Desktop ImageDesktop Image
  • corporate
  • medical check up

Medical Check Up
Urine Rutin

  • Home Care
  • Walk In

Pemeriksaan urin rutin adalah tes medis yang menggunakan sampel urine untuk membantu mendeteksi berbagai masalah kesehatan. Urin dapat memberikan informasi berharga tentang fungsi ginjal, hati, dan organ lainnya. Pemeriksaan ini sering digunakan untuk mendiagnosis kondisi seperti infeksi saluran kemih, diabetes, penyakit ginjal, gangguan hati, dan kelainan metabolisme lainnya. Selain itu, pemeriksaan urin juga dapat mendeteksi adanya darah, protein, atau zat abnormal lainnya dalam urine yang dapat mengindikasikan adanya masalah kesehatan.

GET IT FOR

77.000

Pemeriksaan Urine Rutin

Tubuh memberi sinyal lebih awal dari yang kita sadari. Salah satu cara paling mudah untuk memantau kondisi organ dalam, mulai dari ginjal hingga fungsi hati, adalah melalui pemeriksaan urine rutin. Tapi apa sebenarnya yang diperiksa, dan kapan sebaiknya dilakukan?

Apa Itu Urine Rutin?

Urine rutin adalah pemeriksaan medis yang menganalisis sampel urin untuk mengidentifikasi berbagai kondisi kesehatan yang mungkin belum menunjukkan gejala nyata. Melalui pemeriksaan ini, dokter dapat mengevaluasi kadar glukosa, protein, bilirubin, pH urine, leukosit, keton, dan sejumlah parameter lainnya yang mencerminkan cara kerja organ-organ vital Anda. Sampel diambil menggunakan metode midstream urine (aliran tengah urin, bukan awal maupun akhir), kemudian dianalisis di laboratorium dengan hasil yang keluar dalam 24 jam.

Manfaat Pemeriksaan

  • Mendeteksi infeksi saluran kemih dan batu ginjal sejak dini, sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.

  • Memantau fungsi ginjal secara berkala, terutama bagi individu dengan riwayat hipertensi atau gangguan ginjal.

  • Mengidentifikasi tanda awal gangguan metabolisme, termasuk kadar gula yang tidak normal dalam urine yang dapat menjadi tanda kadar gula darah yang tinggi.

  • Mendeteksi gangguan fungsi hati melalui perubahan kadar bilirubin dan urobilinogen dalam sampel urin.

Siapa yang Perlu Melakukan Pemeriksaan Ini?

Siapa pun bisa melakukan pemeriksaan ini, tapi kelompok yang paling dianjurkan adalah individu dengan riwayat penyakit ginjal, hipertensi, atau diabetes. Pemeriksaan urine rutin idealnya dilakukan setahun sekali sebagai bagian dari pemantauan kesehatan preventif. Pemeriksaan ini juga sering dianjurkan dokter saat ada keluhan yang mengarah pada kondisi ginjal atau saluran kemih dan perlu ditelusuri lebih lanjut.

Pesan Sekarang di Bumame

Tersedia melalui layanan Home Care ke lokasi Anda atau Walk-In di Klinik Bumame. Pesan Medical Check Up Urine Rutin melalui WhatsApp di 0811-1908-8808 atau melalui booking.bumame.com


Persiapan Pemeriksaan

Pemeriksaan satuan urine rutin tidak memerlukan persiapan khusus, namun jika dilakukan bersamaan dengan tes lain seperti kolesterol, maka dianjurkan untuk berpuasa 8-12 jam sebelum tindakan. Minum air mineral diperbolehkan dengan porsi wajar (tidak berlebihan).

Frequently Ask Questions

Siapa yang dapat melakukan tes ini?

Seseorang yang ingin memantau kondisi kesehatan secara rutin

Bila hendak menegakkan diagnosis atau sebagai pemeriksaan penunjang penyakit:

  • Diabetes

  • Ginjal, batu ginjal, infeksi saluran kemih

  • Hipertensi

Kapan sebaiknya dilakukan pemeriksaan Urine Rutin?

Sebaiknya dilakukan per 1 tahun sekali untuk memantau kesehatan khususnya bagi seseorang yang memiliki riwayat penyakit ginjal, hipertensi, dan liver.

Bolehkah minum air mineral sebelum tes Urine Rutin?

Cukup minum air mineral 1-2 gelas saja. Hal yang sebaiknya dilakukan adalah menghindari konsumsi obat atau suplemen makanan sebelum pemeriksaan dilakukan.

Berapa nilai normal dari urine?

Tingkat keasaman/ pH:

  • pH urine normal yaitu 4,5-8,0 dengan rata-rata 6,0

  • pH urine netral: 7,0

  • pH urine asam: < 5,0

  • pH urine basa: > 8,0

Warna:

Warna urine jernih menandakan cukup minum air putih. Normalnya, warna urine jernih, kuning pucat atau kuning tua. Bila berwarna lain seperti merah, jingga, biru, hijau, atau cokelat, menandakan adanya kelainan

Bagaimana warna urine yang tidak normal?

Urin yang normal adalah urine yang berwarna kuning muda hingga tua. Berikut adalah berbagai macam warna urin dan tandanya:

  • Kuning pekat: Kemungkinan kurangnya asupan cairan dalam tubuh yang disebabkan oleh berbagai faktor seperti kurang minum air putih, kehilangan cairan tubuh berlebihan, diare, muntah, sehingga mengakibatkan dehidrasi.

  • Cokelat tua: Kemungkinan adanya masalah pada organ hati dan ginjal yang diakibatkan oleh terganggunya proses penyaringan dan pembuangan zat limbah pada tubuh. Biasanya disebabkan oleh infeksi, obat malaria, atau gangguan sistem kekebalan tubuh.

  • Oranye: Kemungkinan adanya masalah pada organ hati atau saluran empedu, seperti hepatitis atau sirosis. Bisa juga disebabkan oleh obat-obatan yang biasa digunakan dalam kemoterapi, obat tuberkulosis, atau suplemen vitamin B2 dalam dosis tinggi.

  • Putih keruh: Kemungkinan adanya masalah infeksi saluran kemih seperti infeksi bakteri, jamur, atau virus sehingga terjadi penumpukan lendir, sel darah putih, dan zat lain yang menyebabkan peradangan. Keberadaan nanah dalam urine yang disebut piuria juga dapat menyebabkan urine menjadi keruh. Bila ini terjadi, segera konsultasikan dengan dokter.

  • Merah atau merah muda: Kemungkinan adanya masalah serius seperti infeksi saluran kemih atau batu ginjal. Biasanya ini terjadi karena urin tercampur dengan darah atau biasa disebut sebagai hematuria. Bila ini terjadi, segera konsultasikan dengan dokter.

Bagaimana pemeriksaan Urine Rutin dilakukan?

Individu akan menampung urine pertama yang keluar dari kemaluan (first void urine) di wadah penampung steril yang sebelumnya diberikan oleh tenaga medis Bumame. Sampel urine akan dites di laboratorium dan hasil akan keluar paling lama 1x24 jam.

Berapa jumlah urine rata-rata orang dewasa?

800-1300 ml/ 24 Jam

Bila kondisi lebih tinggi atau lebih rendah dari nilai normal tersebut, maka disebut:

  • Poliuri: > 2000 ml/ 24 jam

  • Oliguri: < 500 ml/ 24 jam

  • Anuri: Tidak ada produksi urin

Informasi apa yang didapatkan dari pemeriksaan urine?

Kadar glukosa protein, bilirubin, urobilinogen, pH, darah, niitrit, leukosit esterase, keton, kontaminasi bakteri, serta kepekatan warna urine

Artikel Kesehatan

CTA Banner FullCTA Banner Full
Layanan kesehatan fleksibel
Tersedia Home Care ke lokasimu, atau Walk-In ke klinik kami. Sehat jadi lebih mudah untukmu!