Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Karsinoma Sel Basal: Gejala, Penyebab, dan Cara Penanganan
Kembali ke Artikel & Berita

Karsinoma Sel Basal: Gejala, Penyebab, dan Cara Penanganan

SBATips Kesehatan

Kanker kulit memiliki banyak jenisnya, salah satunya adalah karsinoma sel basal yang merupakan jenis kanker kulit yang pertumbuhannya sangat lambat dan tingkat penyebarannya rendah. Artikel ini menyediakan informasi lengkap tentang salah satu jenis kanker kulit ini beserta gejala, penyebab, dan cara penanganannya. 

Apa itu Karsinoma Sel Basal?

Karsinoma sel basal adalah salah satu jenis kanker kulit yang bermula dari sel basal, yaitu sel kulit yang membentuk sel kulit baru untuk menggantikan sel yang mati. Kanker ini sering tampak seperti benjolan agak transparan di kulit, meski bentuknya bisa bervariasi.

Karsinoma sel basal ini paling sering terjadi ketika terjadi kerusakan DNA akibat paparan radiasi ultraviolet (UV) dari sinar matahari atau alat tanning dalam ruangan (tanning bed). Paparan tersebut dapat menyebabkan perubahan pada sel basal di lapisan kulit terluar (epidermis), sehingga kanker ini lebih sering muncul di area wajah dan leher.

Apa Saja Jenis Karsinoma Sel Basal?

Karsinoma sel basal terbagi menjadi empat jenis utama:

  • Nodular: Ini jenis yang paling umum dan tampilannya seperti jerawat bulat yang dikelilingi pembuluh darah kecil yang terlihat jelas.

  • Superficial spreading: Jenis ini menimbulkan lesi berupa tanda kecil dan dangkal di kulit, dengan warna sedikit lebih terang dari kulit di sekitarnya.

  • Sclerosing: Lesi kanker ini tampak seperti bekas luka yang perlahan melebar seiring waktu. Karsinoma sel basal jenis ini sering muncul di daerah wajah dan berbentuk titik merah kecil.

  • Pigmented: Jenis ini yang menyebabkan hiperpigmentasi, yaitu area kulit menjadi lebih gelap dari kulit di sekitarnya.

Gejala yang Ditimbulkan

Tanda awalnya biasanya berupa benjolan atau bercak yang tidak biasa di kulit. Bisa juga tidak ada benjolan sama sekali, hanya bercak datar yang tampak sedikit berbeda dari kulit di sekitarnya. Sebagian karsinoma sel basal bahkan tumbuh begitu lambat sehingga penderita baru menyadarinya setelah cukup lama.

Karsinoma sel basal bisa tampak berbeda pada setiap orang. Berikut bentuk yang paling sering muncul: 

  • Benjolan, tonjolan, jerawat, keropeng, atau kulit bersisik;

  • Benjolan halus, mengilap, atau pucat, kadang seperti lilin;

  • Benjolan agak tembus pandang dengan warna mirip kulit normal, putih hingga merah muda, cokelat hingga hitam, atau hitam hingga biru;

  • Benjolan menunjukkan adanya pembuluh darah kecil yang terlihat jelas;

  • Benjolan dengan cekungan di bagian tengah;

  • Bercak merah atau area kulit yang iritasi;

  • Bercak datar yang tampak sedikit berbeda dari kulit di sekitarnya;

  • Area putih atau kekuningan yang tampak seperti bekas luka;

  • Luka terbuka (ulkus) yang berdarah atau mengeluarkan cairan bening saat tersentuh;

  • Sembuh lalu kambuh, sering dikira luka biasa;

  • Jarang menimbulkan nyeri, meski kadang terasa gatal.

Penyebab Seseorang Menderita Karsinoma Sel Basal

Faktor penyebab utama seseorang menderita kanker ini adalah sebagai berikut:

  • Paparan sinar UV berulang tanpa perlindungan;

  • Kerusakan DNA akibat sinar UV, karena UV bisa mengubah DNA di dalam sel kulit;

  • Pertumbuhan sel tidak terkendali. Sebagian gen berfungsi mengatur kapan sel tumbuh dan membelah. Jika gen ini berubah, sel bisa tumbuh tanpa terkendali dan berkembang menjadi kanker;

  • Perubahan pada beberapa gen. Biasanya, perubahan pada lebih dari satu gen diperlukan agar kanker muncul.

Meskipun jarang ada, beberapa perubahan gen yang diturunkan dari orang tua dapat meningkatkan risiko munculnya kanker ini, antara lain:

  • Sindrom nevus sel basal (sindrom Gorlin). Sering diturunkan dari orang tua dan menyebabkan perubahan pada gen PTCH1 di seluruh sel tubuh, sehingga meningkatkan risiko karsinoma sel basal secara signifikan;

  • Xeroderma pigmentosum (XP). Kondisi langka ini membuat tubuh kurang mampu memperbaiki kerusakan DNA akibat sinar UV.

Faktor Risiko yang Meningkatkan Kemungkinan Terkena

Ada beberapa faktor yang meningkatkan risiko seseorang menderita kanker jenis ini, meliputi:

  • Paparan sinar matahari jangka panjang. Risikonya lebih besar bagi orang yang tinggal di daerah terik, karena radiasi ultraviolet lebih kuat; 

  • Riwayat menjalani terapi radiasi. Terapi radiasi untuk mengobati jerawat atau kondisi kulit lain dapat meningkatkan risiko di area kulit bekas pengobatan; 

  • Kulit yang mudah terbakar matahari. Risiko lebih tinggi pada orang berkulit putih, bermata terang, atau berambut merah atau pirang; 

  • Usia. Karsinoma sel basal sering butuh waktu puluhan tahun untuk berkembang, sehingga paling umum ditemukan pada lansia;

  • Riwayat kanker kulit pada diri sendiri atau keluarga;

  • Konsumsi obat penekan sistem imun. Kondisi imun yang menurun, misalnya akibat pengobatan imunosupresan, dapat meningkatkan risiko secara signifikan;

  • Paparan arsenik. Arsenik adalah logam beracun yang banyak ditemukan di lingkungan dan meningkatkan risiko kanker kulit maupun jenis kanker lainnya.

Diagnosis untuk Mendeteksi Karsinoma Sel Basal

Diagnosis dilakukan oleh dokter spesialis kulit dengan tahapan sebagai berikut: 

  • Pemeriksaan area kulit. Dokter memeriksa bercak atau benjolan yang dicurigai dengan teliti;

  • Biopsi kulit. Jika bercak dicurigai kanker, dokter mengambil sampel dari area tersebut dan sampel dikirim ke laboratorium untuk diperiksa di bawah mikroskop guna mencari sel kanker;

  • Biopsi untuk membedakan penyakit lain. Biopsi juga dilakukan untuk memeriksa kondisi kulit lain, karena psoriasis dan beberapa jenis ruam juga bisa menimbulkan bercak kasar dan bersisik seperti karsinoma sel basal; 

  • Pemeriksaan kulit seluruh tubuh. Setelah diagnosis, pasien perlu menjalani pemeriksaan seluruh tubuh untuk mencari bercak atau benjolan lain yang mungkin terindikasi kanker kulit;

  • MRI atau CT scan. Pemeriksaan ini dilakukan jika kanker tumbuh secara agresif dan untuk melihat seberapa dalam kanker tumbuh.

Cek Kesehatan Kulit Sejak Dini

Deteksi dini penting dilakukan karena karsinoma sel basal sering muncul sebagai perubahan pada kulit yang mudah diabaikan, seperti benjolan kecil, luka yang tidak kunjung sembuh, atau bercak yang terus berulang. Oleh karena itu, pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh dapat membantu mengidentifikasi penyebab yang mendasarinya sejak dini.

Bumame menyediakan Paket MCU Skin Panel yang berfungsi untuk mengevaluasi nutrisi, hormon, atau alergi yang sangat berkaitan dengan kesehatan kulit. Tes ini juga akan memberikan gambaran tentang kesehatan kulit menyeluruh, termasuk jerawat yang tak kunjung sembuh atau perubahan kulit yang berulang.

Segera hubungi WhatsApp Bumame dan jadwalkan pemeriksaan serta konsultasi yang Anda butuhkan.

Pilihan Penanganan yang Tersedia

Penanganan karsinoma sel basal disesuaikan dengan tingkat keparahan, lokasi, serta ukuran lesi. Beberapa pilihan yang umum dilakukan meliputi:

  • Elektrodesikasi dan kuretase, yaitu pengerokan benjolan dengan alat kuret, lalu area tersebut dibakar dengan jarum listrik khusus;

  • Operasi Mohs, yaitu pengangkatan benjolan atau lesi kanker menggunakan pisau bedah;

  • Krioterapi, yaitu prosedur membekukan benjolan kanker hingga bisa terangkat;

  • Kemoterapi, menggunakan obat-obatan kuat untuk membunuh sel kanker di dalam tubuh;

  • Terapi fotodinamik (photodynamic therapy/PDT), kulit diberi zat yang peka terhadap cahaya, lalu disinari dengan cahaya biru;

  • Terapi laser, menggunakan laser untuk mengangkat kanker sebagai pengganti pisau bedah.

Pencegahan Karsinoma Sel Basal

Seseorang bisa melakukan pencegahan untuk menurunkan risiko terjadi karsinoma sel basal. Berikut adalah beberapa cara sederhananya:

  • Hindari matahari di tengah hari. Sinar matahari paling kuat sekitar pukul 10.00 hingga 15.00, jadi atur kegiatan di luar ruangan di waktu lain;

  • Pakai tabir surya setiap hari. Pilih tabir surya broad-spectrum dengan SPF minimal 30, bahkan saat mendung;

  • Kenakan pakaian pelindung. Pilih pakaian berbahan rapat yang menutupi lengan dan kaki, topi lebar, serta kacamata hitam;

  • Jangan gunakan tanning bed. Lampu pada alat ini memancarkan sinar ultraviolet yang meningkatkan risiko kanker kulit;

  • Periksa kulit secara rutin dan laporkan perubahannya ke dokter. Perhatikan adanya benjolan baru serta perubahan pada tahi lalat, bintik, tonjolan, dan tanda lahir;

  • Konsumsi nicotinamida (vitamin B3) 500 milligram dua kali sehari. 

Kapan Harus ke Dokter?

Periksakan ke dokter segera jika menemukan bercak atau benjolan baru di kulit atau bercak yang berubah ukuran, bentuk, maupun warna. Luka, benjolan, noda, atau tanda yang tidak biasa, termasuk perubahan pada kulit, bisa menjadi tanda kanker kulit. Waspadai jika area tersebut:

  • Memerah, bengkak, bersisik, atau berkerak;

  • Mulai mengeluarkan cairan atau berdarah;

  • Terasa gatal atau sakit ketika mendapat sentuhan.

Pemeriksaan lebih awal perlu dipertimbangkan guna memastikan penyebab perubahan pada kulit dan menentukan penanganan yang tepat. Semakin cepat keluhan dievaluasi oleh dokter, semakin besar peluang penanganan dilakukan secara efektif.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Referensi:

  1. Mayo Clinic — Basal Cell Carcinoma

  2. Skin Cancer Foundation — Basal Cell Carcinoma Overview

  3. Memorial Sloan Kettering Cancer Center — Basal Cell Carcinoma

  4. Cleveland Clinic — Basal Cell Carcinoma

  5. American Cancer Society — Causes, Risk Factors, and Prevention of Basal Cell Carcinoma

  6. American Academy of Dermatology Association — Basal cell carcinoma: From symptoms to treatments

Ditinjau secara medis oleh dr. Talitha Amalia

Frequently Asked Question

Apakah karsinoma sel basal berbahaya?

Karsinoma sel basal umumnya tumbuh lambat dan jarang menyebar ke organ lain. Namun, kanker ini tetap memerlukan penanganan medis karena dapat tumbuh dan merusak jaringan di sekitarnya.

Apakah karsinoma sel basal bisa sembuh?

Peluang kesembuhan karsinoma sel basal umumnya sangat tinggi, terutama jika terdeteksi sejak dini dan ditangani dengan tepat. Pilihan penanganan bergantung pada ukuran, lokasi, dan tingkat keparahan lesi.

Apa perbedaan kanker dan karsinoma?

Kanker merupakan istilah umum untuk penyakit akibat pertumbuhan sel abnormal yang tidak terkendali. Karsinoma adalah salah satu jenis kanker yang berasal dari sel epitel, yaitu sel yang melapisi permukaan tubuh dan organ.

Apa jenis kanker kulit yang paling berbahaya?

Melanoma dikenal sebagai jenis kanker kulit yang berbahaya karena dapat tumbuh agresif dan menyebar ke bagian tubuh lain. Perubahan kulit yang mencurigakan sebaiknya diperiksa dokter untuk memastikan penyebabnya.

Apa saja tanda karsinoma sel basal yang perlu diperiksa dokter?

Tanda yang perlu diperiksa meliputi benjolan mengilap, bercak yang berubah, luka yang tidak kunjung sembuh, serta area kulit yang berdarah, berkerak, atau mengeluarkan cairan. Dokter dapat melakukan pemeriksaan kulit dan biopsi jika diperlukan.