Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Kanker Sarkoma: Jenis, Gejala, dan Pengobatannya
Kembali ke Artikel & Berita

Kanker Sarkoma: Jenis, Gejala, dan Pengobatannya

SBATips Kesehatan

Apakah Anda pernah memiliki benjolan di lengan atau kaki tapi tidak sakit saat ditekan? Di banyak kejadian, kondisi tersebut membuat orang khawatir dan bertanya-tanya apakah benjolan tersebut berbahaya. Nyatanya tidak semua benjolan itu berbahaya, tapi jika terus ada dan ukurannya kian besar, maka perlu waspada.

Salah satu kondisi yang perlu diwaspadai adalah kanker sarkoma. Di dunia medis, kanker jenis ini tergolong langka dan bisa tumbuh di tulang maupun jaringan lunak, seperti otot dan lemak. Jika Anda mau mencari tahu tanda-tandanya sejak awal, akan lebih mudah untuk memahami kapan perlu berkonsultasi dengan dokter.

Definisi dan Jenis-Jenis Kanker Sarkoma

Ilmu medis menyebut bahwa kanker sarkoma adalah kanker yang disebabkan oleh jaringan mesenkim, yaitu jaringan yang membentuk atau menopang berbagai bagian tubuh. Jaringan ini mencakup tulang, otot, lemak, pembuluh darah, saraf, tendon, dan jaringan ikat lainnya.

Lalu, apa saja jenis-jenis kanker sarkoma? Secara umum, sarkoma dapat dikelompokkan berdasarkan jaringan tempat kanker mulai berkembang, yaitu:

  • Sarkoma jaringan lunak: berkembang pada jaringan seperti otot, lemak, pembuluh darah, saraf, dan jaringan fibrosa. 

  • Sarkoma tulang: berasal dari jaringan tulang atau jaringan pembentuk tulang. 

  • Jenis sarkoma tertentu lainnya: termasuk gastrointestinal stromal tumor (GIST), yang berkembang di saluran pencernaan dan memiliki karakteristik serta pendekatan pengobatan tersendiri.

Gejala Kanker Sarkoma

Ada banyak sekali gejala sarkoma yang terjadi pada beberapa orang, dan kebanyakan kasus bergantung pada bagian tubuh yang terkena. Pada jaringan lunak, sarkoma bisa ditandai dengan benjolan yang membesar. Ada yang merasakan sakit dan nyeri akibat benjolan. Namun, kalau pun tidak, ia akan tetap bertambah besar ukurannya.

Benjolan yang perlu diwaspadai umumnya berukuran lebih dari 5 cm, terletak cukup dalam, semakin membesar dalam hitungan bulan, atau muncul meski tanpa ada riwayat cedera sebelumnya. Benjolan yang tidak nyeri tetap perlu dievaluasi karena rasa sakit sering baru muncul ketika tumor membesar dan menekan saraf, otot, atau pembuluh darah di sekitarnya.

Sementara itu, sarkoma yang tumbuh di tulang memiliki gejala berbeda. Ada rasa nyeri tulang yang muncul terus-menerus diikuti dengan pembengkakan. Lebih parahnya, ada kasus yang menyebabkan penderitanya mengalami patah tulang meski hanya disebabkan oleh cedera ringan. 

Tak hanya itu, untuk jenis sarkoma yang tumbuh di area perut, keluhannya bisa berupa perut yang selalu terasa penuh, nyeri, dan kembung. Lain halnya dengan sarkoma di area dada yang bisa menyebabkan gangguan pernapasan.

Penyebab Kanker Sarkoma dan Faktor Risikonya

Hingga kini, penyebab pasti kanker sarkoma masih belum selalu bisa diketahui. Kanker ini dapat terjadi ketika DNA sel mengalami perubahan yang membuat sel dapat bertumbuh di luar kendali. 

Ada beberapa kondisi yang dapat meningkatkan risiko sarkoma, tetapi seseorang juga bisa mengalami kanker ini meski tidak memiliki faktor risiko yang diketahui. Kondisi yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami sarkoma adalah sebagai berikut.

  • Kondisi genetik tertentu, contohnya adalah sindrom Li-Fraumeni dan neurofibromatosis tipe 1, yang meningkatkan risiko seseorang mengalami jenis kanker tertentu.

  • Riwayat terapi radiasi, karena sarkoma dapat muncul sebagai kanker sekunder setelah seseorang menjalani radiasi untuk penyakit lain.

  • Paparan bahan kimia tertentu, sseperti vinil klorida dan arsenik, yang dikaitkan dengan peningkatan risiko sarkoma.

  • Limfedema kronis, merupakan istilah untuk pembengkakan berkepanjangan akibat gangguan aliran cairan limfa.

Meski terkadang beberapa orang mengalami satu atau dua faktor risiko di atas, belum tentu ia pasti mengidap kanker sarkoma. Begitu pula sebaliknya, sebagian penderita kadang juga tidak menunjukkan risiko yang bisa terbaca sejak awal. Itu sebabnya, penting untuk tetap waspada terhadap gejala yang tidak normal dan melakukan pemeriksaan bila ditemukan benjolan yang terus membesar.

Diagnosis Kanker Sarkoma

Jika menemukan benjolan yang mencurigakan atau mengalami keluhan yang tak kunjung membaik, segera periksakan. Dokter biasanya akan memulai pemeriksaan dengan menanyakan gejala yang dirasakan. Letak dan ukuran benjolan akan dievaluasi, termasuk apakah ukurannya berubah dari waktu ke waktu. Hasil pemeriksaan awal ini akan menjadi pertimbangan untuk pemeriksaan lanjutan.

Untuk mengetahui letak dan gambaran tumor lebih jelas, dokter akan menyarankan pemeriksaan untuk membantu melihat karakteristik tumor, termasuk membedakannya dari kondisi lain. Berikut adalah beberapa jenis pemeriksaan medis untuk keperluan diagnosis kanker sarkoma.

  • Rontgen, untuk membantu menilai kelainan pada tulang.

  • MRI, untuk mendapatkan gambaran jaringan lunak secara lebih terperinci.

  • CT scan, membantu dokter melihat kondisi bagian dalam tubuh secara lebih detail, termasuk memeriksa apakah tumor telah menyebar.

  • PET scan, membantu dokter menilai aktivitas sel untuk mendukung proses evaluasi tumor.

Apabila hasil pemeriksaan awal dan pencitraan menunjukkan kemungkinan sarkoma, dokter dapat menyarankan biopsi untuk memastikan diagnosis. Biopsi merupakan prosedur pengambilan sampel jaringan dari area yang dicurigai, yang kemudian diperiksa di laboratorium oleh dokter patologi. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat sel kanker, menentukan jenis tumor, serta menilai tingkat keganasannya.

Sementara itu, jika Anda hanya ingin memeriksa kesehatan tulang secara umum, maka mengambil Paket MCU Kesehatan Tulang & Mineral Bumame adalah pilihan terbaik. Namun, pemeriksaan kesehatan tulang umum tidak otomatis dapat mendiagnosis kanker sarkoma. Jika memiliki benjolan yang terus membesar atau nyeri tulang yang menetap, berbicara dengan dokter adalah langkah paling tepat.

Opsi Pengobatan Kanker Sarkoma

Perlu diketahui bahwa penyakit jenis ini memiliki penanganan berbeda pada setiap pasien. Faktor yang menentukan perbedaan penanganan tersebut antara lain jenis kanker, ukuran tumor, lokasi tumbuhnya, tingkat keganasan, serta area penyebaran. Karena itu, dokter akan menentukan metode pengobatan yang paling sesuai dengan kondisi masing-masing pasien.

Adapun pilihan pengobatan kanker sarkoma meliputi:

  • Pembedahan, untuk mengangkat tumor beserta sebagian jaringan sehat di sekitarnya.

  • Radioterapi, menggunakan radiasi untuk menghancurkan atau mengendalikan pertumbuhan sel kanker.

  • Kemoterapi, menggunakan obat-obatan untuk membunuh atau memperlambat pertumbuhan sel kanker. Penggunaannya disesuaikan dengan jenis sarkoma dan kondisi pasien.

  • Terapi tertarget, menyasar mekanisme atau protein tertentu yang berperan dalam pertumbuhan sel kanker.

  • Imunoterapi, membantu sistem kekebalan tubuh melawan kanker dan dapat dipertimbangkan pada jenis sarkoma serta kondisi tertentu.

Pencegahan Kanker Sarkoma

Salah satu upaya yang dapat membantu menurunkan risiko kanker sarkoma adalah membatasi paparan radiasi yang tidak diperlukan serta mengikuti prosedur keselamatan saat bekerja dengan bahan kimia berbahaya.

Selain itu, penting juga memerhatikan perubahan pada tubuh. Jangan abai terhadap benjolan yang ukurannya kian membesar atau nyeri tulang yang menetap. Hal tersebut tidak sepenuhnya memastikan pencegahan kanker, namun setidaknya bisa mempermudah seseorang untuk mendapat diagnosis medis akurat dari kondisi yang dialami.

Kapan Harus Konsultasi dengan Dokter Terkait Dugaan Kanker Sarkoma?

Oleh karena berbagai gejala dan efek yang telah disebutkan, penting untuk tidak menunda konsultasi ke dokter. Benjolan yang mungkin terasa jauh di dalam jaringan, pembengkakan yang tak kunjung membaik, atau nyeri tulang yang menetap perlu diwaspadai sangat ketat. Hal yang sama berlaku untuk keluhan lain seperti perut yang terus-menerus nyeri dan penurunan berat badan secara drastis.

Gejala tersebut tidak otomatis berarti kanker sarkoma karena berbagai kondisi lain dapat menimbulkan keluhan serupa. Namun, pemeriksaan membantu dokter menilai penyebabnya dan menentukan apakah diperlukan pencitraan, biopsi, atau evaluasi lanjutan. Jika ditemukan tanda yang memerlukan pemeriksaan khusus, dokter dapat merujuk pasien ke spesialis yang sesuai.

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Referensi:

  1. Hermina Hospitals — Mengenal Lebih Dekat Kanker Sarkoma yang Sedang Diderita Alice Norin, Simak Penyebabnya!

  2. Apollo Hospitals — Sarkoma - Gejala, Penyebab, Faktor Risiko, Diagnosis dan Pengobatan

  3. Parkway Cancer Centre — Sarkoma - Kanker yang Rumit, Agresif: 4 Jenis Utama

  4. Icon Oncology — Pengobatan Sarkoma Jaringan Lunak

  5. Care Hospitals — Sarkoma: Gejala, Penyebab, Diagnosis dan Pengobatan

  6. Cancer Council Australia — Optimal Care Pathway for People with Sarcoma (Bone and Soft Tissue Sarcoma): Quick Reference Guide

  7. Mayo Clinic — Sarcoma

Ditinjau secara medis oleh dr. Talitha Amalia

Frequently Asked Question

Apakah kanker sarkoma bisa disembuhkan?

Peluang kesembuhan kanker sarkoma bergantung pada jenis, lokasi, ukuran, dan tingkat keganasan tumor. Diagnosis yang akurat membantu dokter menentukan pilihan pengobatan yang sesuai dengan kondisi pasien.

Apakah benjolan yang tidak terasa sakit bisa menjadi gejala awal kanker sarkoma?

Bisa. Sarkoma jaringan lunak dapat muncul sebagai benjolan tanpa rasa sakit. Namun, sebagian besar benjolan tidak otomatis menandakan kanker. Periksakan ke dokter jika benjolan terus membesar atau disertai keluhan lain.

Apa perbedaan sarkoma jaringan lunak dan sarkoma tulang?

Perbedaannya terletak pada jaringan tempat kanker bermula. Sarkoma jaringan lunak berkembang pada jaringan seperti otot, lemak, dan pembuluh darah, sedangkan sarkoma tulang berasal dari tulang atau jaringan pembentuk tulang.

Pemeriksaan apa yang diperlukan untuk mendeteksi kanker sarkoma?

Pemeriksaan dapat meliputi pemeriksaan fisik, rontgen, MRI, CT scan, atau PET scan sesuai kebutuhan. Jika dicurigai sarkoma, dokter dapat menyarankan biopsi untuk memeriksa sampel jaringan dan memastikan diagnosis.

Apakah kanker sarkoma bisa dicegah?

Belum ada cara yang dapat menjamin pencegahan sarkoma karena penyebab pastinya sering tidak diketahui. Membatasi paparan radiasi yang tidak diperlukan dan mengikuti prosedur keselamatan saat bekerja dengan bahan kimia berbahaya dapat membantu mengurangi risiko tertentu.