Merasa sehat dan tidak mengalami keluhan apa pun, tapi hasil pemeriksaan kesehatan masih saja menunjukkan kadar kolesterol tinggi? Kondisi ini cukup umum terjadi karena kolesterol tinggi biasanya tidak menimbulkan gejala yang khas. Lantas, apa saja ciri-ciri kolesterol tinggi pada wanita?
Seseorang bisa saja memiliki kadar kolesterol yang tidak sehat tanpa merasa sakit atau bahkan mengalami perubahan fisik tertentu. Pada wanita, kadar kolesterol dapat berubah seiring bertambahnya usia dan sudah melalui fase kehidupan tertentu, termasuk menopause. Yuk, cari tahu ciri dan penyebab lengkapnya!
Kenapa Kolesterol Tinggi pada Wanita Perlu Perhatian Khusus?
Kolesterol merupakan zat seperti lemak yang dibutuhkan tubuh untuk bisa membentuk sel, hormon, dan vitamin tertentu. Lalu, kolesterol ini akan dibawa dalam darah oleh lipoprotein, termasuk low-density lipoprotein (LDL) dan high-density lipoprotein (HDL).
LDL sering disebut sebagai kolesterol yang “jahat” karena kadar mereka yang terlalu tinggi dapat berkontribusi terhadap penumpukan plak pada dinding pembuluh darah. Di samping itu, HDL “si baik” bisa membantu membawa kolesterol kembali ke hati untuk diproses.
Maka dari itu, pemeriksaan kolesterol biasanya tidak hanya melihat kolesterol total, tetapi juga akan melihat LDL, HDL, dan trigliserida. Pada wanita, perubahan hormonal sendiri, terutama selama transisi menuju menopause juga dapat memengaruhi profil lipid.
Selain itu, karena risiko penyakit kardiovaskular juga meningkat seiring usia, maka pemeriksaan faktor risiko seperti kolesterol akan menjadi bagian penting dari pemantauan kesehatan.
Ciri-Ciri Kolesterol Tinggi pada Wanita
Kolesterol tinggi umumnya tidak memiliki gejala spesifik. Keluhan seperti pusing, mudah lelah, atau pegal pun tidak bisa digunakan untuk memastikan. Namun, pada kondisi tertentu, terutama familial hypercholesterolemia (FH), kadar LDL bisa sangat tinggi dan menyebabkan tanda fisik akibat penumpukan kolesterol seperti berikut.
1. Benjolan Kekuningan pada Kulit atau Tendon
Penumpukan kolesterol bisa menyebabkan xanthoma. Xanthoma adalah benjolan atau endapan kekuningan yang bisa muncul di sekitar tendon, siku, lutut, atau buku-buku jari.
Kondisi ini perlu mendapat pengawasan jika memang sebelumnya Anda sudah memiliki riwayat keluarga dengan kolesterol sangat tinggi. Apalagi jika memiliki penyakit jantung pada usia muda.
2. Endapan Kekuningan di Sekitar Mata
Xanthelasma merupakan endapan kekuningan yang bisa saja muncul di sekitar kelopak mata. Kondisi ini akan berkaitan dengan gangguan kadar lipid, tapi keberadaannya saja tidak akan cukup untuk memastikan apakah seseorang mengalami kolesterol tinggi atau tidak.
3. Lingkaran Keputihan pada Kornea
Corneal arcus sendiri visualnya berupa lingkaran putih atau keabu-abuan pada tepi kornea. Ketahui juga pada usia lanjut, kondisi ini bisa berkaitan dengan proses penuaan. Tapi, jika muncul pada usia muda, maka dokter biasanya akan mempertimbangkan pemeriksaan kolesterol dan kemungkinan FH.
4. Ciri Lainnya
Selain tanda di atas, ada beberapa hal lain yang perlu Anda perhatikan, meskipun tanda-tanda ini seringkali samar. Meliputi rasa sakit di dada, napas pendek, kelelahan, sakit di bahu hingga punggung, pusing, hingga obesitas.
Namun, tanda-tanda ini tidak dialami oleh semua orang dengan kolesterol tinggi. Sehingga cara paling tepat untuk bisa mengetahui kadar kolesterol dengan tetap melalui pemeriksaan darah.
Kolesterol Tinggi Tanpa Gejala, Kenapa Berbahaya?
Kolesterol tinggi sering disebut sebagai kondisi yang “diam-diam” karena seseorang bisa saja masih merasa sehat meskipun kadar LDL dalam darahnya sedang tinggi-tingginya.
Jika LDL tinggi dalam waktu lama, maka bisa dipastikan kolesterol berkontribusi terhadap pembentukan plak di dinding pembuluh darah. Proses ini disebut aterosklerosis dan bisa meningkatkan risiko penyakit jantung serta stroke.
Maka dari itu, tidak adanya gejala bukan berarti kadar kolesterol pasti normal. Jadi, tidak cukup dengan memahami gejala dan risiko kolesterol tinggi, Anda juga harus melakukan pengecekan rutin agar kadar kolesterol tetap terkontrol dan tidak menimbulkan risiko buruk.
Penyebab Kolesterol Tinggi pada Wanita
Selain memahami ciri-ciri kolesterol tinggi pada wanita, tentu Anda harus tahu penyebabnya. Kolesterol tinggi bisa dipengaruhi oleh macam-macam faktor, dan tidak hanya makanan berlemak. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut.
1. Pola Makan
Mengonsumsi banyak makanan tinggi lemak jenuh akan dapat meningkatkan kadar LDL. Karena itu, pola makan yang lebih banyak mengandung sayuran, buah, biji-bijian utuh, kacang-kacangan, hingga sumber protein yang lebih rendah lemak sangat disarankan. Tujuannya untuk membantu menjaga kesehatan jantung.
2. Kurang Aktivitas Fisik
Kurangnya melakukan aktivitas fisik juga akan berkontribusi terhadap kolesterol yang tidak sehat. Aktivitas fisik rutin sendiri bisa membantu memperbaiki kadar LDL, HDL, dan trigliserida.
3. Berat Badan Berlebih
Kelebihan berat badan bisa berkaitan dengan LDL dan trigliserida yang lebih tinggi, serta HDL lebih rendah. Karena itu, menjaga berat badan ideal bisa membantu mengurangi beberapa faktor risiko.
4. Merokok
Merokok juga bisa menurunkan HDL dan meningkatkan risiko penyakit jantung. Berhenti merokok bisa menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga kesehatan secara menyeluruh.
5. Faktor Genetik dan Kondisi Medis
FH (Familial Hypercholesterolaemia) dapat menyebabkan kadar LDL sangat tinggi bahkan sejak kita masih di usia muda. Selain faktor genetik, kondisi seperti diabetes, hipotiroidisme, penyakit ginjal, dan adapun beberapa kondisi lainnya juga bisa memengaruhi kadar kolesterol.[5][9]
Pada wanita, fase menopause juga perlu diperhatikan karena perubahan hormonal dapat memengaruhi profil lipid.
Cara Menurunkan Kolesterol
Jika kadar kolesterolnya tidak sehat, maka perubahan gaya hidup bisa menjadi bagian dari upaya Anda dalam mengelola hal ini. Berikut beberapa cara menurunkan kolesterol dengan cepat yang bisa Anda lakukan.
Jangan lupa pilih makanan lebih sehat, seperti sayuran, buah, biji-bijian utuh, kacang-kacangan, hingga sumber lemak tidak jenuh.
Batasi lemak jenuh, yang mana terutama dari makanan yang tinggi lemak jenuh dan makanan olahan.
Rutin beraktivitas fisik sesuai kemampuan dan kondisi kesehatan.
Jaga berat badan yang sehat agar bisa membantu mengelola faktor risiko metabolik.
Hindari rokok untuk mendukung kesehatan jantung dan juga pembuluh darah.
Tetapi tidak semua orang dengan kolesterol tinggi bisa mengandalkan perubahan gaya hidup ini saja. Dokter juga nantinya akan menentukan kebutuhan terapi berdasarkan kadar LDL, usia, riwayat keluarga, diabetes, penyakit jantung, dan faktor risiko lainnya. Ingat! Menurunkan kolesterol tidak bisa terjadi secara instan.
Kapan Perlu Tes Kolesterol?
Karena kolesterol tinggi yang biasanya tidak menimbulkan gejala, maka pemeriksaan darah bisa menjadi cara yang penting mendeteksi kolesterol tinggi. Pemeriksaan lipid panel umumnya akan mencakup kolesterol total, LDL, HDL, dan trigliserida.
American Heart Association sendiri mengatakan bahwa orang dewasa berusia 19 tahun ke atas dengan risiko rendah juga bisa memeriksakan diri terkait kadar kolesterol yang setidaknya dilakukan setiap lima tahun.
Pemeriksaan ini bisa dilakukan lebih sering jika memang terdapat faktor risiko tertentu ataupun berdasarkan anjuran tenaga kesehatan. Karena itu, para wanita sebaiknya mempertimbangkan pemeriksaan jika memiliki:
riwayat keluarga dengan kolesterol tinggi ataupun penyakit jantung pada usia muda,
diabetes atau berat badan berlebih,
kebiasaan merokok,
penyakit ginjal atau gangguan tiroid,
riwayat preeklamsia atau diabetes gestasional, dan
faktor risiko kardiovaskular lainnya.
Jangan Tunggu Gejala, Kenali Kadar Kolesterol Anda!
Kolesterol tinggi bisa saja terjadi tanpa menimbulkan keluhan yang benar-benar terasa. Maka dari itu, dengan mengetahui ciri-ciri kolesterol tinggi pada wanita saja tidaklah cukup untuk bisa memastikan kadar kolesterol.
Melakukan pemeriksaan tetap sangat diperlukan untuk bisa mendapatkan gambaran yang jelas mengenai kadar kolesterol dan trigliserida dalam darah. Anda pun bisa mempertimbangkan pemeriksaan Kolesterol Lengkap Bumame yang dapat membantu Anda mengecek profil lemak darah.
Selain itu, menjaga pola makan, aktif bergerak, tidak merokok, dan mempertahankan berat badan sehat akan sangat membantu dalam menjaga profil kolesterol. Jangan terus tunda, sadari dan kenali tubuh Anda, lakukan pengecekan rutin untuk kesehatan yang lebih terjaga!
Lokasi Klinik Bumame
1. Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310
2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550
3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610
4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160
5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240
Referensi
Centers for Disease Control and Prevention. (2024). High Cholesterol Facts.
Centers for Disease Control and Prevention. (2024). Testing for Cholesterol.
American Heart Association. (2026). Top 10 Things to Know About the ACC/AHA Cholesterol Guideline.
Centers for Disease Control and Prevention. (2024). About Cholesterol.
Centers for Disease Control and Prevention. (2025). About Familial Hypercholesterolemia.
Centers for Disease Control and Prevention. (2024). Heart Disease Risk Factors.
National Heart, Lung, and Blood Institute. (2026). Therapeutic Lifestyle Changes.
National Heart, Lung, and Blood Institute. (2022). Heart-Healthy Living: Get Regular Physical Activity.
National Heart, Lung, and Blood Institute. (2026). Blood Cholesterol: Causes and Risk Factors.
American Heart Association. (2026). Common Misconceptions About Cholesterol.
Ditinjau secara medis oleh dr. Reycha Nabila
.jpg&w=3840&q=75)