • Hindari menggaruk dan potong kuku pendek. Garukan meredakan gatal sesaat lalu memperberat peradangan.

  • Kenali dan catat pemicu pribadi. Catatan sederhana tentang produk, cuaca, dan aktivitas saat keluhan muncul membantu menemukan polanya.

  • Gunakan pakaian katun yang longgar. Bahan yang menyerap keringat mengurangi gesekan dan rasa gerah di kulit.

  • Gunakan krim antiradang sesuai resep dokter. Jenis dan lama pemakaiannya ditentukan dokter kulit sesuai jenis dermatitis dan lokasi keluhannya.

  • Kelola stres dan penuhi kebutuhan istirahat. Stres yang menumpuk dan jam tidur normal yang tidak terpenuhi bisa memicu kekambuhan pada sebagian orang.

Kapan Harus Konsultasi ke Dokter?

Keluhan ringan umumnya membaik dengan perawatan rutin di rumah. Beberapa keadaan berikut sebaiknya diperiksa dokter kulit.

  • Gatal mengganggu tidur atau aktivitas sehari-hari.

  • Kulit bernanah atau berkerak kuning, yang bisa menandakan infeksi tambahan pada kulit yang terluka.

  • Keluhan tidak membaik setelah sekitar dua minggu perawatan mandiri.

  • Bercak muncul luas atau mengenai wajah.

  • Keluhan kambuh berulang meskipun pemicu yang sudah diketahui dihindari.

Dokter kulit menilai bentuk bercak, lokasinya, dan riwayat keluhan untuk menentukan jenis dermatitis, lalu menyesuaikan perawatannya dengan temuan tersebut.

Dermatitis yang Sering Kambuh dan Kondisi yang Mendasarinya

Penanganan dermatitis dilakukan dokter kulit lewat pemeriksaan langsung pada kulit. Yang bisa ditelusuri dari sisi laboratorium adalah kondisi tubuh yang memengaruhi kesehatan kulit dan kecepatan penyembuhannya.

Salah satunya kadar gula darah. Kadar gula darah yang tinggi dalam waktu lama mengganggu aliran darah pada pembuluh kecil dan kerja sel kekebalan di kulit, sehingga kulit lebih mudah terinfeksi dan luka kecil lebih lambat menutup. Pada keluhan kulit yang berulang dan lambat membaik, pemeriksaan gula darah memberi gambaran apakah ada kondisi lain yang memperlambat pemulihan.

Paket MCU Plus Bumame mencakup pemeriksaan gula darah bersama profil darah dasar dalam satu rangkaian, sehingga kondisi tubuh secara umum bisa diketahui sekaligus. Untuk keluhan yang diduga berkaitan dengan reaksi alergi, Pemeriksaan Alergi bisa membantu menemukan bahan pemicunya. Konsultasi gratis dengan CS Bumame tersedia untuk memilih pemeriksaan yang sesuai.

Kenali Jenis dan Pemicunya, Kekambuhan Bisa Ditekan

Dermatitis adalah kondisi jangka panjang yang perjalanannya bisa diatur. Mengenali jenis dermatitis dan pemicu yang berulang membuat perawatan harian jadi lebih terarah. Dengan pelembap yang rutin dan pemicu yang dijauhkan, banyak orang menjalani harinya tanpa keluhan yang berarti.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

Referensi

  • Mayo Clinic. Dermatitis. Retrieved 2 September 2026 from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/dermatitis-eczema/symptoms-causes/syc-20352380

  • Cleveland Clinic. Dermatitis. Retrieved 2 September 2026 from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/4089-dermatitis

  • American Academy of Dermatology. Eczema Types. Retrieved 2 September 2026 from https://www.aad.org/public/diseases/eczema/types

  • NHS. Atopic Eczema. Retrieved 2 September 2026 from https://www.nhs.uk/conditions/atopic-eczema/

  • National Eczema Association. Types of Eczema. Retrieved 2 September 2026 from https://nationaleczema.org/eczema/types-of-eczema/

Ditinjau secara medis oleh dr. Aimee Wineyna

Frequently Asked Question

Apa itu dermatitis?
Dermatitis adalah peradangan pada kulit yang menimbulkan gatal, kemerahan, dan perubahan tekstur kulit. Istilah ini menaungi beberapa kondisi peradangan kulit dengan pemicu yang berbeda.
Apa bedanya dermatitis dan eksim?
Dalam percakapan sehari-hari keduanya sering dipakai bergantian untuk kondisi yang sama, terutama dermatitis atopik. Dermatitis sendiri merupakan istilah payung yang mencakup beberapa jenis peradangan kulit.
Apa saja jenis dermatitis?
Jenis yang umum ditemukan adalah dermatitis atopik, dermatitis kontak, dermatitis seboroik, dermatitis numularis, dan dermatitis stasis. Masing-masing punya ciri khas dan pemicu yang berbeda.
Apakah dermatitis menular?
Tidak. Dermatitis tidak berpindah melalui kontak kulit, berbagi handuk, atau tinggal serumah dengan penderitanya.
Bagaimana cara mengurangi kekambuhan dermatitis?
Pelembap rutin dua kali sehari, mandi air suam-suam kuku dengan sabun lembut, dan menjauhkan pemicu pribadi adalah langkah dasarnya. Bila keluhan tetap berulang, pemeriksaan dokter kulit membantu menentukan penanganan lanjutan.