Prosedur USG pada Kelenjar Tiroid

Kanker Tiroid - Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya

29/07/2026Bumame

Bengkak di daerah leher dalam yang tidak kunjung membaik bisa jadi salah satu gejala munculnya sel tumor di kelenjar tiroid. Tidak sedikit orang yang mengabaikan tanda-tanda perkembangan sel tumor di tiroid seperti ini. Padahal, jika terdeteksi lebih awal,  jenis-jenis kanker tiroid tertentu memiliki peluang kesembuhan yang lebih tinggi.

Data Globocan dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Indonesia tahun 2022 menunjukkan bahwa kanker tiroid adalah salah satu dari 10 jenis kanker yang paling umum terjadi di Indonesia. Dalam data tersebut, ada daftar 3 faktor risiko utama kanker kelenjar tiroid, yakni diet rendah yodium, radiasi, dan obesitas.

Jika Anda merasakan gangguan yang berisiko, jangan ragu untuk segera melakukan medical check-up!

Apa Itu Kanker Tiroid?

Kanker ini merupakan jenis kanker yang menyerang kelenjar tiroid. Kelenjar dengan bentuk menyerupai kupu-kupu ini terletak di area pangkal leher, dekat trakea, di bawah laring. 

Kelenjar tiroid merupakan kelenjar yang memiliki fungsi vital dalam pengaturan metabolisme tubuh. Artinya, jika ada gangguan pada kelenjar tiroid, termasuk munculnya kanker, maka risiko gangguan pada metabolisme tubuh yang terjadi cukup signifikan. 

4 Jenis Kanker Tiroid 

Jenis-jenis kanker yang menyerang kelenjar tiroid dapat diidentifikasi berdasarkan bentuk sel yang terlihat di bawah mikroskop. Berdasarkan tipenya, perkembangan kanker ini bisa lambat dan agresif. Area tempat sel kanker berkembang di kelenjar tiroid juga turut memengaruhi agresivitasnya. Berikut ini klasifikasi tipe kanker tiroid. 

1. Kanker Tiroid Papiler 

Pada tipe pertama ini, sel kanker umumnya berkembang pada salah satu lobus/folikel tiroid yang memproduksi sekaligus menyimpan hormon tiroid dan mengandung yodium. Kanker tiroid papiler merupakan tipe yang paling umum terjadi, dapat menyerang orang di berbagai kalangan usia, tetapi paling banyak ditemukan di rentang usia antara 30–50 tahun. 

Perkembangannya cenderung lambat. Jika dibandingkan dengan tipe lainnya, peluang kesembuhan dari kanker tipe ini paling tinggi. 

2. Kanker Tiroid Folikuler

Tipe ini juga muncul dari sel-sel folikuler yang menghasilkan hormon tiroid dan mengandung yodium. Kanker tipe ini umumnya menyerang mereka yang berusia di atas 50 tahun. Pertumbuhannya bisa lambat dan agresif dengan kandungan sel yang lebih mirip dengan sel tiroid sehat. 

Kebanyakan kanker folikuler dapat disembuhkan. Meskipun begitu, kanker pada kelenjar tiroid tipe ini dapat menyebar ke organ lain, seperti paru-paru dan jantung, melalui darah. 

3. Kanker Tiroid Meduler

Sel-sel kankernya berasal dari sel C yang menghasilkan kalsitonin, yaitu hormon yang tidak mengandung yodium sehingga berbeda dengan 2 tipe gangguan kelenjar tiroid sebelumnya. 

Tipe ketiga ini termasuk yang tidak terlalu umum lantaran dapat diturunkan dalam keluarga. Bentuk penurunannya dapat dikaitkan dengan tumor endokrin lain dalam sindrom genetik tertentu di keluarga. Sindrom tersebut dikenal dengan istilah MEN (Multiple Endocrine Neoplasia). 

Pada pasien penderita kanker tipe meduler yang diturunkan oleh anggota keluarga, terdapat mutasi pada gen RET sehingga menjadi penyebab perkembangan sel kanker.

4. Kanker Tiroid Anaplastik

Tipe keempat merupakan tipe kanker kelenjar tiroid yang paling agresif, cepat menyebar ke organ lain, dan tingkat penyembuhannya lebih sulit. Sel kanker ini muncul dari sel folikel dengan perkembangan abnormal. Secara garis besar, kanker ini berakibat fatal pada penderitanya. 

Apa Saja Faktor yang Menyebabkan Risiko Kanker Tiroid?

Kanker ini dapat menyerang siapa saja di segala rentang usia, tetapi cenderung lebih umum menyerang perempuan daripada laki-laki. Namun, penelitian dan studi masih belum dapat menemukan penyebab utama munculnya kanker ini. 

Di sisi lain, ada sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko perkembangan sel kanker di kelenjar tiroid, meliputi tiga aspek umum berikut.

  • Paparan radiasi (terutama pada masa kanak-kanak), seperti paparan radiasi akibat bencana nuklir dan perawatan medis. Contohnya, kemoterapi untuk penyakit Hodgkin jika bagian kepala, leher, dan dada terekspos pada radiasi. Jika paparan pada perawatan medis ini terjadi pada usia dini dengan dosis tinggi, maka risikonya makin besar;

  • Diet rendah yodium;

  • Sindrom genetik yang orang tua turunkan. 

Gejala Kanker Tiroid

Secara umum, kanker tiroid tidak menunjukkan gejala awal yang signifikan. Tidak jarang juga, tes darah dengan menggunakan metode TSH (Thyroid-Stimulating Hormone) menunjukkan hasil normal meskipun kanker sudah ada. 

Walaupun begitu, gejala kanker tiroid terlihat dari munculnya nodul tiroid, yaitu gumpalan tiroid yang tumbuh abnormal seiring waktu dan muncul di area kelenjar tiroid atau leher. Nodul atau gumpalan tersebut dapat menyebabkan sejumlah keluhan fisik, seperti:

  • Bengkak di area leher (gejala paling umum);

  • Nyeri di area leher, rahang, telinga;

  • Jika nodul cukup besar dan mulai menekan saluran napas atau kerongkongan, gejala lain seperti leher terasa kencang, sulit menelan, bernapas, maupun sensasi gatal di kerongkongan bisa muncul;

  • Meskipun jarang, dalam kasus tertentu, nodul tiroid dapat mengganggu saraf pengontrol pita suara sehingga suara berubah menjadi serak. 

Kapan Harus Periksa ke Dokter

Tidak semua gejala yang muncul menjadi indikasi kuat perkembangan nodul atau sel tumor tiroid. Tetapi jika Anda mengalami gejala yang tidak membaik, lebih baik segera lakukan konsultasi dengan tenaga medis. 

Tindakan tersebut akan membantu deteksi lebih awal, pencegahan, hingga pengobatan dan perawatan yang lebih tepat dan efektif. 

Jenis Pemeriksaan 

Meskipun benjolan pada area leher merupakan gejala paling nyata dan umum, tidak semuanya merupakan indikasi kanker. Temuan dari suatu studi menunjukkan bahwa dari pemeriksaan 10 kasus benjolan tiroid, ada kurang dari 1 yang hasilnya positif menderita kanker tiroid. Namun, untuk keamanan pasien, dokter biasanya menyarankan untuk melakukan pemeriksaan berikut ini.

1. Pemeriksaan Fisik dan Riwayat Kesehatan

Umumnya, dokter akan menanyakan riwayat kesehatan dan keluhan yang Anda rasakan. Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, seperti meraba langsung area leher untuk mengecek ukuran dan tingkat kekerasan kelenjar tiroid, serta memeriksa apakah ada pembengkakan pada kelenjar getah bening di sekitarnya.

2. Pemeriksaan Penunjang (Pemindaian dan Tes Darah)

Jika dari hasil pemeriksaan fisik awal menunjukkan kecenderungan risiko kanker tiroid, maka akan dilanjutkan dengan tes medis berikut untuk melihat kondisi di dalam leher.

  • Tes darah, untuk mengukur kadar hormon tiroid (seperti T3 dan T4) serta hormon perangsang tiroid (TSH) di dalam tubuh guna mengevaluasi seberapa baik fungsi kelenjar tiroid pasien saat itu. 

  • USG tiroid, menggunakan gelombang suara berfrekuensi tinggi untuk menghasilkan gambar kelenjar tiroid (sonogram) agar bisa mengidentifikasi apakah benjolan berisi cairan atau memang berisi massa padat yang ganas. 

  • Pemindaian radioaktif (radioactive iodine scan), di mana pasien akan diberikan zat radioaktif dalam jumlah yang sangat sedikit (biasanya technetium/Tc-99m) untuk mengidentifikasi anomali fungsi kelenjar tiroid.

3. Biopsi

Prosedur ini melibatkan pengambilan sampel jaringan dan merupakan cara penentu dalam memastikan keberadaan dan jenis sel kanker tiroid. Proses biopsi dapat berjalan dengan dua cara:

  • Fine Needle Aspiration Biopsy atau FNAB, yang merupakan metode biopsi menggunakan jarum kecil untuk menarik sampel sel langsung dari benjolan tiroid Anda.

  • Biopsi bedah, dilakukan jika hasil biopsi jarum tidak mendeteksi adanya kanker. Dokter mungkin akan meresepkan hormon tiroid terlebih dahulu agar kelenjar tiroid dapat beristirahat dan benjolannya menyusut. Kalau tindakan ini tidak efektif, maka dokter akan merekomendasikan biopsi bedah untuk membuang benjolan. 

4. Pemeriksaan Lanjutan (Evaluasi Penyebaran dan Risiko)

Jika hasil pemeriksaan menunjukkan positif kanker, selanjutnya dokter akan menyarankan prosedur pemeriksaan tambahan, di antaranya:

  • Pemindaian lanjutan, seperti CT scan, MRI, dan PET scan untuk mengevaluasi ukuran sel kanker dan memastikan apakah ada penyebaran ke area/organ tubuh lain.

  • Tes genetik, gunanya untuk mendeteksi apakah ada kelainan mutasi genetik tertentu yang menjadi pemicu munculnya kanker kelenjar tiroid pada pasien.

Tes Hormon Tiroid di Bumame: Praktis, Efisien, Cepat. 

Sebagai langkah preventif untuk mendeteksi keberadaan masalah tiroid lebih awal, Klinik Bumame menyediakan Paket Pemeriksaan Hormon Tiroid seharga Rp825.000. Tes ini secara spesifik mengukur kadar TSH (hormon pemicu dari otak) dan Free T4 (hormon aktif yang diproduksi oleh tiroid) dengan metode pengambilan sampel darah. 

Kedua parameter tersebut dokter gunakan untuk memetakan kinerja tiroid, apakah lambat (hipotiroidisme) atau agresif (hipertiroidisme). Hasilnya akan bisa dipakai sebagai indikator awal dan prosedur pemeriksaan lanjutan terhadap risiko tumor yang serius maupun kanker tiroid. 

Tes ini lebih mudah dilakukan karena pasien tidak perlu berpuasa atau melakukan persiapan khusus apa pun sebelum tes darah sebagaimana kebanyakan jenis pemeriksaan lainnya. Bagi yang memiliki jadwal padat atau sedang kurang fit, Anda bahkan juga dapat memanfaatkan layanan home care apabila menginginkan petugas medis Bumame mendatangi rumah Anda atau memilih opsi walk-in di cabang terdekat.

Layanan pemeriksaan ini juga dilengkapi dengan konsultasi bersama dokter untuk pembacaan hasil tes agar Anda dapat memahami kondisi dan tindakan lanjutan yang lebih tepat secara efektif. 

Tips Mengurangi Risiko Kankernya

Meskipun penyebab pasti masalah tiroid ini sebagian besar belum dapat diketahui dan sulit dicegah sepenuhnya, Anda dapat melakukan 4 langkah berikut ini untuk menjaga kesehatan tiroid. 

1. Mengurangi Paparan Radiasi yang Tidak Penting

Radiasi medis pada area kepala, leher, atau dada merupakan faktor risiko utama. Oleh sebab itu, saat menjalani prosedur X-ray atau CT scan, Anda dapat meminta pelindung tiroid (thyroid shield). Jika pekerjaan Anda bersinggungan dengan zat radioaktif, gunakan dosimeter.

2. Pahami Riwayat Kesehatan Keluarga

Risiko meningkat hingga 2–10 kali lipat jika anggota keluarga inti memiliki riwayat kanker tiroid atau sindrom genetik turunan seperti FAP, MEN2, Cowden, dan Carney Complex. Konsultasikan opsi tes genetik dengan dokter jika diperlukan. 

3.  Lakukan Pemeriksaan Mandiri dan Medis

Raba bagian depan dan kedua sisi leher secara berkala untuk mendeteksi benjolan atau pembengkakan kelenjar getah bening. Jika suara Anda berubah atau sulit menelan dalam jangka waktu tidak biasa, segera jadwalkan pemeriksaan fisik.

4. Terapkan Gaya Hidup Sehat

Obesitas terbukti meningkatkan risiko timbulnya masalah tiroid seiring naiknya indeks massa tubuh. Untuk mencegahnya, jaga berat badan ideal dengan olahraga rutin, hindari rokok, serta konsumsi makanan bergizi seimbang. 

Perhatikan juga asupan yodium Anda, karena kekurangan atau kelebihan yodium dapat memicu tipe kanker tiroid yang berbeda.

Jauhi Potensi Gangguan Tiroid

Bila mendapati adanya benjolan di area leher disertai rasa nyeri berkepanjangan, ada baiknya untuk mulai melakukan pemeriksaan kesehatan ke fasilitas medis untuk mendapatkan diagnosis. Tidak selalu benjolan di leher jadi tanda adanya kanker tiroid, tapi tidak ada salahnya juga mengetahui kondisi pasti demi ketenangan diri.

Lokasi Klinik Bumame

1. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3. Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

4. Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

Referensi:

1. Primaya Hospital. Jenis-Jenis Kanker Paling Umum di Indonesia dan Dunia

2. American Thyroid Association. Thyroid Cancer.

3. American Thyroid Association. Thyroid Nodules.

4. American Thyroid Association. Medullary Thyroid Cancer Brochure.

5. American Thyroid Association. Anaplastic Thyroid Cancer Brochure.

6. UCSF Health. Thyroid Cancer.

7. University of Michigan Health. Thyroid Cancer.

8. Mitra Keluarga. (2024). Ketahui Gejala Kanker Tiroid, Gejala, dan Penanganannya.

9. Siloam Hospital. (2025). Kanker Tiroid - Kenali Penyebab, Gejala, dan  Pengobatannya.

10. Mandaya Hospital Group. (2025). Kanker Tiroid: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan.

11. IHC Rumah Sakit Pusat Pertamina. (2025). Benjolan di Leher: Kapan Harus Curiga Kanker Tiroid? Gejala, Penyebab, dan Langkah Penanganan.

12. Clayman Thyroid Center. (2022). Thyroid Cancer Prevention: Top 5 Things You Can Do.

13. Brigham and Women’s Hospital. Thyroid Cancer Risk Factors and Prevention.

14. Penn Medecine. Thyroid cancer risks and prevention.

Ditinjau oleh: dr. Aimee Wineyna

FAQ Seputar Kanker Tiroid

Apa itu kanker tiroid?

Kanker tiroid adalah kanker yang menyerang kelenjar tiroid, yaitu kelenjar berbentuk kupu-kupu yang terletak di bagian depan leher. Kelenjar ini berperan penting dalam mengatur metabolisme tubuh, sehingga gangguan pada tiroid dapat memengaruhi berbagai fungsi tubuh.

Apa saja jenis kanker tiroid?

Kanker tiroid terdiri dari empat jenis utama, yaitu kanker tiroid papiler, folikuler, meduler, dan anaplastik. Masing-masing memiliki karakteristik, tingkat pertumbuhan, serta tingkat keparahan yang berbeda.

Apa saja faktor yang dapat meningkatkan risiko kanker tiroid?

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko kanker tiroid meliputi paparan radiasi, terutama pada masa kanak-kanak, pola makan rendah yodium, serta riwayat sindrom genetik yang diturunkan dalam keluarga.

Apa gejala kanker tiroid yang perlu diwaspadai?

Gejala yang paling umum adalah munculnya benjolan atau pembengkakan di leher. Selain itu, dapat disertai nyeri pada leher, rahang, atau telinga, sulit menelan, sulit bernapas, rasa tidak nyaman di tenggorokan, serta perubahan suara menjadi serak apabila benjolan menekan pita suara.

Kapan sebaiknya memeriksakan diri ke dokter?

Sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter apabila muncul benjolan di leher yang tidak membaik, disertai nyeri berkepanjangan, sulit menelan, sulit bernapas, atau perubahan suara. Pemeriksaan sejak dini dapat membantu menentukan penyebab keluhan dan penanganan yang sesuai.

Bagaimana kanker tiroid didiagnosis?

Diagnosis dilakukan melalui pemeriksaan fisik dan riwayat kesehatan, kemudian dapat dilanjutkan dengan tes darah untuk menilai fungsi tiroid, USG tiroid, pemindaian radioaktif, biopsi untuk memastikan jenis sel, serta pemeriksaan lanjutan seperti CT scan, MRI, PET scan, atau tes genetik bila diperlukan.

Bagaimana cara membantu mengurangi risiko kanker tiroid?

Risiko dapat dikurangi dengan membatasi paparan radiasi yang tidak diperlukan, mengetahui riwayat kesehatan keluarga, melakukan pemeriksaan mandiri maupun pemeriksaan medis bila muncul benjolan atau perubahan suara, menjaga berat badan ideal, menghindari rokok, serta mencukupi kebutuhan yodium sesuai anjuran.

Apakah semua benjolan di leher merupakan kanker tiroid?

Tidak. Artikel menjelaskan bahwa tidak semua benjolan di leher merupakan tanda kanker tiroid. Dokter biasanya akan melakukan serangkaian pemeriksaan untuk memastikan penyebab benjolan sebelum menentukan diagnosis dan penanganan yang tepat.