Demam tinggi yang datang mendadak di musim hujan sering dianggap flu biasa. Banyak orang memilih istirahat dan minum obat penurun panas dulu, lalu menunggu beberapa hari sebelum ke dokter.
Pada DBD, jenis tes yang berguna berubah mengikuti hari sakit. Kondisi yang perlu diwaspadai juga bisa muncul justru saat demam mulai turun.
Artikel ini membahas cara mendiagnosis DBD, mulai dari gejala dan tanda bahaya, jenis tes darah beserta waktunya, hingga langkah setelah diagnosis dan pencegahannya.
Apa Itu DBD dan Mengapa Diagnosis Dini Penting?
Demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit akibat infeksi virus dengue yang menyebar lewat gigitan nyamuk Aedes aegypti yang terinfeksi, dan lebih jarang lewat Aedes albopictus. Gejala infeksi biasanya muncul 4 sampai 10 hari setelah gigitan dan berlangsung 2 sampai 7 hari.
Sebagian besar orang yang terinfeksi hanya mengalami gejala ringan atau tidak bergejala, lalu pulih dalam satu sampai dua minggu. Pada sebagian kecil orang, penyakit ini menjadi berat, dan risikonya lebih tinggi pada orang yang terinfeksi untuk kedua kalinya.
Diagnosis dini penting karena perjalanan DBD bisa mengecoh. WHO mencatat gejala dengue berat sering muncul setelah demam hilang. Masa ini dikenal sebagai fase kritis, yaitu periode sekitar saat demam turun ketika kondisi sebagian pasien bisa memburuk. Pasien yang terdiagnosis sejak awal bisa dipantau lebih dekat saat masa ini tiba.
Gejala yang Mengarah ke DBD
Gejala awal DBD mirip banyak penyakit demam lain, sehingga kombinasi beberapa gejala berikut menjadi petunjuk bagi dokter untuk memeriksa lebih lanjut.
1. Demam Tinggi Mendadak
Demam pada DBD biasanya muncul tiba-tiba dan langsung tinggi, pada anak maupun orang dewasa. Demam seperti ini, apalagi saat ada kasus DBD di sekitar rumah, layak diperiksakan sejak hari-hari awal.
2. Nyeri Kepala dan Nyeri di Belakang Mata
Sakit kepala pada DBD sering terasa berat, dan sebagian orang merasakan nyeri di balik bola mata. Kombinasi sakit kepala hebat dan demam tinggi perlu diperiksakan ke dokter.
3. Nyeri Otot dan Sendi
Otot terasa pegal dan sendi ngilu, sehingga banyak orang sulit beraktivitas. Nyeri badan yang muncul bersama demam tinggi perlu dicermati sebagai bagian dari pola DBD.
4. Mual dan Muntah
Mual membuat nafsu makan turun, dan sebagian orang juga muntah. Keluhan ini mengurangi asupan cairan di saat tubuh justru butuh banyak minum. Muntah terus-menerus termasuk tanda bahaya dan perlu segera diperiksa.
5. Ruam dan Bintik Merah di Kulit
Sebagian orang mengalami ruam berupa bercak merah yang rata atau sedikit menonjol. Pada DBD juga bisa muncul bintik merah di kulit yang menandakan perdarahan kecil di bawah kulit. Bintik seperti ini perlu ditunjukkan ke dokter saat pemeriksaan.
Baca Juga: Chikungunya, Gejala dan Bedanya dengan DBD
Tanda Bahaya yang Perlu Segera Ditangani
WHO dan NHS mencatat sejumlah tanda dengue berat yang membutuhkan pertolongan segera, dan tanda ini bisa muncul setelah demam turun. Tanda tersebut antara lain:
Nyeri perut hebat. Rasa sakit di perut terasa kuat dan tidak kunjung reda.
Muntah terus-menerus. Muntah berulang kali dalam sehari membuat pasien sulit menahan minuman.
Perdarahan dari gusi atau hidung. Gusi berdarah atau mimisan yang muncul selama sakit perlu segera diperiksa.
Darah pada muntahan atau tinja. Muntahan bercampur darah atau BAB berdarah membutuhkan penanganan cepat.
Napas cepat. Tarikan napas menjadi cepat walau pasien sedang beristirahat.
Lemas berat dan gelisah. Pasien tampak sangat lelah dan lemah, atau justru gelisah.
Kulit pucat dan dingin, atau haus berlebihan. Kulit terasa dingin saat disentuh, atau rasa haus sulit hilang.
Bagaimana Dokter Mendiagnosis DBD?
Diagnosis DBD menggabungkan wawancara, pemeriksaan fisik, dan cek darah di laboratorium. Tes yang dipilih bergantung pada hari keberapa demam berlangsung.
1. Wawancara dan Pemeriksaan Fisik
Dokter menanyakan kapan demam dimulai, gejala yang menyertai, riwayat bepergian, dan ada tidaknya kasus DBD di sekitar tempat tinggal. Pemeriksaan fisik meliputi suhu tubuh, tekanan darah, denyut nadi, serta tanda perdarahan di kulit. Hasil tahap ini menjadi dasar untuk memilih tes darah.
2. Tes Antigen NS1
Antigen NS1 adalah protein yang dihasilkan virus dengue dan beredar di darah pada awal infeksi. Menurut CDC, tes ini berguna selama tujuh hari pertama sejak gejala muncul, dan di masa ini dokter bisa memasangkannya dengan tes antibodi IgM. Hasil NS1 negatif belum tentu menyingkirkan infeksi dengue, sehingga dokter membacanya bersama gejala dan hasil lain.
3. Tes Antibodi IgM dan IgG
Antibodi adalah protein kekebalan yang dibentuk tubuh untuk melawan infeksi. IgM terbentuk lebih dulu, sedangkan IgG umumnya muncul belakangan pada infeksi pertama dan bisa bertahan lama setelah sembuh. CDC menganjurkan tes IgM untuk pasien yang gejalanya sudah berlangsung lebih dari tujuh hari. Hasil IgG bisa mencerminkan infeksi dengue di masa lalu, jadi dokter menafsirkannya bersama IgM dan riwayat sakit.
4. Hitung Darah Lengkap
Hitung darah lengkap memeriksa beberapa komponen darah sekaligus, termasuk sel darah putih atau leukosit, keping darah atau trombosit, dan hematokrit, yaitu persentase sel darah merah dalam darah. Pada DBD, dokter memperhatikan apakah trombosit turun dan hematokrit naik. Hematokrit yang naik bisa menandakan darah mengental karena cairan merembes keluar dari pembuluh darah. Ambang diagnosis ditentukan oleh dokter sesuai kondisi tiap pasien.
5. Pemeriksaan Ulang Berkala
Hasil satu kali tes hanya menggambarkan kondisi pada hari itu. Nilai trombosit dan hematokrit bisa berubah dari hari ke hari, khususnya di sekitar fase kritis. Karena itu dokter bisa meminta cek darah diulang dengan jadwal yang disesuaikan kondisi pasien.
Perbandingan Tes NS1, IgM dan IgG, serta Hitung Darah
Ringkasan berikut membantu memahami kapan tiap tes dipakai dan apa yang ditunjukkannya.
Tabel ini merangkum perbedaannya secara umum. Pemeriksaan yang diperlukan ditentukan oleh dokter.
Kapan Harus ke Dokter atau IGD?
Periksakan ke dokter bila demam tinggi muncul mendadak dan disertai sakit kepala, nyeri di belakang mata, atau nyeri otot dan sendi. Kewaspadaan perlu ditambah bila ada kasus DBD di sekitar tempat tinggal.
Segera ke IGD bila muncul salah satu tanda bahaya di atas, termasuk ketika demam sudah turun. Pada anak, perhatikan juga apakah ia masih mau minum dan tetap bisa diajak berinteraksi seperti biasa.
Memulai Pemeriksaan DBD di Bumame
Tes yang berguna untuk DBD berubah seiring hari sakit, sehingga pemeriksaan darah pertama menjadi titik awal dan dokter yang menentukan perlu tidaknya pemeriksaan ulang. Untuk langkah awal ini, Bumame menyediakan Paket DBD 1, paket pemeriksaan darah untuk membantu diagnosis DBD.
Hasilnya tetap perlu dibaca dokter bersama gejala, hari demam, dan pemeriksaan fisik. Untuk menanyakan jadwal atau lokasi pemeriksaan, hubungi CS Bumame lewat WhatsApp.
Setelah Diagnosis, Apa yang Dilakukan?
Belum ada obat khusus untuk DBD. Penanganan berfokus pada meredakan gejala, menjaga cairan tubuh, dan memantau tanda bahaya. Banyak kasus bisa dirawat jalan, sementara pasien dengan gejala berat sering perlu rawat inap.
Perawatan di rumah umumnya meliputi:
Istirahat cukup. Tubuh butuh waktu untuk pulih, dan rasa lelah bisa bertahan beberapa minggu setelah sembuh.
Minum cukup cairan. Air putih dan minuman lain membantu mencegah tubuh kekurangan cairan.
Penurun demam sesuai anjuran. WHO dan NHS menyebut demam dan nyeri bisa diredakan dengan obat yang jenis dan dosisnya mengikuti arahan dokter atau apoteker.
Hati-hati dengan pereda nyeri tertentu. Obat golongan antiinflamasi nonsteroid sebaiknya dihindari karena bisa meningkatkan risiko perdarahan. Bila obat ini rutin diminum untuk kondisi lain, bicarakan dulu dengan dokter.
Kontrol sesuai jadwal. Tes darah ulang dan pemeriksaan dokter membantu melihat perubahan, khususnya saat demam mulai turun.
Di rumah sakit, cairan tubuh dan hasil darah dipantau lebih ketat sampai kondisi stabil.
Langkah Pencegahan DBD dengan 3M Plus
Pencegahan DBD berpusat pada memutus tempat berkembang biak nyamuk dan menghindari gigitannya. Kemenkes mengajak masyarakat menjalankan 3M Plus berikut:
Menguras tempat penampungan air. Bak mandi, ember, dan wadah air lain perlu dikuras dan disikat setiap minggu.
Menutup tempat penampungan air. Tandon, drum, atau gentong perlu ditutup rapat agar nyamuk tidak bertelur di dalamnya.
Mendaur ulang barang bekas. Botol, kaleng, atau ban bekas yang bisa menampung air hujan sebaiknya didaur ulang atau disingkirkan.
Plus, perlindungan tambahan. Gunakan losion antinyamuk, kelambu, atau pakaian tertutup, dan taburkan bubuk pembasmi jentik di tempat air yang sulit dikuras.
Perlindungan dari gigitan tetap penting di siang hari, karena nyamuk penular DBD aktif pada jam tersebut. Selain itu, vaksin dengue tersedia sebagai upaya tambahan untuk membantu menurunkan risiko, dan kebutuhannya bisa dibicarakan dengan dokter.
Kenali Gejalanya dan Periksa di Waktu yang Tepat
Mengetahui kondisi lebih awal membuka lebih banyak pilihan. Cara mendiagnosis DBD bertumpu pada gejala yang dikenali sejak awal, tes darah yang sesuai hari sakit, dan pemantauan sampai fase kritis terlewati.
Bila ada anggota keluarga yang demam tinggi mendadak, Anda bisa mencatat hari pertama demam dan membawa catatan itu saat periksa. Untuk bertanya soal pemeriksaan, chat CS Bumame.
Lokasi Klinik Bumame
1. Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310
2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550
3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610
4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160
5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240
Referensi
Kementerian Kesehatan RI, Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan. Demam Berdarah Dengue Kenali Risikonya Tingkatkan Kewaspadaan. Retrieved 23 September 2026 from https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/4416/demam-berdarah-dengue-kenali-risikonya-tingkatkan-kewaspadaan
Kementerian Kesehatan RI, Ayo Sehat. Demam Berdarah Dengue. Retrieved 23 September 2026 from https://ayosehat.kemkes.go.id/topik/demam-berdarah-dengue
Ikatan Dokter Anak Indonesia. MEMAHAMI DEMAM BERDARAH DENGUE (BAGIAN 2). Retrieved 23 September 2026 from https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/memahami-demam-berdarah-dengue-bagian-2
World Health Organization. Dengue. Retrieved 23 September 2026 from https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/dengue-and-severe-dengue
Centers for Disease Control and Prevention. Clinical Testing Guidance for Dengue. Retrieved 23 September 2026 from https://www.cdc.gov/dengue/hcp/diagnosis-testing/index.html
NHS. Dengue. Retrieved 23 September 2026 from https://www.nhs.uk/conditions/dengue/
Ditinjau secara medis oleh dr. Muhammad Reza Kurniawan
