Booking layanan Bumame tanpa antri. Klik disini.

Booking layanan Bumame tanpa antri. Klik disini.

Kenali Penyebab dan Gejala Gagal Jantung
Kembali ke Artikel & Berita

Gagal Jantung: Arti, Jenis, Gejala, Penyebab, dan Pengobatan

Bumame Health Team

Kadang tubuh memberikan sinyal lewat perubahan kecil yang jarang disadari. Napas yang terasa lebih pendek saat beraktivitas ringan, tubuh yang mendadak mudah lelah, hingga nafsu makan yang berkurang bisa saja menjadi indikasi awal gagal jantung.


Walau kedengarannya mengkhawatirkan, bukan berarti jantung Anda berhenti bekerja. Akan tetapi, jantung mengalami penurunan fungsi memompa darah, sehingga besar urgensinya untuk mengenali gejala dan pengobatannya supaya dapat membantu Anda merespons kondisi ini secara tepat.

Apa Itu Gagal Jantung?

Jantung adalah organ vital yang bertugas mengalirkan darah ke seluruh tubuh. Di dalamnya, terdapat empat ruang utama, yakni serambi (atrium) kanan dan kiri di sisi atas jantung, serta bilik (ventrikel) kanan dan kiri di area bawah.

Dalam kondisi normal, darah yang kaya akan oksigen dari paru-paru akan masuk ke atrium kiri, berlanjut ke ventrikel kiri, lalu dipompa ke seluruh jaringan tubuh. Pada jantung yang sehat, keempat ruang ini bekerja secara harmonis agar pasokan nutrisi dan oksigen selalu terpenuhi.

Namun, pada kondisi gagal jantung, otot jantung mengalami penurunan fungsi. Hal ini bisa terjadi karena otot jantung melemah sehingga kekuatan pompanya berkurang, atau otot jantung menjadi kaku sehingga sulit terisi dengan darah yang cukup. Akibatnya, organ-organ tubuh tidak menerima pasokan darah yang cukup untuk mendukung aktivitas.

Jenis Gagal Jantung

Berdasarkan lokasi terjadinya, masalah jantung ini bisa memengaruhi salah satu sisi jantung (kiri atau kanan), serta keduanya. Sementara berdasarkan kecepatan waktunya, masalah jantung ini terbagi menjadi akut dan kronis. Simak pembahasan selengkapnya berikut.

1. Gagal Jantung Kiri

Pada kondisi ini, jantung bagian kiri yang berfungsi menerima darah yang kaya oksigen dari paru-paru dan mendistribusikannya ke seluruh tubuh tidak bekerja secara optimal. 

Kondisi gagal jantung kiri ini penyebabnya bisa karena disfungsi sistolik, yaitu kondisi ketika organ tersebut kehilangan kekuatannya untuk mengalirkan darah secara optimal ke seluruh tubuh atau ukuran EF (ejection fraction) kurang dari 40%. Padahal, jumlah darah yang dapat dipompa jantung normalnya berkisar antara 55%–60% EF.

Selain itu, gangguan ini juga bisa disebabkan oleh disfungsi diastolik akibat otot jantung kaku sehingga tidak terisi darah sebagaimana mestinya, meski EF normal.

2. Gagal Jantung Kanan

Jantung bagian kanan memiliki tugas untuk menampung balik darah yang telah kehabisan oksigen dari seluruh jaringan tubuh lalu memompanya ke paru-paru agar darah bisa melepaskan karbon dioksida dan menerima oksigen kembali.

Pada gagal jantung kanan, kondisi ini terjadi ketika ventrikel kanan jantung kehilangan daya untuk memompa darah ke paru-paru. Alhasil, darah menumpuk di pembuluh vena. Kondisi ini umumnya berkembang sebagai dampak lanjutan dari gagal jantung kiri.)

3. Gagal Jantung Biventricular

Jenis penyakit jantung ini menyasar kedua bagian kiri dan kanan jantung. Gejala yang muncul bisa sama seperti gagal jantung pada sisi kiri dan kanan. Contohnya seperti nyeri dada, sesak napas, hingga penumpukan cairan berlebih di jaringan tubuh.

4. Gagal Jantung Akut dan Kronis

Pada kondisi akut, gagal jantung berkembang secara tiba-tiba dan termasuk kondisi darurat medis yang membutuhkan penanganan segera. Penyakit ini bisa dipicu oleh serangan jantung atau masalah irama jantung (aritmia). Itulah mengapa pemeriksaan aritmia jantung biasanya disarankan untuk mengidentifikasi masalah jantung secara pasti.

Sementara itu, gagal jantung kronis berkembang secara bertahap mulai dari gejala ringan hingga memburuk seiring berjalannya waktu. Salah satu penyebabnya adalah tekanan darah tinggi terus-menerus.

Penyebab dan Faktor Risikonya

Gagal jantung bisa terjadi secara mendadak akibat kondisi medis tertentu atau berkembang perlahan akibat kondisi medis dalam jangka panjang. Beberapa penyebab yang umum adalah aritmia (gangguan irama detak jantung yang tidak beraturan), kardiomiopati (jantung lemah), atau penyakit arteri koroner (arteri yang memasok darah dan oksigen ke paru tersumbat).

Selain itu, kondisi hipertensi (tekanan darah tinggi), penyakit ginjal, penyakit katup jantung, cacat jantung bawaan, dan diabetes melitus juga dapat membebani kerja jantung secara berlebihan sehingga memicu gagal jantung. Kemudian, seseorang juga lebih berisiko terkena penyakit ini karena faktor-faktor berikut.

  • Orang berusia 65 tahun ke atas. Penuaan dapat melemahkan dan membuat otot jantung menjadi kaku. 

  • Faktor genetik. Keluarga atau kerabat yang memiliki riwayat gagal jantung dapat meningkatkan risiko terkena. 

  • Gaya hidup yang buruk. Misalnya, merokok, penyalahgunaan narkoba, minum alkohol berlebihan, mengonsumsi makanan yang tinggi lemak jenuh dan kolesterol, serta minim aktivitas fisik.

Gejala yang Menandai Gagal Jantung

Tergantung pada jenis gagal jantung yang sedang Anda derita, gejalanya pada setiap orang bisa jadi berbeda. Berikut adalah beberapa gejala yang biasa muncul. 

1. Sesak Napas

Darah yang menumpuk di pembuluh vena menyebabkan cairan bocor ke paru-paru sehingga menyebabkan seseorang sesak napas. Kondisi ini bisa terjadi saat beraktivitas maupun beristirahat.

2. Batuk Tak Kunjung Sembuh

Batuk kebanyakan bukan dianggap sebagai masalah kesehatan yang serius. Akan tetapi, jika frekuensi batuk Anda tidak kunjung mereda dan mengeluarkan lendir berwarna putih atau merah muda bercampur darah, waspadai sebagai salah satu sinyal awal jantung tidak sehat.

3. Pembengkakan pada Beberapa Bagian Tubuh

Otot jantung yang kekuatannya melemah untuk memompa darah menyebabkan darah menumpuk di vena. Akibatnya, cairan dari pembuluh darah masuk ke jaringan lain sehingga terjadi pembengkakan di kaki, pergelangan kaki, tungkai, atau perut. Hal ini juga dapat memengaruhi penambahan berat badan.

4. Kelelahan

Gejala gagal jantung berikutnya adalah kelelahan atau merasa letih. Hal ini terjadi ketika tubuh tidak mendapatkan pasokan darah yang cukup akibat melemahnya daya pompa jantung. Dampaknya, aktivitas yang biasa dilalui tanpa kendala seperti jalan-jalan atau naik tangga menjadi lebih menguras tenaga. Bahkan, Anda juga bisa merasa lemas terutama setelah aktivitas fisik.

5. Menurunnya Nafsu Makan

Sistem pencernaan yang menerima lebih sedikit darah dapat memengaruhi nafsu makan seseorang. Mereka bisa kehilangan nafsu makan atau merasa mual saat tiba waktunya makan.

Kapan Perlu Periksa ke Dokter?

Gagal jantung bukanlah masalah kesehatan yang ringan. Jika Anda merasakan gejala-gejala seperti kelelahan, detak jantung tidak beraturan, sesak napas, pembengkakan, hingga batuk terus-menerus, segera jadwalkan janji temu dengan dokter. 

Di sisi lain, Anda juga perlu mengetahui kondisi darurat jantung. Memahami perbedaan henti jantung dan serangan jantung membantu Anda mengenali tanda bahayanya. Lalu, penanganan pertama serangan jantung juga bisa dilakukan dengan cepat untuk mencegah kerusakan fungsi organ yang berisiko gagal jantung.

Jenis Pemeriksaan untuk Mendiagnosis Gagal Jantung

Saat berkonsultasi, sampaikan secara lengkap gejala yang Anda rasakan serta riwayat kesehatan yang dimiliki. Informasi ini penting untuk membantu dokter menentukan langkah evaluasi yang paling tepat. Sejumlah pemeriksaan yang mungkin akan direkomendasikan adalah sebagai berikut. 

1. EKG (Elektrokardiogram)

Tes ini bekerja dengan cara merekam aktivitas listrik jantung. Melalui pemeriksaan EKG, dokter dapat mendeteksi adanya gangguan irama detak jantung (aritmia), penanda serangan jantung, hingga mencari tahu pemicu dari gejala seperti sesak napas, nyeri dada, atau pingsan.

2. Treadmill Test

Berbeda dengan EKG biasa yang dilakukan dalam keadaan istirahat, tes ini menyertakan aktivitas fisik untuk melihat respons jantung saat tubuh bergerak aktif. Treadmill test jantung umumnya digunakan dalam pemeriksaan jantung koroner serta untuk mengecek apakah detak jantung normal atau mengalami perubahan ritme saat beban aktivitas meningkat.

3. Echo 

Tes jantung ini memanfaatkan gelombang suara untuk merekam gambar dan pergerakan jantung secara mendetail. Hasil evaluasi ini dapat memperlihatkan ketebalan dinding otot jantung, efisiensi fungsi pompa, hingga persentase EF.

Deteksi Risiko Gagal Jantung Sejak Dini di Bumame

Gejala awal penyakit jantung kerap tidak disadari dan dapat memburuk seiring berjalannya waktu. Untuk menjaga kesehatan jantung tetap optimal, skrining awal menjadi kunci pencegahan yang tepat. Lewat Paket Kesehatan Jantung Bumame, Anda bisa mendeteksi risikonya lebih cepat melalui rangkaian tes seperti EKG dan treadmill test.

Selain kesehatan jantung, Anda juga bisa mendapatkan analisis kondisi tubuh secara mendalam lewat layanan Medical Check Up Plus Bumame dengan harga mulai dari Rp1.708.000,00. Paket ini menyediakan pemeriksaan hematologi lengkap, asam urat, SGOT, kolesterol, hingga kadar vitamin D.

Cara Hidup dengan Gagal Jantung

Hidup dengan bayang-bayang masalah jantung memang dapat menimbulkan rasa cemas dan stres. Namun, Anda tetap bisa menjalani hidup yang berkualitas apabila rutin mengonsumsi obat sesuai resep dokter untuk meredakan gejala dan mencegah komplikasi.

Selain rutin meminum obat, menerapkan cara menjaga kesehatan jantung secara aktif juga sangat berpengaruh pada inisiatif Anda dalam mengubah kebiasaan harian. Hentikan gaya hidup yang dapat memperburuk gejala, dan mulai terapkan pola hidup sehat sesuai anjuran dokter. Dengan berbagai upaya ini, Anda bisa tetap menikmati hidup meski menderita gagal jantung.

Jaga Kesehatan Jantung untuk Jangka Panjang

Sebagai organ vital, kesehatan jantung adalah prioritas utama. Untuk memastikan jantung bebas dari potensi penyakit, luangkan waktu untuk melakukan skrining kesehatan secara rutin.

Karena mencegah lebih baik daripada mengobati, jangan tunggu muncul gejala parah baru periksa. Bumame menyediakan paket MCU jantung lengkap yang bisa Anda lakukan untuk mengetahui kondisi jantung terkini. Jadwalkan janji temu bersama dokter profesional yang siap mendengarkan keluhan Anda!

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

Referensi

  1. Ayo Sehat Kemenkes. (2024). Gagal Jantung.

  2. Mayo Clinic. Heart Failure.

  3. National Heart, Lung, and Blood Institute. Heart Failure.

  4. Columbia University Irving Medical Center. Heart Failure.  

  5. American Heart Association. Types of Heart Failure.

  6. The Heart & Vascular Cenre. (2025). The Different Types of Heart Failure.

  7. National Library of Medicine. (2023). Heart Failure: Learn More - Types of Heart Failure.

  8. MedlinePlus. Heart Failure.

  9. American Heart Association. Risks for and Causes of Heart Failure.

  10. American Heart Association. Heart Failure Signs and Symptoms.

  11. American Heart Association. Diagnosing Heart Failure.

  12.  Bumame. (2026). Mengenal Elektrokardiogram (EKG) untuk Pemeriksaan Jantung.

  13. Bumame. (2026). Treadmill Test: Manfaat & Panduan Lengkap.

  14. NHS. Heart Failure.

  15. National Heart, Lung, and Blood Institute. Living with Heart Failure.

Ditinjau secara medis oleh dr. Denizha Irfani

Frequently Asked Question

Apa itu gagal jantung?

Gagal jantung adalah kondisi ketika jantung tidak mampu memompa darah secara optimal ke seluruh tubuh.

Apa gejala gagal jantung?

Gejalanya meliputi sesak napas, mudah lelah, batuk berkepanjangan, pembengkakan pada kaki, dan nafsu makan menurun.

Apa penyebab gagal jantung?

Penyebabnya antara lain penyakit jantung koroner, aritmia, kardiomiopati, hipertensi, diabetes, dan penyakit katup jantung.

Bagaimana gagal jantung didiagnosis?
Dokter dapat melakukan pemeriksaan EKG, treadmill test, dan ekokardiografi (echo) untuk menilai kondisi jantung.
Apakah gagal jantung bisa disembuhkan?

Gagal jantung tidak dapat disembuhkan, tetapi gejalanya dapat dikendalikan dengan obat, perubahan gaya hidup, dan tindakan medis bila diperlukan.