Booking layanan Bumame tanpa antri. Klik disini.

Booking layanan Bumame tanpa antri. Klik disini.

Benjolan di Punggung Muncul Tiba-Tiba? Kenali Penyebab dan Tanda yang Perlu Diwaspadai
Kembali ke Artikel & Berita

Benjolan di Punggung Muncul Tiba-Tiba? Kenali Penyebab dan Tanda yang Perlu Diwaspadai

Oak Circle

Benjolan di Punggung Muncul Tiba-Tiba? Jangan Langsung Panik

Menemukan benjolan di punggung bisa membuat khawatir, terutama jika sebelumnya tidak pernah menyadarinya. Namun, tidak semua benjolan menandakan kondisi serius. Beberapa benjolan dapat berasal dari jaringan lemak, kista, infeksi, atau pembengkakan setelah cedera.
Meski begitu, benjolan tetap perlu diperhatikan, terutama jika ukurannya terus bertambah, terasa keras, sulit digerakkan, atau disertai nyeri dan perubahan pada kulit.
Menurut American Academy of Family Physicians (AAFP), sebagian besar massa jaringan lunak bersifat jinak. Namun, benjolan yang tumbuh cepat, berukuran sekitar 5 cm atau lebih, berada di jaringan yang lebih dalam, atau melekat pada jaringan di sekitarnya perlu dievaluasi lebih lanjut.

Kemungkinan Penyebab Benjolan di Punggung

Benjolan di punggung dapat berasal dari kulit, jaringan lemak, jaringan lunak, maupun struktur yang lebih dalam. Penyebabnya pun beragam, mulai dari kondisi yang tidak berbahaya hingga kondisi yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.
  1. Lipoma

Lipoma adalah pertumbuhan jaringan lemak yang biasanya berada di bawah kulit. Benjolan ini umumnya terasa lunak atau kenyal dan dapat digerakkan ketika disentuh.
Lipoma dapat muncul di berbagai bagian tubuh, termasuk punggung. Sebagian besar lipoma bersifat jinak dan tumbuh secara perlahan.
  1. Kista

Kista merupakan kantong yang dapat berisi cairan, udara, atau material tertentu. Kista pada kulit dapat terlihat sebagai benjolan di bawah permukaan kulit.
Kista yang tidak mengalami peradangan biasanya tidak terlalu nyeri. Namun, ketika mengalami infeksi atau peradangan, benjolan dapat menjadi merah, terasa hangat, membengkak, dan sakit ketika disentuh.
  1. Infeksi

Infeksi pada kulit atau jaringan di bawahnya dapat menyebabkan pembengkakan yang terasa seperti benjolan. Kondisi ini biasanya disertai tanda peradangan, seperti kemerahan, rasa hangat, nyeri, atau keluarnya cairan.
Jika benjolan muncul bersama demam atau tubuh terasa tidak enak, pemeriksaan medis diperlukan untuk mengetahui penyebabnya.
  1. Cedera

Benturan pada punggung dapat menyebabkan darah terkumpul di bawah kulit dan membentuk pembengkakan atau benjolan. Kondisi ini dapat disertai memar atau perubahan warna kulit.
Benjolan akibat cedera biasanya akan berangsur mengecil. Jika tidak membaik atau justru semakin besar, pemeriksaan perlu dilakukan.
Benjolan juga dapat muncul pada bagian tubuh lainnya dengan penyebab yang berbeda. Untuk mengetahui lebih lanjut, Anda dapat membaca informasi mengenai benjolan di leher.

Ciri Benjolan yang Umumnya Jinak

Beberapa benjolan yang bersifat jinak dapat memiliki karakteristik tertentu, meskipun ciri tersebut tidak dapat memastikan diagnosis tanpa pemeriksaan.
Beberapa cirinya antara lain:
  • Terasa lunak atau kenyal
  • Dapat digerakkan saat disentuh
  • Tidak terasa nyeri
  • Tumbuh secara perlahan
  • Berukuran relatif kecil
  • Tidak disertai perubahan pada kulit
Lipoma, misalnya, umumnya terasa lunak dan dapat digerakkan saat disentuh. Pertumbuhannya juga cenderung berlangsung perlahan.
Namun, benjolan yang terlihat jinak tetap perlu diperiksa apabila menetap, berubah ukuran, atau menimbulkan keluhan baru.

Ciri Benjolan yang Perlu Diwaspadai

Tidak semua benjolan dapat diketahui penyebabnya hanya dari bentuk atau teksturnya. Beberapa perubahan justru menjadi alasan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Perhatikan jika benjolan:
  • Bertambah besar dengan cepat
  • Berukuran sekitar 5 cm atau lebih
  • Terasa keras
  • Sulit digerakkan
  • Berada lebih dalam di bawah permukaan kulit
  • Terasa melekat pada jaringan di sekitarnya
  • Menimbulkan nyeri yang menetap
  • Menyebabkan perubahan pada kulit
  • Kembali muncul setelah sebelumnya diangkat
Benjolan dengan karakteristik tersebut tidak otomatis berarti kanker. Namun, pemeriksaan diperlukan untuk memastikan penyebabnya.

Gejala Penyerta yang Perlu Diperhatikan

Selain perubahan pada benjolan, gejala lain yang muncul bersamaan juga penting untuk diperhatikan.
Beberapa keluhan yang sebaiknya tidak diabaikan meliputi:
  • Nyeri yang semakin berat
  • Kulit di sekitar benjolan memerah
  • Area benjolan terasa panas
  • Keluar cairan atau nanah
  • Demam
  • Benjolan membesar dengan cepat
  • Mati rasa atau kesemutan di sekitar benjolan
  • Kelemahan pada bagian tubuh tertentu
  • Berat badan turun tanpa sebab yang jelas
Keluhan tersebut dapat membantu dokter menentukan apakah benjolan berkaitan dengan infeksi, peradangan, cedera, atau kondisi lainnya.

Diagnosis Benjolan di Punggung

Pemeriksaan biasanya dimulai dengan melihat dan meraba benjolan untuk mengetahui ukuran, bentuk, konsistensi, lokasi, kedalaman, serta apakah benjolan dapat digerakkan.
Dokter juga dapat menanyakan kapan benjolan mulai muncul, apakah ukurannya berubah, apakah terasa nyeri, dan apakah sebelumnya terdapat cedera atau infeksi di area tersebut.

Pemeriksaan Ultrasonografi

Ultrasonografi atau USG dapat digunakan untuk melihat struktur jaringan di bawah permukaan kulit. Pemeriksaan ini membantu menilai ukuran dan kedalaman benjolan serta memberikan gambaran apakah benjolan memiliki karakteristik padat atau berisi cairan.
Menurut AAFP, ultrasonografi dapat membantu mengevaluasi ukuran, kedalaman, karakteristik padat atau kistik, serta aliran darah pada massa jaringan lunak.

Pemeriksaan Lanjutan

Jika pemeriksaan awal menunjukkan karakteristik yang tidak biasa, dokter dapat mempertimbangkan pemeriksaan pencitraan lain seperti MRI atau CT scan.
Pada kondisi tertentu, biopsi juga dapat dilakukan untuk mengambil sampel jaringan dan mengetahui karakter sel di dalam benjolan.
Jenis pemeriksaan yang diperlukan akan disesuaikan dengan ukuran, lokasi, pertumbuhan, dan karakteristik benjolan.

Pengobatan Benjolan di Punggung

Penanganan benjolan bergantung pada penyebabnya.
Benjolan jinak yang tidak menimbulkan keluhan terkadang cukup dipantau. Lipoma, misalnya, umumnya tidak membutuhkan tindakan jika tidak mengganggu aktivitas atau menimbulkan keluhan.
Namun, pengangkatan dapat dipertimbangkan jika lipoma terasa nyeri, terus membesar, mengganggu aktivitas, atau menimbulkan masalah lainnya.
Kista yang mengalami infeksi atau peradangan membutuhkan penanganan yang berbeda. Begitu pula benjolan akibat infeksi atau cedera yang perlu ditangani berdasarkan penyebabnya.
Karena penyebab benjolan sangat beragam, hindari memencet, menusuk, atau mencoba mengeluarkan isi benjolan sendiri.

Pemeriksaan yang Mendukung Evaluasi Kesehatan Tulang

Tidak semua benjolan di punggung berasal dari tulang. Namun, apabila keluhan juga disertai masalah kesehatan tulang atau faktor risiko tertentu, pemeriksaan dapat membantu mengevaluasi kondisi tubuh.
Bumame menyediakan pemeriksaan kesehatan tulang yang mencakup pemeriksaan Vitamin D 25-OH Total dan kalsium dalam darah. Pemeriksaan ini ditujukan untuk mengevaluasi status nutrisi tulang serta mendeteksi risiko osteoporosis, osteopenia, dan gangguan metabolisme tulang.
Bumame juga menyediakan tes Vitamin D 25-OH Total untuk mengetahui kadar vitamin D dalam tubuh. Vitamin D berperan dalam penyerapan kalsium dan pemeliharaan kesehatan tulang. Pemeriksaan ini dapat menjadi bagian dari evaluasi kondisi tulang sesuai kebutuhan medis.
Untuk pemeriksaan kesehatan secara lebih menyeluruh, tersedia juga Medical Check Up Basic yang mencakup sejumlah pemeriksaan darah dan urine untuk membantu mengevaluasi kondisi kesehatan secara umum.
Namun, ketiga pemeriksaan tersebut bukan pemeriksaan khusus untuk menentukan penyebab benjolan di punggung. Jika terdapat benjolan yang menetap atau memiliki tanda bahaya, konsultasikan terlebih dahulu dengan tenaga medis untuk menentukan pemeriksaan yang sesuai.

Kapan Harus ke Dokter

Benjolan di punggung sebaiknya diperiksakan jika penyebabnya tidak jelas atau terdapat perubahan yang mencurigakan.
Segera konsultasikan dengan dokter apabila benjolan:
  • Tumbuh semakin besar dengan cepat
  • Berukuran sekitar 5 cm atau lebih
  • Terasa keras dan sulit digerakkan
  • Terletak lebih dalam di bawah permukaan kulit
  • Terasa semakin nyeri
  • Disertai kemerahan atau rasa panas
  • Mengeluarkan cairan atau nanah
  • Muncul bersama demam
  • Kembali muncul setelah pernah diangkat
  • Disertai penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas
Pemeriksaan lebih awal dapat membantu mengetahui penyebab benjolan dan menentukan apakah kondisi tersebut cukup dipantau atau membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Pemeriksaan Benjolan di Punggung

Benjolan di punggung tidak dapat dipastikan penyebabnya hanya berdasarkan bentuk atau ukurannya. Pemeriksaan fisik dapat menjadi langkah awal untuk menilai karakteristik benjolan, sedangkan USG atau pemeriksaan pencitraan lainnya dapat dilakukan jika diperlukan.
Jika menemukan benjolan yang menetap, semakin besar, terasa nyeri, atau memiliki karakteristik yang tidak biasa, sebaiknya lakukan konsultasi medis agar penyebabnya dapat diketahui dengan lebih jelas.
Untuk mendapatkan informasi mengenai pemeriksaan yang sesuai di Bumame, Anda dapat berkonsultasi dengan tenaga medis terlebih dahulu.

Sumber

American Academy of Family Physicians (AAFP) - Soft Tissue Masses: Evaluation and Treatment.
Mayo Clinic - Lipoma: Symptoms & Causes.

Lokasi Klinik Bumame

Klinik Bumame Cideng JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10160
Klinik Bumame TB Simatupang 1, Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12550
Klinik Bumame BSD Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kec. Serpong, Tangerang, Banten 15310

Klinik Bumame Puri Indah Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23, Kembangan, Jakarta Barat 11610

Ditinjau secara medis oleh dr. Andika Yusuf Ramadhan, M.Biomed

Frequently Asked Question

Apakah benjolan di punggung selalu berbahaya?
Tidak. Benjolan di punggung dapat disebabkan oleh kondisi jinak seperti lipoma atau kista. Namun, benjolan yang tumbuh cepat, berukuran besar, keras, atau sulit digerakkan perlu diperiksa.
Apa penyebab benjolan di punggung?
Beberapa penyebabnya antara lain lipoma, kista, infeksi, dan pembengkakan akibat cedera. Pemeriksaan diperlukan untuk memastikan penyebabnya.
Apakah lipoma di punggung berbahaya?
Sebagian besar lipoma bersifat jinak. Namun, benjolan yang berubah ukuran, terasa nyeri, atau memiliki karakteristik tidak biasa tetap perlu diperiksa.
Apakah benjolan di punggung bisa hilang sendiri?
Tergantung penyebabnya. Pembengkakan akibat cedera dapat mengecil seiring waktu, sedangkan lipoma biasanya tidak hilang dengan sendirinya. Kista juga dapat menetap atau mengalami perubahan sehingga perlu dievaluasi jika menimbulkan keluhan.
Kapan benjolan di punggung perlu diperiksa?
Benjolan sebaiknya diperiksa jika tumbuh cepat, berukuran sekitar 5 cm atau lebih, terasa keras, sulit digerakkan, terasa nyeri, mengalami perubahan pada kulit, atau disertai gejala seperti demam.
Apakah USG bisa mengetahui penyebab benjolan di punggung?
USG dapat membantu melihat ukuran, kedalaman, dan karakteristik benjolan. Dokter dapat menentukan apakah diperlukan pemeriksaan lanjutan berdasarkan hasil USG dan pemeriksaan fisik.