Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Mau pesan layanan Homecare Bumame? Klik disini.

Karsinoma Sel Skuamosa: Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya
Kembali ke Artikel & Berita

Karsinoma Sel Skuamosa: Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya

SBATips Kesehatan

Pernah mendapati bercak kasar, benjolan kecil, atau luka yang tidak kunjung sembuh di kulit saat bercermin? Kondisi seperti ini sering dianggap sebagai iritasi biasa, terutama jika tidak terasa sakit. Tapi, jika kondisi ini tidak sembuh-sembuh dan malah terus membesar, sebaiknya Anda perlu waspada, karena ini bisa jadi tanda karsinoma sel skuamosa atau kanker sel skuamosa.

Ini adalah kondisi dimana terjadi pertumbuhan yang tidak normal pada sel skuamosa, yaitu sel pipih yang membentuk bagian lapisan tengah dan luar kulit, sehingga memunculkan bercak kasar hingga benjolan keras di permukaan kulit. Lalu, apa penyebab ini terjadi dan bagaimana cara mengobatinya? Ketahui gejala, penyebab, hingga cara mengobati dan mencegahnya di artikel berikut. 

Apa Itu Karsinoma Sel Skuamosa?

Karsinoma sel skuamosa (squamous cell carcinoma atau SCC) adalah jenis kanker yang terjadi saat sel skuamosa mengalami perubahan genetik yang membuatnya tumbuh dan membelah tak terkendali. Sel skuamosa sendiri adalah sel tipis yang membentuk jaringan permukaan kulit dan juga ada di lapisan jaringan beberapa organ tubuh, seperti saluran pernapasan dan saluran pencernaan. 

Gangguan ini bisa muncul di bagian tubuh manapun dan, jika tidak ditangani, bisa menyebar ke bagian tubuh lainnya.

Gejala Karsinoma Sel Skuamosa

Gejalanya bisa berbeda-beda, tergantung dari lokasi terjadinya. Berikut uraiannya.

  • Pada kulit: Muncul benjolan keras, bercak kasar atau bersisik, luka dan koreng yang tidak bisa hilang, hingga pertumbuhan mirip kutil yang semakin membesar dan mudah sekali berdarah.

  • Pada bibir atau mulut: Ada bercak putih atau merah yang tidak bisa hilang, luka yang tidak bisa sembuh, bibir pecah-pecah dan berkerak, hingga muncul benjolan di mulut.

  • Pada tenggorokan atau pita suara: Muncul benjolan di leher, suara menjadi serak, dan sakit tenggorokan berkepanjangan.

  • Pada kerongkongan: Nyeri saat menelan hingga penurunan berat badan.

  • Pada leher rahim atau serviks: Perdarahan di luar siklus menstruasi atau setelah berhubungan seksual, serta keputihan yang abnormal.

  • Pada area genital atau anus: Muncul benjolan, luka, atau pertumbuhan mirip kutil yang tidak bisa sembuh, terkadang disertai nyeri atau perdarahan saat BAB jika area anus terdampak.

Penyebab dan Faktor Risiko Karsinoma Sel Skuamosa

SCC umumnya terjadi karena mutasi, kerusakan, atau perubahan pada DNA sel skuamosa sehingga membuatnya tumbuh tak terkendali. Untuk lebih jelasnya, berikut faktor-faktor penyebabnya:

  • Paparan radiasi ultraviolet (UV) yang berlebihan dalam jangka waktu yang lama sehingga merusakan DNA.

  • Perubahan genetik atau mutasi pada gen tertentu, seperti TP53, karena bisa mengganggu fungsi protein p53 yang berperan dalam mengendalikan pertumbuhan sel dan memperbaiki kerusakan DNA.

  • Sistem imun yang melemah, karena bisa mengurangi kemampuan tubuh dalam mengenali dan menghancurkan sel yang DNAnya berubah.

  • Paparan zat atau bahan kimia berbahaya atau beracun tertentu dalam jangka waktu lama, karena bisa memicu kerusakan DNA dan meningkatkan kemungkinan terjadinya mutasi pada sel.

Adapun risiko terkena SCC akan semakin tinggi pada orang-orang dengan kondisi seperti: 

  • Orang dengan kulit cerah, karena kandungan melanin sebagai pelindung alami kulitnya sangat rendah sehingga risiko sel rusak karena radiasi UV menjadi lebih tinggi.

  • Konsumsi obat imunosupresan, karena bisa menurunkan sistem imun tubuh.

  • Lanjut usia, karena adanya risiko akumulasi kerusakan akibat sinar ultraviolet (UV) sepanjang hidup dan fungsi alami tubuh yang mulai turun.

  • Sering beraktivitas di luar ruangan.

  • Punya riwayat kelainan kulit seperti keratosis aktinik, luka kronis, jaringan parut berat, atau radang kulit berkepanjangan karena kerusakan jaringan yang berlangsung lama bisa mendorong perubahan sel abnormal.

  • Kebiasaan merokok, karena zat kimia yang ada di asap rokok bisa membuat sel yang terpapar menjadi rusak.

  • Konsumsi alkohol berlebihan, karena alkohol dan produk pemecahannya bisa merusak jaringan.

  • Infeksi virus HPV tipe tertentu, karena virus ini bisa mengganggu mekanisme pengendalian pertumbuhan sel dan memicu perubahan di DNA yang menaikkan risiko gangguan ini.

Bagaimana Karsinoma Sel Skuamosa Didiagnosis?

Untuk memastikan apakah keluhan yang Anda alami adalah SCC atau tidak, biasanya dokter akan melakukan serangkaian pengecekan yang meliputi:

  • Cek fisik, dilakukan dengan cek kondisi kulit, termasuk bentuk, ukuran, warna, dan tekstur lesi yang penderita alami.

  • Biopsi kulit yang dilakukan dengan mengambil sampel jaringan dari lesi yang mencurigakan untuk kemudian dicek di laboratorium menggunakan mikroskop, sehingga keberadaan sel kanker bisa dipastikan.

  • Pengecekan kelenjar getah bening, dilakukan dengan meraba kelenjar getah bening di sekitar lesi untuk tahu apakah ada pembengkakan yang terkait SCC atau tidak.

  • Pengecekan dengan pencitraan seperti CT scan atau MRI, dilakukan dengan teknologi pemindaian untuk memproduksi gambaran bagian dalam tubuh dan umumnya bertujuan untuk melihat apakah kanker sudah tumbuh lebih dalam atau menyebar ke jaringan maupun organ lain.

Selain itu, dokter mungkin akan menyarankan cek darah lengkap atau fungsi organ untuk menilai kondisi kesehatan secara umum, deteksi tanda infeksi yang menyertai, serta mengevaluasi kemungkinan komplikasi atau kesiapan tubuh dalam menjalani pengobatan nantinya. Jika Anda ingin mendapatkan pemeriksaan darah lengkap dan fungsi organ, bisa pertimbangkan Paket Medical Check Up Premium Bumame. 

Pilihan Pengobatan Karsinoma Sel Skuamosa

Pengobatan SCC umumnya ditentukan berdasarkan lokasi dan ukuran sel kanker, kedalaman pertumbuhan, risiko penyebaran, serta kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan. Selengkapnya, berikut cara pengobatannya.

  • Operasi, dilakukan untuk mengangkat tumor akibat dari sel kanker ini beserta jaringan di sekitarnya.

  • Kuretase dan elektrodesikasi, dilakukan dengan mengikis tumor menggunakan alat khusus, lalu menghancurkan sisa sel-sel kanker menggunakan arus listrik.

  • Bedah krio, dilakukan menggunakan nitrogen cair untuk membekukan dan menghancurkan jaringan abnormal di lesi tertentu.

  • Terapi topikal, dilakukan dengan mengoleskan obat langsung pada area kulit yang terdampak untuk menangani kondisi pra kanker atau karsinoma sel skuamosa yang sangat superfisial, seperti penyakit Bowen.

  • Terapi fotodinamik, dilakukan dengan mengoleskan obat yang peka terhadap cahaya di area kulit yang terdampak, untuk kemudian diaktifkan dengan sumber cahaya untuk menghancurkan sel abnormal di area tersebut. 

  • Radioterapi, dilakukan dengan menggunakan radiasi berenergi tinggi untuk merusak DNA sel kanker sehingga pertumbuhannya bisa terhambat atau mati.

  • Kemoterapi, dilakukan dengan pemberian obat antikanker untuk menghambat pertumbuhan atau membunuh sel kanker karsinoma sel skuamosa.

  • Imunoterapi, dilakukan dengan pemberiaan obat seperti penghambat immune checkpoint (misalnya pembrolizumab atau nivolumab) untuk merangsang atau meningkatkan respons sistem kekebalan tubuh dalam mengenali dan melawan sel kanker.

  • Perawatan pendukung seperti membantu mengurangi nyeri, merawat luka, gunakan tabir surya terutama saat keluar rumah. Tujuannya adalah untuk menghindari kondisi yang lebih parah.

  • Cek kesehatan secara rutin untuk memantau hasil pengobatan sehingga jika ada pengobatan yang tidak sesuai bisa langsung dikenali dan bisa dicarikan alternatif pengobatan yang lebih tepat.

Cara Mencegah Karsinoma Sel Skuamosa

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah risiko munculkan SCC, antara lain:

  • Batasi terpapar sinar matahari berlebihan. Tapi jika tidak memungkinkan, sebaiknya Anda menggunakan tabir surya minimal 30 SPF setiap 2 jam sekali saat beraktivitas di luar ruangan atau setelah berenang dan berkeringat, agar kulit tetap terlindungi dari paparan UV berlebihan.

  • Hindari menggunakan alat penggelap kulit (tanning bed) karena alat ini bisa memancarkan radiasi ultraviolet (UV) buatan yang bisa menaikkan risiko kanker kulit.

  • Pakai pakaian pelindung, seperti baju lengan panjang, topi bertepi lebar, dan kacamata hitam saat harus aktivitas di luar ruangan.

  • Hindari rokok dan batasi konsumsi alkohol.

  • Lakukan vaksinasi HPV bila perlu.

  • Lakukan cek kesehatan rutin agar bisa mengenali risiko karsinoma sel skuamosa sedini mungkin sehingga risiko komplikasi bisa dicegah.

Kapan Sebaiknya Periksa Diri ke Dokter?

Pada karsinoma sel skuamosa, perubahan pada kulit tidak selalu menandakan kanker. Namun, Anda sebaiknya segera konsultasi ke dokter jika menemukan bercak kasar, benjolan, atau luka pada kulit yang tidak kunjung sembuh dalam beberapa minggu, terutama jika disertai gejala berikut: 

  • Benjolan sudah terasa nyeri dan membesar.

  • Suara serak, sakit tenggorokan, atau kesulitan menelan berminggu-minggu.

  • Perdarahan abnormal, di luar siklus menstruasi atau setelah hubungan seksual.

  • Napas berat.

  • Penurunan kesadaran.

Bila sudah muncul gejala di atas, mengunjungi dokter sebaiknya tidak Anda tunda, karena ini bisa jadi tanda komplikasi yang butuh penanganan segera.

Lengkapi Pemeriksaan Kesehatan dengan MCU Premium 

Karsinoma sel skuamosa adalah jenis kanker yang terjadi karena ada pertumbuhan sel skuamosa secara abnormal dan bisa muncul di beberapa organ tubuh. Gejalanya umumnya berupa bercak kasar, benjolan, atau luka yang tidak kunjung sembuh. Tapi pada level serius, kanker ini bisa merusak jaringan di sekitarnya dan menyebar ke bagian tubuh lain. 

Untuk itu, sebaiknya segera periksa ke dokter jika Anda sudah mengalami gejalanya guna mendapatkan penanganan yang tepat. Namun, alangkah lebih baik lagi jika Anda lakukan cek kesehatan rutin agar bisa mendeteksi risiko sedini mungkin seperti melalui Paket Medical Check Up Premium Bumame. 

Ini adalah paket pengecekan yang meliputi cek darah lengkap, fungsi hati dan ginjal, profil lemak, gula darah, vitamin D, hingga CEA sebagai penanda tumor untuk membantu Anda mengenali kondisi tubuh dan mendeteksi jika ada gangguan. Hubungi Bumame untuk informasi lebih lanjut!

Lokasi Klinik Bumame

1.  Klinik Bumame BSD
Ruko Northridge B1 No.16, Rw. Mekar Jaya, Kecamatan Serpong, Tangerang, Banten 15310

2. Klinik Bumame TB Simatupang
Jl. TB Simatupang No.33, RT.1/RW.5, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12550

3.Klinik Bumame Puri
Ruko Sentra Niaga Puri Indah Blok T6/23 RT.1/RW.2, Kembangan Sel., Kec. Kembangan, Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11610

4. Klinik Bumame Cideng
JAC Building, Jl. Jati Baru Raya No.28 5, Petojo Sel., Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10160

5. Klinik Bumame Kelapa Gading
Ruko Mall of Indonesia, Italian Walk Blok C 15-16, RT.18/RW.8, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Referensi:

  1. Journal of Dermatology and Venereology (Universitas Brawijaya) — Gambaran Histopatologi Karsinoma Sel Skuamosa

  2. Primaya Hospital — Karsinoma Sel Skuamosa, Apakah Berbahaya? Berikut Faktanya

  3. Mandjur — Karsinoma Sel Skuamosa

  4. Mayo Clinic — Squamous Cell Carcinoma: Symptoms and Causes

  5. StatPearls Publishing — Squamous Cell Cancer Carcinoma

  6. Cleveland Clinic — Squamous Cell Carcinoma

  7. Apollo Hospitals — Squamous Cell Carcinoma - Early Signs, Risk Factors, Diagnosis, and Treatment Explained

  8. Puskesmas Meninting — Karsinoma Sel Skuamosa: Kanker Kulit yang Perlu Diwaspadai

  9. Penn Medicine — Squamous Cell Carcinoma

Ditinjau secara medis oleh dr. Talitha Amalia

Frequently Asked Question

Apakah karsinoma sel skuamosa berbahaya?

Tingkat bahayanya bergantung pada ukuran, lokasi, kedalaman, dan karakteristik tumor. Jika kanker menyebar atau merusak jaringan di sekitarnya, penanganannya dapat menjadi lebih kompleks.

Bagaimana cara membedakan benjolan akibat karsinoma sel skuamosa dan kista kulit?

Kista kulit umumnya berbentuk bulat dengan permukaan relatif halus, sedangkan karsinoma sel skuamosa dapat tampak sebagai benjolan tidak beraturan, kasar, bersisik, atau berkerak. Namun, penampilan saja tidak cukup untuk memastikan diagnosis sehingga pemeriksaan dokter mungkin diperlukan.

Apakah karsinoma sel skuamosa menular?

Karsinoma sel skuamosa bukan penyakit yang menular melalui sentuhan atau penggunaan barang bersama. Namun, infeksi HPV tipe tertentu dapat meningkatkan risiko beberapa jenis karsinoma sel skuamosa dan dapat menular melalui kontak langsung.

Apakah karsinoma sel skuamosa dapat muncul kembali setelah diobati?

Ya, karsinoma sel skuamosa dapat kambuh setelah pengobatan, terutama jika tumornya memiliki risiko kekambuhan tinggi, sel kanker belum seluruhnya terangkat, atau kulit terus mengalami kerusakan akibat paparan sinar ultraviolet.

Kapan gejala karsinoma sel skuamosa perlu diperiksakan ke dokter?

Periksakan diri jika menemukan bercak kasar, benjolan, atau luka yang tidak kunjung sembuh dalam beberapa minggu, terutama jika membesar, terasa nyeri, atau mudah berdarah. Suara serak berkepanjangan, kesulitan menelan, dan perdarahan abnormal juga perlu dievaluasi oleh dokter.