Mungkin Anda pernah bolak-balik ke kamar mandi karena merasa ingin buang air kecil, tetapi yang keluar hanyalah sedikit? Belum lagi kalau tiba-tiba muncul rasa perih atau sensasi terbakar yang membuat setiap kali buang air kecil terasa tidak nyaman. Keluhan seperti ini bisa menjadi salah satu tanda infeksi saluran kemih.
Banyak orang menganggap keluhan seperti ini hanya gangguan biasa. Padahal, justru dari gejala yang terlihat ringan adalah awal infeksi terjadi. Hingga pada akhirnya membuat mereka memilih menunda pemeriksaan dan berharap keluhan akan hilang dengan sendirinya.
Semakin cepat Anda sadar dan mendapatkan penanganan, maka semakin kecil pula risiko infeksi berkembang ke situasi yang lebih serius. Jadi, langkah awal yang perlu Anda lakukan adalah melakukan pemeriksaan dan menerapkan kebiasaan yang mendukung kesehatan saluran kemih.
Apa Itu Infeksi Saluran Kemih?
Infeksi saluran kemih (ISK) ialah kondisi ketika saluran kemih mengalami infeksi akibat masuknya bakteri, yang umumnya menyerang kandung kemih maupun uretra. Jika tidak mendapat penanganan secara tepat, infeksi dapat menyebar dan menimbulkan komplikasi yang lebih serius.
Sejauh ini, infeksi saluran kemih menjadi salah satu jenis infeksi yang paling sering terjadi di dunia. Bahkan terdapat penelitian yang menemukan jumlah kasus ISK secara global meningkat sekitar 66,45% dari tahun 1990 hingga 2021.
Pada penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa perempuan dan kelompok usia lanjut memiliki risiko lebih tinggi mengalami infeksi saluran kemih dibandingkan kelompok lainnya.
Selain itu, beban kasus ISK juga diperkirakan masih akan terus meningkat hingga tahun 2050, sehingga deteksi dini dan penanganan yang tepat menjadi semakin penting.
Gejala Infeksi Saluran Kemih yang Wajib Anda Pahami
Pada sejumlah kasus yang sering terjadi, munculnya infeksi saluran kemih ditandai dengan beberapa gejala. Berikut yang paling umum:
Timbul rasa nyeri atau sensasi terbakar ketika buang air kecil;
Frekuensi buang air kecil meningkat, tapi volume kencing sedikit;
Urine keruh, bau menyengat, hingga bercampur darah;
Nyeri di punggung atau pinggang;
Mual dan muntah;
Menggigil;
Rasa kurang nyaman pada perut bagian bawah;
Demam tinggi jika infeksi sudah parah.
Penyebab Infeksi Saluran Kemih
Perlu Anda ketahui, bahwa penyebab infeksi saluran kemih terbesar adalah bakteri E. coli yang biasanya ditemukan di usus. Meski demikian, muncul beberapa penyebab lain yang perlu Anda waspadai sejak dini, yakni:
1. Bakteri Menetap di Saluran Kemih
Bukan rahasia lagi bahwa ISK itu disebabkan oleh bakteri E. coli yang normalnya hidup di usus besar, Staphylococcus saprophyticus, serta Pseudomonas. Jika bakteri-bakteri tersebut berpindah ke uretra (saluran kencing), infeksi bisa terjadi.
Ini juga lah yang membuat infeksi saluran kemih lebih sering dialami wanita karena jarak antara anus dan uretra itu lebih pendek dibandingkan laki-laki.
2. Kurang Minum Air Putih
Kurang mengkonsumsi air putih akan membuat frekuensi buang air kecil semakin berkurang, sehingga bakteri-bakteri yang seharusnya keluar bersama urine malah tertinggal di uretra. Selain itu, kurangnya cairan yang masuk pada tubuh juga akan membuat urine berwarna lebih pekat, sehingga bakteri lebih mudah berkembang biak.
Bukan hanya ISK yang berpotensi Anda rasakan kalau tidak banyak mengonsumsi air putih, tapi juga penyakit lain seperti gagal ginjal, batu ginjal, kista ginjal, hingga gangguan fungsi ginjal secara menyeluruh. Untuk itu, pastikan Anda mengonsumsi air minimal 8 gelas sehari untuk menjaga kesehatan.
3. Terlalu Sering Menahan Kencing
Perlu Anda waspadai bahwa kebiasaan menahan kencing akan membuat urine tertahan di kandung kemih lebih lama, hingga memberi kesempatan bakteri untuk betah berada disana. Jika Anda sering melakukan kebiasaan ini, risiko infeksi saluran kemih akan semakin besar. Kalau mau buang air kecil, hendaklah menyegerakan.
4. Aktivitas Seksual yang Tidak Sehat
Hubungan intim itu bisa mendorong bakteri masuk ke uretra, terutama jika tidak buang air kecil setelah melakukan aktivitas seksual. Kondisi ini sering disebut honeymoon cystitis yang gejalanya sama dengan infeksi pada saluran kemih. Untuk itu, setelah melakukan hubungan badan antara suami istri, bersihkan saluran kemih.
5. Pemakaian Kateter atau Alat Medis Lain yang Tidak Tepat
Tanpa banyak disadari orang, pemakaian kateter urine dalam waktu lama juga menjadi salah satu penyebab infeksi saluran kemih karena berisiko bakteri bisa masuk ke kandung kemih melalui alat tersebut. Jika Anda termasuk pemakai, sebaiknya selalu pastikan alat medis yang digunakan tetap steril dan sesuai anjuran dokter.
Pencegahan Infeksi Saluran Kemih
Infeksi saluran kemih memang penyakit yang umum. Namun, tanpa pencegahan dan pemeriksaan yang akurat, kondisi tersebut bisa menyeret ke penyakit lain seperti gangguan ginjal. Untuk itu, cegah masalahnya sebelum parah. Inilah beberapa contoh pencegahan yang bisa Anda lakukan secara mandiri.
1. Minum Banyak Air Putih
Air putih dapat membantu membersihkan organ dalam tubuh dari zat-zat kimia yang mungkin mengendap serta melarutkan dan mengeluarkan bakteri melalui urine.
2. Jangan Menahan Buang Air Kecil
Menahan kencing artinya Anda memberi kesempatan bakteri memiliki lebih banyak waktu untuk berkembang di kandung kemih. Jika terus terjadi, risiko infeksi saluran kemih tidak akan bisa Anda hindari lagi.
3. Menjaga Kebersihan Organ Intim
Bersihkan area organ intim dari bagian depan sampai ke belakang untuk mencegah perpindahan bakteri dari anus ke uretra, terutama ketika mengalami siklus menstruasi.
Pada wanita, sering mengganti pembalut serta tidak menggunakan cairan pembersih dengan wewangian juga bisa membantu mencegah ISK.
4. Gunakan Pakaian yang Longgar
Menghindari pakaian yang ketat sebenarnya juga dapat membantu area intim Anda tetap kering. Dengan begitu, bakteri tidak akan mudah tumbuh di sekitar saluran kemih karena ada pertukaran udara yang masuk.
5. Buang Air Kecil Setelah Berhubungan Seks
Sebelum atau setelah melakukan hubungan seks, pastikan tetap buang air kecil. Ini akan memastikan saluran kemih tetap bersih setelah bakteri masuk dari aktivitas yang Anda lakukan.
Kapan Anda Perlu Periksa Kesehatan Saluran Kemih ke Dokter?
Tidak sedikit yang bertanya kapan perlu periksa infeksi saluran kemih karena masih awam terhadap penyakit ini. Anda tidak sendirian, dan jika mengalami beberapa gejala ini, segera lakukan pemeriksaan ke dokter untuk mengetahui kondisi Anda lebih lanjut.
Nyeri hebat ketika buang air kecil;
Frekuensi buang air kecil meningkat, tapi volumenya sangat sedikit;
Urine keruh, berdarah, bahkan muncul bau yang menyengat;
Sedang hamil atau mempunyai penyakit kronis; dan
Nyeri pinggang, perut tidak nyaman, sampai demam tinggi.
ISK yang ringan memang bisa sembuh dengan perawatan ringan. Akan tetapi, Anda perlu melakukan pengecekan secara menyeluruh untuk menghindari tahap infeksi serius.
Diagnosis Umum Infeksi Saluran Kemih
Bagaimana diagnosis saluran kemih untuk mengetahui adanya infeksi yang muncul? Biasanya, ahli medis akan melakukan tes berikut ini.
1. Tes Urinalisis
Tes ini dilakukan dengan cara memeriksa urine untuk mencari sel darah merah, sel darah putih, dan bakteri. Jika terdapat sel darah putih di dalam urine, itu menunjukkan adanya infeksi.
2. Tes Pencitraan
Dalam prosedur tes pencitraan, dokter umumnya akan merekomendasikan USG, CT scan, hingga MRI untuk mengetahui kondisi saluran kemih secara keseluruhan.
3. Sistoskopi
Sistoskopi adalah prosedur medis yang dilakukan dengan cara memasukkan alat khusus bernama sistoskop, yakni selang tipis yang sudah dilengkapi kamera dan lampu pada bagian ujungnya.
Pemeriksaan ini bertujuan untuk melihat kondisi saluran kemih, sehingga dokter bisa mendeteksi adanya peradangan, batu di saluran kemih, penyumbatan, hingga kelainan lain yang mungkin terjadi pada saluran kemih Anda.
Tes Infeksi Saluran Kemih di Bumame: Efektif, Akurat, dan Murah
Apabila Anda mengalami keluhan yang mengarah pada infeksi saluran kemih, dokter umumnya akan menyarankan pemeriksaan urine untuk memastikan penyebabnya. Nantinya, hasil pemeriksaan ini dapat membantu untuk mendeteksi adanya tanda-tanda infeksi, sehingga dokter dapat menentukan penanganan yang sesuai.
Dan, salah satu pilihan pemeriksaan yang dapat menjadi pertimbangan Anda adalah Tes Urine di Bumame dengan harga yang cukup murah, yakni mulai dari Rp77.000.
Pemeriksaan ini menggunakan sampel urine untuk mendeteksi infeksi saluran kemih dan memberikan gambaran mengenai kondisi kesehatan lainnya, seperti, fungsi ginjal, diabetes, gangguan hati, hingga kemungkinan kelainan metabolisme.
Selain tes urine, Klinik Bumame juga menyediakan beragam pemeriksaan kesehatan lain yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan Anda. Jika Anda butuh pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh, ambil paket Medical Check-Up Plus Bumame.
Paket tes kesehatan ini mencakup banyak sekali jenis pemeriksaan, termasuk dalamnya terdapat cek urine lengkap yang berguna untuk mengetahui ada tidaknya potensi ISK dilihat dari ada tidaknya sel darah putih pada air kencing.
Cara Mengatasi Infeksi Saluran Kemih
Jika mengalami infeksi saluran kemih, Anda tidak perlu takut dan khawatir berlebihan. Selain pengobatan medis, Anda dapat melakukan beberapa hal ini untuk membantu meredakan gejala ISK.
Minum banyak air putih agar bakteri ikut larut bersama urine yang keluar;
Istirahat yang cukup dan berikan tubuh Anda waktu untuk pulih dari infeksi;
Hindari mengonsumsi makanan dan minuman yang bersifat iritasi, seperti makanan pedas, kopi, teh, dan soda;
Kompres dengan air hangat pada area perut bagian bawah untuk mengurangi rasa tidak nyaman.
Kenali Gejala Infeksi Saluran Kemih Sejak Dini, Segera Lakukan Pemeriksaan yang Tepat!
Infeksi saluran kemih bukanlah kondisi yang boleh Anda abaikan. Meskipun sering diawali dengan gejala ringan, seperti nyeri saat buang air kecil dan punggung bagian bawah terasa tidak nyaman, kondisi seperti ini dapat berkembang menjadi lebih serius apabila tidak mendapat penanganan secara tepat.
Oleh karena itu, mengenali gejala yang muncul dan segera melakukan pemeriksaan menjadi langkah penting supaya penyebab infeksi dapat diketahui lebih dini. Apabila Anda mengalami keluhan yang mengarah pada ISK, Anda bisa segera jadwalkan pemeriksaan kesehatan Anda.
Bila butuh informasi lebih lanjut, lakukan telekonsultasi via WhatsApp Bumame, gratis selama jam operasional.
Setiap pemeriksaan di Bumame juga sudah dilengkapi dengan konsultasi dokter gratis untuk pembacaan hasil tes. Bahkan, Anda akan mendapatkan rujukan atau saran penanganan lanjutan yang sesuai dengan kondisi Anda serta pengobatan terbaik yang cocok untuk menangani kasus Anda agar proses pemulihan dapat berjalan lebih optimal.
Lokasi Klinik Bumame
1. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160
2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550
3. Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310
4. Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610
Referensi:
Kemenkes Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan.(2025).Kenali Apa Itu Infeksi Saluran Kemih.
Scientific Report. (2025). Epidemiological trends and predictions of urinary tract infections in the global burden of disease study 2021.
Rumah Sakit Pondok Indah. (2025). ISK Bisa Menyerang Siapa Saja, Ketahui Faktor Pemicunya!.
Rumah Sakit Pondok Indah. (2025). Jangan Anggap Sepele! Kenali 5 Tanda-tanda Anda Mengidap Infeksi Saluran Kemih (ISK).
Siloam Hospital. (2026). Infeksi Saluran Kemih (ISK), Ini Jenis, Penyebab, & Gejalanya.
Siloam Hospital. (2025). Prosedur Sistoskopi untuk Mengatasi Gangguan Kandung Kemih.
RS Premier Jatinegara. (2024). Nyeri Saat Kencing? Hati-Hati Infeksi Saluran Kemih!.
Jurnal Medical Profesional. (2024). FAKTOR RISIKO INFEKSI SALURAN KEMIH (ISK): LITERATURE REVIEW.
EMC Health Care. (2025). Waspada Infeksi Saluran Kemih Akut: 5 Ciri ISK yang Harus Diwaspadai.
FAQ Seputar Infeksi Saluran Kemih (ISK)
Apa itu infeksi saluran kemih (ISK)?
Apa itu infeksi saluran kemih (ISK)?
Infeksi saluran kemih (ISK) adalah infeksi yang terjadi pada saluran kemih akibat masuknya bakteri, yang umumnya menyerang kandung kemih atau uretra. Jika tidak ditangani dengan tepat, infeksi dapat menyebar dan menimbulkan komplikasi yang lebih serius.
Apa penyebab infeksi saluran kemih?
Apa penyebab infeksi saluran kemih?
Penyebab utama ISK adalah bakteri, terutama E. coli yang berasal dari usus. Selain itu, ISK juga dapat dipicu oleh kurang minum air putih, kebiasaan menahan buang air kecil, aktivitas seksual yang tidak sehat, serta penggunaan kateter atau alat medis yang tidak sesuai.
Apa saja gejala infeksi saluran kemih?
Apa saja gejala infeksi saluran kemih?
Gejala ISK yang umum meliputi nyeri atau sensasi terbakar saat buang air kecil, sering ingin buang air kecil tetapi urine yang keluar sedikit, urine keruh, berbau menyengat atau bercampur darah, nyeri pada punggung atau pinggang, mual, muntah, menggigil, rasa tidak nyaman di perut bagian bawah, hingga demam jika infeksi sudah parah.
Kapan harus segera ke dokter jika mengalami ISK?
Kapan harus segera ke dokter jika mengalami ISK?
Segera periksakan diri apabila mengalami nyeri hebat saat buang air kecil, frekuensi buang air kecil meningkat dengan volume yang sangat sedikit, urine keruh atau berdarah, sedang hamil atau memiliki penyakit kronis, maupun mengalami nyeri pinggang, demam tinggi, dan perut terasa tidak nyaman.
Bagaimana infeksi saluran kemih didiagnosis?
Bagaimana infeksi saluran kemih didiagnosis?
Dokter dapat melakukan beberapa pemeriksaan, seperti tes urinalisis untuk mendeteksi sel darah dan bakteri dalam urine, tes pencitraan seperti USG, CT scan, atau MRI, serta sistoskopi untuk melihat kondisi saluran kemih secara langsung.
Bagaimana cara membantu mengatasi infeksi saluran kemih?
Bagaimana cara membantu mengatasi infeksi saluran kemih?
Selain mengikuti pengobatan dari dokter, gejala ISK dapat dibantu dengan minum banyak air putih, beristirahat yang cukup, menghindari makanan dan minuman yang dapat mengiritasi saluran kemih seperti makanan pedas, kopi, teh, dan soda, serta mengompres hangat area perut bagian bawah.
Bagaimana cara mencegah infeksi saluran kemih?
Bagaimana cara mencegah infeksi saluran kemih?
Pencegahan ISK dapat dilakukan dengan memperbanyak minum air putih, tidak menahan buang air kecil, menjaga kebersihan organ intim, menggunakan pakaian yang longgar agar area intim tetap kering, serta buang air kecil sebelum atau setelah berhubungan seksual.
Mengapa pemeriksaan dini penting jika dicurigai mengalami ISK?
Mengapa pemeriksaan dini penting jika dicurigai mengalami ISK?
Pemeriksaan sejak dini membantu mengetahui penyebab infeksi sehingga penanganan dapat diberikan lebih cepat. Dengan demikian, risiko infeksi berkembang menjadi kondisi yang lebih serius atau menyebabkan gangguan pada saluran kemih maupun ginjal dapat diminimalkan.
