Banyak orang langsung cemas saat meraba benjolan kecil yang sebelumnya tidak ada. Kata "tumor" pun terdengar menakutkan dan sering dianggap sama dengan kanker.
Kedua istilah ini sebenarnya berbeda. Tumor bisa bersifat jinak atau ganas, dan hanya tumor ganas yang disebut kanker. Karena tumor ganas bisa menyebar ke organ lain, pemeriksaan sejak awal memberi lebih banyak pilihan penanganan.
Artikel ini membahas pengertian keduanya, enam perbedaan utamanya, cara dokter membedakannya, hingga tanda benjolan yang perlu diperiksakan.
Apa Itu Tumor?
Tubuh terus membentuk sel baru untuk menggantikan sel yang tua atau rusak. Dalam keadaan normal, sel lama mati dan sel baru terbentuk sesuai kebutuhan.
Tumor muncul ketika keseimbangan itu terganggu. Sel yang seharusnya mati tetap bertahan, sementara sel baru terus membelah dan menumpuk menjadi massa jaringan.
Jadi, tumor adalah pertumbuhan sel yang tidak normal di jaringan tubuh. Dokter juga menyebutnya neoplasma. Tumor bisa tumbuh di kulit, tulang, kelenjar, maupun organ dalam, sehingga sebagian tidak teraba dari luar.
Berdasarkan sifatnya, tumor terbagi menjadi dua. Tumor jinak tumbuh di tempatnya dan tidak menyebar, sedangkan tumor ganas bisa menyusup ke jaringan sekitar dan menyebar ke organ lain. Tumor ganas inilah yang disebut kanker.
Mengenal Kanker sebagai Tumor Ganas
Kementerian Kesehatan menjelaskan kanker sebagai penyakit akibat pertumbuhan tidak normal sel jaringan tubuh yang berubah menjadi sel kanker. Sel ini bisa menyebar ke bagian tubuh lain.
WHO menyebut kanker sebagai istilah umum untuk sekelompok besar penyakit yang bisa mengenai bagian tubuh mana pun. Contohnya adalah kanker payudara, kanker usus besar, dan kanker ovarium. Ciri khasnya adalah sel abnormal yang tumbuh cepat melewati batas normalnya, lalu menyusup dan merusak jaringan di sekitarnya.
Sel kanker juga bisa lepas dari tumor asalnya dan tumbuh di organ lain yang letaknya jauh. Proses penyebaran ini disebut metastasis. Risiko kanker meningkat seiring usia dan dipengaruhi faktor seperti merokok, alkohol, pola makan yang kurang sehat, kurang aktivitas fisik, dan infeksi tertentu.
Perbedaan Tumor dan Kanker dalam Enam Hal
Perbedaan tumor dan kanker pada dasarnya adalah perbedaan tumor jinak dan tumor ganas. Enam hal berikut membantu Anda memahami mengapa penanganan keduanya berbeda.
1. Cara Tumbuh
Tumor jinak membesar di tempatnya dan tidak menyusup ke jaringan di sekitarnya. Kanker tumbuh menyusup ke jaringan sehat dan bisa merusak organ yang ditempatinya. Meski jinak, tumor tetap bisa menimbulkan keluhan bila menekan saraf, pembuluh darah, atau organ penting.
2. Batas dan Kapsul
Karena tumbuh di tempatnya, tumor jinak umumnya punya batas yang jelas dengan jaringan sehat. Sebagian tumor jinak juga terbungkus lapisan tipis yang disebut kapsul. Sel kanker tumbuh melewati batas normalnya dan menyusup ke jaringan sekitar, sehingga tepinya tidak rata dan sulit dipisahkan.
3. Penyebaran
Tumor jinak tidak menyebar ke bagian tubuh lain, sehingga masalahnya terbatas di satu lokasi. Sel kanker bisa berpindah dari tumor asalnya dan membentuk tumor baru di organ yang letaknya jauh. Kemampuan inilah yang membuat kanker perlu ditangani sejak awal.
4. Kecepatan Tumbuh
Tumor jinak umumnya tumbuh lambat. Kanker cenderung tumbuh lebih cepat dan tidak terkendali karena sel abnormal terus membelah. Benjolan yang cepat membesar perlu segera diperiksakan ke dokter.
5. Kemungkinan Kambuh
Tumor jinak yang sudah diangkat seluruhnya umumnya jarang tumbuh kembali, meski beberapa jenis bisa muncul lagi. Kanker bisa kambuh setelah pengobatan, di tempat asalnya maupun di organ lain. Karena itu, dokter biasanya menjadwalkan kontrol berkala setelah pengobatan kanker selesai.
6. Penanganan
Tumor jinak yang kecil dan tidak menimbulkan keluhan kadang cukup dipantau. Operasi dipertimbangkan bila tumor menekan organ, mengganggu fungsi, atau karena alasan penampilan. Kanker umumnya ditangani dengan operasi, radiasi, dan kemoterapi, sendiri atau digabungkan sesuai jenis dan tahapnya.
Tumor Jinak vs Tumor Ganas (Kanker) dalam Satu Tabel
Aspek | Tumor jinak | Tumor ganas (kanker) |
|---|---|---|
Cara tumbuh | Membesar di tempatnya | Menyusup dan merusak jaringan sekitar |
Batas | Umumnya jelas, sebagian terbungkus kapsul | Tidak rata, sulit dipisahkan |
Kecepatan tumbuh | Umumnya lambat | Cenderung cepat dan tidak terkendali |
Penyebaran | Tidak menyebar ke organ lain | Bisa menyebar ke organ lain |
Dampak pada tubuh | Keluhan muncul bila menekan saraf atau organ | Bisa merusak fungsi organ yang terkena |
Kemungkinan kambuh | Jarang tumbuh lagi bila diangkat seluruhnya | Bisa kambuh setelah pengobatan |
Penanganan | Dipantau, atau diangkat bila perlu | Operasi, radiasi, kemoterapi, atau gabungannya |
Contoh | Lipoma, polip usus, mioma rahim | Kanker payudara, kanker paru, kanker ovarium |
Perbandingan di atas bersifat umum dan tidak menggantikan pemeriksaan dokter.
Apakah Tumor Jinak Bisa Menjadi Ganas?
Umumnya tumor jinak tetap jinak. Meski begitu, beberapa jenis bisa berubah menjadi ganas seiring waktu, misalnya sebagian polip usus. Ada pula kelompok yang disebut prakanker, yaitu pertumbuhan sel yang berpotensi berkembang menjadi ganas bila dibiarkan.
Menurut WHO, kanker umumnya terbentuk bertahap, dari perubahan awal pada sel hingga menjadi tumor ganas. Pada leher rahim, perubahan awal ini disebut displasia serviks, yaitu sel yang tidak normal dan belum menjadi kanker.
Perubahan sel di leher rahim bisa ditemukan lewat skrining sebelum menimbulkan keluhan. Untuk pertumbuhan seperti ini, dokter bisa menyarankan pemantauan berkala atau pengangkatan walaupun belum ganas.
Contoh Tumor Jinak yang Sering Membuat Bingung
Beberapa pertumbuhan jaringan punya nama medis yang terdengar mengkhawatirkan, padahal tergolong tumor jinak. Berikut tiga contoh yang sering ditanyakan:
Lipoma adalah benjolan lunak dari sel lemak di bawah kulit. Benjolan ini tumbuh lambat dan tergolong tumor jinak. Pengangkatan bisa dipertimbangkan bila benjolan mengganggu atau karena alasan penampilan.
Sebagian polip usus termasuk kelompok adenoma, yaitu tumor jinak yang tumbuh dari lapisan tipis jaringan pelapis organ dan kelenjar. Polip merupakan salah satu bentuk tumor usus yang perlu dipantau karena sebagian bisa berubah ganas. Dokter bisa menyarankan pengangkatan polip yang ditemukan.
Mioma rahim, disebut juga fibroid, adalah tumor jinak yang tumbuh di rahim. Keluhannya tergantung ukuran dan letaknya karena tumor ini bisa menekan jaringan sekitar. Mioma kecil tanpa keluhan kadang cukup dipantau.
Nama dan letak benjolan belum cukup untuk menentukan sifatnya, sehingga setiap benjolan baru tetap perlu diperiksa dokter.
Bagaimana Dokter Membedakan Tumor Jinak dan Ganas?
Sifat tumor tidak bisa ditentukan hanya dengan melihat atau meraba. Dokter biasanya menggabungkan beberapa langkah berikut:
Wawancara dan pemeriksaan fisik. Dokter menanyakan sejak kapan benjolan muncul dan apakah ukurannya berubah. Setelah itu, dokter meraba benjolan untuk menilai ukuran dan letaknya.
Pencitraan. Pemeriksaan seperti USG, CT scan, atau MRI memperlihatkan ukuran, letak, dan hubungan tumor dengan organ sekitarnya. Hasilnya membantu dokter melihat tanda penyebaran dan merencanakan langkah berikutnya.
Biopsi. Dokter mengambil sampel kecil jaringan tumor, lalu dokter spesialis patologi anatomi memeriksanya di bawah mikroskop. Hasil biopsi menjadi penentu apakah tumor jinak atau ganas, sekaligus menunjukkan jenis dan tingkat keganasannya.
Tes darah bisa melengkapi gambaran kondisi tubuh secara umum, tetapi jenis tumor tetap ditentukan lewat pemeriksaan jaringan.
Tanda Benjolan dan Keluhan Lain yang Perlu Diperiksakan
Periksakan diri ke dokter bila Anda menemukan salah satu tanda berikut:
Benjolan baru. Benjolan yang muncul tanpa sebab jelas di bagian tubuh mana pun perlu diperiksa. Contohnya benjolan di payudara atau benjolan di leher yang sebelumnya tidak ada.
Benjolan yang terus membesar. Benjolan yang bertambah besar atau berubah bentuk perlu segera dinilai. Catat kapan perubahan mulai terlihat agar dokter mudah menentukan pemeriksaan lanjutan.
Benjolan atau area yang nyeri. Nyeri pada benjolan, atau nyeri menetap di satu area tanpa sebab jelas, layak dikonsultasikan. Nyeri bisa muncul saat tumor menekan saraf atau jaringan sekitarnya.
Perdarahan yang tidak biasa. Contohnya batuk berdarah, darah pada tinja atau urine, atau perdarahan dari vagina di luar jadwal haid. Keluhan ini bisa berasal dari banyak kondisi, sehingga dokter perlu mencari penyebabnya.
Berat badan turun tanpa sebab. Penurunan berat badan tanpa diet atau perubahan aktivitas perlu diperiksa. Keluhan ini termasuk gejala umum yang bisa menyertai tumor.
Gejala Umum Kanker yang Perlu Diketahui
Gejala kanker beragam, tergantung letak dan jenisnya. Keluhan pada kanker paru, misalnya, bisa berupa batuk, sesak napas, atau nyeri dada. Tumor di usus besar bisa memicu diare, sembelit, dan darah pada tinja.
Gejala umum berikut juga bisa muncul, meski tidak khas kanker dan bisa disebabkan banyak kondisi lain:
Lelah berkepanjangan. Rasa lelah yang tidak membaik dengan istirahat bisa menyertai tumor. Periksakan bila keluhan ini berlangsung lama dan mengganggu aktivitas.
Demam, menggigil, atau keringat malam. Keluhan ini perlu dilaporkan ke dokter bila berulang tanpa sebab yang jelas. Dokter akan mencari penyebabnya lewat pemeriksaan.
Nafsu makan berkurang. Nafsu makan yang turun dalam waktu lama bisa disertai penurunan berat badan. Kombinasi keduanya perlu dinilai dokter.
Sebagian tumor tidak menimbulkan gejala pada tahap awal. Karena itu, beberapa jenis kanker bisa dicari lewat skrining sebelum keluhan muncul, misalnya skrining kanker payudara dan skrining kanker leher rahim.
Kenali Perubahan Tubuh dan Periksakan Lebih Awal
Memahami perbedaan tumor dan kanker membantu Anda lebih tenang saat menemukan benjolan. Tumor jinak tumbuh di tempatnya, sedangkan kanker bisa menyusup ke jaringan sekitar dan menyebar ke organ lain. Mengetahui lebih awal berarti punya lebih banyak pilihan.
Setiap benjolan atau pertumbuhan baru sebaiknya dinilai dokter, dan untuk beberapa jenis kanker tersedia program skrining yang membantu menemukan perubahan sejak awal. Untuk bertanya soal jadwal pemeriksaan atau medical check-up di klinik Bumame, silakan hubungi CS Bumame lewat WhatsApp.










